Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “AI Bikin Cerdas atau Bikin Cemas? Robotnya Naik Daun, Manusianya Turun Sinyal”

“AI Bikin Cerdas atau Bikin Cemas? Robotnya Naik Daun, Manusianya Turun Sinyal”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU misalnya banyak  orang takut disalip motor di jalan raya, sebaliknya sekarang orang takut disalip robot di tempat kerja, benar nggak?, katanya sih, Artificial Intelligence alias AI itu, jadi ancaman, pasalnya bakal ngambil 85 juta pekerjaan.

Waduh….gimana dengan manusia? pasti langsung heboh, kayak warung yang tau sebelahnya buka promo beli satu gratis satu, sebab ancaman untuk periok orang. Tapi kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, tenang aja, AI itu bukan ancaman, tapi peluang…

Wah, kalimatnya menenangkan, ya…!, namun kalau dipikir-pikir, sama kayak dokter bilang “operasi kecil kok”, padahal yang disayat tetap hati, eh….. maksudnya kulit.

Meutya benar juga kalau kita renungkan, apalagi kita bangsa besar dan paling optimis soal teknologi, tapi optimis aja tanpa skill itu ibaratnya bawa peta, tapi nggak bisa baca kompas.

Bahkan jika ada  survei Internasional, rakyat Indonesia katanya paling nggak takut sama AI. Hebat bukan?, tapi, ada tapinya nih,  mungkin juga karena banyak yang belum ngerti AI itu apa.

Misalnya, kalau orang Jepang itu belajar machine learning, orang kita kadang masih bingung bedain AI sama AE ….(Abang Es).

Bahkan Negara lain udah siapin warganya, sebut saja Korea Selatan, misalnya, dari bocah SD udah diajarin ngoding dan pakai AI buat bantu belajar. Sementara kita, anak SD masih rebutan sinyal di rumah, dan guru sibuk nge-print tugas di warnet.

Optimisme tanpa kesiapan itu kayaknya yakin bisa berenang padahal baru belajar gaya batu, hehehe… tenggelamnya pelan, tapi pasti, gak muncul lagi dipermukaan..

Oleh karena itu, pemerintah katanya lagi nyusun Peta Jalan Nasional AI, dan bakal jadi Perpres di awal 2026. Mantap juga!, tapi semoga peta itu bukan cuma gambar indah di PowerPoint. Soalnya begini…., percuma peta bagus kalau jalan aspalnya masih berlubang, baik secara harfiah maupun digital.

Di kota besar, misalnya anak-anak mudanya udah pakai ChatGPT buat ngerjain tugas kuliah, namun gimana dengan di pelosok?, karena masih ada siswa yang kalau mau buka Google, harus naik bukit dulu. Kalau sinyalnya di atas pohon, gimana mau bersaing sama robot yang sinyalnya 5G?

Pepatah bilang, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”. Nah, sepintar-pintarnya AI berlari, kalau manusia di belakangnya masih jalan kaki, yang sampai duluan tetap robot.

AI mestinya jadi alat bantu rakyat kecil, bukan cuma mainan startup di Jakarta Selatan, masa rakyat di pelosok cuma kebagian nonton doang?

Coba pikirkan, kalau AI bisa bantu nelayan di Banyuasin memprediksi cuaca biar nggak kejebak badai. Atau bantu petani di Lahat menebak kapan hujan turun biar nggak salah tanam. Itu baru namanya Artificial Intelligence for Indonesia, bukan Artificial Intelligence for Investor.

Tengoklah, di Tiongkok, AI-nya itu udah bantu petani untuk mendeteksi hama lewat kamera HP, lain lagi di India, AI-nya juga bisa bantu warga miskin dapat akses pendidikan lewat aplikasi ringan. Nah, kita kapan?, jangan-jangan nanti AI-nya malah bantu influencer cari caption estetik buat jualan skincare?

Jadi cermin

Oleh karena itu, AI itu memang pinter, tapi kelemahannya AI nggak punya nurani, ia nggak punya rasa dan nangis sedih lho!, apalagi kasiha,  dia cuma bisa nulis puisi cinta, tapi nggak pernah jatuh cinta, alias mati rasa.

Selain itu, bisa bikin musik galau, tapi nggak pernah ditinggal pas sayang-sayangnya dan emosi nggak ada,  jadi, kesimpulannya, kalau manusia itu kehilangan kebijaksanaan, maka kita kalah sama mesin yang bahkan nggak ngerti rasa, sama aja mesin memperdaya manusia, jadi jangan males mikir…

Pepatah lama bilang, “Pisau itu berguna kalau dipegang kokinya, tapi bahaya kalau dipegang perampok”.. Nah, bisa gawat… sebaliknya AI juga bisa gitu.

Sebab itu, di tangan orang bijak, AI bisa bantu manusia jadi lebih efisien,  tapi jika di tangan orang yang salah, bisa jadi alat penyebar hoaks, manipulasi data, bahkan ancaman demokrasi.

Jadi, bukan AI yang bahaya, tapi manusia yang malas belajar, mari renungkan, sebab kalau otak manusia itu berhenti berkembang, nanti mesin bukan cuma bantu, tapi malah mengambil alih job kita..

AI sebenaranya kalau kita bijak, dia bukan monster yang datang buat mengancam, AI cuma jadi cermin, sebab kalau manusia cerdas, dia jadi alat bantu alias asisten kita.. kalau manusia bebal….maka ia jadi penguasa.

Kata pepatah Arab, “Barang siapa berhenti belajar, maka bersiaplah digantikan”, dan…. di era AI ini, mungkin kita perlu versi baru, yaitu “Barang siapa malas beradaptasi, maka siap-siap dipensiunkan oleh robot” alias di depak!.

Jadi, yuk, jangan cuma optimis di bibir, mari upgrade skill, melek digital, dan belajar pakai AI dengan bijak, karena sehebat-hebatnya teknologi, tetap manusia yang menentukan arah.

Ingatlah, robot boleh belajar dari data, tapi manusia belajar dari rasa, kalau itu sampai hilang, maka yang tinggal cuma besi yang berisik dan manusia yang pasrah.

Jadi, oleh sebab itu,  jangan takut AI bakal ambil kerjaanmu, takutlah kalau kamu berhenti berpikir dan berhenti beradaptasi, karena yang diganti bukan pekerjaannya, tapi orangnya.

Robot boleh bikin kopi, tapi cuma manusia yang bisa bikin kopi sambil bercerita lucu dan nambah gula pas tahu kamu lagi patah hati. Itu yang namanya kecerdasan emosional, bukan artificial.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkah di Bulan Ramadan dari Pemkab Muara Enim untuk Warga

    Berkah di Bulan Ramadan dari Pemkab Muara Enim untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.722
    • 0Komentar

    SEBELUM mengadakan kegiatan Safari Ramadhan yang berada di Desa Tanjung Bunut Kecamatan Belida Darat. Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) menyempatkan diri ke Desa Gaung Asam Kecamatan Belida Darat dalam rangka menyerahkan Kunci Rumah Ibu Nayati program dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Muara Enim yang bekerja sama dengan Yonif 141/AYJP dan […]

  • Booming Basis Pengguna Bybit, Melebihi 15 Juta dengan Peningkatan 50% Hanya Dalam Beberapa Bulan

    Booming Basis Pengguna Bybit, Melebihi 15 Juta dengan Peningkatan 50% Hanya Dalam Beberapa Bulan

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 515
    • 0Komentar

      DUBAI, UNITED ARAB EMIRATES – Bybit, pertukaran crypto yang paling banyak dikunjungi ketiga di dunia, mengumumkan peningkatan 50% dalam basis pengguna globalnya, tumbuh dari 10 juta pengguna di Q3, 2022 menjadi 15 juta hingga saat ini. Bybit telah merilis produk tingkat berikutnya untuk menciptakan kemenangan beruntun — seperti pameran mobil Oracle Red Bull Racing […]

  • Politik Digital Anak Muda Era Pandemi

    Politik Digital Anak Muda Era Pandemi

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.381
    • 0Komentar

    Sejak tahun 2020 Indonesia dilanda pandemi covid-19 hingga sekarang. Dan mulai diberlakuan pembatasan kegiatan bagi masyarakatnya, namun dengan adanya diberlakuan ini memaksakan Generasi melenial dan Generasi z untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam pembatasan kegiatan, dan juga partai politik memanfaatkan internet demi menarik minat anak muda dalam berpolitik. Melalui media sosial, partai politik pun menyampaikan […]

  • “Expo, Es Cendol & Ekonomi Rakyat Tak Pernah Libur”

    “Expo, Es Cendol & Ekonomi Rakyat Tak Pernah Libur”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    DI INDONESIA, tak ada yang lebih semarak dari dua jenis pesta, yaitu  pesta rakyat dan pesta diskon, dua-duanya bikin dompet menipis tapi hati bahagia. Nah, di Muba Expo 2025 baru selesai diselenggarakan, keduanya ibarat kawin sah, karena pesta rakyat sekaligus pesta diskon. Coba bayangkan, dari stand UMKM sampai panggung dangdut, semua berlomba menarik perhatian, yang […]

  • Wagub : DPD RI Jadi Acuan Penyelesaian Masalah Daerah

    Wagub : DPD RI Jadi Acuan Penyelesaian Masalah Daerah

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumsel Ir. H Mawardi Yahya mengatakan, DPD RI menjadi acuan dalam penyelesaian permasalahan di daerah. Oleh karena itu kehadiran dari BAP DPD RI ini sebagai wujud kepeduliannya terhadap daerah termasuk Pemprov Sumsel dan Kabupaten/Kota se Sumsel, kata Wagub saat rapat dengar pendapat dengan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI dalam rangka tindak lanjut […]

  • Gubernur Sosialisasi Asian Games Kepada Keluarga Besar Yayasan Islam Siti Khadijah

    Gubernur Sosialisasi Asian Games Kepada Keluarga Besar Yayasan Islam Siti Khadijah

    • calendar_month Sabtu, 9 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menggelar silaturahmi dan mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada keluarga besar Yayasan Islam Siti Khadijah, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan RSI Siti Khadijah, pegawai RSI Siti Khadijah dan pegawai KBIH Siti Khadijah di Griya Agung Palembang, kemarin. “Kita ini bertetangga, Griya Agung dengan Siti Khadijah berdekatan tapi […]

expand_less
WordPress Archive Fototag – Photography WordPress Theme Fotro – Food & Restaurant Elementor Template Kit Foturo – Photography Portfolio & Creative Agency Elementor Template Kit Fouens – Cleaning & Home Maintenance Company Elementor Template Kit FOX – WooCommerce Currency Switcher Professional – Multi Currency [WOOCS] Foxeresto – Restaurant WordPress Theme Foxiz – Newspaper News & Magazine WordPress Foxiz - WordPress Newspaper News and Magazine Foxy – WooCommerce Product Image Gallery Slider Carousel Framey - Startup & SaaS WordPress Theme