Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Curhat Seorang Sterika-Antara Setrika, Setrikaan & Setrika-an

Curhat Seorang Sterika-Antara Setrika, Setrikaan & Setrika-an

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 2.389
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HAI, namaku Sterika Philipsiana, tapi di rumah ini aku lebih sering dipanggil gosokan. Iya, gosokan, nama yang kalau didengar tetangga, kesannya kayak alat penyiksaan zaman kolonial. Padahal aku cuma alat rumah tangga yang hidupnya penuh tekanan literally dan emosional.

Sehari-hari tugasku sederhana melicinkan yang kusut, merapikan yang berantakan, dan bikin pemakainya terlihat lebih berwibawa. Tapi tahu gak, jadi sterika itu gak semudah kelihatannya. Aku ini sering jadi pahlawan tanpa tanda jasa, tapi sering pula dijadikan kambing hitam.

Kalau baju gosong dikit, yang disalahin siapa? Aku!
Padahal yang ninggalin aku nyala sambil ngelamun scrolling TikTok siapa? Ya, si manusia itu juga!
Begitulah nasibku disalahin karena bekerja terlalu keras, dicuekin kalau udah dingin.

Setiap hari aku standby di meja gosokan panggung kehidupanku, dari situ aku melihat drama rumah tangga yang lebih seru dari sinetron jam tujuh malam.

Ada ibu rumah tangga yang gosok sambil curhat, bapak yang nyuruh gosok kemeja mendadak padahal udah mau berangkat, sampai anak kos yang baru sadar bajunya lecek lima menit sebelum wawancara kerja.

Kadang aku pengin protes, “woy! Aku ini bukan Doraemon yang bisa nyelesaiin semua masalah dalam satu menit, loh!”

Tapi ya mana bisa aku ngomong, kan. Aku cuma bisa ngedesah panas, sambil ngeluarin uap  bahasa tubuhku buat bilang, “Aku capek, Bos!”

Aku punya sahabat sejati, namanya Kabel, dia tuh kayak tali silaturahmi antara aku dan listrik PLN.
Kami selalu bareng, gak pernah pisah, tapi sering banget dia dijambak, digulung paksa, atau dijepit di bawah kaki meja.
Kadang aku kasihan, tapi mau gimana lagi, kami berdua memang diciptakan untuk menyambung kehidupan, meski kadang disakiti.

Pernah suatu kali, si pemilik rumah lagi buru-buru, dia narik Kabel terlalu kencang sampai si Kabel menjerit dalam diam. Lalu aku ikut jatuh dari meja gosokan, bruk!

Kaca mataku pecah (ya itu kaca depan aku), dan sejak saat itu aku gosong sedikit di sisi kanan. Tapi lucunya, besoknya dia bilang, “Wah, setrikaku ini udah gak panas kayak dulu ya…” Lah, gimana mau panas, hatiku aja udah remuk.

Aku selalu berharap bisa sedikit dihargai. Aku gak minta disayang kayak kucing peliharaan, cukup disimpan di tempat yang layak aja udah bahagia. Tapi kenyataannya? Aku sering dilempar ke pojokan, di antara sapu, ember, dan kain pel. Hidupku penuh debu, padahal tugasku membuat kain jadi bersih.

Ada pepatah bilang, “Besi diasah makin tajam”, tapi aku bukan besi yang diasah, aku besi yang dipanasin, kalau kelamaan, bukan tambah tajam, malah gosong!

Aku punya dua musuh bebuyutan di dunia ini, pertama, baju jersey bola, bahannya tipis, ego-nya tinggi. Sekali salah atur suhu, langsung meleleh kayak hati mantan liat kamu nikah sama orang lain. Kedua, celana jeans. Astaga, yang ini kerasnya bukan main.
Sekuat apapun aku tekan, dia masih aja keras kepala. Kayak manusia yang udah dibilangin “jangan balikan”, tapi masih ngotot balik lagi ke mantan.

Kadang aku pengin bilang, “Kalau semua bahan punya karakter berbeda, kenapa manusia gak belajar dari situ?, jangan asal nyetrika semua pakai suhu yang sama. Sama kayak hubungan, tiap orang punya titik panasnya sendiri!”.

Filosofi hidup

Malam minggu lalu, aku dibangunin tengah malam, pemilikku baru inget besok ada kondangan. Aku baru mau istirahat, eh… malah disuruh kerja lembur.Dia nyetrika sambil ngantuk, aku kerja keras, lalu tiba-tiba dia teriak. “Waaah bajunya gosong!”. Lantas dengan entengnya dia nyalahin aku. Aku? Cuma bisa diam. Kadang diam memang pilihan terbaik, apalagi kalau panasnya udah sampai ubun-ubun.

Kalau dipikir-pikir, hidup ini mirip banget sama proses nyetrika, biar rapi, kadang kita harus lewat tekanan dan panas dulu.
Kalau gak, ya tetap lecek aja, gak semua panas itu buruk, kadang justru di situlah kita dibentuk jadi lebih baik.

Pepatah bilang, “Kalau mau jadi kain terbaik, siap-siap dilipat dan disetrika”, begitu juga manusia, kalau mau hidupnya mulus, jangan takut ditekan sedikit oleh masalah.

Aku cuma sterika, tapi aku punya filosofi hidup sendiri antara lain  jangan nyalahin panas kalau kamu sendiri yang nyalain aku.
Kadang masalah datang bukan karena orang lain, tapi karena kita yang nyalain tombolnya sendiri, yang kusut itu bukan cuma baju, tapi juga hati.

Tapi bedanya, kalau baju bisa dilicinkan pakai aku, hati butuh maaf dan kopi dan selalu atur suhu sesuai kebutuhan, maksudnya
gak semua masalah bisa diselesaikan dengan tekanan yang sama, kadang butuh kelembutan, bukan panas.

Sekarang aku masih di meja gosokan, standby kayak jomblo yang standby di depan chat gebetan tapi gak dibales. Aku tetap setia menunggu, meski kadang dicuekin berhari-hari, karena aku tahu, suatu hari nanti, ketika baju mereka kembali kusut, mereka akan mencariku lagi.

Dan ketika itu tiba, aku akan bilang dalam diam, “yuk, kita rapikan lagi yang kusut… tapi tolong jangan ninggalin aku nyala, ya”

Oleh sebab itu, hidup, seperti baju kusut, butuh proses buat jadi rapi, tapi ingat, jangan sampai kebakar cuma karena pengin tampil licin.
Karena dalam hidup ini, yang penting bukan siapa yang paling panas, tapi siapa yang bisa tetap adem meski lagi di bawah tekanan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETAKA Siap Cegah Karhutlabulah

    PETAKA Siap Cegah Karhutlabulah

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    GABUNGAN masyarakat berjuluk Pemuda Tanggap Karhutbunlah (PATAKA) ini mengukuhkan diri sebagai  ketangguhan kelompok pemuda peduli  bahaya bencana Karhutbunlah. Anggota PATAKA ini membekali diri dengan dasar-dasar pencegahan karhutbunlah di Kantor Manggala Agni Daops Sumatera XV. Anggota PATAKA ini ditempa para pelatih dan pemateri dari personil Manggala Agni. Camat Bayung Lencir, M Imron S.Sos MSi, menyebut  kelompok […]

  • Kwarnas Gerakan Pramuka Resmikan Sumsel Jadi Tuan Rumah Pertikaranas IV November Mendatang

    Kwarnas Gerakan Pramuka Resmikan Sumsel Jadi Tuan Rumah Pertikaranas IV November Mendatang

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 569
    • 0Komentar

    BERBAGAI persiapan terus dilakukan Provinsi Sumsel pasca ditetapkan menjadi tuan rumah Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Pertikara) ke-IV Tingkat Nasional Tahun 2022 oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) melalui Rakernas bulan Maret 2022. Untuk mematangkan berbagai persiapan itu Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memimpin langsung rapat koordinasi persiapan Pertikaranas 2022 bersama pihak terkait di Ruang […]

  • Tiga Mahasiswa Fisip Pecahkan Rekor Lulusan Tercepat di UIN Raden Fatah

    Tiga Mahasiswa Fisip Pecahkan Rekor Lulusan Tercepat di UIN Raden Fatah

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.296
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Gelaran Yudisium ke XVI Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang dilaksanakan di Aula Rafah Tower Kampus A UIN Raden Fatah Jum’at, (24/09/2022). Acara ini merupakan agenda rutin pelepasan alumni yang digelar oleh Fisip UIN Raden Fatah Palembang.   Yudisium ini melepas 40 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Politik dan […]

  • Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Muba gelar Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat kabupaten bertempat di Halaman Kantor DKP Kabupaten Muba, Senin (8/7/2019). Menurut Kepala DKP Muba H Ali Badri ST MT melaporkan tujuan pelaksanaan yaitu, mendorong penerapan konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan olahan pangan lokal, mendorong […]

  • pembunuhan-sopir-gocar-palembang

    Dikabarkan, Polisi Temukan Driver Online yang Hilang Tewas di Daerah Sungsang

    • calendar_month Jumat, 30 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kabar hilangnya driver salah satu operator Taxi Online, Tri Wdiyantoro (43) yang hilang beberapa pekan lalu saat mengambil orderan di Kenten Laut, kini warga Jl Letnan Murod, Lr Sakura, Palembang itu ditemukan sudah menjadi mayat daerah Sungsang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan oleh jajaran Polda Sumsel dibantu Polsek Lalan, Musibanyuasin, Sumatera Selatan, Jumat […]

  • Potensi Pendapatan Masih Terbuka, Sumsel Perkuat Pengelolaan Keuangan Daerah

    Potensi Pendapatan Masih Terbuka, Sumsel Perkuat Pengelolaan Keuangan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Potensi pendapatan daerah Sumatera Selatan dinilai masih dapat dioptimalkan. Karena itu, pengelolaan keuangan daerah perlu diperkuat agar setiap sumber pendapatan dan anggaran yang tersedia mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Auditorium Bina Praja, Jumat (21/8/2026). Rapat dibuka Sekretaris Daerah […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop My WP Backup Pro MyThemeShop My WP Mega Menu MyThemeShop MyBlog WordPress Theme MyThemeShop Newsmag WordPress Theme MyThemeShop NewsOnline WordPress Theme MyThemeShop Newspaper WordPress Theme MyThemeShop NewsTimes MyThemeShop NewsToday WordPress Theme MyThemeShop Nominal WordPress Theme MyThemeShop Pinstagram WordPress Theme