Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » [TAWA TAPI TAHU] “Kompor Tua, Cinta Lama & Ayam Oper Abadi: Kisah Sebuah Tungku Setia Sejak Mantan Masih Jadi Gebetan!”

[TAWA TAPI TAHU] “Kompor Tua, Cinta Lama & Ayam Oper Abadi: Kisah Sebuah Tungku Setia Sejak Mantan Masih Jadi Gebetan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 1.032
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH bilang, “Kalau cinta bisa memudar, kompor tua ini malah tetap menyala”, jangan tanya mereknya, soalnya tulisan di tengah udah buram, kalah sama ujung sendok sayur yang digigit tikus. Tapi satu hal yang pasti dialah saksi bisu rumah tangga kami sejak zaman Orde Reformasi masih panas-panasnya. Tahun 2001 kami nikah, tapi kompor ini? Udah nongkrong duluan di dapur sebelum ijab kabul disahkan.

Waktu itu, dia (istri saya, bukan kompornya) masih gadis lugu yang lebih sibuk ngumpulin perabotan dapur ketimbang kenangan mantan. Kompor, panci, teflon, sampai lap meja warna norak,jreng semua udah diborong sebelum akad. Katanya, “Biar nanti nggak repot kalau udah nikah”. Saya cuma manggut-manggut, padahal dalam hati, “Nah ini cewek serius, bukan yang cuma bisa foto-foto latte”

Sejak saat itulah, kompor ini jadi bagian penting dalam rumah tangga kami, mulai dari masak nasi pagi-pagi sambil merem, sampai oper ayam buat acara arisan RT, dia selalu hadir, bahkan waktu gas habis dan tetangga ngutang dua hari, kompor ini tetep setia ditatap sambil nunggu si abang gas datang kayak ditunggu mantan yang nggak jadi pulang kampung.

Meski rumah kami udah pindah empat kali, dari seputar Palembang Timur Sekojo – Jl Azhari Kalidoni, lalu ke Lemabang, dan terakhir ke tempat kami sekarang. Tapi kompor ini? Dia ikut terus, walau kadang protes lewat nyala api yang mulai seiprit-seiprit, seperti orang tua yang udah ngos-ngosan naik tangga masjid.

Kalau dihitung, umurnya sekarang udah 24 tahun, wah…luar biasa kan. Itu lebih tua dari dua srikandi kecil kami, yang (dulu masih di awang-awang) sekarang sudah  meranjak dewasa. Bahkan waktu mereka masih dalam rencana Tuhan, kompor ini udah rajin masak sayur bening dan telur dadar tiap pagi. Dan anehnya, sampai sekarang dia masih awet, kayak wajah temen TK yang nggak tua-tua karena skincare dan doa ibu.

Ada yang bilang, “Kompor itu hanya alat.” Tapi buat kami, dia lebih dari itu. Dia adalah simbol cinta yang terus menyala, bahkan saat api asmara mulai redup karena rebutan saluran YouTube di TV. Dia jadi penjaga dapur, penghangat rumah, dan saksi pertengkaran kecil yang diselesaikan dengan sepiring nasi goreng jam 10 malam.

Kalau kompor bisa ngomong, mungkin dia udah nulis novel, judulnya bisa Dari Ayam Oper ke Telur Ceplok Memoar Sebuah Kompor Tua. Di bab pertamanya, dia akan cerita bagaimana pertama kali api dinyalakan dengan pemantik tua yang bunyinya kayak kentut anak kecil. Di bab terakhir, dia pasti cerita soal cucunya. Eh…., maksudnya panci-panci baru yang datang, tapi tetap kalah tua sama dia.

Dia juga paham ritme hidup kami, tiap pagi jam 6 dia menyala, malam kadang istirahat jam 9. Tapi kalau tiba-tiba ada acara bakar sosis dadakan atau bikin mi instan jam 2 pagi, dia tak pernah menolak. Setia, tabah, dan nggak pernah ngomel, nggak kayak beberapa orang, ya kan?

Bukan hanya jasanya dalam urusan dapur, tapi juga filosofi hidup yang dia ajarkan. Bahwa yang tua bukan berarti usang. Yang lama bukan berarti tak berguna. Dan yang sederhana bukan berarti tak luar biasa. Kadang yang paling penting dalam hidup kita justru yang nggak pernah kita perhatikan kayak kompor tua ini, yang bahkan nggak pernah minta ganti spare part.

Kalau dia bisa ngomong pasti dia pesan rawatlah yang ada, jangan tergoda yang baru, karena belum tentu kompor digital bisa kasih rasa nasi goreng seenak buatan kompor manual. Kadang cinta nggak butuh teknologi, cukup kehangatan dan gas yang cukup buat satu panci.

Kami tahu suatu saat mungkin dia harus pensiun. Tapi kalau bisa, kami mau dia tetap di dapur kami. Mungkin nanti dikasih bingkai, dipajang di ruang tamu, atau dijadikan tempat naruh kembang. Karena setia itu langka, bahkan di dunia perkomporan.

Jadi buat kamu yang suka buang barang lama hanya karena udah ada versi baru pikir lagi, bisa jadi yang kamu buang justru yang paling berjasa dalam hidupmu, seperti kompor ini, yang tak hanya menyala di dapur, tapi juga di hati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Noerdin, Masyarakat PALI Tak Salah Pilih, Alhamdullilah Bupati dan Wakil Bupati Kompak

    Alex Noerdin, Masyarakat PALI Tak Salah Pilih, Alhamdullilah Bupati dan Wakil Bupati Kompak

    • calendar_month Sabtu, 21 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, PALI – Sebagai Kabupaten yang baru berusia muda (5 tahun), perkembangan infrastruktur dan perekonomian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sangat maju pesat. Hal ini diakui langsung oleh Gubernur Alex Noerdin saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten PALI dalam rangka Memperingati Hari Jadi Ke-5 Kabupaten PALI Tahun 2018 di Gedung Arsendora Pertamina Kabupaten […]

  • Art Normal Menuju Merdeka Seni

    Art Normal Menuju Merdeka Seni

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.653
    • 0Komentar

    *Dirgahayu Republik  Indonesia Dirgahayu Republik Indonesia. Hari kemerdekaan bangsa kita memberikan suntikan semangat bagi insan seni. Selama masa pandemi, kreativitas dan aktivitas penggiat seni tak dipungkiri menjadi terbatas.   Meski terkendala protokol kesehatan, kreativitas dan imanjinasi seniman selama masa pandemi tak pernah padam. Tanpa panggung, tanpa pameran, dan tanpa penonton ‘nyata’ senyatanya ternyata karya-karya mereka […]

  • Dorong Perusda Berkembang, Muba Jajaki Kerjasama dengan Bank Sumsel

    Dorong Perusda Berkembang, Muba Jajaki Kerjasama dengan Bank Sumsel

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus melakukan upaya konkrit untuk memperkuat Perusahaan Daerah (Perusda) di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba]. Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan pihak eksternal yang komitmen untuk memajukan Perusda. Salah satunya kerjasama itu, yakni dengan menggandeng Bank Sumsel Babel [BSB], hal ini sesuai arahan dari Bupati Muba […]

  • 3.220 Nakes Ikut CAT PPIH Haji, Tiap Kloter Hanya Punya 2 Petugas Kesehatan

    3.220 Nakes Ikut CAT PPIH Haji, Tiap Kloter Hanya Punya 2 Petugas Kesehatan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 3.220 tenaga kesehatan mengikuti seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui Computer Assisted Test (CAT) pada Senin (31/8/2026). Mereka disaring untuk mengisi kebutuhan petugas kesehatan yang akan mendampingi jemaah haji di Tanah Suci. Formasi petugas dalam satu kelompok terbang (kloter) terbilang terbatas. Sesuai ketentuan terbaru, setiap kloter akan didampingi empat petugas […]

  • Nah.. tadi film Indianya, sekarang alasan lagunya juga bisa diterima dikalangan masyarakat dunia, terutama di Indonesia !

    Nah.. tadi film Indianya, sekarang alasan lagunya juga bisa diterima dikalangan masyarakat dunia, terutama di Indonesia !

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.610
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada beberapa alasan mengapa lagu India dapat diterima di dunia oleh berbagai kalangan. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi popularitas musik India di tingkat global: Keanekaragaman Budaya: India adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Musik India mencerminkan keragaman ini dan mencakup berbagai genre seperti Bollywood, musik klasik India, musik rakyat, musik pop […]

  • Notebook Fujitsu Terbaru Model LIFEBOOK yang buat Tempat Kerja Hibrida

    Notebook Fujitsu Terbaru Model LIFEBOOK yang buat Tempat Kerja Hibrida

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 540
    • 0Komentar

    JAKARTA, INDONESIA – Media OutReach – 31 Mei 2022 – Fujitsu telah memperkenalkan portofolio notebook terbaru untuk gaya hidup kerja hibrida pascapandemi saat ini. Rangkaian produk baru yang dipelopori oleh Seri LIFEBOOK U7 terkini yang ringan dengan casing magnesium ultraringan.       Pendamping Kantor Mobile yang Aman   Tersedia dalam berbagai ukuran1, Fujitsu baru […]

expand_less
WordPress Archive QuadMenu - Themes Developer Mega Menu Quadric – Modern Creative Agency WordPress Theme Quadrone – Drone, UAV, Video Pilot WordPress Theme Quanto – Creative Agency WordPress Theme Quanzo – Personal Portfolio WordPress Theme Quanzo – Portfolio WordPress Theme Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme