Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama bilang “sampahmu adalah emas orang lain”, di Desa Kalisalak, Banyumas, pepatah itu bukan lagi basa-basi. Bayangkan, pelepah pisang yang biasanya dibiarkan kering di kebun sampai mirip rambut uban kakek-kakek, kini berubah jadi keranjang sampah cantik yang dipajang di rumah orang Amerika. Sungguh plot twist globalisasi, barang buangan desa bisa mejeng di apartemen New York.

Inilah cerita Kampung Berdaya Kemensos, proyek pemberdayaan yang bikin mindset masyarakat berputar arah dari “nunggu bansos cair” jadi “nunggu order ekspor nyampe.” Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sendiri sampai ketawa-ketawa waktu lihat ibu-ibu PKH bisa jadi produsen anyaman kelas internasional. Katanya, “bantuan sosial itu sementara, berdaya itu selamanya” Nah, ini bukan cuma quote manis buat baliho, tapi sudah terbukti di lapangan.

Dulu, kalau butuh modal, warga desa harus rela pinjam ke tengkulak. Bunganya? Bisa bikin jantung berdebar kayak nonton konser Coldplay tanpa tiket. Sekarang, dengan sentuhan Kemensos plus mitra swasta Roemah Pemberdayaan Masyarakat (RPM), ibu-ibu diajar bikin keranjang dari mendong dan pelepah pisang.

Produksi? Dua sampai tiga keranjang per hari, dengan harga Rp12 ribu – Rp20 ribu per buah. Kalau sehari dapat Rp36 ribu, itu artinya sebulan bisa tembus sejuta lebih. Lumayan, buat tambah belanja dapur, bayar kuota anak sekolah online, sampai beli gorengan tiap sore tanpa mikir recehan.

Lalu, pertanyaannya apakah cukup?

Hitung-hitungan Modal dan Pasar

Mari kita buka kalkulator ala warung kopi.

  • Modal bahan: anggap Rp5.000 per keranjang (mendong, pelepah, lem, cat).

  • Harga jual ke mitra: Rp15.000 rata-rata.

  • Untung bersih: Rp10.000 per keranjang.

Kalau satu ibu produksi 2 keranjang/hari → Rp20.000/hari.
Satu kelompok 20 orang → Rp400.000/hari.
Sebulan (30 hari) → Rp12 juta.

Itu baru satu kelompok. Kalau ada 10 kelompok di satu desa, sudah Rp120 juta sebulan! bayangkan kalau diperluas ke 100 desa. Ini sudah bisa jadi “pabrik kreatif” skala nasional, tanpa bangunan megah, tanpa mesin industri, cukup dengan tikar pandan, kursi plastik, dan tangan-tangan cekatan ibu-ibu.

Tips Marketing Ala Kampung

Sekarang tinggal soal pemasaran. Jangan cuma mengandalkan ekspor via mitra. Harus ada trik tambahan:

  1. Branding lokal
    Kasih nama produk yang keren, misalnya “Trash Basket of Java” atau “Banana Fiber Craft”. Bule suka yang eksotik.

  2. Pameran dan Marketplace
    Jual juga lewat marketplace dalam negeri, biar anak-anak muda bisa beli buat dekor kamar estetik ala Instagram.

  3. Kolaborasi
    Gandeng startup, kampus, sampai komunitas pecinta lingkungan. Keranjang ini bisa jadi simbol gaya hidup hijau.

  4. Cerita di balik produk
    Bule lebih gampang terharu kalau tahu cerita di balik barang. Misalnya“Keranjang ini dibuat oleh Ibu Eni, seorang pejuang rumah tangga yang dulunya penerima bansos, kini eksportir mandiri”.

Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – keberhasilan itu butuh biaya. Biayanya di sini bukan cuma uang, tapi juga modal mental, keberanian, dan sedikit kreativitas.

Bansos itu ibarat payung di tengah hujan deras. Berguna, tapi kalau dipakai terus-terusan, bisa bikin malas bikin rumah. Program pemberdayaan seperti Kampung Berdaya ini justru ibarat ngajarin orang bikin genteng sendiri. Lebih repot awalnya, tapi hasilnya tahan lama.

Kisah Eni Kurniawati, ibu PKH dari RT 01/RW 07, bisa jadi cermin. Dari Maret 2025 ikut program, sekarang sudah bisa narik tambahan Rp36.000/hari. Itu baru awal. Besok-besok, bisa jadi dia punya workshop sendiri, ngerekrut tetangga, bikin label keranjang, bahkan punya cabang “Eni Craft” di mall Purwokerto.

Kalau bangsa ini mau keluar dari jebakan kemiskinan, resepnya bukan cuma kasih sembako tiap bulan. Harus ada “suplemen jiwa” berupa pelatihan, jaringan pasar, dan semangat berdaya. Kemiskinan ekstrem nol persen 2026 bukan sekadar target angka, tapi misi yang harus digarap serius.

Seperti kata pepatah “Memberi ikan bikin kenyang sehari, memberi kail bikin kenyang seumur hidup” kalau di Banyumas, kailingya bentuknya keranjang sampah ekspor.

Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bukan hanya proyek kecil. Ia adalah laboratorium sosial: mengubah bansos jadi bisnis, mengubah pelepah pisang jadi dolar, mengubah mindset “menunggu” jadi “bergerak.”

Jika model ini diperluas ke ribuan desa, bayangkan potensinya. Dari keranjang, bisa berkembang ke tikar, tas, atau furnitur organik. Indonesia tak cuma jadi eksportir sawit atau batu bara, tapi juga handicraft hijau yang dicari dunia.

Maka, mari kita renungkan sampah di tangan kreatif bisa jadi barang mahal, apalagi kalau tangan itu adalah tangan ibu-ibu desa yang gigih. Kemensos lewat Kampung Berdaya sedang membuktikan, pemberdayaan lebih berharga daripada bantuan jangka pendek.

Jadi, kalau ada yang masih nunggu bansos turun, coba tengok Ibu Eni dan kawan-kawan. Mereka sudah nunjukkin, “keranjang sampah pun bisa bikin hidup jadi lebih bermartabat”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Positif COVID-19, Jumat di Sumsel Nihil, Yang Sembuh 49 Orang

    Positif COVID-19, Jumat di Sumsel Nihil, Yang Sembuh 49 Orang

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    KASUS Positif COVID-19 Sumsel hari ini belum ada penambahan,sementara yang sembuh total 49 orang. Kasus positif covid-19 di Sumsel masih sebanyak 227 orang. “Ada dua orang lagi di Sumsel yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, yakni satu orang di wilayah Palembang dan satu orang lagi dari Kabupaten Ogan Ilir,” ujar Kadiskominfo Sumsel, Ahmad Rizwan dalam press […]

  • Kemarin, Bertambah 12 Kasus Konfirmasi Covid di Muba

    Kemarin, Bertambah 12 Kasus Konfirmasi Covid di Muba

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (24/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 12 kasus terkonfirmasi COVID-19. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Ia mengatakan, adapun penambahan 12 kasus tersebut yakni diantaranya kasus 145 perempuan 46 tahun asal Sekayu, kasus 146 laki-laki 38 tahun asal Kayuare, kasus 147 laki-laki 49 tahun Sekayu, […]

  • Juli,Rencanakan Sekolah Tatap Muka Bakal Dibuka Lagi, Kementerian Ini Luncurkan Paduan Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Jubir Ingatkan Siap Mengerem Jika Ditemukan Kasus Baru

    Juli,Rencanakan Sekolah Tatap Muka Bakal Dibuka Lagi, Kementerian Ini Luncurkan Paduan Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Jubir Ingatkan Siap Mengerem Jika Ditemukan Kasus Baru

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.350
    • 0Komentar

    DIRENCANAKAN pada Juli 2021, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru  secara tatap muka di sekolah akan dibuka.  Bahkan pemerintah juga melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Agama telah meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi COVID-19. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, panduan ini diperuntukkan bagi Pendidikan […]

  • Diminta Waspada ! 4 Indikator Penanganan COVID-19 Tunjukan Tren Peningkatan!

    Diminta Waspada ! 4 Indikator Penanganan COVID-19 Tunjukan Tren Peningkatan!

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    WASPADA! Ada tren peningkatan pada 4 indikator penanganan COVID-19 yang dicatat satgas. Di antaranya adalah kasus positif yang meningkat 404 kasus/hari sedangkan 2 minggu lalu tercatat sebesar 136 kasus; dan kasus aktif meningkat hingga 4.800 kasus dalam seminggu terakhir dari minggu sebelumnya sebesar 4.300 kasus. Angka positivity rate (proporsi orang yang dideteksi positif dari keseluruhan […]

  • Pastikan Distribusi Vaksin Hingga Wilayah Terpencil

    Pastikan Distribusi Vaksin Hingga Wilayah Terpencil

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    “Hari ini saya datang ke Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Kenapa saya datang ke kecamatan ini? Saya ingin memastikan distribusi vaksin itu merata sampai ke pelosok, sampai ke daerah, yang sulit jangkauannya,” ujar Presiden setelah selesai meninjau jalannya vaksinasi di lokasi tersebut, melansir situs resmi kominfo, Rabu (24/03/2021). Menurutnya Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, […]

  • KBTG Menangkan MongoDB APAC Innovation Awards 2023

    KBTG Menangkan MongoDB APAC Innovation Awards 2023

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.684
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, BANGKOK, THAILAND –  Pada tanggal 30 Maret 2023, KASIKORN Business-Technology Group (KBTG) dinobatkan sebagai pemenang MongoDB APAC Innovation Award 2023 dalam kategori Customer-Focused melalui MAKE by KBank, sebuah money management aplikasi untuk generasi baru. Penghargaan ini menghormati proyek dan orang-orang yang bermimpi besar, merayakan penggunaan data yang inovatif untuk membangun aplikasi yang menarik […]

expand_less
WordPress Archive YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme