Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Hijrah, Bukan Cuma Pindahan, Tapi Kayak Upgrade HP dari Nokia ke Smartphone!”

“Hijrah, Bukan Cuma Pindahan, Tapi Kayak Upgrade HP dari Nokia ke Smartphone!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 937
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGER kata hijrah, banyak yang langsung mikir soal pindah tempat, dari Mekkah ke Madinah, dari kos-kosan lama ke kontrakan yang ada AC-nya, atau dari mantan toxic ke pasangan yang doyan ngajak kajian.

Padahal, menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, hijrah itu bukan cuma urusan pindah-pindah lokasi macam pindahan kontrakan di akhir bulan.

Ini soal transformasi, bukan transformasi robot kayak di film Transformers, tapi lebih ke transformasi spiritual, intelektual, dan sosial. Intinya, dari gelap jadi terang, dari malas jadi produktif, dari rebahan jadi rebahan sambil ngaji.

Kata Pak Menteri, hijrah Nabi itu bukan sekadar jalan kaki dari titik A ke titik B, kayak upgrade sistem operasi kehidupan, bayangin aja, zaman dulu orang hidup kayak HP jadul, cuma bisa SMS dan telepon. Namun setelah hijrah, hidup umat Islam kayak di-upgrade ke smartphone, ada peta, bisa video call, bisa cari jodoh halal lewat aplikasi.

Nah, begitu pula hidup kita, harus terus di-update. Jangan sampai udah ganti tahun hijriah, tapi akhlak masih versi trial, hati masih penuh cache dosa, dan pikiran penuh virus malas.

Lucunya, kalender hijriah itu bukan hasil rapat sekjen Google Calendar, tapi dari rembukan para sahabat yang otaknya encer semua. Menurut Menag, waktu itu ada banyak opsi buat nentuin kalender Islam, tapi Sayyidina Ali usul kenapa nggak ambil momen hijrah aja? Akhirnya semua sepakat.

Di era sekarang, hijrah itu bukan ganti penampilan doang, jangan sampai baru beli gamis langsung upload foto caption panjang “Hijrahku bukan untukmu”.

Padahal niatnya biar mantan kepanasan, kata Menag, hijrah sejati itu tentang upgrade kualitas diri, bukan filter Instagram. Hidup ini bukan cuma tentang terlihat Islami di feed, tapi bernilai Islami di deed.

Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti juga ikut nimbrung, katanya hijrah itu ya ninggalin keburukan, jangan sampai tiap tahun ganti kalender hijriah, tapi kelakuan masih doyan nyogok, ngegas di jalanan, dan nyalahin lampu merah yang katanya “nggak peka”

Pak Abdul Mu’ti sampai ngutip Muhammad Asad yang nerjemahin ayat “laa tufsidu fil ardh” jadi “jangan berbuat korupsi di muka bumi” Mantap! Jadi kalau masih nyolong sinyal Wi-Fi tetangga atau parkir sembarangan sambil bilang “kan cuma sebentar,” itu belum hijrah beneran. Jangan sampai hijrahmu cuma sejauh dari kasur ke kulkas!

Peringatan 1 Muharam ini bukan ajang selfie berjamaah sambil hashtag #NewMeNewHijrah. Ini momen buat ngaca, bukan ngaca di kamera depan HP, tapi ngaca ke dalam hati, udah sejauh mana kita berubah? Udah kayak Rasulullah yang hijrah demi peradaban, atau masih kayak kambing ngeyel yang tiap tahun tetap nyasar ke ladang tetangga?

Hijrah itu bukan soal jarak, tapi tentang arah, bukan cuma soal niat, tapi juga aksi. Jadi, yuk hijrah, jangan setengah hati. Kayak pepatah Jawa yang dimodif dikit “Wani hijrah, ojo mung wani ngunggah status!” (Berani hijrah, jangan cuma berani unggah status).

Kalau kata orang bijak yang biasanya nongkrong di warung kopi sambil main catur, hijrah itu ibarat nyuci baju. Jangan cuma direndam doang, tapi digosok juga noda-nodanya. Karena kalau cuma niat ninggalin yang buruk tapi masih pelihara kebiasaan lama, itu bukan hijrah… itu cuma pindah posisi rebahan.

Jangan lupa, hijrah itu bukan ajang lomba cepat-cepat jadi sempurna. Nggak perlu buru-buru ganti semua isi lemari, atau tiba-tiba ganti semua playlist jadi suara alam.

Hijrah itu proses, kayak masak rendang butuh waktu, tapi hasilnya gurih. Yang penting konsisten hari ini lebih baik dari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini. Kalau hari ini masih suka nyindir di status, besok coba belajar nyindir pake doa.

Dan kalau pun kita belum bisa hijrah total, minimal jangan ganggu yang lagi berusaha. Jangan mentang-mentang belum siap, lalu bilang, “ah itu mah pencitraan!” Padahal dia udah berusaha keras ninggalin zona nyaman dosa. Ingat, setiap orang punya momen hijrah sendiri-sendiri. Jangan dibandingin, apalagi dijadikan konten roasting.

Jadi mulai sekarang, mari kita hijrah dari hidup yang asal hidup ke hidup yang penuh tujuan, dari yang hanya sekadar lewat, ke yang memberi jejak. Dari yang cuma jadi penonton, ke yang ikut main di panggung kebaikan.

Karena kalau hidup ini cuma dipakai buat ngeluh, nyinyir, dan ngaret mulu, nanti pas ditanya Malaikat “Apa yang kamu lakukan selama 80 tahun di dunia?”.Jangan sampai jawabannya cuma, “Scroll reels dan maraton drama Korea, Malaikat…”

Sekali lagi, yuk, hijrah, karena hidup ini bukan drama, tapi perjalanan. Kalau bisa berubah sekarang, ngapain nunggu tahun depan?, karena hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan buat scroll TikTok sampe subuh,  dari sekarang, kita hijrah… pelan-pelan, tapi pasti. Kayak jalan ke warung waktu belum gajian pelan, tapi tetap niat!.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiapan PTM, Vaksinasi Pelajar Terus Dilakukan secara Masif

    Persiapan PTM, Vaksinasi Pelajar Terus Dilakukan secara Masif

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajarannya melakukan vaksinasi secara masif di berbagai pelosok tanah air. Untuk mendukung persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan segera digelar pada September 2021. Program vaksinasi secara masif ini, diutamakan untuk daerah-daerah dengan angka penularan kasus COVID-19 yang tinggi. “Saya juga sudah perintahkan agar kegiatan vaksinasi bagi pelajar […]

  • Meski tak turunkan skuad terbaik, STY optimistis bisa atasi Vietnam di laga besok malam

    Meski tak turunkan skuad terbaik, STY optimistis bisa atasi Vietnam di laga besok malam

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.192
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup G Zona Asia antara Timnas Indonesia dan Vietnam akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senaya, Jakarta, besok malam (21/3). Timnas Indonesia wajib memenangkan pertandingan tersebut, pasalnya saat ini timnas berada di paling buncit di posisi sementara, karena hanya bermain imbang dengan Filipina, sementara Vietnam […]

  • Ini Perlu Dicontoh,  Program Pemkab Muba, Layanan Administrasi Kependudukan Langsung Jadi di Kantor Kecamatan

    Ini Perlu Dicontoh, Program Pemkab Muba, Layanan Administrasi Kependudukan Langsung Jadi di Kantor Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    KEBIJAKAN nasional di bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil sampai saat ini sudah dirasakan manfaatnya dalam berbagai hal seperti peningkatan efektifitas pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas demokrasi, mencegah kriminalitas seperti pungli, mencegah teroris, TKI illegal, perdagangan orang dan lain sebagainya. Berpijak dari kebijakan itu, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) […]

  • Pangan, “Emak-emak” -nya di Kabupaten Ini Diperdayakan untuk Pemulihan Ketahanan Pangan, Ubah Mindset Pembeli Jadi Penjual

    Pangan, “Emak-emak” -nya di Kabupaten Ini Diperdayakan untuk Pemulihan Ketahanan Pangan, Ubah Mindset Pembeli Jadi Penjual

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.605
    • 0Komentar

    PROGRAMKelompok Wanita Tani (KWT) yang diusung Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dibentuk melalui Dinas Ketahanan Pangan sejak pandemi COVID-19 melanda guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. “Jadi hari ini adanya sosialisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) dengan tujuan mengubah mindset membeli jadi menjual. Kami laporkan bahwa di Kabupaten Muba program tersebut sudah berjalan dua tahun terakhir. “Nama […]

  • Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

    Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    PALEMBANG kota tua, seni muda, kalimat ini bukan hasil perenungan dini hari, tapi celetukan seorang seniman Palembang saat ditanya soal Perda Kesenian. Ia tertawa pendek, lalu nyeletuk, “Kalau nunggu Perda, kami bisa keburu botak duluan” Palembang memang kota tua, sejarahnya panjang, ceritanya tebal, bukti arkeologinya tidak sedikit. Namun, dalam urusan seni, kota setua ini justru […]

  • Safari Ramadhan, Momentum Silahturahim, Bupati  Banyuasin Suarakan GEMA

    Safari Ramadhan, Momentum Silahturahim, Bupati  Banyuasin Suarakan GEMA

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.619
    • 0Komentar

      BUPATI Banyuasin Askolani kembalikan melaksanakan safari ramadhan 1442 Hijriah.Kegiatan Safari Ramadhan ini dilakukan dalam rangka memberikan pembinaan pemahaman keagamaan dan sosial kemasyarakatan,  serta menangkap keluhan dan aspirasi masyarakat yang ada di desa-desa. Safari Ramadhan 1442 H Pemerintah Kabupaten  Banyuasin resmi dibuka Bupati Banyuasin H.Askolani, SH., MH, Masjid Al-Amir, Selasa (14/4/2021). Bupati bersama Wabup berserta […]

expand_less
WordPress Archive Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme