Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » TAWA TAPI TAHU : HUT RI ke-80, Tugas Khusus di Hari Sakral Si Bambu Kuning & Hijau

TAWA TAPI TAHU : HUT RI ke-80, Tugas Khusus di Hari Sakral Si Bambu Kuning & Hijau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
  • visibility 1.117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AKU bambu, ya…., bambu kuning dan hijau yang sering kamu pandang sebelah mata di kampung, di pekarangan, atau di pinggir sungai. Tapi jangan salah, setiap Agustus, aku dan saudaraku punya tugas sakral tahunan yang bikin kami bangga. Bukan sekadar menjadi pagar, rak buku, atau tusuk sate, tapi menjadi tiang bendera merah putih!

Bayangkan ini, ras kuning, biasanya gagah dan serius, harus berdiri tegak sepanjang bulan Agustus menahan panas terik. Ras hijau, santai tapi suka iseng, kadang bergoyang-goyang sambil bilang, “Eh, biar bendera kelihatan hidup dong, jangan kaku kayak besi tua!” Dan manusia? Mereka sibuk lomba makan kerupuk, panjat pinang, dan nyanyi lagu Indonesia Raya sumbang-sumbang kadang lupa kami juga ada di situ.

Dulu, waktu Indonesia masih “pacaran” sama penjajah, kami ikut bertempur jadi bambu runcing! Ujungku diruncingkan tajam seperti tombak, siap bikin musuh pontang-panting. Ras kuning, hijau, bahkan  bersatu ikut mengusir penjajah. Kami itu superhero tanpa jubah, diam tapi berbisa. Sekarang, tugas kami lebih damai, tapi nggak kalah sakral menopang merah dan putih agar berkibar gagah, simbol patriotisme yang bikin bangga.

Di kampung, pada Agustus, dimana bulan paling kacau tapi lucu. Manusia mengukur kami pakai tali rafia, mengikat kami dengan kawat, kadang tersandung sendiri sambil teriak, “Aduh, bambunya nggak lurus!” Ras kuning menahan panas seperti tentara tua yang sedang latihan militer, ras hijau bergoyang-goyang dramatis kayak model catwalk. Angin kencang datang? Goyang sedikit, tapi nggak tumbang. Ibarat nenek-nenek lucu yang tetap berdiri di dapur ngawasi cucu yang bikin repot, begitu juga kami gagah, sabar, dan… kadang ngeselin.

Tugas sakral kami memang terlihat sederhana, tapi epic, selama satu bulan penuh, kami menahan teriakan anak-anak yang berlatih baris-berbaris, guru bersiul, tetangga yang kepo liatin bendera, bahkan ayam kampung yang iseng nyebrang. Dan jangan salah, meski sakral, kami berbisa. Salah sentuh, salahikat, bisa lecet, bengkak, bahkan demam. Jadi manusia harus hati-hati. Kami bukan cuma tiang bendera, tapi penjaga merah putih, saksi sejarah, dan guru kesabaran.

Selain jadi tiang bendera, kami bambu kuning & hijau punya tugas rahasia lain yang lebih keren, dan ambil andil, jadi pahlawan devisa!

Ras kuning bisa jadi lantai kampung, bilik rumah, kursi, rak buku, ras hijau bisa jadi tusuk sate, rak sepatu, gelas, rak jembatan kecil, hingga dekorasi vila mewah. Semua itu bisa diekspor keluar negeri, jadi kontributor ekonomi bangsa. Bayangkan, duduk di kursi bambu sambil minum kopi tanpa sadar, aku sedang membantu perekonomian negara!. Jadi, bukan cuma gagah di HUT RI, tapi juga pahlawan devisa yang bikin Indonesia tersenyum di Pasar Internasional.

Kadang manusia terpesona sama kami. “Wah, bambu ini keren!” kata mereka. Tapi kami saling berbisik, “Iya, tapi jangan sok-sokan angkat kami pakai tangan kosong, nanti lecet lho!” Ras hijau suka ngerjain ras kuning. “Eh, jangan terlalu tegak, nanti ketahuan aku lebih dramatis!” Ras kuning cuma jawab, “Dasar hijau, jangan bikin malu!” Dialog itu bikin Agustus makin hidup, penuh drama dan humor.

Selain itu, kami punya momen-momen kocak saat dipasang bendera. Anak-anak kadang memanjat kami tanpa sepatu, guru sibuk menyemangati, tetangga selfie… dan kami cuma bergoyang sabar sambil bilang, “Santai, jangan jatuhin bendera, nanti malu sama tetangga!” .Kadang angin terlalu kencang, ras hijau menari-nari dramatis, ras kuning berdiri tegak, seperti patung hidup. Semua manusia ngakak, kami pun ikut “tertawa” dalam diam.

Kami juga bangga karena menjadi saksi sejarah, dari zaman perjuangan sampai HUT RI ke-80, kami selalu ada. Kami melihat perubahan zaman dari bambu runcing yang bikin musuh lari, sampai bambu tiang bendera yang bikin anak-anak kampung belajar baris-berbaris, guru tersenyum bangga, dan tetangga makin cinta tanah air.

Bahkan manusia modern sekarang mengekspor kerajinan bambu ke luar negeri, bikin devisa, dan menunjukkan dunia bambu Indonesia itu bukan main-main.

Pesan moral dari kami [si kuning dan hijau], jelas benda sederhana bisa sakral kalau digunakan dengan tujuan mulia. Tugas sekecil apa pun bisa bikin bangga, selama dijalankan dengan kesungguhan. Bahkan bambu pun bisa mengajarkan kesabaran, kekuatan, dan rasa bangga terhadap tanah air.

Tugas kami juga mengajarkan nilai kreativitas, ras hijau yang santai kadang berubah jadi rak buku unik, ras kuning yang serius jadi kursi dan meja stabil. Manusia belajar kalau mau berhasil, jangan remehkan benda sederhana. Dan kami pun tersenyum diam-diam, bangga jadi bagian dari kehidupan manusia baik di rumah, kampung, maupun di pasar Internasional.

Di HUT RI ke-80 ini, kami berdiri gagah, tapi tetap kocak. Ras hijau goyang-goyang, ras kuning berdiri tegak, anak-anak lari-lari, guru bersiul, tetangga selfie… semua jadi drama lucu. Kadang kami berpikir, “Kalau bambu bisa ngomong, pasti kita udah bikin stand-up comedy sendiri!” Tapi cukup diam, karena senyum manusia dan bendera berkibar sudah cukup jadi hadiah.

Tugas sakral si kuning & hijau di HUT RI ke-80 bukan sekadar berdiri sebagai tiang bendera. Ini tentang menegakkan simbol bangsa, mendukung kemerdekaan, menjadi pahlawan devisa, dan bikin manusia tersenyum bangga.

Jadi, setiap kali kamu lihat bendera berkibar di kampung, ingatlah: di puncak itu ada kami, bambu kuning & hijau, berdiri sakral, lucu, dan tetap berbisa kalau salah sentuh. Bambu kuning & hijau sederhana, lucu, berguna, sakral, pahlawan devisa, dan bikin bangga!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispopar Muba Geber Kejuaraan Grass Track Bupati DRA Cup 2020

    Dispopar Muba Geber Kejuaraan Grass Track Bupati DRA Cup 2020

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    KABAR  gembira bagi pecinta otomotif di Sumsel dan Musi Banyuasin (Muba) pada khususnya. Ya, bakal hadir kejuaraan bergengsi Grass Track Bupati Musi Banyuasin, H Dodi Reza Alex (DRA) Cup 2020. Pacuan kuda besi di venue tanah ini bakal digelar di Sirkuit Non Permanen, Desa Mekar Jaya (A3), Kecamatan Keluang, Muba, 22-23 Februari 2020 mendatang. Penunjukan […]

  • SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang bilang, “Kalau mau lihat masa depan suatu bangsa, tengoklah bagaimana anak mudanya memperlakukan buku.” Tapi di negeri ini, buku sering diperlakukan kayak mantan gebetan cuma dibuka pas kangen, lalu ditinggalin pas udah nemu yang lebih viral. Padahal buku itu bukan sambal, yang cuma dicolek pas makan mie instan kehidupan. Buku itu […]

  • politeknik-olahraga-indonesia

    Jawaban Direktur POI Terkait Status Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Palembang

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.037
    • 0Komentar

    Terkait dengan curhatan anda mengenai status Politeknik Olahraga Indonesia (POI) palembang, berikut kami sampaikan:

  • UIN Raden Fatah Bakal Bangun Kampus B di Jakabaring, HD Usul Buka Fakultas Pertanian

    UIN Raden Fatah Bakal Bangun Kampus B di Jakabaring, HD Usul Buka Fakultas Pertanian

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.680
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  –  Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. M. Sirozi, Ph.D, dalam audiensi  yang berlangsung di ruang tamu gubernur, Selasa (30/10/2018) sore. Selain bersilaturahmi audiensi ini juga bertujuan untuk mengundang Gubernur Sumsel hadir dalam peletakan batu pertama Kampus B Universitas Islam Negeri (UIN) […]

  • Sukseskan PON, 464.000 Masker  dibagikan saat Penyelanggaraan Pesta Olahraga Empat Tahunan di Kota Jayapura

    Sukseskan PON, 464.000 Masker dibagikan saat Penyelanggaraan Pesta Olahraga Empat Tahunan di Kota Jayapura

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Satgas Prokes PON XX Kota Jayapura tetap berkomitmen membagikan masker langsung kepada masyarakat di Kota Jayapura termasuk peserta dan pendukung Pesta Olahraga Empat Tahunan tersebut. Kasub Satgas Prokes Kota Jayapura, Riswandi menyampaikan saat rapat di posko Satgas Prokes PON XX Kota Jayapura, kemaren bahwa pembagian masker terus dilakukan lebih intens terutama saat penyelengaraan PON XX […]

  • Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

    Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep srikayo khas Palembang menarik dicoba bukan karena bahannya sulit dicari, justru sebaliknya. Telur, santan, gula, dan pandan sudah cukup untuk membuat penganan yang sejak lama dikenal dalam kuliner Sumatera Selatan (Sumsel). Ada satu hal yang membuat srikayo makin menarik: makanan ini sering hadir bersama ketan putih. Buat yang belum pernah melihatnya, srikayo […]

expand_less
WordPress Archive Premium Charts for Elementor Premium Media Script Premium Multi-Scroll & Vertical Scroll Widgets for Elementor Premium Section Add-ons for Elementor Premium SEO Pack – WordPress Plugin Premium subscription – Droppy online file transfer and sharing Premium URL Shortener WordPress Plugin Premiumpress Dating Theme - #1 dating theme for wordpress PressGrid Frontend Publish Reaction & Multimedia PressMart – Modern Elementor WooCommerce WordPress Theme