Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » TAWA TAPI TAHU :“Rak Piring, Penjaga Keharmonisan Rumah Tangga yang Jarang Dipuji”

TAWA TAPI TAHU :“Rak Piring, Penjaga Keharmonisan Rumah Tangga yang Jarang Dipuji”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 1.395
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO, kenalin… aku  rak piring, jangan remehkan aku cuma karena badanku penuh lubang-lubang kawat dan sering diparkirin di pojokan dapur. Ingat pepatah lama “Jangan lihat isinya aja, tapi lihat juga raknya”. Walau aku nggak secantik keramik, aku tetap jadi tulang punggung dapur, si penopang kehidupan rumah tangga.

Coba bayangin hidup tanpa aku, piring habis dicuci, ditaruh sembarangan di atas meja. Tahu-tahu jatuh, pecah, terus mamamu ngomel kayak toa masjid pas subuh. Nah, di situlah aku hadir, jadi pahlawan tak bertepi. Aku bukan hanya tempat piring, tapi juga tempat harapan harapan agar piring nggak meluncur bebas kayak atlet ski es.

Kegunaan utamaku jelas menyimpan piring, gelas, sendok, garpu. Aku ibarat bandara internasional buat peralatan makan. Ada terminal khusus gelas, ada runway buat piring, ada hanggar buat sendok. Semua mendarat dengan aman, tertata, dan nggak benturan.

Tapi hidupku tak selalu indah. Kadang aku dijadikan gudang darurat. Ada tupperware tanpa tutup, mangkok tanpa pasangan, bahkan plastik kresek misterius yang kayaknya sudah tiga kali lebaran nggak pernah dipakai. Aku cuma bisa pasrah. Kata orang Jawa, “Urip iku mung mampir ngombe”. Ya sudah, aku pun cuma mampir nampung.

Banyak orang nggak sadar, aku punya filosofi hidup. Kalau manusia punya prinsip “hidup harus rapi dan tertata”, itu aku banget. Kalau piring ditaruh sembarangan, cepat jatuh. Sama kayak hidup kalau nggak teratur, gampang amburadul.

Aku juga mengajarkan kesabaran. Bayangin tiap hari aku menahan beban puluhan piring, gelas, sendok, belum lagi wajan yang nyasar. Aku nggak pernah ngeluh. Aku tahan banting, kuat meski kadang berkarat. Dari situ manusia bisa belajar jangan gampang patah hati cuma karena ditinggal mantan, coba lihat aku ditinggal karatan aja aku tetap setia berdiri.

Pepatah dapur bilang “Rak piring itu seperti sahabat sejati. Ia rela menopang, meski jarang dipuji”. Nah, aku ini contoh nyata.

Kadang aku merasa kayak pelawak. Bayangin aja, tiap ada tamu, aku yang paling rame dipandang. Orang suka lihat rak piring penuh piring kinclong, trus bilang, “Wah rajin ya cuci piringnya.” Padahal bisa jadi itu piring baru dicuci karena tamu mau datang. Lucunya, aku yang dipuji, padahal yang kerja keras itu manusia.

Aku juga sering jadi saksi bisu drama rumah tangga. Ada istri yang ngomel ke suami “Mas, gelasnya jangan ditaruh sembarangan dong, taruh di rak piring!”

Suaminya nyengir “Kan aku juga lagi nyari rak piring buat hatimu, biar rapi”
Nah, di situ aku jadi korban perumpamaan murahan. Tapi ya sudah, aku ketawa aja, toh itu bikin dapur lebih hangat.

Selain tempat piring, aku punya peran penting, yakni antara lain

Menjaga kebersihan, piring nggak berantakan di meja dapur. Menghemat ruang, dapur kecil pun jadi lega kalau ada aku. Mempercepat kering,  piring bisa cepat kering karena aku punya rongga dan dekorasi dapur,  aku bisa jadi pemanis, kalau desainku cantik, dapur langsung kayak dapur selebgram.

Aku ini bukti pepatah “Yang sederhana belum tentu sepele”, jangan remehkan aku, karena tanpa aku, dapurmu bisa kayak kapal pecah.

Aku ingin titip pesan hidup ini sebenarnya mirip dapur. Kita butuh “rak piring” buat menata masalah. Kalau semua ditaruh sembarangan, hidup cepat berantakan. Kalau kita simpan dengan rapi, hidup lebih teratur.

Piring-piring di rak itu ibarat masalah ada yang gede kayak piring prasmanan, ada yang kecil kayak cawan teh. Semua harus punya tempatnya. Jangan numpuk masalah tanpa disusun, nanti jatuh berantakan.

Belajarlah juga dari sendok dan garpu di rak. Mereka berbeda bentuk, tapi tetap kompak disimpan berdampingan. Begitu juga manusia, meski berbeda karakter, tetap bisa hidup harmonis kalau ditempatkan dengan benar.

Jadi, kalau ada yang bilang aku cuma “rak piring biasa”, coba pikir lagi. Aku bukan sekadar kawat atau plastik yang berdiri di dapur. Aku adalah penata, pengatur, dan penyelamat suasana rumah tangga. Aku sih nggak minta apa-apa, cukup jangan biarkan aku berkarat atau penuh debu. Sesekali laplah aku, kasih perhatian kecil.

Ingat pepatah terakhir dariku “Hidup tanpa rak piring ibarat makan nasi tanpa lauk, tetap bisa, tapi hambar dan bikin sengsara”

Oleh sebab itu, hormatilah aku, rawatlah aku, dan jangan pernah menyepelekanku, karena aku, rak piring, meski sering diam di pojok dapur, diam-diam aku punya peran sebesar kepala keluarga menopang, merapikan, dan menjaga keseimbangan.

Dan terakhir… kalau ada tamu datang, jangan lupa pamerin aku. Biar mereka tahu, hidupmu tertata, dapurmu berwibawa, dan rak piringmu luar biasa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kata-kata mutiara bisa jadi renungan ente di rabu sore menyambut magrib

    Kata-kata mutiara bisa jadi renungan ente di rabu sore menyambut magrib

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.199
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada kata-kata mutiara yang bisa jadi renungan ente di rabu sore menjelang magrib dan menyambut esok hari, semoga kata-kata mutiara ini bermanfaat, berikut : “Jadikanlah sore ini sebagai momen penuh syukur menyambut magrib. Bersyukur atas nikmat cahaya yang tak pernah pudar, menghampiri kita setiap hari.” “Di tengah kegiatan dan hiruk-pikuk, izinkanlah rabu sore […]

  • Satgas Protokes Dibentuk Seiring  Pembukaan Fasilitas Publik

    Satgas Protokes Dibentuk Seiring  Pembukaan Fasilitas Publik

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas Penanganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran No 19 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Optimalisasi Satuan Tugas Protokol Kesehatan Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan Fasilitas Publik Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Surat Edaran ini berlaku efektif mulai 1 September 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih […]

  • Penyebaran Covid Belum Berhenti di Muba, 9 Positif, Sembuh 10

    Penyebaran Covid Belum Berhenti di Muba, 9 Positif, Sembuh 10

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (14/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 10 kasus sembuh dan 9 kasus positif. Dengan penambahan 10 kasus sembuh tersebut total kasus sembuh terdata ada sebanyak 216 kasus. “Ada penambahan 10 kasus sembuh dan 9 kasus terkonfirmasi positif COVID-19,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, penambahan […]

  • TNI Polri Bersama Pemdes Semprot Disinfektan di Sekolah

    TNI Polri Bersama Pemdes Semprot Disinfektan di Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    APARAT gabungan TNI-Polri bekerja sama dengan Pemerintah Desa melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah SMPN 3 Talang Kelapa, Dusun II Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Jum’at (12/6/2020). Penyemprotan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang meresahkan masyarakat saat ini. Kepala Sekolah SMPN 3 Talang Kelapa, Ermawati mengucapkan berterimakasih kepada Ketua Tim Gugus […]

  • Dubes Inggris Juluki Gubernur Sumsel Strong Leadership

    Dubes Inggris Juluki Gubernur Sumsel Strong Leadership

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin menghadiri Lunch Meeting, bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Kediaman Duta Besar Inggris JL. Patra Kuningan Raya.

  • Pandemi Covid-19 Harus Diantisipasi Melalui Imun dan Iman, Terang Wapres

    Pandemi Covid-19 Harus Diantisipasi Melalui Imun dan Iman, Terang Wapres

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    RAMADHAN tahun ini merupakan kali kedua yang harus dilalui dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Selain bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diperlukan ikhtiar lahiriah untuk menghadapi pandemi tersebut. “Kunci dalam menghadapi kondisi pandemi ini adalah iman, imun, aman dan amin,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Pesantren Ramadan Dokter Indonesia […]

expand_less
WordPress Archive Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme Yogaa – Healthy Beauty WordPress Theme YogaCare – Coach, Speaker & Motivation WordPress Theme Yogala – Yoga & Pilates Club WordPress Theme