Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 793
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu santri identik dengan kitab kuning, sarung kotak, dan sandal jepit yang kadang hilang saat hujan turun, kini mereka mulai didandani menjadi insan kreatif. Bukan cuma jago mengaji, tapi juga bisa ngedit video dakwah, bikin konten Instagram yang menggugah iman, sampai bikin usaha kopi kekinian dengan nama seperti “Ngopi Bareng Imam”.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan DPR Aceh dan menyampaikan program “Santri Kreatif”, kita tak bisa cuma mengangguk sopan. Ini bukan wacana meninabobokan, ini potensi menggemparkan!.

Coba bayangkan, jika para santri yang selama ini kita kira hanya jago tafsir dan tahsin, tiba-tiba bisa bikin gim Islami, aplikasi doa harian berfitur augmented reality, atau bahkan membuka startup digital bertema kearifan lokal Aceh, bisa-bisa pesantren di Bireuen jadi Silicon Valley-nya Serambi Mekkah.

Sebagaimana pepatah lama, “Orang bijak bukan hanya memelihara akhlak, tapi juga mengolah akal dan rezeki”. Maka sudah saatnya kita geser persepsi santri bukan hanya calon ustaz, tapi juga bisa jadi CEO, content creator halal, atau bahkan produser film religi yang masuk Netflix.

Apalagi Aceh punya Dinas Pendidikan Dayah, satu-satunya di Indonesia, ibarat punya dapur besar, tinggal diberi resep ekonomi kreatif, dimasak dengan kompor teknologi, dan dihidangkan untuk pasar dunia.

Kalau di Jepang ada Cool Japan untuk promosi budaya anime dan makanan khas, kenapa Aceh tidak bisa bikin Cool Dayah?. Di Korea Selatan ada program K-Startup Grand Challenge yang mengorbitkan wirausaha muda, kenapa di Indonesia tidak ada S-Startup alias Santri Startup Challenge?.

Kita juga harus membuang jauh-jauh prasangka bahwa dunia kreatif itu hanya milik mereka yang nyentrik atau “nyeleneh”. Dalam ekonomi kreatif, konten Islami, batik digital, kerajinan bordir Aceh, bahkan lagu-lagu sholawat dengan aransemen kekinian bisa menjadi produk yang cuanable.

Menteri Teuku Riefky benar, santri perlu modal, tapi bukan hanya modal dalil, mereka butuh pelatihan, alat produksi, koneksi pasar, bahkan mentor branding, jangan sampai santri hanya dilatih membuat kerajinan tasbih, tapi tidak diajari cara menjualnya di e-commerce, Itu sama saja kayak punya nasi goreng enak tapi tak tahu cara buka warung.

Apa yang disampaikan  Komisi VII DPRA dan Dinas Pendidikan Dayah sudah pas, tapi perlu diingat, kolaborasi tanpa eksekusi hanya akan jadi seremonial yang mirip pengajian buka bersama ramai di awal, kenyang di tengah, bubar setelah salam.

Harus ada anggaran yang pasti, jangan sampai ekonomi kreatif untuk santri hanya hidup dari spanduk dan proposal, kalau bisa, Aceh punya “Dana Santripreneur Nasional” yang bersumber dari APBN, khusus untuk pesantren yang punya unit ekonomi kreatif, bahkan lebih baik lagi kalau nanti lahir BUMDayah [Badan Usaha Milik Dayah].

Buka jendela dunia

Mari kita bantu para santri membuka jendela dunia, biarkan mereka menyebar nilai Islam bukan hanya lewat mimbar, tapi juga melalui platform digital, film, musik, dan produk kreatif yang merambah pasar global.

Dulu, para wali menyebarkan agama dengan seni, budaya, dan keteladanan. Kini, santri zaman now bisa menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui YouTube, TikTok halal, hingga NFT Islami, karena seperti kata pepatah Aceh “Ureueng leubeh, hana meutuwah nyang hana nyang that.” (Orang hebat adalah yang tak hanya pandai berkata, tapi juga bisa berbuat nyata).

Kalau santri Aceh diberi ruang dan dukungan, jangan kaget kalau suatu hari nanti ada nama Ustaz Farhan yang bukan cuma trending di TikTok, tapi juga masuk daftar 30 Under 30 Forbes Asia untuk kategori Faith-Based Digital Economy.

Dan kalau itu terjadi, ya, kita tinggal teriak “Alhamdulillah, ekonomi kreatif santri bukan sekadar wacana!”.

Sebab, sudah bukan zamannya santri hanya dilatih berdakwah pakai TOA masjid yang bunyinya kadang kalah sama suara blender emak-emak, sekarang santri bisa dakwah lewat podcast, dagang sarung lewat marketplace, bahkan bisa bikin game Islami bertema perjuangan Wali Songo lawan penjajah digital atau yang lainnya yang bernafaskan Islam sebagai edukasi masyarakat.

Kalau pemerintah pusat dan daerah bisa sepakat, anggaran bisa mengalir seperti air zamzam, berkah dan tak putus-putus, tapi kalau cuma jadi bahan diskusi, ya santri kita cuma bisa kreatif di atas kertas ulangan.

Pemerintah, pesantren, DPR Aceh, bahkan netizen budiman punya tugas mulia menciptakan jalan agar santri bisa jalan-jalan ke masa depan. Masa depan yang bukan hanya penuh hafalan, tapi juga penuh penghasilan. Bangsa ini takkan maju hanya dengan gedung pencakar langit, tapi juga dengan santri yang bisa mencakar potensi diri, menggali kearifan lokal, lalu menjualnya ke dunia pakai aplikasi buatan sendiri.

Jadi, mari  dukung para santri naik kelas, dari yang dulunya naik sepeda ontel ke madrasah, kini bisa naik motor listrik buatan pesantren ke pameran industri kreatif nasional. Jangan lupa, santri bukan sekadar pewaris agama, mereka juga pewaris masa depan,  masa depan itu… bisa dimulai dari laptop di pondok dan mimpi besar di kepala mereka. Santri kreatif? Kenapa tidak. Wong Steve Jobs saja dulu drop out, masa santri yang lulus kitab kuning enggak bisa jadi founder unicorn?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSSI gaet Polri berantas mafia bola, terutama soal ini, pegang data di Polri & FIFA

    PSSI gaet Polri berantas mafia bola, terutama soal ini, pegang data di Polri & FIFA

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.291
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- PSSI menggaet Polri berkomitmen memberantas mafia bola [match fixing], seperti salah satunya pengaturan skor, demi mewujudkan iklim sepakbola yang bersih di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (26/6). “Saya […]

  • ETF Emas Indonesia Resmi Meluncur, Ini yang Perlu Diketahui Investor

    ETF Emas Indonesia Resmi Meluncur, Ini yang Perlu Diketahui Investor

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pasar modal Indonesia kini memiliki instrumen investasi emas baru di tengah lonjakan jumlah investor yang telah mencapai 30,27 juta orang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan ETF Emas pada Senin (10/8/2026), yang menawarkan akses investasi emas melalui perdagangan di bursa. Jumlah investor pasar modal tersebut tercatat tumbuh 48,67 persen secara tahunan hingga 7 […]

  • Wow, Ekspor Buah Kelapa Sumsel Bisa Capai 70 Kontainer

    Wow, Ekspor Buah Kelapa Sumsel Bisa Capai 70 Kontainer

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    Ekspor buah kelapa dari Sumsel dilakukan melalui pelabuhan Boom Baru Palembang dengan negara tujuan ekspor Tiongkok dan Thailand.

  • Tol Palindra Diresmikan, Alex Noerdin Sebut Impian 8 Juta Rakyat Sumsel

    Tol Palindra Diresmikan, Alex Noerdin Sebut Impian 8 Juta Rakyat Sumsel

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan peresmian Jalan Tol Palindra ini merupakan impian 8 juta lebih warga Sumsel. Pasalnya sejak zaman Belanda baru ini Sumsel akhirnya memiliki jalan tol pertama. Hal ini tentu saja menjadi hal yang membanggakan terlebih Presiden Jokowi sendiri yang turun meresmikannya.

  • Rekrut 400 Tenaga PPEP, Gubernur  Herman Deru Memanggil Putra-Putri Terbaik untuk Majukan Sektor Pertanian

    Rekrut 400 Tenaga PPEP, Gubernur  Herman Deru Memanggil Putra-Putri Terbaik untuk Majukan Sektor Pertanian

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru kembali memanggil 400 orang putra putri terbaik untuk bergabung dalam memajukan sektor pertanian di Sumsel. Kali ini Pemprov Sumsel merekrut 400 orang tenaga pendamping peningkatan Ekonomi Pertanian (PPEP). Tenaga pendamping Pertanian ini nantinya akan mengisi kebutuhan tenaga Penyuluh Pertanian di Desa/Kelurahan yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera […]

  • Donor Terus Berlanjut, Stok Darah Cukup Selama Ramadhan

    Donor Terus Berlanjut, Stok Darah Cukup Selama Ramadhan

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pelaksanaan donor darah yang digeber selama beberapa hari di 18 kecamatan kini membuahkan hasil. Yakni stok kebutuhan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang tercukupi, paling tidak selama Bulan Suci Ramadan. “Alhamdulillah, stok darah dari kegiatan di 18 kecamatan sudah mencukupi,” kata Fitrianti, usai menghadiri baksos di […]

expand_less
WordPress Archive Simpley – Isotope Gallery WordPress plugin Simplio – Creative Portfolio WordPress Theme Sinco – Data Science WordPress Theme Sinema – Film Maker & Movie Studio Elementor Template Kit Single Product Checkout For WooCommerce Sipu – Creative Portfolio Elementor Template Kit SiteCrest | Web Hosting WordPress & WHMCS Theme SiteWarden - Web Hosting Elementor Template Kit Sixten - Minimalist Portfolio WordPress Theme Sixx – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit