Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Nyala yang Tak Padam, Dari Keris Diponegoro ke Keyboard Animator

Nyala yang Tak Padam, Dari Keris Diponegoro ke Keyboard Animator

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 574
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“ORANG bijak bilang ‘Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jejak.’ Tapi kalau Diponegoro? Mati-matian ninggalin semangat perlawanan dan kisah yang sayang kalau cuma dijadikan soal pilihan ganda di ujian sejarah SMA.”

Begitu masuk Galeri Nasional, mendadak rasa nasionalisme saya menyeruak seperti aroma rendang saat lebaran. Pameran “Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro”,  bukan sekadar memajang lukisan-lukisan tua atau artefak yang bikin ngantuk, tapi menghadirkan sejarah seperti konser Coldplay hidup, menyala, dan penuh efek visual!

Kementerian Ekonomi Kreatif ikut nimbrung di pameran ini, bukan buat numpang selfie atau bagi-bagi goodie bag, tapi membawa semangat baru sejarah sebagai sumber kekayaan intelektual (IP) yang bisa dikemas jadi gim, film, serial, atau bahkan konten TikTok yang edukatif tanpa joget-joget alay.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar bilang, “Sejarah bukan cuma untuk dikenang, tapi juga dihidupkan”. Wah, kalimatnya mirip teaser film Marvel “Based on true history. Inspired for all generations”

Coba bayangkan jika Perang Diponegoro diangkat jadi series, barangkali judulnya “The Prince and The Red Coat.” Pemerannya? Mungkin Iqbaal Ramadhan bisa jadi Diponegoro muda, sementara si Kolonel Belanda diperankan Reza Rahadian dengan aksen Batavia-Belanda-campur-ngapak. Netflix, mana suaramu?

Jangan salah, di balik jubah dan sorban Pangeran Diponegoro, tersembunyi potensi ekonomi yang bisa bikin startup lokal berdiri tegak seperti bambu runcing. Kisah heroik ini bukan cuma mengandung nilai-nilai perjuangan, tapi juga punya “daya jual”. Apalagi kalau dikemas dengan gaya kekinian tanpa mengurangi substansi.

Kalau dulu Diponegoro melawan Belanda pakai tombak, hari ini kita bisa melawan kolonialisme modern lewat konten IP lokal yang mendunia.

Coba fikirkan gim mobile berjudul “Nyala: The Java Rebellion”, di mana player bisa mengatur strategi gerilya ala Diponegoro, atau serial animasi anak-anak berjudul “Pangeran di Tanah Lava”, yang ngajarin sejarah lewat petualangan imajinatif.

Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang, tak kreatif maka tergilas zaman”. Itulah yang ingin ditegaskan Wamen Ekraf Irene bahwa sejarah adalah tambang ide tak terbatas, tinggal digali dengan alat kreatif yang tajam.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pembukaan pameran ini juga menyampaikan bahwa Perang Diponegoro adalah salah satu perang terbesar di Indonesia. Tapi yang menarik, ia menekankan bahwa pameran ini bukan ajang nostalgia, tapi ajakan jadi kreator.

Generasi muda

Jadi, jangan bayangkan museum seperti tempat angker yang sunyi senyap. Sekarang, museum bisa jadi semacam ‘studio kreatif’ untuk generasi muda. Mau bikin podcast? Konten YouTube edukatif? Atau sekadar inspirasi nulis cerpen sejarah fiktif? Semua bisa dimulai dari satu lukisan atau fragmen sejarah.

Turut hadir pula tokoh-tokoh penting dari berbagai kementerian dan lembaga. Tapi yang lebih penting adalah ajakan mereka ayo generasi muda, jangan cuma nonton drakor dan series zombie sekali-kali nonton sejarah sendiri, karena kisah Diponegoro jauh lebih seru daripada drama kerajaan Joseon!

Pameran Nyala ini bukan hanya soal melihat masa lalu, tapi soal menggali masa depan dari tanah sejarah. Jika ditanam dengan narasi yang cerdas dan dikemas dengan kreatif, maka kisah-kisah seperti Perang Diponegoro bisa tumbuh jadi IP lokal yang mendunia. Ingat, film “Nussa” dan “Kancil” sudah masuk bioskop luar negeri, berarti kita bisa asal percaya.

Seperti kata nenek saya, “Kalau hidup jangan cuma ngikut arus, kadang-kadang harus jadi perahu yang bawa cerita sendiri.” Nah, cerita itu bisa dimulai dari jejak Pangeran Diponegoro.

Kita bukan bangsa pelupa, kita cuma perlu dipancing dengan cara yang keren. Sejarah jangan dibiarkan berdebu di rak buku perpustakaan, kita sulap sejarah menjadi saga, menjadi sinema, menjadi seri animasi, menjadi lagu, menjadi konten yang bukan cuma viral tapi juga bernilai.

Dan kalau suatu saat nanti, anak kita nanya “Ayah, siapa Diponegoro?” Maka kita bisa jawab, “Tonton di Netflix, nak. Itu kisah asli dari negeri ini, dan ayah ikut bangga karena itu dibuat oleh anak bangsa sendiri.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Tinjau Sirkuit Mandalika

    Presiden Tinjau Sirkuit Mandalika

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi), bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna melakukan kunjungan kerja, Jumat (12/11/2021). Dikutip dari laman presidenri.go.id, Presiden beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Pada sekitar pukul 06.30 WIB Setibanya di Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) Zainuddin Abdul Majid, Kabupaten […]

  • Indahnya, Jika 1 Desa Miliki Hafidz dan Hafidzoh

    Indahnya, Jika 1 Desa Miliki Hafidz dan Hafidzoh

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    “Indahnya jika semua Desa di Sumsel  memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kita pertahankan orang-orang yang cinta Qur’an. Muratara memang hebat sukses jadi tuan rumah,” KHAYALAN Gubernur Sumsel itu sangat positif, dan bisa masuk di akal, jika memang dari 3.500 desa di Sumsel itu punya satu saja penghafal Al – Quran [Hafidz dan Hafidzoh]. Saat ini jumlah […]

  • Kembangkan Industri Lampu LED Berbasis Sentra Pertama di Indonesia

    Kembangkan Industri Lampu LED Berbasis Sentra Pertama di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI melalui Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) menggelar Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk Elektronika dan Memberikan Bantuan Peralatan Perakitan Lampu LED kepada Pelaku Industri Kecil Mikro di Kabupaten Muba, di Aula Hotel Randik Sekayu, Senin (30/11/2020). Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic […]

  • “Sunat Ceria, Bakti Negeri” Pusri diikuti 324 masyarakat dhuafa dan anak buruh kontrak di 8 Kelurahan

    “Sunat Ceria, Bakti Negeri” Pusri diikuti 324 masyarakat dhuafa dan anak buruh kontrak di 8 Kelurahan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.348
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 PT Pusri Palembang pada 24 Desember mendatang, Pusri yang merupakan anggota holding dari PT Pupuk Indonesia (Persero) gelar berbagai kegiatan, salah satunya Khitanan Massal yang dilaksanakan di Auditorium Musi Diklat Komplek Pusri (15/12). Mengusung Tema “Sunat Ceria, Bakti Negeri”, kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Keuangan & Umum Pusri, […]

  • Rekontruksi Ricuh, Keluarga Korban Kejar dan Pukul Tersangka

    Rekontruksi Ricuh, Keluarga Korban Kejar dan Pukul Tersangka

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 902
    • 0Komentar

    REKONSTRUKSI pembunuhan yang menimpa korban Ruslan Sani, yang dilakukan di Mapolrestabes Palembang ricuh. Nampak keluarga korban, melampiaskan amarahnya ke tersangka Abib Samudra alias Iwan alias Abi dan tersangka Sulaiman alias Iman, saat di ruang tunggu utama Mapolrestabes Palembang, Selasa (4/2/2020). “Menimbang situasi yang tidak memungkinkan, ditambah lagi akan menggangu kelancaran lalu lintas. Atas kesepakatan bersama, […]

  • Kelola Keuangan, BSB Teken Kesepakatan  dengan IAIN SAS BABEL

    Kelola Keuangan, BSB Teken Kesepakatan  dengan IAIN SAS BABEL

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.832
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel [BSB] berkerjasama dengan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS BABEL) terkait Pengelolaan Keuangan dan Jasa Keuangan Lainnya. Kerjasama sama tersebut direalisasikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/Mou). Dalam keterangan rilisnya, Direktur Utama BSB Achmad Syamsuddin mengatakan BSB  Syariah sangat concern  terhadap pelayanan jasa perbankan kepada nasabah-nya. Hal ini, paparnya […]

expand_less
WordPress Archive Avelina – Chocolate and Cake Shop WordPress Theme Aventoura – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Aventura – Travel & Tour Booking System WordPress Theme Averly – Creative Multipurpose WordPress Theme Averush – Digital Marketing & Creative Agency Elementor Template Kit Aviacademy – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Avika – Multipurpose eCommerce Elementor Pro Template Kit Avila – Electronic WooCommerce Elementor Template Kit Avimart – Multi-Vendor Marketplace WordPress Theme Avontur – Modern Tour & Travel Elementor Template Kit