Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » KURSUS BAHASA : “Proyek Asing Makin Banyak, Apa Kita Udah Siap Ngomong ‘Ni Hao’?”

KURSUS BAHASA : “Proyek Asing Makin Banyak, Apa Kita Udah Siap Ngomong ‘Ni Hao’?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 1.080
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROYEK pembangunan Pusri 3B Palembang, yang nilainya sampai triliunan dan katanya mau rampung dalam tiga tahun, ada satu warung kopi yang mendadak jadi pusat kecerdasan lokal, yakni Warung Kopi Hening, meski jaraknya jauh dari lokasi pembangunan pabrik pupuk urea tertua di Tanah Air itu, isinya jangan ditanya, kayak pasar malam, rame, penuh debat, dan kadang pakai bahasa isyarat.

Pemiliknya, Pak Darno, dulunya hanya dikenal sebagai ahli menyeduh kopi hitam dan perekam gosip proyek. Tapi kini, karena bisa sedikit Mandarin dan Inggris hasil nguping zaman kerja jadi OB di kedutaan, Darno berubah jadi penerjemah tidak resmi proyek. Ia jadi orang yang dipanggil kalau bos dari China kebingungan cari mur atau baut.

“Kalau mereka ngomong cepat kayak MC kuis TVRI zaman dulu, saya tinggal tuang kopi dan bantu terjemahin” katanya sambil goyang kursi plastik.

Cerita Darno viral di grup WA RT-RW, tapi bukan karena dia jago bahasa doang, tapi karena dia mewakili ironi besar di tengah derasnya proyek luar negeri dan masuknya TKA di Indonesia, terutama Tiongkok, banyak warga lokal cuma bisa bilang “yes bos” dan sisanya pakai bahasa mata dan tangan.

Proyek Pusri 3B di Palembang, hanyalah satu contoh, di seluruh Indonesia, proyek-proyek luar negeri bermunculan bak jamur di musim hujan global.

Dari Kalimantan ke Morowali, dari Batang ke Bali,  TKA asing berdatangan membawa skill, alat berat, dan tentu saja bahasa mereka masing-masing dan buruh TKA.

Sementara kita?, masih sibuk nyari subtitle YouTube buat ngerti omongan bule atau mata sipit itu.

Tengok Singapura, di sana, anak kecil di taman bisa ngomong Inggris kayak presenter BBC. Bahasa Inggris jadi bahasa sehari-hari. Mau sekolah, ke pasar, sampai marah sama kucing pun pakai Inggris.

Malaysia?, anak-anaknya dari SD udah diajarin dwi bahasa. Bahasa Melayu dan Inggris jalan bareng. Lulus SMA, mereka bisa lanjut kuliah ke Australia, UK, atau kerja di perusahaan global, bahkan banyak program kampus Malaysia memakai full-English system.

Begitupula dengan Filipina, waduh, jangan tanya lagi, call center dunia udah kayak diambil alih mereka. Gaya ngomongnya kadang lebih bule dari bule beneran. Sementara di sini, anak kita masih susah bedain antara “Can I go to toilet?” dan “Can I go to Tol Ilir Barat?”.

Jadi kalau tetangga sudah jauh melangkah, masa kita masih bingung milih antara daftar kursus atau beli kuota ML?

Kini makin banyak orang tua khususnya emak-emak cerdas nan militan yang sadar bahwa dari bahasa asing bisa jadi cuan. Oleh sebab itu, anak-anak harus dikenalkan bahasa asing sejak dini!

Lidah anak ibarat spons makin muda, makin mudah menyerap. Itulah kenapa tempat kursus bahasa asing sekarang menjamur dari mal sampai musholla, ada tempat kursus bahasa asing, sebut saja LPK & BLK ajarkan bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang untuk remaja dan dewasa.

Kursus anak dini, misalnya Playgroup bilingual, TK yang ngajarin “hello” dan “ni hao”. sambil nyanyi, sampai kelas “Baby English” bareng boneka beruang bahkan ada TK yang ngajarin counting 1-10 pakai gaya ala Dora the Explorer.

Nah, ada juga yang menarik menawarkan kelas online untuk komunitas RT, yang emak-emaknya bikin grup belajar, anak belajar sambil makan pisang goreng, gurunya kadang mahasiswa sastra, kadang suara Google Translate.

Anak-anak sekarang bukan cuma bisa nyanyi “Baby Shark”, tapi juga bisa bilang “shark itu hiu, dan hiu bisa makan peluang kalau kamu nggak belajar bahasa”.

Memang kita harus sadar, bahasa asing itu memang penting untuk anak-anak kita, dan kita harus bisa mengubah mindset, buka masa depan yang lebih ceria. Untuk emak-emak hebat “nggak usah malu belajar bareng anak. Emak bisa “good morning”, anak bisa “bonjour”, bapaknya cukup bisa “bayar kursus tiap tanggal muda”, bapak apes coy…he..he!.

Karena jangan tunggu anak gede baru disekolahkan bahasa, bahasa itu bukan kursus musiman. Itu bekal hidup jangka panjang, anak yang bisa dua bahasa, punya dua jalan rezeki, mikirnya harus gitu…

Untuk Kaum Milenial dan Gen Z “, kalau kamu bisa translate lirik lagu Korea buat caption IG, masa gak bisa translate CV ke bahasa Inggris?”

Bahasa asing itu bukan gaya-gayaan. Itu alat untuk melamar kerja di perusahaan global, nerjemahin kontrak kerja sama proyek, jadi jembatan komunikasi di dunia digital,bahkan bikin startup lintas negara!

Nah, kita ngomong ngalur ngidul itu harus punya kesimpulan, intinya, bahasa asing  adalah tiket ke mana saja yang bisa bawa kita terbang tinggi.

Darno hanya contoh kecil dari ribuan kemungkinan besar.
Proyek asing akan terus datang. TKA akan terus berdatangan.
Tapi bukan itu yang harus ditakuti.

Yang harus ditakuti adalah kalau kita terus diam, dan anak-anak kita cuma jadi penonton.

Dan mulailah dari hal sederhana, daftarkan anak ke kursus bahasa, belajar bareng di rumah, gunakan teknologi untuk jadi jendela dunia. Kata pepatah Pak Darno, he..he, “Bahasa asing bukan jimat, tapi tiket. Bukan buat gaya, tapi buat jalan”, seperti yang ditunjukkan Singapura, Malaysia, dan Filipina “Siapa yang lidahnya lentur, hidupnya cenderung makmur”.

Menurut catatan redaksi, tulisan ini merupakan seruan humoris namun serius untuk masyarakat Indonesia agar berani mengubah cara pandang terhadap pentingnya pendidikan bahasa asing.
Di tengah derasnya investasi asing dan proyek-proyek global, kemampuan berbahasa asing menjadi senjata utama generasi muda. Itu peluang lho kalau kita ambil positifnya.

Kursus bahasa asing, terutama sejak dini, adalah bentuk nyata dari kesiapan menghadapi masa depan.
Bukan sekadar tren, tapi kebutuhan zaman.

Mari belajar dari negara tetangga, jika anak-anak Singapura, Malaysia, dan Filipina bisa menjadikan bahasa asing sebagai alat komunikasi harian, maka anak-anak Indonesia pun bisa, asal ada kemauan, dukungan, dan arah yang jelas.

Jangan biarkan anak kita tumbuh jadi asing di negerinya sendiri. Mari cetak generasi penerjemah masa depan. Yang bukan hanya pintar berkata-kata, tapi juga pintar membuka dunia.[***]

Catatan :

Tokoh Darno dalam tulisan ini adalah fiktif, namun proyek Pusri 3B di Palembang adalah nyata sebuah simbol dari banyaknya proyek global yang kini tersebar di berbagai daerah Indonesia. Kehadiran tenaga kerja asing (TKA), khususnya dari Tiongkok, bukanlah hal yang sepenuhnya harus ditolak atau ditakuti. Justru inilah saatnya kita sebagai bangsa melihat ke dalam apakah kita sudah cukup siap menjadi tuan rumah di era global?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memicu prasangka terhadap TKA, melainkan untuk menyoroti pentingnya kesiapan SDM lokal, terutama dalam hal penguasaan bahasa asing sebagai bekal bersaing dan berkontribusi di tengah arus investasi internasional.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima Perang Pasangan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Palembang, Fitri -Nandri Sebut Suara Milenial & Gen Z  jadi Penentu Kemenangan

    Panglima Perang Pasangan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Palembang, Fitri -Nandri Sebut Suara Milenial & Gen Z jadi Penentu Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dan Nandriani Oktarina yakin bisa memenangkan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang lewat dukungan milenial dan gen z. Hal itu dikatakan Panglima Perang [Ketua Tim pemenangan Fitri-Nandri,] Eddy Santana Putra [ESP] disela deklarasi tim pemenangan dan relawan Fitri-Nandri di Posko Pemenangan […]

  • Cegah Pandemi Covid dan Percepat Herd Immunity, Pelajar SLB Sekayu Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama

    Cegah Pandemi Covid dan Percepat Herd Immunity, Pelajar SLB Sekayu Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam percepatan vaksinasi menuju terwujudnya herd immunity terus digalakkan, kali ini belasan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengenyam ilmu pendidikan di Sekolah luar biasa (SLB) Negeri Sekayu melakukan vaksinasi tahap pertama, Kamis (23/9/2021). Kepala sekolah SLB Negeri Sekayu, Ahmad Suhaeli mengatakan guna mempersiapkan dan melanjutkan pembelajarannya secara tatap muka atau […]

  • Dr. Tarech Rasyid, M.Si: Dari Kuala Merdeka ke Kampus Merdeka

    Dr. Tarech Rasyid, M.Si: Dari Kuala Merdeka ke Kampus Merdeka

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.314
    • 0Komentar

    Berangkat dari mengurusi anak jalan melalui Yayaysan Kuala Merdeka, kini Tarech Rasyid  dipercaya mengelola Universitas Iba Palembang menjadi kampus merdeka. Tangan dinginnya diharapkan bisa menjadikan kampus yang terletak di Jalan Mayor Ruslan ini menjadi kampus yang bisa melahirkan geerasi muda yang merdeka dan berakhlak. “Ketika saya memimpin Kuala Merdeka, titik tekannya adalah pemberdayaan anak jalanan […]

  • Gandeng 2 Universitas Jepang, Ini Asanya Universitas Pertamina 

    Gandeng 2 Universitas Jepang, Ini Asanya Universitas Pertamina 

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Tokyo – Universitas Pertamina menggandeng dua Universitas di Jepang yakni Tokyo University dan Kyushu University. Banyak harapan yang bisa dikejar, salah satunya untuk mendukung Pertamina dalam rangka program transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Kerja sama tersebut berlangsung dalam acara Nikkei Forum ke 28 yang berlangsung di Tokyo Jepang. Penandatangan dilakukan antara Rektor Universitas Pertamina, […]

  • Film serial era 70-80 -an yang masih populer di televisi

    Film serial era 70-80 -an yang masih populer di televisi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.964
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ente semua masih ingat, film – film serial di bawah ini yang masih sering diputar ditelevisi swasta di Indonesia, maupun di berbagai negara. Film ini jadul, tapi masih bertahan diputar, karena masih banyak pasarnya, terutama generasi saat ini. Berikut adalah beberapa contoh film yang masih populer itu : “Star Wars” (1977-1983): Serial film “Star […]

  • Pj Bupati Apriyadi: Mari Sukseskan Pemilu Damai 2024 !

    Pj Bupati Apriyadi: Mari Sukseskan Pemilu Damai 2024 !

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan TVRI Sumatera Selatan menyelenggarakan Gebyar Musik Pemilu Damai, yang disiarkan secara langsung oleh TVRI dan live streaming Radio Gema Randik Sekayu, di Lapangan Stable Berkuda Sekayu, Selasa (5/12/2023). Dalam gelaran ini Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi memboyong enam artis ibu […]

expand_less
WordPress Archive Eduhap – Education LMS WordPress Theme Edukasi – Education & Online Course Elementor Template Kit EduKids – Children Kindergarten Elementor Template Kit Edukul | Online Courses WordPress Theme Edukul – Online Learning & Education Template Kit EduLife – Life Coach Elementor Template Kit Edulogy – E-learning and Courses WordPress Theme Eduma - Education WordPress Theme | Education WP EduMall – Professional LMS Education Center WordPress Theme Edunika – Online Education Elementor Template Kit