Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Peras Otak, Ketika Pikiran Diajak Lembur, Ini Makna Ungkapannya

Peras Otak, Ketika Pikiran Diajak Lembur, Ini Makna Ungkapannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Peras otak biasanya muncul ketika seseorang sedang berhadapan dengan persoalan yang tidak bisa diselesaikan begitu saja. Soal belum terjawab, ide belum ketemu, jalan keluar masih samar. Kepala mulai penuh, kertas sudah dicoret-coret, tetapi jawaban yang dicari belum juga muncul. Pada keadaan seperti itu, orang sering berkata, “Wah, harus peras otak dulu.”

Ungkapan peras otak memang terdengar lucu kalau dipikir secara harfiah. Sebab, tidak ada manusia yang perlu memeras otaknya seperti memeras jeruk atau kelapa. Yang dimaksud bukan pekerjaan fisik, melainkan usaha menggunakan pikiran sekuat mungkin untuk menemukan jawaban, ide, atau solusi.

Sederhananya, peras otak berarti berpikir keras. Namun, kenapa harus memakai kata “peras”? Nah, bagian ini yang membuat ungkapan dalam bahasa Indonesia menarik.

Soal Sederhana, Jawabannya Malah Menghilang

Ada soal yang baru dibaca sekali, jawabannya langsung muncul. Ada juga soal membuat seseorang membaca kalimat yang sama sampai beberapa kali.

Awalnya masih tenang, lalu mulai menggaruk kepala, selanjutnya pensil diputar sembari kertas dibalik, hasilnya coretan bertambah, tapi jawaban tetap belum ada.

Mulanya, orang mulai merasa otaknya sedang bekerja lebih keras daripada biasanya. “Peras otak dulu.” Kalimat itu bukan berarti orang tersebut sedang mengalami sesuatu yang aneh.

Ia hanya sedang berusaha mengerahkan kemampuan berpikirnya untuk menyelesaikan persoalan. Kondisi seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja, bukan hanya siswa yang sedang menghadapi ujian.

Bukan Urusan Memeras Kepala

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, peras otak merupakan ungkapan kiasan yang menggambarkan kegiatan berpikir dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan jawaban atau memecahkan masalah. Kata “peras” di dalamnya tidak digunakan menurut arti sebenarnya.

Kalau jeruk diperas, ada cairan yang keluar. Kalau kelapa diperas, kita mendapatkan santan. Sementara dalam ungkapan peras otak, yang ingin “dikeluarkan” adalah kemampuan berpikir.

Semakin sulit masalahnya, semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk menemukan jalan keluarnya. Jadi, tidak perlu mencari alat pemeras ketika seseorang mengatakan, “Saya harus peras otak.”

Yang dibutuhkan mungkin justru kertas, pena, informasi yang cukup, dan sedikit kesabaran. Kopi juga boleh.

Dari Mana Gambaran “Peras” Itu Muncul?

Kata “peras” memberikan gambaran tentang usaha untuk mendapatkan sesuatu yang ada di dalam.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal kegiatan memeras jeruk untuk mendapatkan airnya. Ada tenaga yang digunakan, ada proses yang dilakukan, dan ada sesuatu yang ingin diperoleh.

Gambaran semacam itu kemudian digunakan secara kiasan untuk menggambarkan kemampuan berpikir manusia. Otak tidak benar-benar diperas.

Namun kemampuan yang ada di dalam pikiran sedang dikerahkan sebanyak mungkin. Oleh karena itu, peras otak terasa lebih hidup dibandingkan sekadar mengatakan “berpikir”.

Ada kesan seseorang sedang benar-benar mengerahkan pikirannya karena persoalan yang dihadapi tidak gampang.

Ketika Pikiran Masuk Jam Lembur

Berpikir sebenarnya kita lakukan setiap hari. Memilih menu makan siang saja sudah membutuhkan keputusan. Mau nasi goreng atau mie? Mau berangkat sekarang atau nanti? Mau membeli barang itu atau menunggu gajian?

Tetapi, tidak semua kegiatan berpikir membutuhkan usaha yang sama. Ketika persoalan mulai rumit, pikiran bekerja lebih serius. Seorang pedagang memikirkan cara meningkatkan penjualan.

Karyawan mencari solusi ketika pekerjaan mengalami kendala. Guru mencari cara agar pelajaran yang sulit bisa dipahami murid. Mahasiswa mencari bahan untuk menyelesaikan tugas. Dalam situasi seperti itu, orang bisa saja peras otak berjam-jam.

Tubuh mungkin hanya duduk di kursi, tetapi kepala seperti sedang lembur. Kadang belum selesai sampai malam.

Peras Otak Tidak Hanya Milik Orang Pintar

Ada anggapan orang yang pintar pasti mudah menemukan jawaban. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Orang yang menguasai suatu bidang pun bisa mengalami kebuntuan ketika berhadapan dengan masalah baru.

Seorang mekanik yang berpengalaman, misalnya, bisa saja menemukan kerusakan yang langsung terlihat. Tetapi kalau penyebabnya tidak biasa, ia tetap harus memeriksa satu per satu.

Begitu pula seorang penulis, sudah duduk di depan komputer. Sudah membuka dokumen, sudah menulis judul. Lalu kursor berkedip, satu menit, lima menit, sepuluh menit.

Tidak ada kalimat yang keluar, akhirnya mulai peras otak mencari kalimat pembuka. Lucunya, kadang-kadang kalimat pertama justru muncul ketika kita sudah meninggalkan meja.

Begitulah pikiran bekerja, tidak selalu bisa disuruh datang tepat waktu.

Apa Bedanya dengan “Memutar Otak”?

Dalam percakapan sehari-hari, peras otak memiliki makna yang berdekatan dengan memutar otak.

Keduanya sama-sama digunakan ketika seseorang sedang mencari solusi atau berusaha menemukan jalan keluar dari suatu persoalan.

Misalnya “Saya sedang memutar otak mencari cara agar pekerjaan ini selesai.” Artinya, ia sedang memikirkan berbagai kemungkinan.

Sementara “Saya harus peras otak untuk menemukan jawabannya.” Menunjukkan usaha berpikir yang sungguh-sungguh. Ada juga istilah berpikir keras, yang maknanya lebih langsung.

Perbedaannya bukan pada tujuan utamanya, melainkan pada nuansa bahasa. “Berpikir keras” terdengar lugas. “Memutar otak” terdengar lebih kiasan. Sedangkan peras otak memberikan kesan bahwa kemampuan berpikir sedang dikerahkan secara maksimal.

Contoh Penggunaan Peras Otak

Ungkapan peras otak dapat digunakan dalam berbagai kalimat.

Misalnya “Saya harus peras otak untuk mencari solusi masalah ini.” Artinya, orang tersebut perlu berpikir keras untuk menemukan penyelesaian.

Contoh lainnya “Tim itu sedang peras otak mencari strategi baru.” Maksudnya, anggota tim sedang mengerahkan kemampuan berpikir untuk menemukan strategi.

Atau dalam percakapan yang lebih santai “Sudah peras otak dari tadi, tetap saja lupa.” Kalimat seperti ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sudah berusaha mengingat atau mencari sesuatu, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

Dan urusan lupa memang kadang punya cerita sendiri. Kita bisa mengingat nomor telepon yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan, tetapi lupa menaruh kacamata padahal kacamatanya sedang dipakai.

Dalam situasi seperti itu, yang dibutuhkan mungkin bukan peras otak. Cukup berhenti mencari dan lihat wajah sendiri di cermin.

Saat Terlalu Banyak Berpikir Malah Buntu

Ada masa ketika seseorang sudah berpikir keras, tetapi jawaban tetap tidak muncul. Semakin dipaksa, semakin buntu, kertas sudah penuh coretan. Catatan sudah dibuka, informasi sudah dicari. Tetapi solusi belum kelihatan, pada kondisi seperti ini, berhenti sebentar bukan berarti menyerah.

Pikiran juga membutuhkan jeda. Minum, berjalan sebentar, berbicara dengan orang lain, atau mengerjakan sesuatu yang berbeda kadang justru membantu melihat masalah dari sudut pandang baru.

Tidak jarang jawaban yang tadi sulit ditemukan muncul setelah kepala sedikit lebih tenang. Mungkin selama ini masalahnya bukan kurang berpikir, terlalu lama berpikir juga bisa membuat kita kehilangan jarak untuk melihat persoalan dengan jernih. Bahasa Indonesia memiliki banyak ungkapan yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah.

Maknanya tidak berkaitan dengan tindakan memeras organ tubuh. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan usaha berpikir keras. Inilah salah satu hal yang membuat bahasa menarik.

Kata-kata yang sederhana dapat menghasilkan makna yang berbeda ketika digunakan bersama.

Kalau Otak Bisa Minta Lembur

Kalau dipikir-pikir, istilah peras otak memang cukup cocok dengan kehidupan sehari-hari. Ada pekerjaan yang harus selesai, ada masalah yang belum menemukan jalan keluar, dan ada pertanyaan yang jawabannya belum diketahui.

Lalu pikiran bekerja lebih keras, kadang sampai lupa waktu. Kalau manusia punya mesin absensi untuk otak, mungkin setiap hari ada catatan Masuk : pagi, pulang : entah kapan, lembur : hampir setiap hari.

Untungnya otak tidak bisa mengajukan surat keberatan. Kalau bisa, mungkin isinya sederhana “Mohon jangan diberi soal baru sebelum soal lama selesai.”

Peras Otak Bukan Berarti Memaksa Diri

Oleh sebab itu, peras otak bukan ajakan untuk terus memaksa diri sampai kelelahan. Ungkapan ini menggambarkan usaha seseorang ketika menggunakan kemampuan berpikirnya dengan sungguh-sungguh.

Ada persoalan yang perlu diselesaikan, ada jawaban yang perlu ditemukan, ada ide yang harus dicari. Maka pikiran dikerahkan, kalau belum berhasil, bisa dicoba lagi.

Kalau tetap buntu, cari informasi, kalau masih sulit, bertanya. Dan kalau kepala sudah benar-benar penuh, istirahat sebentar bukan dosa, sebab berpikir keras tidak selalu berarti berpikir tanpa henti.

Kadang jawaban datang setelah kita berhenti sejenak. Jadi, ketika seseorang mengatakan, “Saya harus peras otak dulu,” maksudnya cukup sederhana: ia sedang berusaha menggunakan pikirannya sebaik mungkin untuk menemukan jalan keluar.

Tidak ada otak yang benar-benar diperas, tidak ada alat pemeras yang perlu disiapkan. Yang ada hanyalah seseorang yang sedang berusaha keras mencari jawaban.

Dan kalau setelah peras otak selama satu jam jawabannya belum juga ketemu?Mungkin masalahnya memang sulit. Atau mungkin jawabannya sudah ada di depan mata, hanya saja dari tadi kita sibuk mencarinya ke mana-mana.

Begitulah pikiran manusia, kadang bekerja keras untuk menemukan sesuatu yang ternyata sejak awal sudah ada di situ.

Peras Otak dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, peras otak merupakan ungkapan kiasan yang berarti berpikir keras atau mengerahkan kemampuan pikiran secara sungguh-sungguh untuk menemukan jawaban, ide, atau solusi.

Ungkapan tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah. Kata “peras” digunakan sebagai gambaran tentang usaha maksimal, sedangkan “otak” mewakili kemampuan berpikir manusia.

Oleh sebab itu, ketika seseorang mengatakan, “Saya harus peras otak untuk menyelesaikan masalah ini,” maksudnya adalah ia perlu berpikir lebih keras dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk menemukan penyelesaian.

Ungkapan peras otak mempunyai makna yang berdekatan dengan berpikir keras dan memutar otak.

Ketiganya sama-sama menggambarkan aktivitas berpikir untuk mencari jawaban atau jalan keluar, meskipun nuansa penggunaannya dapat berbeda.

Bahasa Indonesia memang punya cara sendiri untuk membuat kegiatan berpikir terdengar lebih hidup.

Tidak cukup hanya “berpikir”. Kadang pikirannya harus lembur. Dan kalau sudah begitu, orang pun bilang “Peras otak dulu.” (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan tulisan edukatif mengenai makna ungkapan dalam bahasa Indonesia. Penjelasan mengenai peras otak disajikan berdasarkan penggunaan kiasan dalam bahasa Indonesia dengan gaya naratif agar mudah dipahami dan tetap dekat dengan pembaca.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petuah Bupati Muba Untuk Camat, Terkait Apa ?

    Petuah Bupati Muba Untuk Camat, Terkait Apa ?

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Bupati Kabupaten Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin menghimbau agar pihak Kecamatan dan Desa turut pro aktif, meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Umum Serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Himbauan tersebut diungkapkan Bupati Muba saat menerima Audiensi Rombongan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muba di Ruang Audiensi Bupati […]

  • Pemprov Sumsel Siagakan 60 Ruang Isolasi di 6 Rumah Sakit

    Pemprov Sumsel Siagakan 60 Ruang Isolasi di 6 Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    BERBAGAI langkah antisipasi terus disiapkan Pemprov Sumsel dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 yang kian masif. Tak terkecuali menyiapkan sejumlah rumah sakit terbaik sebagai rujukan utama hingga penyediaan puluhan ruang isolasi. Hal itu diketahui setelah Gubernur Sumsel H. Herman Deru memanggil sejumlah Direktur rumah sakit tersebut guna meminta laporan kesiapan rumah sakit dalam menangani wabah Covid-9 ini. […]

  • Rumah Hampir Roboh, Nenek Cik Melur Harapkan Uluran Tangan

    Rumah Hampir Roboh, Nenek Cik Melur Harapkan Uluran Tangan

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

    MIRIS nian melihat kondisi Cik Melur, Nenek itu hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot di daerah Tata Mulya [ Polip 4 Karet], Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi kondisi gubuk yang ia ditinggali itu   nyaris roboh. Ia menjelaskan dirinya sangat khawatir dengan kondisi rumahnya, namun apa hendak dikata jangankan untuk […]

  • Kebut  Lokasi Kawasan Industri Hijau Muba, Ini Yang Dilakukan Tim Percepatan

    Kebut  Lokasi Kawasan Industri Hijau Muba, Ini Yang Dilakukan Tim Percepatan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    GAGASAN Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex  Noerdin terkait  rencana membangun Kawasan Industri Hijau di Kecamatan Bayung Lencir terus dilakukan pembahasan lanjutan. Bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (7/7/2020) dilaksanakan Rapat Pembahasan Rencana Lokasi Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Muba. Sementara itu Staf Khusus Bupati Bidang Infrastruktur dan Investasi, Jhonson menyampaikan […]

  • Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.660
    • 0Komentar

    SEBANYAK 445  orang Jemaah Calon Haji (JCH) yang terdiri atas  356 JCH asal Kabupaten OKU Timur, 86 orang JCH asal Kota Pelembang dan 3 orang Petugas TPHD yang tergabung salam kelompok terbang (Keloter) satu, embarkasi Palembang tahun haji 1440 hijriah/ 2019, dilepas keberangkatannya menuju ke Arab Saudi  oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Asrama […]

  • Ini Dia 6 Jenis Makanan Penambah Imun yang Bisa Mencegah Corona, Silahkan Dikonsumsi

    Ini Dia 6 Jenis Makanan Penambah Imun yang Bisa Mencegah Corona, Silahkan Dikonsumsi

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 547
    • 0Komentar

    LEBIH dari waktu-waktu sebelumnya, menjaga imunitas tubuh penting selama masa pandemi COVID-19. Nah, salah satu cara paling baik untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah dengan menerapkan pola makan bergizi. Mengonsumsi makanan bergizi bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi secara optimal. Dengan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, kamu bisa terlindungi dari berbagai macam penyakit, […]

expand_less
WordPress Archive Visibility Logic for Elementor Pro Vision – Interactive Image Map Builder for WordPress Visography - Photography & Portfolio Elementor Template Kit Vissio – Business Elementor Template Kit Visual Admin Menu Visual Composer – Background Liquid Effects Visual Composer – Background Slider Pro Visual Composer – Background Wave Effects Visual Composer – Gallery And Album Bundle Visual Composer | Pricing Tables By NBGoyani