Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

Bansos ke Berdaya, Cerita Keranjang Sampah Melanglang Buana ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama bilang “sampahmu adalah emas orang lain”, di Desa Kalisalak, Banyumas, pepatah itu bukan lagi basa-basi. Bayangkan, pelepah pisang yang biasanya dibiarkan kering di kebun sampai mirip rambut uban kakek-kakek, kini berubah jadi keranjang sampah cantik yang dipajang di rumah orang Amerika. Sungguh plot twist globalisasi, barang buangan desa bisa mejeng di apartemen New York.

Inilah cerita Kampung Berdaya Kemensos, proyek pemberdayaan yang bikin mindset masyarakat berputar arah dari “nunggu bansos cair” jadi “nunggu order ekspor nyampe.” Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sendiri sampai ketawa-ketawa waktu lihat ibu-ibu PKH bisa jadi produsen anyaman kelas internasional. Katanya, “bantuan sosial itu sementara, berdaya itu selamanya” Nah, ini bukan cuma quote manis buat baliho, tapi sudah terbukti di lapangan.

Dulu, kalau butuh modal, warga desa harus rela pinjam ke tengkulak. Bunganya? Bisa bikin jantung berdebar kayak nonton konser Coldplay tanpa tiket. Sekarang, dengan sentuhan Kemensos plus mitra swasta Roemah Pemberdayaan Masyarakat (RPM), ibu-ibu diajar bikin keranjang dari mendong dan pelepah pisang.

Produksi? Dua sampai tiga keranjang per hari, dengan harga Rp12 ribu – Rp20 ribu per buah. Kalau sehari dapat Rp36 ribu, itu artinya sebulan bisa tembus sejuta lebih. Lumayan, buat tambah belanja dapur, bayar kuota anak sekolah online, sampai beli gorengan tiap sore tanpa mikir recehan.

Lalu, pertanyaannya apakah cukup?

Hitung-hitungan Modal dan Pasar

Mari kita buka kalkulator ala warung kopi.

  • Modal bahan: anggap Rp5.000 per keranjang (mendong, pelepah, lem, cat).

  • Harga jual ke mitra: Rp15.000 rata-rata.

  • Untung bersih: Rp10.000 per keranjang.

Kalau satu ibu produksi 2 keranjang/hari → Rp20.000/hari.
Satu kelompok 20 orang → Rp400.000/hari.
Sebulan (30 hari) → Rp12 juta.

Itu baru satu kelompok. Kalau ada 10 kelompok di satu desa, sudah Rp120 juta sebulan! bayangkan kalau diperluas ke 100 desa. Ini sudah bisa jadi “pabrik kreatif” skala nasional, tanpa bangunan megah, tanpa mesin industri, cukup dengan tikar pandan, kursi plastik, dan tangan-tangan cekatan ibu-ibu.

Tips Marketing Ala Kampung

Sekarang tinggal soal pemasaran. Jangan cuma mengandalkan ekspor via mitra. Harus ada trik tambahan:

  1. Branding lokal
    Kasih nama produk yang keren, misalnya “Trash Basket of Java” atau “Banana Fiber Craft”. Bule suka yang eksotik.

  2. Pameran dan Marketplace
    Jual juga lewat marketplace dalam negeri, biar anak-anak muda bisa beli buat dekor kamar estetik ala Instagram.

  3. Kolaborasi
    Gandeng startup, kampus, sampai komunitas pecinta lingkungan. Keranjang ini bisa jadi simbol gaya hidup hijau.

  4. Cerita di balik produk
    Bule lebih gampang terharu kalau tahu cerita di balik barang. Misalnya“Keranjang ini dibuat oleh Ibu Eni, seorang pejuang rumah tangga yang dulunya penerima bansos, kini eksportir mandiri”.

Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – keberhasilan itu butuh biaya. Biayanya di sini bukan cuma uang, tapi juga modal mental, keberanian, dan sedikit kreativitas.

Bansos itu ibarat payung di tengah hujan deras. Berguna, tapi kalau dipakai terus-terusan, bisa bikin malas bikin rumah. Program pemberdayaan seperti Kampung Berdaya ini justru ibarat ngajarin orang bikin genteng sendiri. Lebih repot awalnya, tapi hasilnya tahan lama.

Kisah Eni Kurniawati, ibu PKH dari RT 01/RW 07, bisa jadi cermin. Dari Maret 2025 ikut program, sekarang sudah bisa narik tambahan Rp36.000/hari. Itu baru awal. Besok-besok, bisa jadi dia punya workshop sendiri, ngerekrut tetangga, bikin label keranjang, bahkan punya cabang “Eni Craft” di mall Purwokerto.

Kalau bangsa ini mau keluar dari jebakan kemiskinan, resepnya bukan cuma kasih sembako tiap bulan. Harus ada “suplemen jiwa” berupa pelatihan, jaringan pasar, dan semangat berdaya. Kemiskinan ekstrem nol persen 2026 bukan sekadar target angka, tapi misi yang harus digarap serius.

Seperti kata pepatah “Memberi ikan bikin kenyang sehari, memberi kail bikin kenyang seumur hidup” kalau di Banyumas, kailingya bentuknya keranjang sampah ekspor.

Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bukan hanya proyek kecil. Ia adalah laboratorium sosial: mengubah bansos jadi bisnis, mengubah pelepah pisang jadi dolar, mengubah mindset “menunggu” jadi “bergerak.”

Jika model ini diperluas ke ribuan desa, bayangkan potensinya. Dari keranjang, bisa berkembang ke tikar, tas, atau furnitur organik. Indonesia tak cuma jadi eksportir sawit atau batu bara, tapi juga handicraft hijau yang dicari dunia.

Maka, mari kita renungkan sampah di tangan kreatif bisa jadi barang mahal, apalagi kalau tangan itu adalah tangan ibu-ibu desa yang gigih. Kemensos lewat Kampung Berdaya sedang membuktikan, pemberdayaan lebih berharga daripada bantuan jangka pendek.

Jadi, kalau ada yang masih nunggu bansos turun, coba tengok Ibu Eni dan kawan-kawan. Mereka sudah nunjukkin, “keranjang sampah pun bisa bikin hidup jadi lebih bermartabat”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Isra Mikraj,  Wapres : Momentum Perbaiki Salat & Jauhkan Diri dari Perbuatan Fasad dan Keji

    Peringatan Isra Mikraj,  Wapres : Momentum Perbaiki Salat & Jauhkan Diri dari Perbuatan Fasad dan Keji

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    WAPRES KH Ma’ruf Amin mengatakan, peringatan Isra Mikraj merupakan peristiwa penting spiritual dan monumental bagi umat Islam, yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan perintah salat dari Allah SWT. KH Ma’ruf Amin pun mengajak masyarakat untuk mengumumkan peringatan Isra Mikraj ini sebagai momentum memperbaiki salat, agar tercipta ketenangan hidup. Hal itu disampaikannya melalui video conference pada peringatan […]

  • Tekan Curva Pertumbuhan Covid -19, Pertamina Lubricants Sebar Bantuan di Wil. Jatim Balinus

    Tekan Curva Pertumbuhan Covid -19, Pertamina Lubricants Sebar Bantuan di Wil. Jatim Balinus

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.283
    • 0Komentar

    PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region V turut mengambil peran untuk terus menekan curva pertumbuhan Covid-19 di wilayah Jatim Balinus, membantu Satgas dan Rumah Sakit setempat serta meringakan beban masyarakat terdampak melalui Program Pertamina Lubricants Peduli dengan menyalurkan bantuan Penanggulangan Covid-19 sejak Selasa – Rabu, 18-19 Agustus 2020. Sebanyak 220 paket sembako dan 24 APD […]

  • Warga NU di Sungai Lilin Muba padati lapangan Bola Kaki Desa Makmur, ada apa !

    Warga NU di Sungai Lilin Muba padati lapangan Bola Kaki Desa Makmur, ada apa !

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sungai Lilin memadati Lapangan Bola Kaki Desa Berlian Makmur C2 Kecamatan Sungai Lilin, Selasa (30/4/2024). Suasana tersebut rupanya rangkaian kegiatan Pengajian Rutin dan Halal Bihalal Muslimat Fatayat Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Sungai Lilin yang dalam kesempatan itu dihadiri Pj Bupati Sandi Fahlepi yang diwakili Sekda Muba Apriyadi Mahmud. “Pemkab […]

  • Wajar Saja Kalau KKP Kasih Ini Kepada Penjaga Laut, Mau Tahu Alasannya ?

    Wajar Saja Kalau KKP Kasih Ini Kepada Penjaga Laut, Mau Tahu Alasannya ?

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.350
    • 0Komentar

    PEMANDANGAN menarik dalam penyambutan kedatangan Kapal Pengawas Perikanan yang berhasil menangkap kapal pelaku illegal fishing di Pangkalan Batam beberapa waktu lalu. Direktur Jenderal PSDKP yang didampingi oleh Direktur Pemantauan dan Operasi Armada serta Kepala Pangkalan PSDKP Batam, berbaris berjajar di haluan Kapal Pengawas Perikanan membalas penghormatan yang diberikan oleh seluruh Awak KP. Orca 03, KP. […]

  • Saat Bencana Datang, Warga Plaju dan Banyuasin Diajari Tak Cuma Pasrah Nunggu Bantuan

    Saat Bencana Datang, Warga Plaju dan Banyuasin Diajari Tak Cuma Pasrah Nunggu Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kepanikan hampir selalu menjadi musuh utama saat situasi darurat atau bencana mendadak melanda, apalagi saat dimenit-menit awal yang sifanya krusial, Saat itu juga, kebanyakan warga pemukiman biasanya hanya bisa pasrah, bingung, dan bergantung penuh pada kedatangan tim penolong dari luar. Masalah ketergantungan itu sebenarnya yang ingin dipangkas di kawasan sekitar operasional Kilang Pertamina […]

  • Hari pertama ngantor, Ratu Dewa tepati janji, sidak Disdukcapil hingga kantor Kecamatan Kemuning, apa kesimpulannya !

    Hari pertama ngantor, Ratu Dewa tepati janji, sidak Disdukcapil hingga kantor Kecamatan Kemuning, apa kesimpulannya !

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Hari pertama ngantor setelah libur Lebaran Idul Fitri, semua PNS, non pnsd dan pppk di lingkungan Pemerintah Kota Palembang bekerja, Pejabat Walikota Palembang, Ratu Dewa menepati janjinya untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak).   Pertama dilakukan sidak tersebut, yakni Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) hingga ke kantor Kecamatan Kemuning, Selasa (16/4/2024) pagi. […]

expand_less
WordPress Archive YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme