Jasa & Niaga

Begini Kata INACA Terkait Bisnis Helikopter

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA) Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal Denon Prawiraatmadja Denon mengatakan bisnis Helikopter selama dua tahun ini meningkat tajam menyusul banyak penerbangan Jakarta-Bandung menggunakan Heli.

“Persentasenya cukup baik ada peningkatan karena per bulan ada 50-60 jam,”di sela-sela acara “Indonesia Business & Charter Aviation Summit” di Jakarta, mengutip Antara, Kamis (30/8/2018).

Dia menambahkan tren peningkatan tersebut sesuai dengan proyeksi, meskipun pasarnya belum seperti Papua di mana 100 jam per bulan.

Denon menjelaskan perjalanan menggunakan helikopter rata-rata untuk tujuan spesifik, seperti kepentingan bisnis, “Saya melihatnya transportasi menggunakan helikopter itu pergerakannya spesifik, kemudian untuk jarak-jarak seperti Jakarta ke Bandung untuk kepentingan-kepentingan bisnis, tidak semata-mata karena macet lalu bisa tergantikan dengan helikopter, tapi ada spesifik perjalanan,” katanya.

Menurut Denon, dilihat dari kondisi gegrafis serta populasi, peluang penerbangan carter di Indonesia, terutama helikopter peluangnya sangat besar.

Namun, lanjut dia, harus tetap ada dukungan dari pemerintah, terutama, Kementerian Perhubungan dalam menetapkan peraturan, terutama mengombinasikan prosedur penerbangan instrumen (FIR) dengan visual (FVR) agar meningkatkan pergerakan penerbangan.

“Contohnya, kalau memang permintaan di siang hari bisa sampai 60 jam, mungkin kalau bisa FIR dan FVR sudah bisa jadi dobel,” katanya.

Meski demikian, menurut Denon, saat ini dukungan pemerintah sudah lebih baik dari lima tahun lalu di mana penerbangan tidak berjadwal atau carter diberikan ruang yang lebih, seperti bisa beroperasi di Cengkareng.

Selain itu, lanjut dia, tantangan lainnya adalah terkait bahan bakar meskipun konsumsinya tidak sebesar pesawat, yaitu untuk helikopter hanya 30 kilogram per jam, sementara pesawat tiga ton per jam.”Kalau dari sisi biaya Jakarta-Bandung dirupiahkan mungkin Rp4-5 juta,” katanya.[Ant]

Comments

Terpopuler

To Top