Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Emak-Emak PKK Jangan Cuma Pinter Kocok Arisan, Tapi Juga Kocok Strategi Bisnis Fashion!”

“Emak-Emak PKK Jangan Cuma Pinter Kocok Arisan, Tapi Juga Kocok Strategi Bisnis Fashion!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 1.058
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA masanya emak-emak PKK sibuk urus konsumsi rapat dan rebutan giliran arisan, tapi pemandangan itu sedikit berubah, di Hotel Luminor Palembang, para emak PKK justru duduk manis sambil belajar sejarah kain tradisional dan cara menjadikan songket sebagai ladang cuan. Yang tadinya cuma tahu jahit kancing copot, sekarang ditantang bikin lini produk etnik! Lha, siapa tahu dari rumah BTN bisa jadi bos butik?. “Kalau hidup itu ibarat baju, dan kain tradisional adalah benang emasnya”. Indah, berharga, dan kalau dipotong sembarangan bisa jadi taplak meja.

Hari Senin (23 Juni 2025) lalu, suasana di Hotel itu mendadak seperti acara ‘Indonesia’s Next Top Ibu PKK’, bukan karena ada audisi sinetron atau demo masak rendang dalam lima menit, tapi karena Tim Penggerak PKK Kota Palembang sedang ikut kelas edukasi Pakaian Khas Daerah. Di ruangan itu, songket bukan lagi sekadar baju pesta yang dipakai pas wisuda anak atau resepsi kawinan ponakan, tapi disulap jadi peluang bisnis berbalut budaya alias songketpreneur!. keren bukan!!.

Ketua TP PKK Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, tampil tak hanya sebagai komandan pasukan ibu-ibu PKK, tapi juga sebagai motivator level bintang lima, ia bilang, jangan cuma bangga pakai songket buat foto keluarga di studio, tapi jadikan itu peluang usaha. “Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa menumbuhkan semangat ibu-ibu untuk berinovasi, bahkan menjadi pelaku UMKM berbasis budaya,” ujar beliau dengan semangat yang bahkan bisa menggantikan iklan kopi pagi.

Ini bukan sekadar wacana kosong seperti diet tiap Senin, tapi visi nyata. Dewi ingin agar songket tak hanya berakhir di lemari yang dibuka setahun sekali, tapi bisa jadi tas, bros, ikat pinggang, bahkan mungkin daster elegan, karena daster juga berhak naik kelas. Wow…!.

Menurut Dewi, kain khas Palembang, seperti songket itu bukan cuma warisan budaya, tapi modal bisnis yang bisa bikin saldo rekening berbunga, bukan cuma bunga tabungan doang. Songket bisa dijahit jadi dompet etnik, jadi dekorasi kafe, atau bahkan souvenir buat para turis yang ke Palembang cuma gara-gara lihat TikTok makanan pempek.

“Kita ingin ibu-ibu tidak hanya tahu memakai, tapi juga memahami makna dan nilai dari pakaian khas daerah,” katanya, seolah berkata “Jangan cuma tahu pakai, tapi juga harus ngerti kenapa pakai”, karena hidup ini bukan sekadar tampil, tapi juga berpikir (walaupun sambil nonton sinetron sore).

Tak mau kalah gaya, Kepala Dinas Perindustrian, Ahmad Jazuli, juga ikut menyumbang kata-kata bijak (dan sedikit gaya ala fashion guru). Ia menyebut, Sumsel punya segudang kain, tapi Palembang punya pesona yang khas motifnya, warnanya, bahkan cara ngelipetnya yang bisa bikin orang awam butuh kursus dulu. “Kami ingin masyarakat tahu, kapan dan di mana sebaiknya jenis-jenis kain ini digunakan,” katanya.

Karena masa iya kondangan pakai kain tenun yang biasa dipakai buat mengelap motor?. Itu mah ketinggian semangat, kurang briefing. Pak Jazuli ini juga mengingatkan, edukasi seperti ini penting agar generasi muda tidak memandang songket seperti benda purbakala yang cuma pantas dipajang di museum dan dijadikan caption galau di Instagram, padahal songket itu bisa banget jadi gaya hidup, asal dipadukan dengan kreatifitas dan sedikit keberanian.

Lalu bagaimana praktiknya? sederhana aja lah. “Dulu daster buat masak, sekarang bisa jadi baju pameran. Dulu kain tenun disimpan, sekarang dijual via TikTok Shop, dulu ibu-ibu PKK cuma rapat, sekarang bisa jadi CEO Bidang Bordir dan Payet”.

Ini namanya evolusi UMKM, dari dapur ke etalase butik, bak pepatah Palembang versi upgrade “Dimana bumi dipijak, di situ songket dijual”, karena selama masih ada semangat, benang emas bisa disulap jadi penghasilan, bukan cuma bahan omongan.

Nah,  pesannya emak-emak PKK kalau ngumpul, jangan ngobrolin cicilan magic com, siapa yang bawa kerupuk udang paling renyah, dan tentu saja… arisan yang nggak kunjung cair karena bendahara ke luar kota. Tapi sekarang, suasana harus berubah, emak-emak PKK Kota Palembang harus melek dan naik kelas, bukan cuma ngurus konsumsi rapat RT, tapi juga belajar branding, kain wastra, dan peluang usaha dari songket!, karena di zaman sekarang, kalau masih berpikir songket cuma buat nikahan, itu artinya dompet kita masih jomblo!

Lusa yang cerah

Persis seperti kata pebisnis legendaris Warren Buffett “The more you learn, the more you earn,” (Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak yang bisa kamu hasilkan.) – Warren Buffett, dalam wawancaranya di CNBC (2017).

Terus kata Jack Ma, pendiri Alibaba dan mantan guru Bahasa Inggris yang kini tajir melintir “Never give up. Today is hard, tomorrow will be worse, but the day after tomorrow will be sunshine”
(Jangan menyerah. Hari ini berat, besok lebih parah, tapi lusa pasti cerah.) – Jack Ma, World Economic Forum, Davos 2015.

Ada lagi nich yang bisa jadi renungan emak-emak PKK yang datang dari Michelle Obama, mantan Ibu Negara Amerika yang juga ibu rumah tangga inspiratif “Success isn’t about how much money you make, it’s about the difference you make in people’s lives”. (Sukses bukan soal berapa banyak uang yang kamu hasilkan, tapi seberapa besar dampakmu bagi orang lain.)Michelle Obama Obama, Democratic National Convention, 2012.

Dan selanjutnya yang terakhir biar emak-emak puas dan bisa jadi inspirasi, Anne Avantie, perancang busana legendaris Indonesia, beliu bilang “Jangan takut berbeda, karena perbedaan adalah kekuatan yang mengangkat” (Anne Avantie, dalam bukunya “Aku Tidak Cantik,” 2012.)

Oleh sebab itu, emak-emak mulai siap menyambut “lusa yang cerah”, belajar bukan lagi cara motong lontong jadi simetris, tapi belajar songket agar bisa bikin produk etnik yang laku di pasar global, karena daster boleh murah, tapi mimpi jangan murahan!.

Disampinng itu, emak-emak PKK Palembang belajar kain daerah, itu bukan sekadar belajar melipat dan menjahit, tapi juga belajar mengubah warisan budaya jadi kebermanfaatan ekonomi, sebab songket bukan hanya untuk tampil kece, tapi juga untuk bikin rekening jadi pede!.he..he

Jadi kalau ada yang bilang budaya itu kuno dan songket itu jadul, suruh dia duduk dan nonton ibu-ibu PKK Kota Palembang belajar jadi fashionpreneur sejati,  apalagi zaman sekarang, kain bisa jadi cuan, daster bisa mendatangkan dolar, dan ibu-ibu bisa jadi direktur bordir dengan gaya tetap ayu dan dompet makin maju. Hidup budaya! Hidup UMKM! Hidup daster berdaya!
(asal jangan dipakai pas rapat RW ya Bu…).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Borong Juara Vlog TP PKK Tingkat Nasional

    Muba Borong Juara Vlog TP PKK Tingkat Nasional

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    PRESTASI tingkat nasional kembali diraih Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kali ini, di ajang kompetisi Vlog CETAR yang diselenggarakan TP PKK Pusat, Muba berhasil memborong dua juara sekaligus. “Alhamdulillah juara 1 diraih Bagas Mulya mahasiswa asal Sungai Lilin dan Kader TP PKK Bayung Lencir meraih juara favorit di ajang bergengsi tingkat nasional ini,” ungkap Ketua TP […]

  • Berkah  pameran IIMS 2025 untuk PLN

    Berkah  pameran IIMS 2025 untuk PLN

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.620
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -PT PLN(Persero) mencatatkan angka penjualan yang luar biasa, yaitu sebanyak 7.546 tiket melalui aplikasi PLN Mobile di minggu terakhir pameran International Motor Show (IIMS) 2025 yang digelar pada 13-23 Februari 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan, peningkatan minat terhadap pameran IIMS 2025 ini, menurutnya, menjadi peluang emas bagi PLN untuk semakin mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik (EV) […]

  • Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

    Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Saat jalan protokol lebih viral dari beranda media sosial (Jeep Willys vs Algoritma TikTok). DI tengah deru Jeep Willys yang suaranya seperti orang tua batuk, tapi keras kepala, dan sepeda ontel yang berdecit seolah mengeluh karena masih diajak keliling kota di usia senja, kepala mendadak terasa seperti diputar radio tua. Bukan radio Bluetooth, bukan Spotify […]

  • Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.663
    • 0Komentar

    SEBANYAK 445  orang Jemaah Calon Haji (JCH) yang terdiri atas  356 JCH asal Kabupaten OKU Timur, 86 orang JCH asal Kota Pelembang dan 3 orang Petugas TPHD yang tergabung salam kelompok terbang (Keloter) satu, embarkasi Palembang tahun haji 1440 hijriah/ 2019, dilepas keberangkatannya menuju ke Arab Saudi  oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Asrama […]

  • Legislator DPRD Prov. Sumsel Laporkan Hasil Reses Tahap I 2024

    Legislator DPRD Prov. Sumsel Laporkan Hasil Reses Tahap I 2024

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyampaikan aspirasi-aspirasi masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses tahap I tahun 2024, kepada pihak eksekutif.  Aspirasi-aspirasi tersebut disampaikan pada rapat paripurna LXXX (80) DPRD Sumsel, Senin (19/2). Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel H Muchendi Mahzareki, SE didamping Wakil Ketua DPRD Sumsel lainnya […]

  • Palm Tree Basel 2023: Palm Tree Crew Merayakan Miami Art Week Menjadi Salah Satu Acara Paling Eksklusif dan Sangat Dicari Peggy Gou

    Palm Tree Basel 2023: Palm Tree Crew Merayakan Miami Art Week Menjadi Salah Satu Acara Paling Eksklusif dan Sangat Dicari Peggy Gou

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, MIAMI, 07 Desember 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Tadi malam, Palm Tree Crew menghadirkan suasana dan Kru legendarisnya ke Art Basel dengan acara khusus undangan VIP eksklusif “Palm Tree Basel” di restoran kolaborasi baru antara Groot Hospitality dan Casadonna Perhotelan Grup Tao. DJ dan produser terkenal dunia, Peggy Gou, memainkan set intim untuk pesta 700 […]

expand_less
WordPress Archive Listivo – Classified Ads & Directory Listygo – Directory & Listing WordPress Theme Litl’ Pal – Animal Shelter & Charity WordPress Theme Litmus – Creative MultiPurpose WordPress Theme Live Chat Complete Live Chat Experience Live Chat Pro Live Chat Unlimited Live Deals for WooCommerce Live Preview Switch Bar for WordPress