Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Uji Coba LRT Palembang Selesai, Juli Siap Beroperasi

Uji Coba LRT Palembang Selesai, Juli Siap Beroperasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Jun 2018
  • visibility 881
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Serangkaian uji coba kereta ringan (light rail transit/LRT) di Palembang Sumatera Selatan sudah selasai, dipastikan kereta ringan siap dioperasikan guna mendukung sarana transportasi Asian Games Agustus mendatang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengutip Antara, mengatakan Kemenhub memastikan tingkat keamanan dan keselamatan dalam pengoperasiannya nanti.

“Terkait hal tersebut, kami telah melakukan serangkaian pengujian sarana dan prasarana LRT pada bulan Mei 2018 dan uji coba dinamis telah dilakukan pada Kamis (21/6) kemarin dari stasiun Jakabaring menuju stasiun Palembang Icon,” katanya.

Pembangunan LRT Sumatera Selatan merupakan amanat Perpres Nomor 116 Tahun 2015 dan Perpres 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, yang menugaskan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai pelaksana pembangunan prasarana kereta api ringan/LRT di Sumatera Selatan serta PT KAI (Persero) sebagai operator LRT Sumatera Selatan.

Pekerjaan LRT Sumsel sepanjang kurang lebih 23 kilometer dilengkapi dengan 13 stasiun, satu depo, dan sembilan gardu listrik dengan menggunakan lebar jalur rel 1.067 mm dan “third rail electricity” 750 VDC telah dimulai sejak Oktober 2015 dengan pembiayaan APBN.

LRT Sumsel ini akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin menuju kawasan olahraga (sport city) Jakabaring.

Selain digunakan sebagai sarana transportasi yang dapat mengurangi beban jalan raya dan penggunaan kendaraan pribadi, juga untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018.

Jenis pekerjaan LRT Sumsel ini sangat bervariasi mulai dari pekerjaan konstruksi, stasiun, sarana, depo yang luas, penanganan tanah yang disebabkan oleh karakteristik yang berbeda serta pekerjaan yang memerlukan penguasaan teknologi tinggi baik untuk jenis sarana, infrastruktur dan sistem fasilitas operasinya, di mana secara keseluruhan berupa konstruksi layang (elevated track) dengan dilengkapi rel ketiga (third rail) untuk ketersediaan listrik (power supply) serta menggunakan teknologi “slab track” (tanpa ballast) pada jalur rel serta menggunakan sistem persinyalan “fixed block”.

Berbeda dengan LRT Jabodebek yang menggunakan “U-shaped girder”, LRT Jakarta menggunakan “box girder”, sedangkan LRT Sumsel menggunakan I Girder.

Lebar “spoor” LRT Sumsel adalah 1.067 mm sedangkan LRT Jabodebek dan LRT Jakarta lebar “spoor”-nya adalah 1.435 mm.

“Perbedaan karakteristik jenis konstruksi tersebut di atas mengakibatkan adanya variasi biaya konstruksi masing-masing LRT,” kata Zulfikri.

Namun, menurut dia, biaya konstruksi ini diyakini telah sesuai dengan harga pasar, sehingga, nilai investasi secara keseluruhan dalam pembangunan LRT Sumsel ini merupakan total biaya sarana dan prasarana LRT yang tidak dapat terpisahkan.

“Sehingga, nilai investasi apabila dibagi panjang jalur kereta api tersebut dinilai masih cukup realistis dan telah dilakukan perbandingan dengan negara-negara di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Sebagai contoh, di Malaysia biaya untuk pembangunan LRT Kelana Jaya Line sebesar Rp817 miliar per kilometer sedangkan untuk biaya pembangunan LRT di Manila Rp907 miliar per kilometer.

Anggaran pemerintah yang digunakan dalam pembangunan LRT Sumsel ini telah diproses secara akuntabel dengan telah dilakukan kajian secara berlapis mulai dari konsultan independen yang berkualifikasi internasional, audit internal, maupun audit eksternal oleh instansi terkait agar sesuai dengan prinsip tata laksana perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Sebelumnya, usulan pembiayaan untuk proyek LRT ini oleh kontraktor awalnya diajukan sebesar Rp12 triliun, namun setelah melalui beberapa tahapan kajian, biaya tersebut dapat ditekan menjadi Rp10,9 triliun.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, Waskita Karya dibantu oleh konsultan pengawas (supervisi) yang berkualifikasi Internasional yakni SMEC Internasional asal Australia yang telah mempunyai pengalaman cukup luas di kawasan Asia, Australia, Afrika, Eropa, serta Amerika.[Ant]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Covid-19 Ingatkan Pilkada Jangan Jadi Klaster Baru

    Satgas Covid-19 Ingatkan Pilkada Jangan Jadi Klaster Baru

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    JELANG pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2020, Satgas Penanganan Covid-19 berharap pilkada serentak jangan menjadi ajang penularan baru atau bahkan melahirkan klaster baru Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pun menyampaikan 4 pesan penting untuk pelaksanaan pilkada dalam masa pandemi. “Dalam keadaan pandemi, tentunya pemilihan kepala daerah atau pemilihan […]

  • Ada Keluhan Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19, Sampaikan Dini !

    Ada Keluhan Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19, Sampaikan Dini !

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 569
    • 0Komentar

    SEJUMLAH kendala mengenai sertifikat vaksinasi COVID-19 banyak dikeluhkan masyarakat. Terutama kesalahan data dan belum mendapatkan sertifikat. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan masyarakat bisa menyampaikan kendalanya melalui email yang tersedia. “Masyarakat bisa menyampaikan kendala yang dihadapi dan proses perbaikan dapat dilakukan dengan mudah melalui email sertifikat@pedulilindungi.id,” kata Widya melalui keterangan resminya […]

  • Maret 2019, Lanud Gatot Subroto  Layani Penerbangan Komersial

    Maret 2019, Lanud Gatot Subroto  Layani Penerbangan Komersial

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.790
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Lapangan Udara TNI AD (Lanudad) Gatot Subroto yang terletak di Kecamatan Waytuba, Kabupaten Waykanan, Lampung akan segera beroperasi melayani penerbangan sipil  yang ditargetkan akan segera beroperasi pada minggu ke tiga bulan Maret 2019 mendatang. Hal ini terungkap dalampaparan yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Bupati Way Kanan, dan para petinggi Mabes TNI Angkatan Darat, […]

  • Pusri Salurkan Hewan Kurban, Warga Sekitar Terbantu
    CSR

    Pusri Salurkan Hewan Kurban, Warga Sekitar Terbantu

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MENJELANG Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Pusri Palembang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Melalui program sosial perusahaan, Pusri salurkan hewan kurban untuk warga sekitar perusahaan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan operasional perusahaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Hijau depan Kantor TJSL PT Pusri Palembang, Senin (25/5/2026). Penyaluran bantuan hewan […]

  • “Eceng Gondok Si ‘Pahlawan Hijau’ yang Bikin Jagung Sumsel Melejit”

    “Eceng Gondok Si ‘Pahlawan Hijau’ yang Bikin Jagung Sumsel Melejit”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    NGGAK nyangka samak sekali ya.. tanaman yang biasanya bikin perahu mogok di sungai bisa jadi bintang utama di ladang jagung? Yup,  eceng gondok. Si “monster hijau” yang dulu dianggap nyebelin kini malah jadi pahlawan panen jagung di Sumsel. Kalau dulu orang berkeluh kesah melihatnya, sekarang mereka malah bersorak “Eceng gondok, ayo suburkan jagungku!.”Wah..jadi disanjung-sanjung. Setiap […]

  • rumah-pangan-kita

    Bulog Masih Kurang RPK di Palembang

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.577
    • 0Komentar

    Perum Bulog Drive  Sumsel dan Babel masih kekurangan rumah pangan kita (outlet),  setidaknya disetiap kelurahan di kecamatan di Kota Palembang berdiri 3-5 RPK.

expand_less
WordPress Archive Babypleje – Baby Care Services Elementor Template Kit Background Switcher Addon For Elementor Backlink PRO – Unlimited Comment Backlinks Bagaicha – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Bagery – Ice Cream Shop WordPress Theme Bagja - Responsive Multi Concept & One Page Portfolio Theme Baha – Apps Landing Elementor Template Kit Bahama Contractor & Architect Elementor Template Kit Bailly – Elementor WooCommerce WordPress Theme bake-bakery-cake-elementor-template-kit