Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM Mulai Bermunculan

PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM Mulai Bermunculan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • visibility 2.452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEHADIRAN 7.066 atlet yang bertanding serta ribuan tenaga pendukung yang datang dari seluruh Indonesia ke Papua selama pelaksanaan PON diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan pendapatan UMKM lokal.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi semata. Namun mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasalnya, ketika pesta olahraga multicabang empat tahunan terbesar di Indonesia itu ada sebanyak 7.066 atlet dan ofisial datang untuk bertanding mulai 23 September hingga 15 Oktober nanti. Jumlah itu belum termasuk ribuan tenaga pendukung seperti aparat TNI, Polri, relawan transportasi, telekomunikasi, tenaga kesehatan, dan lainnya yang datang dari luar Pulau Papua.

Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pegiat UMKM untuk memperkenalkan produk-produk mereka kepada para peserta PON. Selain itu, ajang PON Papua bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Demikian dikatakan oleh sejumlah pegiat UMKM sebagaimana dilansir Indonesia Go.Id belum lama ini.

Gresia Suwae, perajin noken atau tas rajut khas Papua, mengatakan bahwa terpilihnya Papua sebagai tuan rumah PON memberi banyak perubahan. Ia pun ingin menjadi bagian dari perubahan itu. “Saya berharap kegiatan PON di tanah kelahiran saya ini bisa memberikan dampak bagi perekonomian kami, orang Papua. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang, kami menjadi salah satu yang terdampak,” kata perempuan yang berdomisili di Kota Jayapura tersebut.

Gresia menjelaskan, ia dan beberapa komunitas UMKM di Jayapura sudah beberapa kali dilibatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua untuk memperkenalkan produk-produk noken pada sejumlah pameran dan bazar di Papua. Pada PON di Papua, ia mengaku juga ikut diajak dinas terkait untuk menggelar produk-produknya di sejumlah lokasi pertandingan di seputar Jayapura.

Perajin noken yang mempekerjakan tiga karyawan dan telah membuka usahanya sejak 20 tahun lalu itu sudah menyiapkan stok produksi untuk keperluan PON. Beberapa model tas rajut ia buat dengan motif-motif PON. “Harapan saya bahwa saudara-saudara saya dari seluruh Indonesia yang datang ke Papua untuk bertanding. Juga ikut membeli oleh-oleh khas Papua sehingga dapat membantu menaikkan pendapatan kami,” ujarnya.

Sebelum adanya PON dan selama masa pandemi, ia banyak mengandalkan berbagai platform e-commerce dan media sosial untuk menjual hasil produksinya. Gresia enggan menyebut berapa yang ia targetkan dari penjualan tas-tas rajut selama PON berlangsung. Ia hanya memberi patokan bahwa produk-produknya dihargai mulai dari Rp100.000 per buah.

Harapan adanya kenaikan pesanan dari para peserta PON juga disuarakan Ricky, perajin sagu dalam kemasan buatan suku Yalimo. Begitu juga ikut disuarakan Mara, pemilik usaha sablon kaos dan percetakan spanduk. Beberapa produk spanduk menyambut PON Papua buatan Mara sudah ikut dipasang di sejumlah sudut Kota Jayapura.

“Sejak beberapa waktu kemarin, saya mendapat pesanan-pesanan untuk mencetak spanduk dalam aneka ukuran khusus menyambut PON Papua. Barang-barang ini sebagian sudah terpasang di tempat-tempat si pemesan seperti toko, sekolah, dan kantor,” katanya.

Ia bersyukur karena PON ikut memberikan peluang bagi usaha yang telah dirintisnya delapan tahun terakhir. “Usaha kami tertolong salah satunya oleh adanya pesanan dari pihak-pihak yang akan memasang spanduk bertema PON. Saya kira seperti juga teman-teman UMKM lainnya, PON ini bisa lancar dan damai serta memberi pengaruh baik bagi usaha kami,” kata Mara.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Musaad mengatakan, pelaksanaan PON diharapkan tak hanya dapat menaikkan omzet para pegiat UMKM saja. Tetapi juga ikut memunculkan para UMKM pendatang baru, bak cendawan di musim hujan. Selain menciptakan sebuah pasar besar dari berkumpulnya belasan ribu orang dalam sebuah ajang tingkat nasional, UMKM menurut Musaad dapat ikut membantu mempromosikan produk-produk asli Papua sehingga diketahui lebih banyak orang.

“Hal lain dan terpenting yang harus dikembangkan adalah memberikan gambaran positif tentang Bumi Cenderawasih,” kata Musaad.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, hingga saat ini terdapat 148.647 pegiat UMKM dengan beragam produk yang diperjualbelikan. Sedangkan jumlah UMKM pada empat klaster pelaksanaan PON Papua meliputi Kota Jayapura sebanyak 28.355 UMKM, Kabupaten Jayapura 10.518 UMKM, Merauke 14.076 UMKM, dan terakhir di Mimika ada sebanyak 12.842 UMKM.(***)

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Berharga Wakil Walikota Palembang Bikin Pengrajin Kain Jemputan Terharu, Penasaran !

    Bantuan Berharga Wakil Walikota Palembang Bikin Pengrajin Kain Jemputan Terharu, Penasaran !

    • calendar_month Senin, 15 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebagai Sentral kain jemputan yang ada di Lorong Sawah 1 Kelurahan Tuan Kentang, industri kecil kerajinan pinggiran kota  masih tetap bertahan dengan modal yang terbatas ini, mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang untuk memajukan usaha kelompok mereka. Dalam kunjungannya,Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda secara langsung melakukan peninjauan ketempat […]

  • Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

    Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    RAPAT kembali digelar, istilah diperjelas, strategi dirapikan, bahkan koordinasi diperkuat serta terlihat semuanya tampak siap, namun setiap kali pembahasan soal kebakaran hutan dan lahan muncul, ingatan publik biasanya tidak berhenti di ruang rapat. Yang terlintas justru musim kemarau dan kekhawatiran lama yang ikut datang. Kehadiran Sekda Sumsel, Edward Candra, dalam Rakor Desk Koordinasi Penanganan Karhutla […]

  • Dinas Perdagangan Gencar Bagikan Masker Ke Seluruh Pasar Tradisional

    Dinas Perdagangan Gencar Bagikan Masker Ke Seluruh Pasar Tradisional

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 940
    • 0Komentar

    MASIH rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengunakan alat pelindung diri (APD) dalam pencegahan dan memerangi Virus Corona yang mulai menjangkit banyak kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk di Kota Palembang, membuat Dinas Perdangan Kota Palembang bergerak mensosialisasikan pedagang dan warga soal pentingnya penggunaan masker. “Selain membagikan masker kita juga mensosialiasikan kepada para pedagang dan pembeli akan […]

  • Gubernur Ajak Kanwil Kemenkum HAM Hadirkan Rumah Tahfidz Di Lapas

    Gubernur Ajak Kanwil Kemenkum HAM Hadirkan Rumah Tahfidz Di Lapas

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak jajaran Kantor Wilayah (Kanwil)  Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) perwakilan Sumsel untuk lebih menggiatkan program yang dapat meningkatkan moral salah satunya rumah tahfidz bagi para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Sumsel. “Ada satu poin yang ingin saya minta selain kemitraan, yakni menggiatkan rumah […]

  • FH UM Palembang Dorong Hukum Progresif Pascatambang

    FH UM Palembang Dorong Hukum Progresif Pascatambang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    FAKULTAS  Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penataan Lahan Bekas Tambang Batubara dalam Perspektif Hukum Berkemajuan” di Ruang Biro Hukum FH UM Palembang, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dikemas santai dan interaktif dalam agenda Ngopi Kudai Edisi Halal Bi Halal, sebagai ruang silaturahmi akademik sekaligus forum diskusi strategis pasca Hari Raya. Acara […]

  • Palembang Keluarkan SK Untuk GTK Non PNSD

    Palembang Keluarkan SK Untuk GTK Non PNSD

    • calendar_month Rabu, 14 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Salah satu langkah untuk melegalkan pemberian gaji dari pos dana bantuan operasional sekolah.

expand_less
WordPress Archive Adventure Tours – WordPress Tour/Travel Theme Advertisement Banner Addon for WPBakery Page Builder Advertisement & Branding Custom Content for Flow-Flow Adverza - Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Advice – Psychology, Therapy & Counseling Theme Advisero – Consulting WordPress Theme Aeen – Attorney and Lawyer WordPress Theme Aelia Currency Switcher for WooCommerce Aelia Tax Display by Country for WooCommerce Aenft - NFT Minting Collection WordPress Theme