Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Curhat Seorang Sterika-Antara Setrika, Setrikaan & Setrika-an

Curhat Seorang Sterika-Antara Setrika, Setrikaan & Setrika-an

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 2.412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HAI, namaku Sterika Philipsiana, tapi di rumah ini aku lebih sering dipanggil gosokan. Iya, gosokan, nama yang kalau didengar tetangga, kesannya kayak alat penyiksaan zaman kolonial. Padahal aku cuma alat rumah tangga yang hidupnya penuh tekanan literally dan emosional.

Sehari-hari tugasku sederhana melicinkan yang kusut, merapikan yang berantakan, dan bikin pemakainya terlihat lebih berwibawa. Tapi tahu gak, jadi sterika itu gak semudah kelihatannya. Aku ini sering jadi pahlawan tanpa tanda jasa, tapi sering pula dijadikan kambing hitam.

Kalau baju gosong dikit, yang disalahin siapa? Aku!
Padahal yang ninggalin aku nyala sambil ngelamun scrolling TikTok siapa? Ya, si manusia itu juga!
Begitulah nasibku disalahin karena bekerja terlalu keras, dicuekin kalau udah dingin.

Setiap hari aku standby di meja gosokan panggung kehidupanku, dari situ aku melihat drama rumah tangga yang lebih seru dari sinetron jam tujuh malam.

Ada ibu rumah tangga yang gosok sambil curhat, bapak yang nyuruh gosok kemeja mendadak padahal udah mau berangkat, sampai anak kos yang baru sadar bajunya lecek lima menit sebelum wawancara kerja.

Kadang aku pengin protes, “woy! Aku ini bukan Doraemon yang bisa nyelesaiin semua masalah dalam satu menit, loh!”

Tapi ya mana bisa aku ngomong, kan. Aku cuma bisa ngedesah panas, sambil ngeluarin uap  bahasa tubuhku buat bilang, “Aku capek, Bos!”

Aku punya sahabat sejati, namanya Kabel, dia tuh kayak tali silaturahmi antara aku dan listrik PLN.
Kami selalu bareng, gak pernah pisah, tapi sering banget dia dijambak, digulung paksa, atau dijepit di bawah kaki meja.
Kadang aku kasihan, tapi mau gimana lagi, kami berdua memang diciptakan untuk menyambung kehidupan, meski kadang disakiti.

Pernah suatu kali, si pemilik rumah lagi buru-buru, dia narik Kabel terlalu kencang sampai si Kabel menjerit dalam diam. Lalu aku ikut jatuh dari meja gosokan, bruk!

Kaca mataku pecah (ya itu kaca depan aku), dan sejak saat itu aku gosong sedikit di sisi kanan. Tapi lucunya, besoknya dia bilang, “Wah, setrikaku ini udah gak panas kayak dulu ya…” Lah, gimana mau panas, hatiku aja udah remuk.

Aku selalu berharap bisa sedikit dihargai. Aku gak minta disayang kayak kucing peliharaan, cukup disimpan di tempat yang layak aja udah bahagia. Tapi kenyataannya? Aku sering dilempar ke pojokan, di antara sapu, ember, dan kain pel. Hidupku penuh debu, padahal tugasku membuat kain jadi bersih.

Ada pepatah bilang, “Besi diasah makin tajam”, tapi aku bukan besi yang diasah, aku besi yang dipanasin, kalau kelamaan, bukan tambah tajam, malah gosong!

Aku punya dua musuh bebuyutan di dunia ini, pertama, baju jersey bola, bahannya tipis, ego-nya tinggi. Sekali salah atur suhu, langsung meleleh kayak hati mantan liat kamu nikah sama orang lain. Kedua, celana jeans. Astaga, yang ini kerasnya bukan main.
Sekuat apapun aku tekan, dia masih aja keras kepala. Kayak manusia yang udah dibilangin “jangan balikan”, tapi masih ngotot balik lagi ke mantan.

Kadang aku pengin bilang, “Kalau semua bahan punya karakter berbeda, kenapa manusia gak belajar dari situ?, jangan asal nyetrika semua pakai suhu yang sama. Sama kayak hubungan, tiap orang punya titik panasnya sendiri!”.

Filosofi hidup

Malam minggu lalu, aku dibangunin tengah malam, pemilikku baru inget besok ada kondangan. Aku baru mau istirahat, eh… malah disuruh kerja lembur.Dia nyetrika sambil ngantuk, aku kerja keras, lalu tiba-tiba dia teriak. “Waaah bajunya gosong!”. Lantas dengan entengnya dia nyalahin aku. Aku? Cuma bisa diam. Kadang diam memang pilihan terbaik, apalagi kalau panasnya udah sampai ubun-ubun.

Kalau dipikir-pikir, hidup ini mirip banget sama proses nyetrika, biar rapi, kadang kita harus lewat tekanan dan panas dulu.
Kalau gak, ya tetap lecek aja, gak semua panas itu buruk, kadang justru di situlah kita dibentuk jadi lebih baik.

Pepatah bilang, “Kalau mau jadi kain terbaik, siap-siap dilipat dan disetrika”, begitu juga manusia, kalau mau hidupnya mulus, jangan takut ditekan sedikit oleh masalah.

Aku cuma sterika, tapi aku punya filosofi hidup sendiri antara lain  jangan nyalahin panas kalau kamu sendiri yang nyalain aku.
Kadang masalah datang bukan karena orang lain, tapi karena kita yang nyalain tombolnya sendiri, yang kusut itu bukan cuma baju, tapi juga hati.

Tapi bedanya, kalau baju bisa dilicinkan pakai aku, hati butuh maaf dan kopi dan selalu atur suhu sesuai kebutuhan, maksudnya
gak semua masalah bisa diselesaikan dengan tekanan yang sama, kadang butuh kelembutan, bukan panas.

Sekarang aku masih di meja gosokan, standby kayak jomblo yang standby di depan chat gebetan tapi gak dibales. Aku tetap setia menunggu, meski kadang dicuekin berhari-hari, karena aku tahu, suatu hari nanti, ketika baju mereka kembali kusut, mereka akan mencariku lagi.

Dan ketika itu tiba, aku akan bilang dalam diam, “yuk, kita rapikan lagi yang kusut… tapi tolong jangan ninggalin aku nyala, ya”

Oleh sebab itu, hidup, seperti baju kusut, butuh proses buat jadi rapi, tapi ingat, jangan sampai kebakar cuma karena pengin tampil licin.
Karena dalam hidup ini, yang penting bukan siapa yang paling panas, tapi siapa yang bisa tetap adem meski lagi di bawah tekanan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Komitmen Berantas Konflik Agraria di Sumsel

    Gubernur Komitmen Berantas Konflik Agraria di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya menemukan solusi terkait permasalahan yang sudah ada dan mencegah permasalahan dalam konflik agraria. Dalam kesimpulan FGD disetujuinya  pembentukan Satgas Penanganan Konflik Agraria serta penyusun rencana kerja satgas tersebut. Hal tersebut disampaikannya langsung saat  Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait Penanganan Permasalahan Konflik Agraria di Provinsi Sumatera Selatan. […]

  • Kejurnas Taekwondo, PPLPD Muba Raih 1 Perak dan 3 Perunggu

    Kejurnas Taekwondo, PPLPD Muba Raih 1 Perak dan 3 Perunggu

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MATARAM –  Atlet –atlet Kabupaten Musibanyuasin [Muba] berhasil meraih medali dalam Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Toekwondo antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), Sekolah Olahraga (SKO) se-Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2-4 November 2018. PPLPD Muba berhasil mengantongi sebanyak satu medali perak dan tiga medali perunggu dari Toekwondo. “Alhamdulillah, PPLPD Muba […]

  • COVID-19, 5 Benda Ini Harus Sering Dibersihkan

    COVID-19, 5 Benda Ini Harus Sering Dibersihkan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    KITA harus rajin membersihkan dan mendisinfeksi benda-benda dan permukaan yang sering disentuh kita ataupun orang lain. Benda-benda seperti gagang pintu, handphone atau tablet, perlengkapan laptop, termasuk tetikus, tombol lift, atau bahkan bolpoin yang digunakan banyak orang bisa jadi sudah terkontaminasi virus COVID-19. Supaya lebih aman dan makin terhindari dari risiko penularan COVID-19, ingat juga untuk […]

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    DALAM rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh pada tanggal 26 April 2021, Deputi Bidang Pencegahan mengadakan _talkshow_ di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (31/3). _Talkshow_ ini mengangkat tema “Peran Perempuan dan Keluarga Dalam Menghadapi Bencana, dan Latihan Membuat Kita Selamat Dari Bencana”. Turut hadir Staf Ahli Bidang Komunikasi Pembangunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan […]

  • TKL Muba dikasih kesempatan untuk bekerja di Repsol, bentuk perjuangan Pemkab, biar yakin, ada perdanya lho..!!

    TKL Muba dikasih kesempatan untuk bekerja di Repsol, bentuk perjuangan Pemkab, biar yakin, ada perdanya lho..!!

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SEBAGAI daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Beni Hernedi SIP terus menjaga keberlanjutannya. Bahkan, Dodi-Beni yang terus kian getol merealisasikan dan menyuarakan kebutuhan Tenaga Kerja Lokal (TKL) di Muba kini […]

  • Pemkab Muba Harapkan Peran PMPB Untuk Kemajuan Daerah

    Pemkab Muba Harapkan Peran PMPB Untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.615
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengurus Cabang Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (DPC PMPB) Kabupaten Musi Banyuasin Periode 2024 – 2028 resmi dilantik oleh Dewan Pembina PMPB Sumsel Ir H Syahrial Oesman, di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate (Rumah Dinas Bupati Muba), Selasa (3/9/2024). Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi diwakili Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop My WP Backup Pro MyThemeShop My WP Mega Menu MyThemeShop MyBlog WordPress Theme MyThemeShop Newsmag WordPress Theme MyThemeShop NewsOnline WordPress Theme MyThemeShop Newspaper WordPress Theme MyThemeShop NewsTimes MyThemeShop NewsToday WordPress Theme MyThemeShop Nominal WordPress Theme MyThemeShop Pinstagram WordPress Theme