INDUSTRI di Jerman kekurangan tenaga kerja terampil. Indonesia menyiapkan 4.000 SDM industri untuk menutup peluang ini. Kerja sama baru ini ditandatangani di Frankfurt pada 25 Februari 2026 lalu.
Kebutuhan tambahan pekerja di Jerman muncul di berbagai sektor industri, dari manufaktur hingga teknologi, agar aktivitas produksi tetap berjalan dan rantai pasok industri tidak terganggu.
Kerja sama penempatan tenaga kerja ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite International dan perusahaan rekrutmen global Aurelium Global Talent GmbH. Penandatanganan berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt pada 25 Februari 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa peningkatan kualitas SDM industri menjadi kunci bagi Indonesia untuk menembus pasar kerja global sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Tenaga kerja industri Indonesia harus memiliki keterampilan teknis, disiplin kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi industri modern.
“Dengan SDM yang unggul, industri nasional akan semakin kompetitif dan mampu berperan aktif dalam rantai pasok global,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, belum lama ini.
Pemerintah menilai peluang kerja di luar negeri, khususnya di negara industri maju seperti Jerman, dapat menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia. Pengalaman bekerja di lingkungan industri global diharapkan dapat memperkaya kemampuan profesional tenaga kerja.
Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik Emmanuel Lestarto Wanandi mengatakan kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor industri.
“Kami mengapresiasi langkah strategis ini karena mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama industri antara Indonesia dan Jerman,” kata Wanandi.
Melalui kerja sama tersebut, sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia diproyeksikan akan ditempatkan di berbagai sektor industri di Jerman.
Penempatan ini diharapkan memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional sekaligus meningkatkan kualitas SDM nasional.
Pemerintah juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan dan perlindungan bagi tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.
Kementerian Perindustrian siap mendukung penyelarasan standar kompetensi, sistem pelatihan, dan sertifikasi profesi agar tenaga kerja Indonesia memenuhi standar internasional.
Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), termasuk pendidikan vokasi industri, pelatihan berbasis kompetensi, dan sertifikasi profesi.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari misi dagang jasa profesi Indonesia untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Eropa.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai peluang ekspor jasa profesi Indonesia ke pasar global semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja di negara maju.
“Kemitraan ini menunjukkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan yang lebih luas di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Frankfurt Toary Worang menegaskan pemerintah akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses penempatan tenaga kerja Indonesia.
Verifikasi akan dilakukan terhadap perusahaan penempatan maupun perusahaan pengguna di Jerman untuk memastikan perlindungan pekerja dan keberlanjutan kerja sama yang sehat.
Bagi Indonesia, peluang ini tidak hanya membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja industri.
Pengalaman bekerja di industri global diharapkan memperkuat kapasitas SDM Indonesia dan mendorong peningkatan daya saing industri nasional di masa depan.(***)