Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jasa & Niaga » Super Indo Buka Gerai Baru di Palembang

Super Indo Buka Gerai Baru di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • visibility 821
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Gajah Modern vs Ayam Kampung yang Kelelahan”

DI Palembang, belanja itu bukan cuma soal perut kenyang, tapi juga urusan gaya hidup dan gengsi. Dulu, pergi ke pasar rakyat sudah cukup bikin hati senang ketemu pedagang sayur yang hafal utang kita, salaman sama penjual ikan yang senyumnya lebih manis dari gula pasir, dan pulang bawa kantong plastik aroma campuran daun pisang, cabai, dan sedikit peluh perjuangan tawar-menawar.

Sekarang, cerita berubah, troli beroda, pendingin ruangan, dan rak-rak barang yang tersusun rapi bak parade upacara mulai menggeser pemandangan lama. Belanja jadi mirip rekreasi sambil dorong keranjang, sambil selfie, sambil pura-pura ngitung belanja padahal ngincar promo “beli dua gratis satu” yang sering bikin orang lupa niat awalnya cuma beli kecap.

Kamis, 14 Agustus 2025 kemarin,  Jalan Merdeka di Talang Semut agak riuh, bukan karena ada lomba panjat pinang atau pawai obor, tapi karena Super Indo resmi membuka gerai barunya. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir langsung. Pidatonya rapi ini akan memudahkan belanja warga, membuka lapangan kerja, dan mendorong roda ekonomi kota.

Kalau kata pepatah, “Air deras memang menyegarkan, tapi juga bisa menghanyutkan”, sebab kehadiran ritel modern memang membawa kenyamanan, tapi arusnya bisa menyeret warung kecil di kampung yang modalnya cuma sekarung mie instan dan setengah sak gula pasir.

Warung kecil di kampung itu ibarat ayam kampung yang diminta adu lari sama gajah modern bersepatu roda. Jalannya pelan, napasnya pendek, tapi lawannya bisa muter kampung sambil nyanyi jingle promo dan bagi-bagi voucher.

Dulu, warung jadi jantung kehidupan kampung, butuh kopi?. Tinggal bilang “Bu, utang dulu.” Mau beli telur? Bisa beli tiga butir, dibungkus koran bekas halaman iklan. Tapi sekarang, pembeli lebih tergoda sama telur di rak dingin yang dibungkus rapi tray plastik, padahal harganya selisihnya cuma segelas teh manis.

Apalagi ritel modern lain yang warnanya biru-merah atau kuning, hijau sudah merambah kampung-kampung. Ada cerita getir di pinggiran kota, Indomaret berdiri di seberang Alfamart, dan di tengahnya ada satu warung kecil. Warung itu seperti anak ayam diapit dua sapi perah nggak mati sih, tapi menciut tiap hari.

Kalau Palembang tampaknya masih membuka pintu lebar untuk ritel modern, beberapa daerah justru pasang pagar tinggi.

Contohnya Padang terkenal steril dari minimarket waralaba nasional, bukan anti-modern, tapi Pemkot membatasi supaya toko kelontong dan minimarket lokal tetap hidup. Hasilnya? warga belanja di “Minimarket Ajo” yang logonya mirip minimarket nasional tapi rasa pelayanannya Minang banget.

Aceh Besar punya Qanun Nomor 8 Tahun 2022 yang mengatur jarak ritel modern dari pasar tradisional. Nggak bisa asal buka di samping warung Pak Udin.

Pati, Jawa Tengah, punya Perda Nomor 2 Tahun 2019 yang melarang minimarket berdiri terlalu dekat dengan pasar rakyat. Filosofinya ayam kampung tetap harus punya halaman sendiri, bukan numpang di teras rumah gajah.

Secara nasional, sebenarnya ada Perpres 112/2007 dan Permendag 70/2013 yang mengatur zonasi pasar modern. Tapi, seperti pepatah, “Pagar bambu pun bisa dilompati kalau niatnya kuat”

Kembali ke Talang Semut, suasana di dalam gerai Super Indo memang bikin betah. AC dinginnya pas, rak tersusun seperti pasukan parade, kasir menyapa dengan senyum seputih iklan pasta gigi. Warga berbondong-bondong, ada yang belanja, ada yang cuma lihat-lihat, ada yang ikutan antre karena mengira bagi-bagi sembako gratis.

Di ujung gang, pemilik warung kecil, hanya manyun bahkan  cuma bisa geleng kepala. “Kalau orang sudah belanja di sana, siapa yang mau beli di sini?”, ketika membaca kabar ini.

Fenomena ini seperti dua sisi mata uang, satu sisi, ritel modern memberi efisiensi dan peluang kerja. Sisi lain, ia jadi palu godam bagi ekonomi mikro di kampung. Kalau dibiarkan, warung-warung kecil akan tinggal cerita, seperti kenangan warung Bu Ani yang dulu terkenal jual kopi panas sambil nyelipin gosip tetangga.

Ritel modern itu memang memanjakan, belanja bisa sambil cuci mata, nyium aroma roti panggang, atau sekadar numpang dingin. Tapi kota yang sehat itu ibarat sayur lodeh enak kalau isinya beragam ada labu, kacang panjang, tempe, dan santan. Kalau isinya cuma tahu putih raksasa, cepat bikin enek.

Pepatah Palembang bilang, “Jangan sampai karena nak makan ketan, kelupaan makan nasi”. Dalam konteks ini, jangan sampai demi memajukan ekonomi lewat ritel modern, kita kehilangan denyut ekonomi kampung yang jadi pondasi keseharian.

Warung kecil juga perlu beradaptasi. Bisa lewat pelayanan personal, barang unik, atau sistem “bayar nanti” yang jadi andalan sejak zaman nenek buyut. Tapi tanpa aturan main yang tegas, mereka akan terus jadi ayam kampung yang dikejar gajah di arena aspal.

Kalau Palembang mau meniru keberanian Padang, Aceh Besar, atau Pati, bukan mustahil ritel modern dan warung kecil bisa hidup berdampingan. Gajah modern tetap bisa muter kampung bawa diskon, tapi ayam kampung masih bisa berkokok di halamannya sendiri.

Selamat datang, Super Indo Talang Semut, bawa kenyamanan belanja, dorong ekonomi kota, tapi jangan sampai meredupkan lampu bohlam kuning warung kampung di malam hari.

Karena kota yang benar-benar maju bukan cuma punya mall megah, tapi juga punya warung kecil yang tetap tersenyum meski kadang nafasnya ngos-ngosan melawan gajah bersepatu roda.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Rangkul SMA dan SMK se-Musi Banyuasin, Apa Tujuannya ?

    Dispora Rangkul SMA dan SMK se-Musi Banyuasin, Apa Tujuannya ?

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.243
    • 0Komentar

    DINAS Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) melakukan Sosialisasi Program Kerja Kuyung Kupek dan program PPLP-D kepada SMA dan SMK Sekabupaten Muba, dilaksanakan senin (9/9/2019) bertempat di Cafetaria SMAN 2 Sekayu,senin (9/9/2019). Plt Kepala Dispopar Muhammad Faris SSTP MM menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan sejumlah informasi terkait program yang Dispopar. “SMA dan SMK ini merupakan […]

  • Ekonomi Mulai Bangkit, Kinerja Industri Mulai Meningkat

    Ekonomi Mulai Bangkit, Kinerja Industri Mulai Meningkat

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 666
    • 0Komentar

    KINERJA sektor Industri Pengolahan triwulan I 2022 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi sehingga ekonomi mulai bangkit. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 51,77%, lebih tinggi dari 50,17% pada triwulan IV 2021, dan berada dalam fase ekspansi (indeks > 50). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono […]

  • Asean Games 2024 : Jangan Lupa Sore Ini, Tim U-22 Indonesia Tantang Timor Leste, Tonton Yuk !

    Asean Games 2024 : Jangan Lupa Sore Ini, Tim U-22 Indonesia Tantang Timor Leste, Tonton Yuk !

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 10.564
    • 0Komentar

    Jangan Lupa Sore Ini, Tim U-22 Indonesia menantang Timor Leste pada laga ketiga grup A SEA Games 2023 di Stadion National Olimpiade, Phnom Penh, Minggu (7/5). Pertandingan besok jika Garuda Nusantara mampu meraih kemenangan akan melenggang ke babak semifinal. Untuk itu, Rizky Ridho dan kawan-kawan melakukan persiapan akhir pada Sabtu (6/5) sore serta diharapkan tetap […]

  • LIPI Sebut Indonesia Minimal Butuh 47 Kebun Raya

    LIPI Sebut Indonesia Minimal Butuh 47 Kebun Raya

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Ogan Ilir – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Ir. Tri Laksana Handoko M.Sc dalam sambutannya mengatakan, LIPI sebagai pembina kebun raya di Indonesia terus berperan aktif terhadap peningkatan kwalitas sumberdaya pengelola kebun raya. Menurutnya, Kebun Raya Sriwijaya merupakan salah satu bentuk percepatan pengembangan kebun raya di Indonesia yang ditargetkan paling tidak minimal […]

  • Pemkab dan Polres Muba Gelar Apel Bersama Pasukan Operasi Lilin 2018

    Pemkab dan Polres Muba Gelar Apel Bersama Pasukan Operasi Lilin 2018

    • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Sekayu- Bupati Kabupaten Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Muba H Rusli SP MM menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi “Lilin Musi 2018” dan Apel Tiga Pilar Kamtibmas Dalam Rangka Mensukseskan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, di Halaman Mapolres Muba, Jumat (21/12/2018). Apel tersebut dipimpin […]

  • Muba Serahkan Bantuan Bagi Penyandang Difabel dan Lansia

    Muba Serahkan Bantuan Bagi Penyandang Difabel dan Lansia

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Sosial dan Camat Sekayu menyerahkan bantuan berupa alat bantu kepada Penyandang Disabilitas dan pembagian sembako kepada masyarakat Lanjut Usia (Lansia) dalam Kecamatan  Sekayu di Halaman Kantor Camat Sekayu, Jum’at (20/9/2019). Pada kesempatan tersebut dihadiri juga Ketua TP PKK Kecamatan Sekayu serta Pengurus DWP Dinsos Muba, beserta staf di Kecamatan Sekayu. […]

expand_less
WordPress Archive GeoDirectory Marker Cluster GeoDirectory Pricing Payment Manager GeoDirectory Re-Captcha GeoDirectory Review Rating Manager GeoDirectory Social Importer GeoDirectory WP All Import Geolite – Land Surveying & Digital Mapping Elementor Template Kit Geoport – Transport & Logistics WordPress Theme Gerlong – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Gerow – Business Consulting WordPress Theme