Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.258
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama bilang “sampahmu adalah emas orang lain”, di Desa Kalisalak, Banyumas, pepatah itu bukan lagi basa-basi. Bayangkan, pelepah pisang yang biasanya dibiarkan kering di kebun sampai mirip rambut uban kakek-kakek, kini berubah jadi keranjang sampah cantik yang dipajang di rumah orang Amerika. Sungguh plot twist globalisasi, barang buangan desa bisa mejeng di apartemen New York.

Inilah cerita Kampung Berdaya Kemensos, proyek pemberdayaan yang bikin mindset masyarakat berputar arah dari “nunggu bansos cair” jadi “nunggu order ekspor nyampe.” Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sendiri sampai ketawa-ketawa waktu lihat ibu-ibu PKH bisa jadi produsen anyaman kelas internasional. Katanya, “bantuan sosial itu sementara, berdaya itu selamanya” Nah, ini bukan cuma quote manis buat baliho, tapi sudah terbukti di lapangan.

Dulu, kalau butuh modal, warga desa harus rela pinjam ke tengkulak. Bunganya? Bisa bikin jantung berdebar kayak nonton konser Coldplay tanpa tiket. Sekarang, dengan sentuhan Kemensos plus mitra swasta Roemah Pemberdayaan Masyarakat (RPM), ibu-ibu diajar bikin keranjang dari mendong dan pelepah pisang.

Produksi? Dua sampai tiga keranjang per hari, dengan harga Rp12 ribu – Rp20 ribu per buah. Kalau sehari dapat Rp36 ribu, itu artinya sebulan bisa tembus sejuta lebih. Lumayan, buat tambah belanja dapur, bayar kuota anak sekolah online, sampai beli gorengan tiap sore tanpa mikir recehan.

Lalu, pertanyaannya apakah cukup?

Hitung-hitungan Modal dan Pasar

Mari kita buka kalkulator ala warung kopi.

  • Modal bahan: anggap Rp5.000 per keranjang (mendong, pelepah, lem, cat).

  • Harga jual ke mitra: Rp15.000 rata-rata.

  • Untung bersih: Rp10.000 per keranjang.

Kalau satu ibu produksi 2 keranjang/hari → Rp20.000/hari.
Satu kelompok 20 orang → Rp400.000/hari.
Sebulan (30 hari) → Rp12 juta.

Itu baru satu kelompok. Kalau ada 10 kelompok di satu desa, sudah Rp120 juta sebulan! bayangkan kalau diperluas ke 100 desa. Ini sudah bisa jadi “pabrik kreatif” skala nasional, tanpa bangunan megah, tanpa mesin industri, cukup dengan tikar pandan, kursi plastik, dan tangan-tangan cekatan ibu-ibu.

Tips Marketing Ala Kampung

Sekarang tinggal soal pemasaran. Jangan cuma mengandalkan ekspor via mitra. Harus ada trik tambahan:

  1. Branding lokal
    Kasih nama produk yang keren, misalnya “Trash Basket of Java” atau “Banana Fiber Craft”. Bule suka yang eksotik.

  2. Pameran dan Marketplace
    Jual juga lewat marketplace dalam negeri, biar anak-anak muda bisa beli buat dekor kamar estetik ala Instagram.

  3. Kolaborasi
    Gandeng startup, kampus, sampai komunitas pecinta lingkungan. Keranjang ini bisa jadi simbol gaya hidup hijau.

  4. Cerita di balik produk
    Bule lebih gampang terharu kalau tahu cerita di balik barang. Misalnya“Keranjang ini dibuat oleh Ibu Eni, seorang pejuang rumah tangga yang dulunya penerima bansos, kini eksportir mandiri”.

Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – keberhasilan itu butuh biaya. Biayanya di sini bukan cuma uang, tapi juga modal mental, keberanian, dan sedikit kreativitas.

Bansos itu ibarat payung di tengah hujan deras. Berguna, tapi kalau dipakai terus-terusan, bisa bikin malas bikin rumah. Program pemberdayaan seperti Kampung Berdaya ini justru ibarat ngajarin orang bikin genteng sendiri. Lebih repot awalnya, tapi hasilnya tahan lama.

Kisah Eni Kurniawati, ibu PKH dari RT 01/RW 07, bisa jadi cermin. Dari Maret 2025 ikut program, sekarang sudah bisa narik tambahan Rp36.000/hari. Itu baru awal. Besok-besok, bisa jadi dia punya workshop sendiri, ngerekrut tetangga, bikin label keranjang, bahkan punya cabang “Eni Craft” di mall Purwokerto.

Kalau bangsa ini mau keluar dari jebakan kemiskinan, resepnya bukan cuma kasih sembako tiap bulan. Harus ada “suplemen jiwa” berupa pelatihan, jaringan pasar, dan semangat berdaya. Kemiskinan ekstrem nol persen 2026 bukan sekadar target angka, tapi misi yang harus digarap serius.

Seperti kata pepatah “Memberi ikan bikin kenyang sehari, memberi kail bikin kenyang seumur hidup” kalau di Banyumas, kailingya bentuknya keranjang sampah ekspor.

Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bukan hanya proyek kecil. Ia adalah laboratorium sosial: mengubah bansos jadi bisnis, mengubah pelepah pisang jadi dolar, mengubah mindset “menunggu” jadi “bergerak.”

Jika model ini diperluas ke ribuan desa, bayangkan potensinya. Dari keranjang, bisa berkembang ke tikar, tas, atau furnitur organik. Indonesia tak cuma jadi eksportir sawit atau batu bara, tapi juga handicraft hijau yang dicari dunia.

Maka, mari kita renungkan sampah di tangan kreatif bisa jadi barang mahal, apalagi kalau tangan itu adalah tangan ibu-ibu desa yang gigih. Kemensos lewat Kampung Berdaya sedang membuktikan, pemberdayaan lebih berharga daripada bantuan jangka pendek.

Jadi, kalau ada yang masih nunggu bansos turun, coba tengok Ibu Eni dan kawan-kawan. Mereka sudah nunjukkin, “keranjang sampah pun bisa bikin hidup jadi lebih bermartabat”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CharacterX:AI+Blockchain – Gelombang Besar Berikutnya yang Harus Diwaspadai pada tahun 2024

    CharacterX:AI+Blockchain – Gelombang Besar Berikutnya yang Harus Diwaspadai pada tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.166
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, San Francisco,  (GLOBE NEWSWIRE) — CharacterX baru-baru ini meluncurkan aplikasi Android dan IOS serta situs web pengembang. Sebagai jaringan sosial AI terdesentralisasi yang diprakarsai oleh tim Stanford, jaringan ini mengembangkan backend agen AI proaktif yang ditingkatkan untuk kebutuhan sosial dan emosional dan telah berkembang pesat hingga 500 ribu+ pengguna yang menghabiskan rata-rata 30 menit […]

  • PB IKBA Harus Bermanfaat Bagi Pembangunan

    PB IKBA Harus Bermanfaat Bagi Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    KEBERADAAN Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Banyuasin (IKBA) digarapkan dapat memberikan kontribunsinya dalam memajukan pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kabupaten Banyuasin sebagai daerah kelahiran para anggota IKBA. “Saya berharap IKBA berkontribusi dalam pembangunan daerah, teruatama untuk Kabupaten Banyuasain. Jangan sampai kita ini membentuk organisasi tapi tidak memberikan hasil bagi kemajuan daerah kalau tidak […]

  • Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Banyuasin, SOFUAN.GON, Siapa sangka, desa yang biasanya tenang dan penuh suara jangkrik di malam hari, mendadak heboh karena kedatangan tamu istimewa, Presiden Prabowo Subianto. Bukan mau panen durian atau cari ikan sepat, tapi kali ini beliau datang bawa “oleh-oleh” nasional Gerakan Indonesia Menanam alias Gerina. Bukan Gerhana, bukan Sabrina. Ini Gerina, program yang disusun […]

  • DPA -OPD 2021 ‘Obat Mujarab’ Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    DPA -OPD 2021 ‘Obat Mujarab’ Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    DOKUMEN Pelaksanaan Anggaran diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (DPA-OPD) 2021, diharapkan dokumen tersebut menjadi ‘obat mujarab’ untuk mendongkrak ekonomi rakyat setelah menghadapi pandemi Covid-19. “Dokumen ini telah melalui jalan yang panjang digodok oleh DPR, Evaluasi Gubernur dan Kemendagri hingga dapat diserahkan pada hari ini. Ini jadi obat mujarab bagi tiap persoalan pembangunan di Kabupaten OKI,” jelas […]

  • Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Banyuasin Sertijab Kasat Lantas

    Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Banyuasin Sertijab Kasat Lantas

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    POLRES Banyuasin melaksanakan Upacara Peringahatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober bersama para kapolsek jajaran, para perwira dan personil Bintara dan ASN Polres Banyuasin. Selain upacara dilanjutkan juga dengan serah terima jabatan Kasat Lantas Polres Banyuasin. Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar,S.Ik yang menjadi inspektur upacara  dalam sambutannya menyatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang sejarah bangsa Indonesia, menjaga dan mengamalkan […]

  • Harnojoyo Dihukum 2,4 Tahun Penjara atas Skandal Pasar Cinde

    Harnojoyo Dihukum 2,4 Tahun Penjara atas Skandal Pasar Cinde

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MANTAN Wali Kota Palembang, Harnojoyo, resmi dijatuhi hukuman 2,4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Palembang terkait kasus korupsi revitalisasi Pasar Cinde yang tidak selesai sesuai rencana. Majelis hakim yang diketuai Fauzi Isra SH MH, didampingi dua hakim anggota, menyatakan perbuatan Harnojoyo terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 […]

expand_less
WordPress Archive YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme