Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Indonesia Pamer di Osaka, Dari Spa, Wastra, Hingga Filosofi

Indonesia Pamer di Osaka, Dari Spa, Wastra, Hingga Filosofi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 1.613
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada panggung dunia, jangan cuma jadi penonton yang ngiler dari kejauhan. Indonesia, dengan segala keragaman hayatinya, budaya yang kaya, dan kecantikan alam yang bisa bikin bule mendadak betah tinggal, akhirnya kembali unjuk gigi di World Expo 2025 Osaka. Dan tidak main-main, kali ini kita bukan cuma kirim brosur wisata dan nyetel lagu daerah dari speaker 30 watt, tapi benar-benar bikin panggung sendiri yang bisa bilang, “Hei dunia, kami ini bukan hanya Bali dan bakso, lho!”

Dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, Indonesia datang membawa pesan penting masa depan bukan cuma soal kecanggihan robot atau AI yang bisa masak rendang, tapi juga tentang hidup berdampingan dengan alam, budaya, dan manusia. Sebuah filosofi yang sudah lama diajarkan lewat konsep Tri Hita Karana, tapi sayangnya di dalam negeri kadang masih kalah pamor dibanding promo beli 1 gratis 1 di minimarket.

Kementerian Pariwisata getol banget mempromosikan program “Pariwisata Naik Kelas.” Tapi naik kelas itu bukan cuma ganti seragam baru dan bawa koper roda empat ke destinasi wisata, melainkan naik kelas dalam cara berpikir dan menawarkan pengalaman. Kita nggak bisa lagi jualan wisata dengan cara jadul brosur tebal, guide ngantuk, dan destinasi yang itu-itu saja. Sekarang, wisatawan maunya healing plus meaningful experience. Kalau bisa meditasi di tengah sawah sambil ditemani tukang jamu, kenapa harus ke luar negeri?

Nah, di sinilah World Expo Osaka jadi semacam ujian nasional, sekaligus etalase raksasa. Di antara 150 negara peserta, kita harus tampil beda. Untungnya, Paviliun Indonesia hadir bukan hanya dengan niat baik, tapi juga niat cantik. Ada wellness tourism, spa holistik, kain wastra yang warna-warni seperti mood setelah gajian, sampai pengalaman budaya yang bisa bikin wisatawan asing melongo kagum.

Salah satu daya tarik Indonesia di expo ini adalah lantai khusus untuk wastra bertajuk “Traditional Textiles: Sailing Through Colors”. Sebuah keputusan jenius, karena wastra bukan cuma kain buat kondangan, tapi simbol identitas, karya seni, dan cara kita menyapa dunia lewat motif dan benang.

Dan jangan lupakan sektor wellness  dari spa pakai rempah yang bikin badan segar sampai tradisi jamu yang bikin bule mengernyit penasaran (“Ini kayak minum tanaman, ya?”). Wellness adalah kartu as kita di tengah tren dunia yang makin sadar hidup sehat tapi masih doyan mie instan. Di sinilah Indonesia bisa bilang, “Kami punya solusi. Dan ini sudah ratusan tahun diwariskan.”

Tentu saja, kehadiran Indonesia di World Expo bukan cuma soal pamer kecantikan destinasi. Ini adalah diplomasi rempah-rempah dan warna-warni budaya. Di saat negara lain sibuk promosi teknologi terbaru atau kendaraan listrik yang bisa nyanyi, Indonesia datang membawa keseimbangan antara yang modern dan tradisional, antara alam dan manusia, antara relaksasi dan promosi ekonomi.

Partisipasi ini harus dimaknai sebagai strategi jangka panjang membangun brand negara yang nggak gampang kedaluwarsa. Kita butuh lebih banyak ruang seperti World Expo untuk bicara soal keunggulan kita bukan sekadar bikin bangga, tapi juga bikin penasaran dan akhirnya bikin booking tiket.

Pertanyaannya kemudian setelah kita tampil kinclong di Osaka, apakah kita siap menerima tamu yang berdatangan? Apakah infrastruktur wisata di Indonesia sudah naik kelas juga, atau masih sering dicegat pungli dan kamar mandi wisata yang horornya setara film thriller?

Jangan sampai expo ini cuma jadi ajang narsis sesaat, seperti postingan liburan yang nggak dibalas like-nya. Pemerintah harus memastikan bahwa promosi ini berlanjut jadi investasi  bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial budaya. Terutama untuk masyarakat lokal yang hidup di sekitar destinasi wisata. Mereka harus ikut naik kelas, bukan malah tergusur.

Partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka adalah langkah berani, tapi harus dibarengi dengan langkah cermat. Kita sudah punya panggung, spotlight sudah mengarah, tinggal bagaimana kita nari di atasnya dengan percaya diri dan membawa cerita yang bisa diingat dunia. Karena Indonesia bukan cuma soal pulau eksotis dan makanan enak. Kita adalah cerita hidup tentang keseimbangan, budaya yang merangkul, dan alam yang  kalau dijaga  bisa jadi sahabat abadi. Dan sekarang, lewat expo ini, kita bilang pada dunia. “Selamat datang. Ini bukan cuma spa dan batik. Ini adalah Indonesia. Versi naik kelas!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 19 Provinsi Terlayani 4G LTE Milik Net1 Indonesia

    19 Provinsi Terlayani 4G LTE Milik Net1 Indonesia

    • calendar_month Jumat, 25 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    306 Kabupaten/Kota  telah bisa mengakses jaringan 4G LTE dari Net1, Jumlah 25.279 desa, Total populasi penduduk terlayani Net1 Indonesia saat ini mencapai 126.299.415 jiwa.   

  • Disnakertrans Muba Tuntaskan Sengketa PHK PT Panca Agung Sejati, Hak Pekerja Rp14,6 Juta Cair

    Disnakertrans Muba Tuntaskan Sengketa PHK PT Panca Agung Sejati, Hak Pekerja Rp14,6 Juta Cair

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) berhasil menyelesaikan perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) antara PT Panca Agung Sejati dan seorang pekerja melalui proses mediasi. Penyelesaian berlangsung di Kantor Disnakertrans Muba, Kamis (6/8/2026), dan berakhir dengan kesepakatan bersama setelah kedua belah pihak sepakat mengedepankan jalur musyawarah. Kesepakatan itu memastikan seluruh hak […]

  • ‘Sanjo’

    ‘Sanjo’

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    HARI ke dua open house Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah di rumah dinas Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, Kamis (6/6) ramai dihadiri bupati dan walikota se Sumsel. Para kepala daerah ini datang lengkap beserta unsur Muspida untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Wagub dan keluarga besarnya. Open house ini dibuka dengan kedatangan bupati Musirawas H. […]

  • Ratu Dewa puji tenaga PHL saat serahkan THR & paket sembako    

    Ratu Dewa puji tenaga PHL saat serahkan THR & paket sembako    

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Pj. Walikota Palembang, Drs Ratu Dewa memuji para tenaga PHL (Pegawai Harian Lepas) di 3 Dinas yang berada di lingkungan Pemerintah kota Palembang saat menyerahkan paket sembako sebanyak lebih dari 1.600 paket   Menurutnya para PHL yang mendapatkan bantuan tersebut merupakan garda terdepan untuk mensukseskan program-program Pemerintah kota, khususnya yang kaitan dengan wajah kota Palembang, mulai […]

  • Maaf cuma sekedar humor, semoga terhibur dengan banyolan ini

    Maaf cuma sekedar humor, semoga terhibur dengan banyolan ini

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam jumat, daripada baca dan nonton yang bikin ente tegang, dan keringat dingin, lebih baik baca-baca banyolan di bawah ini, semoga jadi hiburan malam jumat, kalau bisa tertawa syukurlah artinya setelah itu ente capek dan ngantuk, tidur pun pulas, bangun pagi pasti seger, dan otak plong lagi. Ini beberapa banyolan yang berhubungan dengan […]

  • Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat,  Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

    Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat, Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memprediksi kebutuhan akan rumah layak huni itu mencapai 11 juta unit di Indonesia pada 2021. Hanya sedikit menyusut dari angka 2015, yang mencapai 11,4 juta. Apa boleh buat, jumlah penduduk terus tumbuh dan jumlah rumah tangga terus bertambah. Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) itu, khususnya […]

expand_less
WordPress Archive Exmart – Minimal eCommerce WordPress Theme Exobank – Financial Elementor Template Kit Exodio Recording & Sound Studio Elementor Template Kit Exopress | Multipurpose Personal Blog WordPress Theme Expanet – Broadband & Internet Services Elementor Template Kit Experts – Business Professional Theme For Finance Firms Exponent – Modern Multi-Purpose Business WordPress theme Exposure – Personal Portfolio Elementor Template Kit Express Shop for WooCommerce with Audio & Video ExProduct - Single Product Theme