Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 786
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu santri identik dengan kitab kuning, sarung kotak, dan sandal jepit yang kadang hilang saat hujan turun, kini mereka mulai didandani menjadi insan kreatif. Bukan cuma jago mengaji, tapi juga bisa ngedit video dakwah, bikin konten Instagram yang menggugah iman, sampai bikin usaha kopi kekinian dengan nama seperti “Ngopi Bareng Imam”.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan DPR Aceh dan menyampaikan program “Santri Kreatif”, kita tak bisa cuma mengangguk sopan. Ini bukan wacana meninabobokan, ini potensi menggemparkan!.

Coba bayangkan, jika para santri yang selama ini kita kira hanya jago tafsir dan tahsin, tiba-tiba bisa bikin gim Islami, aplikasi doa harian berfitur augmented reality, atau bahkan membuka startup digital bertema kearifan lokal Aceh, bisa-bisa pesantren di Bireuen jadi Silicon Valley-nya Serambi Mekkah.

Sebagaimana pepatah lama, “Orang bijak bukan hanya memelihara akhlak, tapi juga mengolah akal dan rezeki”. Maka sudah saatnya kita geser persepsi santri bukan hanya calon ustaz, tapi juga bisa jadi CEO, content creator halal, atau bahkan produser film religi yang masuk Netflix.

Apalagi Aceh punya Dinas Pendidikan Dayah, satu-satunya di Indonesia, ibarat punya dapur besar, tinggal diberi resep ekonomi kreatif, dimasak dengan kompor teknologi, dan dihidangkan untuk pasar dunia.

Kalau di Jepang ada Cool Japan untuk promosi budaya anime dan makanan khas, kenapa Aceh tidak bisa bikin Cool Dayah?. Di Korea Selatan ada program K-Startup Grand Challenge yang mengorbitkan wirausaha muda, kenapa di Indonesia tidak ada S-Startup alias Santri Startup Challenge?.

Kita juga harus membuang jauh-jauh prasangka bahwa dunia kreatif itu hanya milik mereka yang nyentrik atau “nyeleneh”. Dalam ekonomi kreatif, konten Islami, batik digital, kerajinan bordir Aceh, bahkan lagu-lagu sholawat dengan aransemen kekinian bisa menjadi produk yang cuanable.

Menteri Teuku Riefky benar, santri perlu modal, tapi bukan hanya modal dalil, mereka butuh pelatihan, alat produksi, koneksi pasar, bahkan mentor branding, jangan sampai santri hanya dilatih membuat kerajinan tasbih, tapi tidak diajari cara menjualnya di e-commerce, Itu sama saja kayak punya nasi goreng enak tapi tak tahu cara buka warung.

Apa yang disampaikan  Komisi VII DPRA dan Dinas Pendidikan Dayah sudah pas, tapi perlu diingat, kolaborasi tanpa eksekusi hanya akan jadi seremonial yang mirip pengajian buka bersama ramai di awal, kenyang di tengah, bubar setelah salam.

Harus ada anggaran yang pasti, jangan sampai ekonomi kreatif untuk santri hanya hidup dari spanduk dan proposal, kalau bisa, Aceh punya “Dana Santripreneur Nasional” yang bersumber dari APBN, khusus untuk pesantren yang punya unit ekonomi kreatif, bahkan lebih baik lagi kalau nanti lahir BUMDayah [Badan Usaha Milik Dayah].

Buka jendela dunia

Mari kita bantu para santri membuka jendela dunia, biarkan mereka menyebar nilai Islam bukan hanya lewat mimbar, tapi juga melalui platform digital, film, musik, dan produk kreatif yang merambah pasar global.

Dulu, para wali menyebarkan agama dengan seni, budaya, dan keteladanan. Kini, santri zaman now bisa menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui YouTube, TikTok halal, hingga NFT Islami, karena seperti kata pepatah Aceh “Ureueng leubeh, hana meutuwah nyang hana nyang that.” (Orang hebat adalah yang tak hanya pandai berkata, tapi juga bisa berbuat nyata).

Kalau santri Aceh diberi ruang dan dukungan, jangan kaget kalau suatu hari nanti ada nama Ustaz Farhan yang bukan cuma trending di TikTok, tapi juga masuk daftar 30 Under 30 Forbes Asia untuk kategori Faith-Based Digital Economy.

Dan kalau itu terjadi, ya, kita tinggal teriak “Alhamdulillah, ekonomi kreatif santri bukan sekadar wacana!”.

Sebab, sudah bukan zamannya santri hanya dilatih berdakwah pakai TOA masjid yang bunyinya kadang kalah sama suara blender emak-emak, sekarang santri bisa dakwah lewat podcast, dagang sarung lewat marketplace, bahkan bisa bikin game Islami bertema perjuangan Wali Songo lawan penjajah digital atau yang lainnya yang bernafaskan Islam sebagai edukasi masyarakat.

Kalau pemerintah pusat dan daerah bisa sepakat, anggaran bisa mengalir seperti air zamzam, berkah dan tak putus-putus, tapi kalau cuma jadi bahan diskusi, ya santri kita cuma bisa kreatif di atas kertas ulangan.

Pemerintah, pesantren, DPR Aceh, bahkan netizen budiman punya tugas mulia menciptakan jalan agar santri bisa jalan-jalan ke masa depan. Masa depan yang bukan hanya penuh hafalan, tapi juga penuh penghasilan. Bangsa ini takkan maju hanya dengan gedung pencakar langit, tapi juga dengan santri yang bisa mencakar potensi diri, menggali kearifan lokal, lalu menjualnya ke dunia pakai aplikasi buatan sendiri.

Jadi, mari  dukung para santri naik kelas, dari yang dulunya naik sepeda ontel ke madrasah, kini bisa naik motor listrik buatan pesantren ke pameran industri kreatif nasional. Jangan lupa, santri bukan sekadar pewaris agama, mereka juga pewaris masa depan,  masa depan itu… bisa dimulai dari laptop di pondok dan mimpi besar di kepala mereka. Santri kreatif? Kenapa tidak. Wong Steve Jobs saja dulu drop out, masa santri yang lulus kitab kuning enggak bisa jadi founder unicorn?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepucuk OKI Bakal Di Jadikan Pusat Riset Gambut

    Sepucuk OKI Bakal Di Jadikan Pusat Riset Gambut

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2015 yang lalu merupakan kebakaran yang terbesar di Sumsel. Namun Pemerintah Provinsi Sumsel bersama stakeholder lainnya bertekad agar Karhutla tidak terjadi lagi. Atas komitmen Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tahun 2016 Sumsel zero asap dan terbukti pada tahun 2016 Sumsel tidak ada asap.

  • Cegah Kelangkaan, Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

    Cegah Kelangkaan, Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melarang ekspor bahan baku minyak goreng mulai Kamis (28/4/2022) mendatang supaya salah satu kebutuhan pokok tersebut tidak langka. Agar, ketersediaan minyak goreng di dalam negeri dapat melimpah dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. “Pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng mulai 28 April 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian,” kata Presiden Joko […]

  • Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2023, Netizen: Rusia Dibanned FIFA, Mengapa Israel Tidak?

    Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2023, Netizen: Rusia Dibanned FIFA, Mengapa Israel Tidak?

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.004
    • 0Komentar

    SEPAKBOLA menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa waktu terakhir. Fédération Internationale de Football Association (FIFA) secara resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023. Keuntungan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 antara lain meningkatkan profil negara atau kota, peningkatan pariwisata dan ekonomi, peningkatan infrastruktur, peningkatan kesadaran olahraga, meningkatkan hubungan internasional, dan mempromosikan nilai-nilai […]

  • Menristek: Inovasi dan Kolaborasi Penting untuk Mengatasi Pandemi COVID-19

    Menristek: Inovasi dan Kolaborasi Penting untuk Mengatasi Pandemi COVID-19

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan bahwa riset dan inovasi memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi global sekarang ini. Hal tersebut disampaikan Menteri saat menghadiri peluncuran Grab Vaccine Center atau Pusat Vaksinasi yang diluncurkan oleh Grab Indonesia dan Good Doctor bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik, yang diselenggarakan […]

  • Satpol-PP Banyuasin Gerebek Pijat Plus Bermodus Warung Kopi

    Satpol-PP Banyuasin Gerebek Pijat Plus Bermodus Warung Kopi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.301
    • 0Komentar

    SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin kembali menggerebek sebuah warung remang-remang yang menjual jasa urut plus bermodus warung kopi yang terletak di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Dalam pengerbakan satpol PP Banyuasin berhasil mengamankan sepasang oknum yang tengah bercumbu beserta pemilik warung. Menurut Supandi. Spd. Msi, Kepala Bidang (Kabid) Tibum Tram […]

  • Wabup OKI Gugah Warga yang Telah Mampu untuk Tak Terima Lagi PKH

    Wabup OKI Gugah Warga yang Telah Mampu untuk Tak Terima Lagi PKH

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir menyambangi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapa (PKH) di Kecamatan Kota Kayuagung. Wabup yang didampingi jajaran Polres OKI, Dinas Sosial dan OPD terkait menggugah warga yang telah mampu untuk mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Agar program yang baik ini tepat sasaran bagi yang mampu kita gugah […]

expand_less
WordPress Archive Simpley – Isotope Gallery WordPress plugin Simplio – Creative Portfolio WordPress Theme Sinco – Data Science WordPress Theme Sinema – Film Maker & Movie Studio Elementor Template Kit Single Product Checkout For WooCommerce Sipu – Creative Portfolio Elementor Template Kit SiteCrest | Web Hosting WordPress & WHMCS Theme SiteWarden - Web Hosting Elementor Template Kit Sixten - Minimalist Portfolio WordPress Theme Sixx – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit