Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jasa & Niaga » Super Indo Buka Gerai Baru di Palembang

Super Indo Buka Gerai Baru di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • visibility 867
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Gajah Modern vs Ayam Kampung yang Kelelahan”

DI Palembang, belanja itu bukan cuma soal perut kenyang, tapi juga urusan gaya hidup dan gengsi. Dulu, pergi ke pasar rakyat sudah cukup bikin hati senang ketemu pedagang sayur yang hafal utang kita, salaman sama penjual ikan yang senyumnya lebih manis dari gula pasir, dan pulang bawa kantong plastik aroma campuran daun pisang, cabai, dan sedikit peluh perjuangan tawar-menawar.

Sekarang, cerita berubah, troli beroda, pendingin ruangan, dan rak-rak barang yang tersusun rapi bak parade upacara mulai menggeser pemandangan lama. Belanja jadi mirip rekreasi sambil dorong keranjang, sambil selfie, sambil pura-pura ngitung belanja padahal ngincar promo “beli dua gratis satu” yang sering bikin orang lupa niat awalnya cuma beli kecap.

Kamis, 14 Agustus 2025 kemarin,  Jalan Merdeka di Talang Semut agak riuh, bukan karena ada lomba panjat pinang atau pawai obor, tapi karena Super Indo resmi membuka gerai barunya. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir langsung. Pidatonya rapi ini akan memudahkan belanja warga, membuka lapangan kerja, dan mendorong roda ekonomi kota.

Kalau kata pepatah, “Air deras memang menyegarkan, tapi juga bisa menghanyutkan”, sebab kehadiran ritel modern memang membawa kenyamanan, tapi arusnya bisa menyeret warung kecil di kampung yang modalnya cuma sekarung mie instan dan setengah sak gula pasir.

Warung kecil di kampung itu ibarat ayam kampung yang diminta adu lari sama gajah modern bersepatu roda. Jalannya pelan, napasnya pendek, tapi lawannya bisa muter kampung sambil nyanyi jingle promo dan bagi-bagi voucher.

Dulu, warung jadi jantung kehidupan kampung, butuh kopi?. Tinggal bilang “Bu, utang dulu.” Mau beli telur? Bisa beli tiga butir, dibungkus koran bekas halaman iklan. Tapi sekarang, pembeli lebih tergoda sama telur di rak dingin yang dibungkus rapi tray plastik, padahal harganya selisihnya cuma segelas teh manis.

Apalagi ritel modern lain yang warnanya biru-merah atau kuning, hijau sudah merambah kampung-kampung. Ada cerita getir di pinggiran kota, Indomaret berdiri di seberang Alfamart, dan di tengahnya ada satu warung kecil. Warung itu seperti anak ayam diapit dua sapi perah nggak mati sih, tapi menciut tiap hari.

Kalau Palembang tampaknya masih membuka pintu lebar untuk ritel modern, beberapa daerah justru pasang pagar tinggi.

Contohnya Padang terkenal steril dari minimarket waralaba nasional, bukan anti-modern, tapi Pemkot membatasi supaya toko kelontong dan minimarket lokal tetap hidup. Hasilnya? warga belanja di “Minimarket Ajo” yang logonya mirip minimarket nasional tapi rasa pelayanannya Minang banget.

Aceh Besar punya Qanun Nomor 8 Tahun 2022 yang mengatur jarak ritel modern dari pasar tradisional. Nggak bisa asal buka di samping warung Pak Udin.

Pati, Jawa Tengah, punya Perda Nomor 2 Tahun 2019 yang melarang minimarket berdiri terlalu dekat dengan pasar rakyat. Filosofinya ayam kampung tetap harus punya halaman sendiri, bukan numpang di teras rumah gajah.

Secara nasional, sebenarnya ada Perpres 112/2007 dan Permendag 70/2013 yang mengatur zonasi pasar modern. Tapi, seperti pepatah, “Pagar bambu pun bisa dilompati kalau niatnya kuat”

Kembali ke Talang Semut, suasana di dalam gerai Super Indo memang bikin betah. AC dinginnya pas, rak tersusun seperti pasukan parade, kasir menyapa dengan senyum seputih iklan pasta gigi. Warga berbondong-bondong, ada yang belanja, ada yang cuma lihat-lihat, ada yang ikutan antre karena mengira bagi-bagi sembako gratis.

Di ujung gang, pemilik warung kecil, hanya manyun bahkan  cuma bisa geleng kepala. “Kalau orang sudah belanja di sana, siapa yang mau beli di sini?”, ketika membaca kabar ini.

Fenomena ini seperti dua sisi mata uang, satu sisi, ritel modern memberi efisiensi dan peluang kerja. Sisi lain, ia jadi palu godam bagi ekonomi mikro di kampung. Kalau dibiarkan, warung-warung kecil akan tinggal cerita, seperti kenangan warung Bu Ani yang dulu terkenal jual kopi panas sambil nyelipin gosip tetangga.

Ritel modern itu memang memanjakan, belanja bisa sambil cuci mata, nyium aroma roti panggang, atau sekadar numpang dingin. Tapi kota yang sehat itu ibarat sayur lodeh enak kalau isinya beragam ada labu, kacang panjang, tempe, dan santan. Kalau isinya cuma tahu putih raksasa, cepat bikin enek.

Pepatah Palembang bilang, “Jangan sampai karena nak makan ketan, kelupaan makan nasi”. Dalam konteks ini, jangan sampai demi memajukan ekonomi lewat ritel modern, kita kehilangan denyut ekonomi kampung yang jadi pondasi keseharian.

Warung kecil juga perlu beradaptasi. Bisa lewat pelayanan personal, barang unik, atau sistem “bayar nanti” yang jadi andalan sejak zaman nenek buyut. Tapi tanpa aturan main yang tegas, mereka akan terus jadi ayam kampung yang dikejar gajah di arena aspal.

Kalau Palembang mau meniru keberanian Padang, Aceh Besar, atau Pati, bukan mustahil ritel modern dan warung kecil bisa hidup berdampingan. Gajah modern tetap bisa muter kampung bawa diskon, tapi ayam kampung masih bisa berkokok di halamannya sendiri.

Selamat datang, Super Indo Talang Semut, bawa kenyamanan belanja, dorong ekonomi kota, tapi jangan sampai meredupkan lampu bohlam kuning warung kampung di malam hari.

Karena kota yang benar-benar maju bukan cuma punya mall megah, tapi juga punya warung kecil yang tetap tersenyum meski kadang nafasnya ngos-ngosan melawan gajah bersepatu roda.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masakan Lokal, dari Dapur Emak hingga Diplomasi Dunia

    Masakan Lokal, dari Dapur Emak hingga Diplomasi Dunia

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah lama bilang “jalan ke hati lewat perut”, napi Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya tampaknya lebih visioner untuk jalan ke panggung dunia melalui sambal terasi, rendang, dan pempek kapal selam! Saat bertemu Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) di Jakarta, 28 April 2025 lalu, Menekraf Teuku Riefky menyentil satu ide sederhana tapi […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    KASUS dinyatakan sembuh positif COVID-19 di Muba dalam sepekan terakhir ini terus bertambah, Selasa (1/9/2020) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba mengkonfirmasi ada penambahan 2 kasus sembuh, dengan demikian total kasus sembuh di Muba menjadi 75 kasus. “Ada penambahan 2 kasus dinyatakan sembuh,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP […]

  • Musyawarah Mufakat Ala Notaris,”Bukan Cuma Sahkan Warisan, Notaris Kini Juga Sahkan Keharmonisan”

    Musyawarah Mufakat Ala Notaris,”Bukan Cuma Sahkan Warisan, Notaris Kini Juga Sahkan Keharmonisan”

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau orang mendengar kata “notaris”, yang terbayang biasanya adalah orang berkacamata tebal, duduk di balik meja besar, dengan pena mewah dan wajah seperti habis baca undang-undang sambil disetrika. Tapi hari Rabu, 28 Mei 2025, suasana jadi beda. Di sebuah ruangan ber-AC di Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru naik panggung dan melempar bola […]

  • Bakat Muda Muba, Ditempa di Panggung, Siap Terbang Tinggi!

    Bakat Muda Muba, Ditempa di Panggung, Siap Terbang Tinggi!

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di tengah heningnya Auditorium Pemkab Muba, tiba-tiba ajaib, suara tepuk tangan riuh menggema! Bukan karena ada konser atau acara besar, melainkan karena para pemuda berbakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya mendapat kesempatan emas untuk unjuk gigi. Seperti anak ayam yang baru keluar dari telur, mereka siap menggebrak dengan bakat-bakat yang selama ini […]

  • Belajar Luring dan Daring Disiapkan SMAN 17

    Belajar Luring dan Daring Disiapkan SMAN 17

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Proses belajar kombinasi daring dan luring telah disiapkan SMAN 17 Palembang apabila nanti pemerintah telah menetapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hanya saja, saat ini pihak SMAN 17 masih akan menerapkan pembelajaran daring. Termasuk dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). SMA Negeri 17 Palembang akan melaksanakan MPLS pada 13-16 Juli secara daring. Palembang masih zona […]

  • Berbagi File Lebih Sederhana & Lebih Cepat Dengan Berbagi Cepat Galaxy

    Berbagi File Lebih Sederhana & Lebih Cepat Dengan Berbagi Cepat Galaxy

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 643
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Mentransfer file antar perangkat dapat menghabiskan banyak waktu dan energi, tetapi Samsung Electronics telah menyederhanakan proses berbagi file. Untuk pengguna Galaxy yang ingin berbagi foto, video, dan berbagai file dengan perangkat Galaxy lain, smartphone, atau PC, fitur Berbagi Cepat, yang diperkenalkan pada tahun 2020, menyederhanakan fungsi transfer file.       Menawarkan kegunaan […]

expand_less
WordPress Archive GeoDirectory Marker Cluster GeoDirectory Pricing Payment Manager GeoDirectory Re-Captcha GeoDirectory Review Rating Manager GeoDirectory Social Importer GeoDirectory WP All Import Geolite – Land Surveying & Digital Mapping Elementor Template Kit Geoport – Transport & Logistics WordPress Theme Gerlong – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Gerow – Business Consulting WordPress Theme