Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Milenial Desa di OKI Sulap Tanaman Purun Jadi Barang Bernilai Ratusan Ribu

Milenial Desa di OKI Sulap Tanaman Purun Jadi Barang Bernilai Ratusan Ribu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
  • visibility 1.178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERKAT tangan-tangan kreatif milenial desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI], siapa sangka tanaman purun yang banyak ditemukan di Lahan Gambut bisa disulap menjadi barang berharga, dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bereneka ragam olahan purun ini dapat ditemui di stan OKI Expo 2019 yang di gelar di Halaman Parkir GOR Perahu Kajang, Kayuagung, OKI. Seperti tas cantik, tempat tisu, sandal, hingga rompi, semua olaha purun tersebut menjadi perhatian, serta memikat para pengunjung OKI Expo.

Iqbal salah satu milenial dan pengrajin purun berasal dari Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, OKI menjelaskan, dengan adanya OKI Expo ini sangat membantu mengenalkan industri kreatif dari tanaman purun. Bersama 6 orang temannya, ia mendapat stan ukuran 4×4 milik BUMdes Desa Menang Raya.

Ia pun menceritakan bahwa purun merupakan jenis tumbuhan rawa yang banyak tumbuh di lahan gambut, sekitar Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. Bertahun-tahun warga setempat mengolah gambut dengan bijak agar semakin lestari. “Hasil karya ini kami buat tampak lebih Eye Cathing, ”tuturnya, kemarin.

Selain dipamerkan di OKI Expo, biasanya kerajinan yang berasal dari purun ini kami ekspor ke Palembang. “Ada langganan yang biasanya datang tiap bulan dan kami jual harganya Rp150 ribu per buah,”akunya.

Ia mengaku, meski mudah mendapat bahan purun, proses pembuatan kerajinan tangan tak semudah yang dipikirkan. Sebab setelah purun dicabut dari lahan gambut, perajin harus menjemurnya selama tiga hari. Kemudian menghaluskan menggunakan mesin, lalu dianyam sesuai jenis pesanan. Tanpa kreativitas purun yang dianyam akan lebih rendah nilainya bila dibandingkan dengan purun yang diwarnai diolah menjadi produk siap pakai.

Untuk itu, Iqbal bersama teman-temannya merasa terpanggil untuk mendampingi pengerajin purun di desanya mulai pembinaan hingga pemasaran melalui media sosial. “Kalau tidak diolah dengan baik hasilnya tidak memuaskan. Jadi kami lakukan pendampingan dan bantu pemasaran melalui medsos,” serunya.

Iqbal mengungkapkan upaya milenial di Desa ini diawali keprihatinan terhadap terpuruknya olahan purun oleh gempuran produk berbahan sistesis maupun plastik. “Kita ingin kearifan lokal terjaga, meski tidak mungkin menolak produk-produk luar yang sudah bagus itu,” katanya.

Dalam pendanaan menurut dia, kelompok-kelompok pengerajin tersebut dibina melalui dana desa serta bimbingan dari program Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel.“Kami disuport oleh Pak Kades, BUMdes ini wadahnya juga dibimbing oleh TRG Sumsel,” imbuhnya.

 

 

 Pengolahan Lahan Gambut Lebih Bijaksana

Kepala Desa Menang Raya, Suparedi mengaku bersyukur dengan keterlibatan milenial di desanya dalam membina pengerajin tikar untuk menyelamatkan gambut.

Dia juga berterimakasih dengan program Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel di desanya, sehingga pengelolaan lahan gambut lebih bijaksana dan mencegah terjadinya kebakaran hutan rawa gambut. “Kalau lahan nggak terbakar, kita bisa gunakan bahan bakunya (purun) untuk buat kerajinan tangan,” tuturnya.

Dukungan masyarakat dalam mewujudkan restorasi gambut menurutnya penting. Namun masyarakat juga butuh jaminan sosial, ekonomi, dan budaya guna mendukung upaya tersebut.

“Terimakasih kepada TRG Sumsel yang menjalankan program pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat kami agar masyarakat semakin arif terhadap lingkungan, khususnya lahan gambut” Kata Suparedi. Selama puluhan tahun, masyarakat di Pedamaran menurut dia telah mengembangkan usaha kerajinan purun.

Hanya saja, sumber ekonomi yang arif dengan lingkungan tersebut mulai ditinggalkan masyarakat karena hasilnya tidak memuaskan. “Masyarakat banyak beralih mata pencaharian karena purun tidak lagi menjanjikan dengan pembinaan ini warga antusias kembali” ujarnya.

Dalam mengembangkan tersebut, TRG Sumatera Selatan menurut dia bukan hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pelatihan terkait manejemen dan peningkatan kualitas produksi juga melibatkan kaum melenial. “Mereka (TRG) membimbing para pengerajin juga libatkan anak-anak muda agar terlibat melestarikan kearifan lokal” tutupnya.

Selain mengolah purun, warganya juga akan mengolah eceng gondok. Dalam waktu dekat tambahnya anak-anak muda di desa akan dikirim ke Jogjakarta untuk dilatih. Program ini tambahnya juga didukung BRG “Kita kirim anak-anak Karang Taruna ke Jogja biar dilatih mengolah eceng gondok” ujar Suparedi. Selain pelatihan desanya juga mendapat bantuan mesin pemintal eceng gondok.[**]

 

Penulis : Indra

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Baik Reses DPD RI Arniza Nilawati

    Sambut Baik Reses DPD RI Arniza Nilawati

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyambut kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Arniza Nilawati SE MM, di Ruang Audiensi Bupati Muba, Rabu (14/10/2020). Dalam pertemuan tersebut Anggota DPD RI menyampaikan bahwa maksud tujuannya selain untuk bersilaturahmi juga untuk melakukan Reses, yang akan digelar […]

  • Saling Klaim, DPC Gerindra Prabumulih Lakukan Upayah Hukum

    Saling Klaim, DPC Gerindra Prabumulih Lakukan Upayah Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 945
    • 0Komentar

    ANGGOTA DPRD Prabumulih Aryono mengklaim menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Prabumulih sejak 2018, atas klaim tersebut ketua DPC Prabumulih Amsi Kurniawan mengambil langkah hukum dan memastikan bahwa posisinya sebagai ketua DPC masih berlaku hingga sekarang. “Kami telah mengambil hukum karena diduga Aryono telah mendeklarasikan ketua DPC,” kata kuasa Hukum Amsi Kurniawan, Sapriadi […]

  • Lantik 213 Pejabat di Lingkup Kabupaten Muba

    Lantik 213 Pejabat di Lingkup Kabupaten Muba

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin melantik 213 orang pejabat dilingkungan Kabupaten Muba, yang terdiri dari 2 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 31 orang Jabatan Administrator, 174 orang Jabatan Pengawas, 2 orang Kepala Puskesmas, dan 4 orang Jabatan Fungsional Tertentu (dokter dan paramedis), di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (14/10/2019). Dalam sambutannya Bupati […]

  • Begal Nyaris Diamuk Massa

    Begal Nyaris Diamuk Massa

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.529
    • 0Komentar

    ABASTIAN (35) Warga Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk Ogan Komering Ilir [OKI] nyaris bonyok diamuk massa setelah aksi begalnya tak berhasil membawa lagi kendaraan tukang ojeg yang korbannya diketahui Ibrahim (60) Warga Desa Lubuk Rukam. Pelaku diamankan Polisi dan warga lainnya ke Polsek Kayuagung, namun sempat menerima pukulan dan tendangan dari para warga yang merasa […]

  • Kenapa Pentingnya Penggunaan Masker Sebagai Pelindung Diri dari Covid-19

    Kenapa Pentingnya Penggunaan Masker Sebagai Pelindung Diri dari Covid-19

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    POLRI terus mengimbau masyarakat Indonesia untuk selalu memakai masker. Pemakaian masker menjadi wujud disiplin nasional selama pandemi covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran serta penularan Covid-19. Seperti yang kita ketahui, saat ini virus Corona tengah merebak di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di negara Indonesia. Penyebaran virus […]

  • Sempat Bersitegang, PT ICP Akhirnya Dapat Kejelasan

    Sempat Bersitegang, PT ICP Akhirnya Dapat Kejelasan

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    SETELAH sempat terjadi perselisihan yang akan berujung pada hukum, kini PT Indo Challan Perkasa (ICP) bisa bernafas lega. Pasalnya permasalahan perushaan dengan PT Ulima Nitra (UN) sudah ada titik temu dan kejelasan permasalahan. Dikatakan Legal PT ICP, Karla, setelah adanya permasalahan yang mana PT UN tidak ingin membayar setelah membuat kontrak dengan perusahaannya padahal alat […]

expand_less
WordPress Archive Models – Fashion Agency WordPress Theme Modern Audio Player Schedule AddOn Modern Events Calendar Modern HTML5 Responsive Youtube Playlist Player Modern Video Player for WordPress Modern Video Reel Modern Video Reel Amazon AddOn Modern Video Reel WooCommerce Product AddOn Modernize – Flexibility of WordPress Modesto – Photography Portfolio WordPress Theme