ADA dua hal yang paling ditakuti pejabat zaman sekarang, apa itu ? soal laporan KPK dan… komentar netizen, ternyata Wali Kota Palembang Ratu Dewa lebih takut yang kedua, kok bisa?, begini alasannya… soalnya, dari situ juga lahir keputusan besar, yaitu pelantikan PPPK tahap II, yang akhirnya dipercepat gegara serbuan komentar di media sosialnya.
Bayangin, tiap kali buka instagram, mungkin notifikasi beliau bunyinya bukan “like” tapi “Pak, kapan pelantikan PPPK tahap dua, Pak?”
Kayak arisan online, tiap hari diingatkan jadwalnya, sampai akhirnya Ratu Dewa nyeletuk ke stafnya. “Sudahlah, daripada aku terus ditagih di kolom komentar, mending kita gas pelantikannya sekarang”.
Dan bim salabim!, Senin pagi (13/10/2025) ribuan orang berseragam ASN baru tumpah ruah di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB).
Totalnya 1.560 PPPK plus CPNS lulusan IPDN, wajah-wajah segar yang siap mengabdi, meskipun, mungkin masih bingung mana yang lebih tegang untuk disumpah atau disorot kamera.
Ratu Dewa kayaknya lagi doyan bikin tradisi baru di pemerintahan, sebab kalau dulu jalur cepat, cuma milik ojek online, sekarang pelantikan ASN juga bisa lewat jalur ekspres, tentu bukan karena sogokan, tapi karena netizen pressure.
Beliau bahkan terang-terangan bilang, keputusan ini murni, karena mendengar aspirasi warga lewat media sosial, misalnya kepala daerah yang benar-benar baca komentar netizen bukan cuma buat gaya upload foto seremonial. Ini kayak preseden baru, pemerintahan bisa juga jalan dengan “algoritma rakyat”.
Kalau dulu birokrasi dikenal lambat karena nunggu surat turun, sekarang bisa dipacu hanya dengan scroll ke bawah.
Nah, ini bagian yang paling menarik, sambil sibuk melantik, Ratu Dewa juga ngumumin langkah progresif, salah satunya, misalnya Palembang jadi kota pertama yang ngusulin PPPK Paruh Waktu.
Sekilas kedengarannya kayak kerja sambilan, tapi sebenarnya ini solusi kreatif di tengah keterbatasan anggaran dan kebutuhan SDM.
Konsepnya, adalah pegawai dengan kontrak lebih fleksibel, kerja sesuai kebutuhan, tapi tetap profesional dan punya gaji layak.
Kalau kata orang kantoran “Setengah waktu kerja, tapi jangan setengah hati”, dan kalau kata netizen. “Akhirnya, ada kerjaan resmi yang bisa cocok buat generasi multitasking yang bisa ngajar pagi, dan bisa jualan online sore”.
Inovasi ini bikin Palembang melangkah satu langkah di depan kota lain, bahkan BKN aja lagi ngelirik, sambil mungkin mikir, “Kok bisa ya, Palembang kepikiran duluan?”.
Satu lagi gebrakan yang bikin ASN senyum sumringah dari Ratu Dewa yakni tegas karena tak ada lagi perbedaan seragam antara PPPK, PNS, CPNS, semua sama.
Kalau dulu warna baju bisa nunjukin kasta birokrasi, sekarang semua kembali ke prinsip satu warna, satu semangat. Gak ada lagi yang bisa nyolot bilang, “Aku PNS, kamu PPPK”, karena kata Ratu Dewa, yang dinilai bukan status kepegawaian, tapi kualitas kerja dan dedikasi.
Kerja tulus
Bayangin kalau semua ASN bisa kerja tanpa gengsi, mungkin urusan surat izin usaha bisa selesai secepat pesan kopi di kafe, sebagai penutup acara, lima ASN teladan dikasih penghargaan, ada Camat, Lurah, Guru, Petugas Puskesmas, sampai staf BKPSDM.
Mereka bukan yang viral di TikTok atau punya follower ribuan, tapi punya satu hal yang langka di dunia birokrasi, yakni kerja tulus tanpa pamrih.
Salah satu guru dari Pulokerto bahkan sampai nangis waktu namanya dipanggil, katanya “Saya cuma kerja apa adanya, Pak”
Kalimat sederhana, tapi isinya berat. Di zaman orang sibuk cari sorotan, masih ada yang bekerja dalam diam kayak lilin yang rela meleleh buat terangin orang lain.
Oleh karena itu, dari kolom komentar media sosial sampai pelataran BKB, cerita Ratu Dewa ini jadi bukti kalau birokrasi bisa juga berubah, asal mau mendengar dan bukan cuma dengar atasan, tapi dengar rakyat.
Bahkan bukan juga cuma kerja paruh waktu, tapi kerja sepenuh hati, karena jika kata pepatah Palembang. “Air Musi bisa deras, tapi kalau dayungnya seirama, sampan pasti sampai ke tujuan”.
Begitulah harapan untuk ASN Palembang, biar langkahnya seirama, biar kerja bukan cuma soal absen, tapi soal pengabdian, dan kalau nanti Ratu Dewa buka instagram lagi, semoga komentarnya bukan lagi “Pak, kapan pelantikan?”, tapi “Pak, terima kasih, Palembang makin keren!”.[***]