Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Penjualan Tas Noken di Mimika, Laris Manis

Penjualan Tas Noken di Mimika, Laris Manis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 2.502
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENGRAJIN tas Noken di Sanggar Ae Wamuta Jaya, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania Kabupaten Mimika, Emiliana Mutaweyau, mengatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua telah menambah penjualan.

“Cukup banyak memang yang membeli tas noken di tempat ini,” kata Emiliana kepada Infopublik di Sentra Perumahan (SP) 1 Kelurahan Kamoro Jaya, Minggu (10/10/2021).

Emiliana menuturkan, harga satu tas noken rata- rata sekitar Rp300.000. “Lebih dari satu tas yang terjual per hari sejak adanya PON Papua,” katanya.

Selain itu, Emiliana mengharapkan bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

“Selama ini masih baru pelatihan atau bimbingan untuk pembuatan noken, sedangkan untuk modal dari kami ,” ujarnya.

Dia menyebutkan untuk bahan baku noken dibeli di pasar Mimika.

Sedangkan penggiat budaya di Mimika, Nikolaus, mengharapkan agar Pemkab Mimika lebih memperhatikan permodalan untuk para pengrajin tas noken.

“Sudah ada bantuan pelatihan untuk pengrajin tas noken, dan ke depan mudah-mudahan juga ada bantuan permodalan,” tuturnya.

Dalam pantauan infopublik, terdapat sejumlah pengrajin yang membuat tas di Sanggar Ae Wamuta Jaya membuat tas noken.

Sanggar tersebut memiliki lokasi yang strategis karena tepat berada di jalan raya.

Sekedar catatan, dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), keberadaan Noken di tanah Papua sudah ada cukup lama.
Ada sekitar 250 suku di Papua yang mengenal dan mengenakan Noken dalam kehidupan sehari-hari.

Keberadaan Noken sudah menjadi kebudayaan yang dikerjakan secara turun temurun hingga sekarang.

Sejak dahulu Noken digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Di mana fungsi sehari-harinya untuk membawa hasil kebun, hasil laut, kayu, bayi, hewan kecil, belanjaan, uang, sirih, atau makanan.

Noken juga dapat dipakai sebagai tutup kepala atau badan.

Sejarah panjang noken mendorong tumbuhnya hubungan antara noken dan pandangan hidup orang Papua, seperti sikap kemandirian orang.

Noken dibuat dari bahan-bahan alam. Jenis pohon yang dipakai untuk membuat noken, yakni serat pohon Yonggoli dan pohon Huisa.

Kedua pohon tersebut tumbuh liar di hutan Papua. Serat-serat tersebut kemudian dianyam atau dirajut.

Bagi masyarakat Papua, noken mengandung banyak nilai filosofis. Noken tidak hanya sekedar tas untuk membawa barang, tapi juga banyak nilai-nilai yang diajarkan nenek moyang Papua kepada generasi sekarang.

Noken dibuat secara khusus oleh wanita Papua. Bahkan mama-mama mengajarkan kepada anak-anak perempuan membuat noken hingga bisa membuat sendiri.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangaa urusan Pendidikan, Sains, dan Budaya (UNESCO) menetapakan noken sebagai warisan budaya dunia tak benda. Penetapan tersebut dilakukan di Kota Paris, Prancis, pada 4 Desember 2012.

Noken digolongkan dalam kategori ‘in Need of Urgent Safeguarding’ atau warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak.

Noken masuk dalam ranah tradisi dan ekspresi lisan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, dan kemahiran kerajinan tradisional.InfoPublik (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz di Sumsel, Begini Saran Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D.

    Terkait Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz di Sumsel, Begini Saran Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D.

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.346
    • 0Komentar

    USTADZ Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D. mengatakan program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang digagas Gubernur Herman Deru sejak awal juga tak luput dari apresiasinya. Menurutnya langkah itu sangat baik karena dapat menjadi amal kebaikan baik di dunia maupun di akhirat kelak. “Sebagai pemimpin yang baik, program Rumah Tahfidz ini harus diteruskan karena ini besar sekali […]

  • UPAL Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pagar Alam, Bikin Pemilik Warung Resah

    UPAL Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pagar Alam, Bikin Pemilik Warung Resah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.988
    • 0Komentar

    SEJUMLAH Warung milik warga mengalami kerugian menyusul uang palsu [Upal] pecahan Rp100 ribu beredar di Kota Pagar Alam, Akibatnya banyak pemilik warung resah dengan modus perdaran upal ini. Rika pemilik Warung Wulin korban mengakui mengalami kerugian, selain itu, Warung Ibu Yus yang berlokasi di Jalan Dua Jalur, Desa Bangun Rejo, Kelurahan Bangun Rejo Kecamatan Pagaralam […]

  • Muba Bedah 225 Rumah Warga Miskin

    Muba Bedah 225 Rumah Warga Miskin

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    SEBANYAK 255 keluarga Kurang Manpu Kategori warga miskin di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], akan mendapatkan bantuan bedah Runah/ RSRTLH [Rehab Rumah dari Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni] yang telah dianggarkan pada tahun ini melalui Dana APBD. Menurut laporan Plt Kepala Dinas Sosial Muba Drs H Muhammad Jaya pada Rapat RSRTLH yang dipimpin Asisten I di […]

  • Pembatasan Mobilitas Masyarakat Selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H (18-25 Juli 2021)

    Pembatasan Mobilitas Masyarakat Selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H (18-25 Juli 2021)

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    SATGAS Penaganganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran No.15/2021 tentang pembatasan mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Adha 1442 H yang diberlakukan dari 18 Juli hingga 25 Juli 2021. Dalam pengaturannya, mobilitas masyarakat keluar daerah akan dibatasi kecuali untuk para pekerja sektor esensial dan kritikal, serta perorangan dengan keperluan mendesak. Perihal keperluan mendesak adalah sakit keras, […]

  • Ingat ! Pilkades Serentak OKI 2021, Protokes Wajib Dijalankan,Begini Juga Pesan Wabup 

    Ingat ! Pilkades Serentak OKI 2021, Protokes Wajib Dijalankan,Begini Juga Pesan Wabup 

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir akan laksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dimulai pada 12 Oktober  2021 mendatang. Sebanyak 156 desa akan melaksanakan Pilkades tersebut dengan mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Pelaksanaan Pilkades yang sempat tertunda direncanakan akan dimulai pada 12 Oktober mendatang. Pilkades ini merupakan putaran kedua tahap pertama […]

  • Pemerintah Terus  Maksimalkan Vaksinasi, Walaupun Situasi Pandemi COVID-19 makin Terkendali

    Pemerintah Terus Maksimalkan Vaksinasi, Walaupun Situasi Pandemi COVID-19 makin Terkendali

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa situasi pandemi COVID-19 terus terkendali pada tingkat yang rendah. Dilansir dari InfoPublik.id, kasus konfirmasi Indonesia dan Jawa Bali masing-masing telah turun hingga 99 persen dari kasus puncaknya pada 15 Juli lalu. “Selain itu, angka reproduksi efektif Bali akhirnya turun di bawah 1, […]

expand_less
WordPress Archive WayMart – Multipurpose WooCommerce Theme Wayune - Beauty Care Product Elementor Template Kit WC Marketplace Vendor Filter WC Vendors Pro Wcmarketplace postcode restriction WD Portfolio Galleries WordPress Plugin W&D – Windows & Doors Theme We Build – Construction WordPress Theme Wealth – Multi-Purpose Landing Page WordPress Theme Weather for Visual Composer