Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Indonesia Pamer di Osaka, Dari Spa, Wastra, Hingga Filosofi

Indonesia Pamer di Osaka, Dari Spa, Wastra, Hingga Filosofi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 1.598
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada panggung dunia, jangan cuma jadi penonton yang ngiler dari kejauhan. Indonesia, dengan segala keragaman hayatinya, budaya yang kaya, dan kecantikan alam yang bisa bikin bule mendadak betah tinggal, akhirnya kembali unjuk gigi di World Expo 2025 Osaka. Dan tidak main-main, kali ini kita bukan cuma kirim brosur wisata dan nyetel lagu daerah dari speaker 30 watt, tapi benar-benar bikin panggung sendiri yang bisa bilang, “Hei dunia, kami ini bukan hanya Bali dan bakso, lho!”

Dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, Indonesia datang membawa pesan penting masa depan bukan cuma soal kecanggihan robot atau AI yang bisa masak rendang, tapi juga tentang hidup berdampingan dengan alam, budaya, dan manusia. Sebuah filosofi yang sudah lama diajarkan lewat konsep Tri Hita Karana, tapi sayangnya di dalam negeri kadang masih kalah pamor dibanding promo beli 1 gratis 1 di minimarket.

Kementerian Pariwisata getol banget mempromosikan program “Pariwisata Naik Kelas.” Tapi naik kelas itu bukan cuma ganti seragam baru dan bawa koper roda empat ke destinasi wisata, melainkan naik kelas dalam cara berpikir dan menawarkan pengalaman. Kita nggak bisa lagi jualan wisata dengan cara jadul brosur tebal, guide ngantuk, dan destinasi yang itu-itu saja. Sekarang, wisatawan maunya healing plus meaningful experience. Kalau bisa meditasi di tengah sawah sambil ditemani tukang jamu, kenapa harus ke luar negeri?

Nah, di sinilah World Expo Osaka jadi semacam ujian nasional, sekaligus etalase raksasa. Di antara 150 negara peserta, kita harus tampil beda. Untungnya, Paviliun Indonesia hadir bukan hanya dengan niat baik, tapi juga niat cantik. Ada wellness tourism, spa holistik, kain wastra yang warna-warni seperti mood setelah gajian, sampai pengalaman budaya yang bisa bikin wisatawan asing melongo kagum.

Salah satu daya tarik Indonesia di expo ini adalah lantai khusus untuk wastra bertajuk “Traditional Textiles: Sailing Through Colors”. Sebuah keputusan jenius, karena wastra bukan cuma kain buat kondangan, tapi simbol identitas, karya seni, dan cara kita menyapa dunia lewat motif dan benang.

Dan jangan lupakan sektor wellness  dari spa pakai rempah yang bikin badan segar sampai tradisi jamu yang bikin bule mengernyit penasaran (“Ini kayak minum tanaman, ya?”). Wellness adalah kartu as kita di tengah tren dunia yang makin sadar hidup sehat tapi masih doyan mie instan. Di sinilah Indonesia bisa bilang, “Kami punya solusi. Dan ini sudah ratusan tahun diwariskan.”

Tentu saja, kehadiran Indonesia di World Expo bukan cuma soal pamer kecantikan destinasi. Ini adalah diplomasi rempah-rempah dan warna-warni budaya. Di saat negara lain sibuk promosi teknologi terbaru atau kendaraan listrik yang bisa nyanyi, Indonesia datang membawa keseimbangan antara yang modern dan tradisional, antara alam dan manusia, antara relaksasi dan promosi ekonomi.

Partisipasi ini harus dimaknai sebagai strategi jangka panjang membangun brand negara yang nggak gampang kedaluwarsa. Kita butuh lebih banyak ruang seperti World Expo untuk bicara soal keunggulan kita bukan sekadar bikin bangga, tapi juga bikin penasaran dan akhirnya bikin booking tiket.

Pertanyaannya kemudian setelah kita tampil kinclong di Osaka, apakah kita siap menerima tamu yang berdatangan? Apakah infrastruktur wisata di Indonesia sudah naik kelas juga, atau masih sering dicegat pungli dan kamar mandi wisata yang horornya setara film thriller?

Jangan sampai expo ini cuma jadi ajang narsis sesaat, seperti postingan liburan yang nggak dibalas like-nya. Pemerintah harus memastikan bahwa promosi ini berlanjut jadi investasi  bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial budaya. Terutama untuk masyarakat lokal yang hidup di sekitar destinasi wisata. Mereka harus ikut naik kelas, bukan malah tergusur.

Partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka adalah langkah berani, tapi harus dibarengi dengan langkah cermat. Kita sudah punya panggung, spotlight sudah mengarah, tinggal bagaimana kita nari di atasnya dengan percaya diri dan membawa cerita yang bisa diingat dunia. Karena Indonesia bukan cuma soal pulau eksotis dan makanan enak. Kita adalah cerita hidup tentang keseimbangan, budaya yang merangkul, dan alam yang  kalau dijaga  bisa jadi sahabat abadi. Dan sekarang, lewat expo ini, kita bilang pada dunia. “Selamat datang. Ini bukan cuma spa dan batik. Ini adalah Indonesia. Versi naik kelas!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Ini, Muba Garap Even Pariwisata Demi Pulihkan Ekonomi Warga

    Tahun Ini, Muba Garap Even Pariwisata Demi Pulihkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    SEBANYAK 12 even pariwisata yang bakal digarap Kabupaten Muba melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata [Dispopar] pada tahun ini, demi memulihkan perekonomian warga masa pandemi covid-19. Bupati Muba, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, mengatakan pihaknya telah mengagendakan sejumlah mulai kejuaraan nasional (Kejurnas) Offroad, Muba Night Slalom, hingga Moto Prix Seri 2. “Terbaru, kita […]

  • Titik Panas Meningkat, Polda Sumsel Imbau Masyarakat di 10 Daerah Rawan Karhutla Tetap Waspada, Kabid Humas : Ingat ! Hutan di Sumsel Sekitar 3,5 Juta Hektare

    Titik Panas Meningkat, Polda Sumsel Imbau Masyarakat di 10 Daerah Rawan Karhutla Tetap Waspada, Kabid Humas : Ingat ! Hutan di Sumsel Sekitar 3,5 Juta Hektare

    • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan mewaspadai peningkatan titik panas sebagai pemicu kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa bulan terakhir dengan meningkatkan kesiapsiagaan personel di daerah itu. “Berdasarkan data hasil pantauan satelit Lapan peningkatan hotspot (titik panas) cukup tinggi mulai terjadi pada Maret 2021 yakni 49 titik, April 122 titik, dan Mei 134 titik. Peningkatan titik panas […]

  • Pemkab OKI daftarkan Kades -perangkat desa di JKN

    Pemkab OKI daftarkan Kades -perangkat desa di JKN

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Memaksimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mendorong jaminan kesehatan semesta Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat OKI, Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendaftarkan Kepala Desa, dan Perangkat Desanya dalam kepesertaan Program JKN-KIS. “Kami mengapresiasi Pemkab OKI yang mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program […]

  • Lantik 54 PPPK Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Mereka Orang-orang Pilihan

    Lantik 54 PPPK Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Mereka Orang-orang Pilihan

    • calendar_month Minggu, 10 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.d, – Sebanyak 54 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Pemerintah Kota Palembang [PPPK] Pemkot Palembang tahun anggaran 2023 dilantik. Pelantikan itu dilakukan Pj Walikota Palembang Ratu dewa di Ruang Parameswara, Setda Kota Palembang, kemarin. Tampak hadir pada pelantikan, Kepala BKPSDM Riza Pahlevi dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Pj Walikota Palembang Ratu Dewa, menjelaskan, jika pelantikan […]

  • Gubernur Koordinasikan Kelanjutan Pembangunan Jalan Penghubung KH Wahid Hasyim – Pangeran Ratu

    Gubernur Koordinasikan Kelanjutan Pembangunan Jalan Penghubung KH Wahid Hasyim – Pangeran Ratu

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    DISELA kegiatan Safari Jum’at di Masjid Jamik At Taubah Jalan KH Wahid Hasyim, Jum’at (6/5),  Gubernur Herman Deru meninjau kondisi jalan penghubung antara Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Pangeran Ratu Jakabaring yang pembangunannya telah mangkrak sejak 2018 lalu. Jalan penghubung yang diketahui milik negara dibawah wewenang Kementerian tersebut awalnya dibangun sebagai jalan alternatif untuk […]

  • Jembatan Selat Bangka-OKI Bakal Mirip Suramadu

    Jembatan Selat Bangka-OKI Bakal Mirip Suramadu

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, – Rencana pembangunan jembatan Babel-Sumsel sepanjang 13,5 kilometer yang telah digagas sejak dua tahun lalu bakal terealisasi. Hal ini ditandai dengan telah ditandatanganinya MoU perpanjangan kerjasama pembangunan jembatan tersebut oleh Gubernur Sumsel dan Gubernur Babel, pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD di Auditorium Bina Praja, Selasa (13/11/2018). “Dua tahun lalu sudah ada MoU Babel, […]

expand_less
WordPress Archive Exmart – Minimal eCommerce WordPress Theme Exobank – Financial Elementor Template Kit Exodio Recording & Sound Studio Elementor Template Kit Exopress | Multipurpose Personal Blog WordPress Theme Expanet – Broadband & Internet Services Elementor Template Kit Experts – Business Professional Theme For Finance Firms Exponent – Modern Multi-Purpose Business WordPress theme Exposure – Personal Portfolio Elementor Template Kit Express Shop for WooCommerce with Audio & Video ExProduct - Single Product Theme