Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Sultan Muda, Modal Receh, Mimpi Internasional [Ketika Sumsel Belajar Dagang dari Denmark Sampai Depok]”

“Sultan Muda, Modal Receh, Mimpi Internasional [Ketika Sumsel Belajar Dagang dari Denmark Sampai Depok]”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • visibility 865
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, jualan cilok saja bisa viral kalau dikasih merek “Cilok Korea Selatan Rasa Kenangan Masa SMA”, tapi betul juga apa kata Gubernur Sumatera Selatan,  Herman Deru, modal semangat dan ide itu bisa bikin anak muda dari Musi Rawas sampai Ogan Ilir berubah jadi sultan. Namun, ya jangan salah sangka, bukan sultan yang hobi nonton konser K-Pop sambil rebahan di kasur hotel bintang lima, tapi sultan muda yang bangkit dari garasi rumah, modal receh, tapi ide menggelegar.

Labirin Sriwijaya BOOTCAMP 2025  ibarat tempat cuci otak yang bukan sembarang cuci. Ini bukan laundry kiloan, tapi laundry mental dan semangat dagang. Temanya sudah futuristik “Wujudkan Ekosistem Bisnis Lestari Berkelanjutan di Sumsel”. Kurang keren apa?. Kita yang baca aja berasa kayak pengusaha organik dari Silicon Valley.

Gubernur pasang ancang-ancang, “Target kita adalah membentuk sultan muda di Sumsel,” ujarnya penuh harap dan visi. Nah ini dia, di tengah zaman digital, ketika ngelamar kerja saingannya jutaan dan lulus kuliah hanya jadi kolektor ijazah, justru wirausaha bisa jadi jalan ninja!. “Kesuksesan datang pada mereka yang melihat peluang bukan sebagai kerikil, tapi sebagai batu loncatan,” katanya belum lama ini.

Cocok. soalnya banyak anak muda sekarang terlalu gengsi jualan, padahal gengsi itu nggak bisa ditukar sama nasi padang. Mental harus dibasuh dulu, supaya gak malu mulai usaha dari jualan kopi sachet atau stiker lucu di Shopee. Kalau mau lihat hasilnya, contoh paling dekat ada di Depok. Di sana, anak muda disuruh bikin Kampung Kreatif. Ada yang bikin sabun organik, ada yang nyablon kaos bertema satire politik, bahkan ada yang ekspor tempe ke Jepang. Bayangkan, tempe yang dulu dibilang makanan rakyat, sekarang jadi bintang tamu di restoran Tokyo!.

Lanjut ke luar negeri lagi, coba intip Denmark, negara ini punya program Youth Business Denmark yang bikin anak muda bisa buka usaha sejak masih SMA, dibimbing langsung mentor, dapat akses pinjaman lunak. Kita di sini baru dapat tugas makalah, mereka udah jualan smoothie organik!. Vietnam (Ho Chi Minh City),   anak mudanya didorong buat bikin startup pertanian pintar. Mereka bikin sistem irigasi digital pakai sensor IoT. Sementara kita, kadang siram tanaman masih pakai gayung bekas rendaman kaki ayam.

Kolombia (Medellín), kota bekas sarang narkoba ini berubah total karena anak mudanya bikin ekosistem kreatif digital. Musik, animasi, teknologi. Sekarang Medellín bukan cuma nama kota, tapi juga nama label fashion!. “Innovation distinguishes between a leader and a follower” kata Steve Jobs. Artinya, kalau kita masih nunggu petunjuk dan ragu mulai usaha, ya siap-siap jadi penonton terus.

Sayangnya, kadang program bagus kayak gini malah dianggap angin lalu. Ada yang datang ke bootcamp cuma buat foto-foto, update IG story, tapi pulang gak tahu bedanya invoice sama bon warung. Ada juga yang nunggu pemerintah kasih modal, padahal usaha itu bukan menunggu, tapi mulai dari apa yang kita punya.

Di sisi lain, program “100.000 Sultan Muda” ini jangan cuma jadi jargon semanis es teh di pinggir jalan. Ada akses ke modal, pendampingan intensif, hingga pemasaran digital. Jangan sampai anak muda semangat, tapi habis bootcamp malah jadi pengangguran intelektual dengan sertifikat numpuk.

Bayangkan kalau tiap kabupaten/kota punya business corner tempat anak muda ngumpul, diskusi, produksi barang, dan bisa akses pasar digital. Ada mentor, ada wifi gratis, dan ada kopi (ya, kopi penting buat mikir). Tambah lagi kemudahan akses ke kredit mikro tanpa jaminan setrika ibu.

Dan jangan lupa perlu ada showcase mingguan. Entah itu di mall, di CFD, atau di terminal sekalian. Biar produk anak muda bisa dilihat, dicoba, dibeli. Karena branding itu bukan cuma soal logo, tapi soal eksistensi.

Labirin Sriwijaya bukan labirin sesat, tapi jalan pintas buat anak muda jadi bintang di kampung sendiri. Jangan biarkan peluang lewat kayak mantan yang nikah duluan. Pegang peluang itu, olah, jual, ekspor kalau bisa.

Tony Gaskins seorang motivator, penulis, dan pembicara inspiratif asal Amerika Serikat yang dikenal luas lewat kutipan-kutipannya yang banyak dibagikan di media sosial, terutama seputar pengembangan diri, hubungan, dan kewirausahaan. Kutipan terkenalnya, yakni “If you don’t build your dream, someone will hire you to help build theirs” [“Kalau kamu tidak membangun mimpimu sendiri, kamu akan dibayar untuk membangun mimpi orang lain”].

Sudah saatnya anak muda Sumsel jadi pengusaha, bukan cuma penonton sinetron. Sultan itu bukan gelar keturunan, tapi status hasil keringat dan ide. Jadi, siapapun bisa jadi sultan asal gak gengsian dan gak cuma ngandelin motivasi, tapi juga eksekusi.

Kalau Denmark bisa, Depok bisa, Medellín bisa… masa Palembang kalah sama tempe Jepang?. Program Labirin Sriwijaya dan target 100.000 Sultan Muda bukan hanya soal jumlah, tapi soal kualitas. Ini bukan mie instan yang tinggal diseduh, tapi seperti rendang perlu waktu, bumbu, dan proses panjang biar matang sempurna.

Kesuksesan anak muda Sumsel tidak bisa dititipkan pada slogan atau seminar semata harus ada sinergi pemerintah buka jalan, mentor kasih bekal, pasar beri ruang, dan pemuda jangan tidur siang. Ingat, wirausaha itu bukan jalan tol bebas hambatan, tapi jalan berlubang yang harus dilalui sambil nyanyi lagu motivasi.

Kuncinya ada pada tiga hal mental yang siap babak belur, kreativitas yang gak kehabisan baterai, dan kemauan belajar yang lebih kuat dari sinyal wifi di hutan. Jadi, kalau hari ini kamu mulai usaha dari pojok kamar, jangan minder. Siapa tahu, lima tahun lagi, kamu yang diundang ke Denmark, bukan sekadar jual tempe, tapi jadi pembicara tentang ekosistem bisnis berkelanjutan versi Palembang. Karena sultan sejati, bukan dilihat dari saldo rekening…tapi dari seberapa keras dia bertarung dari nol, dan tetap waras meski dompet bolong!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evaluasi Pemerintah Pusat, Sumsel Masuk Provinsi yang Berhasil Atasi Karhutla

    Evaluasi Pemerintah Pusat, Sumsel Masuk Provinsi yang Berhasil Atasi Karhutla

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan termasuk daerah yang dinilai berhasil dalam penanggulangan kasus Karhutla sepanjang Tahun 2020.  Hal itu sesuai dengan hasil raport yang dirilis pemerintah pusat  dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021, yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin 22 Februari 2021. “Dari raport seluruh provinsi tadi masih, Sumsel masuk yang terkecil […]

  • Sumsel Pastikan Jalur Mudik Lebaran Aman

    Sumsel Pastikan Jalur Mudik Lebaran Aman

    • calendar_month Sabtu, 2 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang-Sekretaris Daerah Sumatera Selatan H. Nasrun Umar menggelar rapat koordinasi Pemantauan Infrastruktur Jalan dan Jembatan untuk Jalur Lebaran 2018 di Ruang Rapat Sekda, kemarin. Turut hadir dalam rapat ini Dirlantas Polda Sumsel, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Prov. Sumsel dan kota Palembang, Dinas Perhubungan Prov. Sumsel dan Dinas Perhubungan Kota dan […]

  • AKHOR Prihatin, 20 Tahun Warga Kemang Agung Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih

    AKHOR Prihatin, 20 Tahun Warga Kemang Agung Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 4 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Selebihnya mereka hanya bisa memanfaatkan air sungai yang ada di pinggiran tempat tinggal mereka.

  • Masih Ada Asa dari Fitri Agustinda untuk Anak-anak di Palembang, Apa Itu?

    Masih Ada Asa dari Fitri Agustinda untuk Anak-anak di Palembang, Apa Itu?

    • calendar_month Senin, 1 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda berharap Palembang sebagai kota yang mengusung konsep Kota Layak Anak harus mengedepankan program yang ramah anak. “Keberadaan taman bermain anak yang representatif dan edukatif menjadi salah satu harapan saya,” ungkapnya saat rapat dengan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang, Senin (1/10/2018). Oleh karena […]

  • ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, Meski kalah dari Vietnam, kata Erick..

    ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, Meski kalah dari Vietnam, kata Erick..

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.378
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai ada hal positif dibalik kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam, 0-1 di penyisihan Grup B ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 yang berlangsung di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Vietnam, Minggu (15/12). Menurut Erick, permainan Indonesia yang mayoritas berusia muda saat menghadapi Vietnam yang didominasi pemain senior itu cukup […]

  • Paskibraka Dikukuhkan

    Paskibraka Dikukuhkan

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Alex Noerdin  secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) yang bertempat di Griya Agung Palembang. Sebanyak 50 pemuda-pemudi yang terbagi menjadi 25 Putra dan 25 Putri ini, terpilih sebagai pemuda terbaik yang akan diamanatkan dalam penaikan dan penurunan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 2018. “Anggota Paskibraka adalah […]

expand_less
WordPress Archive The Ark | WordPress Theme made for Freelancers The Artist – Clean Responsive Portfolio WordPress The DMCS – WooCommerce Theme The Event Calender for AMP The Events Calendar Pro Community Events Addon The Events Calendar Pro Community Tickets Addon The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar The Events Calendar PRO WordPress Plugin