Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » UMKM Perlu Kreatif Saat Pandemi, Menparekraf Ajak Pelaku Ekraf Inovatif Pasarkan Produknya

UMKM Perlu Kreatif Saat Pandemi, Menparekraf Ajak Pelaku Ekraf Inovatif Pasarkan Produknya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
  • visibility 2.547
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku usaha ekonomi kreatif berani berinovasi dengan membuat konten kreatif pada platform digital untuk memasarkan produknya.

“Jadi pelaku ekonomi kreatif ini bukan hanya memasarkan produknya melalui online saja, tapi mereka harus meningkatkan keterampilan mereka untuk menciptakan konten-konten kreatif di platform digital yang mereka gunakan,” ujar Menparekraf Sandiaga saat live Instagram bersama Marshel Widianto dalam acara Block For NGANTRI (Ngobrol dengan Mas Menteri), Minggu (11/7/2021).

Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf telah menyusun sejumlah strategi, mulai dari bantuan permodalan hingga pelatihan keterampilan, khususnya digitalisasi UMKM yang meliputi penjualan online hingga pembuatan konten kreatif. Sebab, konten kreatif diyakini dapat menjadi sarana promosi strategis untuk meningkatkan sekaligus memasarkan berbagai produk ekonomi kreatif.

“Konten kreatif ini penting sekali untuk menarik masyarakat agar membeli produk UMKM, maka dari itu kita punya program pelatihan pembuatan konten-konten kreatif,” kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan pandemi COVID-19 turut berandil besar dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional, khusus e-commerce. Meskipun, kondisi pandemi itu juga memicu krisis ekonomi bangsa. Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesar Rp1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2020.

Sandiaga menyebut data tersebut menjadi bukti sektor ekonomi kreatif mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19. Oleh karenanya, ia mengajak pelaku usaha ekonomi kreatif terus berinovasi memanfaatkan platform digital di tengah pandemi COVID-19.

“Ekonomi kreatif menyumbang Rp1100 triliun lebih ke PDB kita. Sektor ekraf bagi Indonesia sudah menempati nomor tiga di dunia setelah Amerika Serikat dengan Hollywood, Korea Selatan dengan K-POP. Maka penting sekali untuk terus menggenjot produk ekraf kita,” sebutnya.

Sementara itu, pelawak tunggal yang juga aktor dan pembawa acara Marshel Widianto mengatakan, untuk berani membuat konten kreatif maka seseorang harus memperbanyak referensi. Sehingga dapat selalu memunculkan ide yang tepat untuk dituangkan dalam mengolah konten untuk memasarkan produknya.

“Luangkan waktu untuk belajar dari mana saja, pelajari, amati, dan tuangkan ke produk kita,” ujar Marshel.
InfoPublik/Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Tahfidz Ditargetkan Tumbuh Merata di Seluruh Desa

    Rumah Tahfidz Ditargetkan Tumbuh Merata di Seluruh Desa

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Banyuasin – Diharapkan para santri yang telah diwisuda dapat menularkan ilmu yang telah mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di Ponpes.Hal ini penting sebagai bentuk dukungan akan program kerja  Provinsi Sumsel, yakni satu desa satu rumah tahfidz dapat terealisasi sesuai harapan, sehingga akan terjadi pemerataan rumah tahfidz di seluruh desa dan kelurahan di Sumsel. Setidaknya ke depan generasi muda Sumsel […]

  • Setetes Darah, Seember Semangat, Air Bersih Janji Bertitikah!

    Setetes Darah, Seember Semangat, Air Bersih Janji Bertitikah!

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasana Kantor PDAM Tirta Musi mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena ada promo air satu kubik gratis beli dua, tapi karena ada yang lebih serius donor darah. Ya, kegiatan mulia yang sering bikin orang mikir dua kali antara takut jarum atau takut ketahuan golongan darahnya bukan seperti yang dia klaim ke gebetan. […]

  • Sekda Berharap HATHI Mampu Selamatkan Air Sungai Musi

    Sekda Berharap HATHI Mampu Selamatkan Air Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    Bersama-sama bersinergi dalam bidang sumber daya air

  • Dirut Bank Sumsel Babel Positif COVID-19 Bukan Kasus Lokal, Tapi Imported Case, Begini Keterangan Lengkapnya

    Dirut Bank Sumsel Babel Positif COVID-19 Bukan Kasus Lokal, Tapi Imported Case, Begini Keterangan Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.504
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama Bank Sumsel Babel [BSB] Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin dan istri Wina Ramadiana saat ini masih dalam Isolasi secara mandiri. Manajemen Bank Sumsel Babel diwakili Direktur Operasional Bapak Oktiandi menyampaikan klarifikasi kondisi dan perkembangan Dirut. Di Ruang Command Center Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Operasional Oktiandi, menjelaskan beberapa poin terkait […]

  • “Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

    “Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    BIASANYA yang direvitalisasi rumah tua, taman kota, atau hubungan yang mulai hambar, kini giliran tambak-tambak di Pantura yang mau diremajakan. Tambak bukan tambal ban, he..he .. bukan juga tambal hati yang luka, karena mantan nikah duluan. Tambak ikan beneran lho!, bahkan bukan sembarang tambak. Totalnya mencapau 20 ribu ribuan hektare lebih, bung!, Itu kalau dijadikan […]

  • Stigma COVID-19 Kenapa Ada dan Bagaimana Hadapinya?

    Stigma COVID-19 Kenapa Ada dan Bagaimana Hadapinya?

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    STIGMA pada penyakit COVID-19 dan penderitanya membuat situasi penanganan pandemi COVID-19 lebih kompleks. Keberadaan stigma ini mengakibatkan munculnya perilaku diskriminatif, seperti: pengusiran atau pengucilan di masyarakat kepada penderita COVID-19 ataupun tenaga kesehatan. Tidak jarang ada yang kemudian menyembunyikan kondisi kesehatannya, dari sehingga menghalangi orang untuk dapat mencari layanan kesehatan ataupun ditangani secara cepat. Yuk, lawan stigma […]

expand_less
WordPress Archive Trotol – Renovation Elementor Template Kit Trucking-Transportation & Logistics HTML Template TruckPress – Logistics & Transportation WP Theme Truder – CCTV Security Service Elementor Template Kit True Mag | WordPress Theme for Video and Magazine TrueBooker – Appointment Booking & Scheduler Plugins for WordPress Truehost – Responsive Hosting WordPress Theme TruelySell – Appointment Booking & Service Marketplace WordPress Theme TruelySell – Professional Service Booking Marketplace | Bark & TaskRabbit Clone (Laravel 12) TruSmile – Dentist WordPress Theme