Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 799
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – KALAU biasanya diplomasi itu di ruang ber-AC pakai jas dan dasi, yang satu ini beda diplomasi sambil ngeulek sambal, keringetan, tapi senyum merekah. Namanya Gastrodiplomacy Local Experience, semacam pertemuan internasional… tapi dapurnya yang jadi ruang sidang, dan ulekan sambal jadi palunya!

Jumat pekan akhir lalu, Desa Bilebante di Lombok bukan lagi cuma desa hijau nan asri, tapi menjelma jadi ‘markas besar PBB’ Perserikatan Bule dan Bumbu, yang mempertemukan 27 perwakilan kedutaan besar negara sahabat lewat rasa, aroma, dan suara kompor menyala.

Dalam dunia perkulineran, ini semacam KTT. Bedanya, bukan bicara soal geopolitik atau inflasi dunia, tapi ngomongin enaknya ayam bakar bumbu Lombok, kriuknya jamur crispy, sampai seberapa pedas sambal baru yang dikasih nama Sambal Gili Bante. Konon, sambal ini bisa bikin lidah menari, mata berkaca-kaca, tapi hati bahagia.

“Diplomasi kuliner ini kayak pepatah lama tak kenal maka tak sayang, tapi kalau udah makan bareng, bisa jadi sahabatan seumur hidup,” ujar Wamenekraf Irene Umar, yang hari itu tampil bukan cuma sebagai pejabat, tapi juga duta besar rasa-rasa lokal.

Menurut Irene, yang sedang mencoba menyulap keripik menjadi investasi hijau, semua bahan dari Bilebante itu deket banget sama alam. Mulai dari daun kelor yang kayaknya dipetik dari belakang rumah, sampai ayam bakar yang kalau bisa ngomong mungkin bilang, “Saya lokal, organik, dan bangga!”

“Kita ini kadang suka minder sama produk desa. Padahal di luar negeri, konsep farm to table itu jadi rebutan di restoran bintang lima. Sementara di sini, farm to mouth langsung tanpa transit, tanpa go-food, tinggal metik dan masak!” tambahnya.

Satu lagi kegiatan yang bikin suasana tambah lezat adalah MASAMO alias Masak Bersama Master. Ini bukan lomba masak emak-emak biasa, tapi acara mentori langsung para juru masak lokal oleh Chef Norma Ismail. Menu andalan? Ayam Bakar Bumbu Lombok yang kalau dibakar pelan-pelan aromanya bisa bikin bule Prancis lupa cara makan escargot.

Tak ketinggalan sambal baru hasil kolaborasi rasa dan imajinasi, diberi nama oleh Direktur Kuliner Andy Ruswar  Sambal Gili Bante. Katanya sih, kalau sambal ini dikemas dan diekspor, bisa jadi ancaman buat Sriracha dan sambal Thailand.

Balik setiap suapan

Acara ini bukan cuma soal makanan. Tapi soal mengenalkan bahwa di balik setiap suapan, ada budaya, ada cerita, dan ada peluang ekonomi. Saat tamu-tamu dari berbagai negara menyantap Ares, Ebatan Ayam Merangkat, dan Sate Pusut, mereka bukan cuma mengisi perut. Mereka sedang mencicipi sejarah, menyentuh tradisi, dan siapa tahu menandatangani kontrak dagang lewat kunyahan.

“Kalau kita bangga sama masakan sendiri, dunia pun akan ikut jatuh cinta,” ujar Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang tampak bahagia menyaksikan masakan desa jadi topik internasional.

Gastrodiplomacy ini mengajarkan satu hal penting kadang, jalan menuju kerja sama antarnegara itu lewat perut. Bukan lewat pidato, tapi lewat urap-urap. Bukan lewat nota kesepahaman, tapi lewat tahu tempe dan kelor bebrok. Dunia mungkin ribut di banyak hal, tapi kalau sudah duduk semeja makan sambal bareng, biasanya damai datang dengan sendirinya.

“Kalau dunia ini dikuasai oleh para koki, mungkin nggak ada perang yang ada rebutan sambal,” kata seorang tamu kedutaan sambil nambah seporsi nasi.

Desa Bilebante hari itu membuktikan bahwa jadi duta bangsa tak melulu soal paspor dan protokol. Kadang cukup dengan ulekan sambal, ketulusan warga, dan kehangatan dapur. Bahwa potensi desa, jika dibungkus kreatif dan dipresentasikan dengan hati, bisa menggoyang dunia.

Jadi, kalau suatu hari nanti Anda mendengar ada warga Nepal kepincut bikin keripik kelor, atau diplomat Swedia buka restoran Ayam Merangkat, jangan kaget. Bisa jadi itu semua berawal dari sambal Gili Bante dan diplomasi dapur Desa Bilebante. Ingin narasi ini dikembangkan untuk kebutuhan media cetak, naskah siaran, atau infografik juga?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima anugerah birokrat peduli pers dari PWI, Pj Bupati OKI : Semoga insan pers kian profesional

    Terima anugerah birokrat peduli pers dari PWI, Pj Bupati OKI : Semoga insan pers kian profesional

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati OKI Asmar mengatakan Pers dan Pemerintah merupakan mitra yang memiliki tujuan sama untuk mencerdaskan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah melalui peran dan tugasnya masing-masing. “Terimakasih, agar ke depan Pers dan Pemkab OKI semakin bersinergi. Insan pers kian profesional menjadi jurnalis yang bermartabat,” ujar Asmar. Dia menilai agar ke depan Pers dan Pemkab […]

  • Matangkan Persiapan PD U-20

    Matangkan Persiapan PD U-20

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provisnsi Sumatera Selatan (Sumsel) komitmen untuk menyukseskan perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Setelah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah perhelatan akbar sepakbola dunia tersebut. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sumsel Akhmad Najib mengatakan, Stadion GSJ memiliki keunggulan tersendiri dalam menyukseskan Piala Dunia […]

  • Dalam Waktu 6 Bulan, Angka Kemiskinan Sumsel Turun 6.580 Orang

    Dalam Waktu 6 Bulan, Angka Kemiskinan Sumsel Turun 6.580 Orang

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    HANYA dalam waktu enam bulan (Maret-September 2019) angka kemiskinan Sumsel turun 0,15 persen menjadi 12,56 persen dari sebelumnya 12,71 persen. Berkurang sebanyak 6.580 orang dari kondisi Maret sebanyak 1.073.740 orang. Angka tersebut membuktikan target Gubernur Sumsel H.Herman Deru memangkas angka kemiskinan yang terbilang tinggi di Sumsel terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik […]

  • Maksimalkan Kinerja, Pekan Pertama Maret, Polda Sumsel Ungkap 47 Kasus Narkoba

    Maksimalkan Kinerja, Pekan Pertama Maret, Polda Sumsel Ungkap 47 Kasus Narkoba

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 598
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran berhasil mengungkap 47 kasus narkoba dengan mengamankan 58 tersangka di pekan pertama Maret 2022. Sementara barang bukti berupa sabu dan ganja dalam jumlah besar disita. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pada awal bulan Maret 2022 pihaknya terus meningkatkan kinerja pengungkapan kasus. “Pekan […]

  • Ketua Kadin Palembang : Inovasi Aspal Karet Menginspirasi Generasi Muda

    Ketua Kadin Palembang : Inovasi Aspal Karet Menginspirasi Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 15 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.851
    • 0Komentar

    INOVASI aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendapatkan pengakuan positif dan apresiasi dari berbagai pihak, setelah beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari jajaran legislatif Provinsi Jambi, kali ini pengurus Kamar Dagang Industri (KADIN) Kota Palembang mengaku aspal karet merupakan terobosan yang luar biasa. “Aspal karet Muba ini sangat luar biasa, terobosan nyata menjawab […]

  • Dinas PUPR Muba Perbaiki 4 Jalan Rusak, Emang Tugas & Kewajibannya

    Dinas PUPR Muba Perbaiki 4 Jalan Rusak, Emang Tugas & Kewajibannya

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin melalui Dinas PUPR  melakukan perbaikan  empat titik jalan rusak dalam wilayah Kabupaten Muba setelah mendapatkan laporan dari warga setempat. Dilaporkan bahwa Dinas PUPR memperbaiki empat jalan rusak meliputi, Ruas Jalan Desa Warga Mulya Kecamatan Plakat Tinggi, Ruas jalan Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman tepatnya menuju SMPN 5 Babat Toman, kemudian tanah longsor […]

expand_less
WordPress Archive Aviacademy – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Avika – Multipurpose eCommerce Elementor Pro Template Kit Avila – Electronic WooCommerce Elementor Template Kit Avimart – Multi-Vendor Marketplace WordPress Theme Avontur – Modern Tour & Travel Elementor Template Kit Avviare Start Up Business Elementor Template Kit Avvocato – Law Firm WordPress Theme Awake – Creative Portfolio WordPress Theme aWeather Forecast Awebani – Restaurant WordPress Theme