Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 779
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu santri identik dengan kitab kuning, sarung kotak, dan sandal jepit yang kadang hilang saat hujan turun, kini mereka mulai didandani menjadi insan kreatif. Bukan cuma jago mengaji, tapi juga bisa ngedit video dakwah, bikin konten Instagram yang menggugah iman, sampai bikin usaha kopi kekinian dengan nama seperti “Ngopi Bareng Imam”.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan DPR Aceh dan menyampaikan program “Santri Kreatif”, kita tak bisa cuma mengangguk sopan. Ini bukan wacana meninabobokan, ini potensi menggemparkan!.

Coba bayangkan, jika para santri yang selama ini kita kira hanya jago tafsir dan tahsin, tiba-tiba bisa bikin gim Islami, aplikasi doa harian berfitur augmented reality, atau bahkan membuka startup digital bertema kearifan lokal Aceh, bisa-bisa pesantren di Bireuen jadi Silicon Valley-nya Serambi Mekkah.

Sebagaimana pepatah lama, “Orang bijak bukan hanya memelihara akhlak, tapi juga mengolah akal dan rezeki”. Maka sudah saatnya kita geser persepsi santri bukan hanya calon ustaz, tapi juga bisa jadi CEO, content creator halal, atau bahkan produser film religi yang masuk Netflix.

Apalagi Aceh punya Dinas Pendidikan Dayah, satu-satunya di Indonesia, ibarat punya dapur besar, tinggal diberi resep ekonomi kreatif, dimasak dengan kompor teknologi, dan dihidangkan untuk pasar dunia.

Kalau di Jepang ada Cool Japan untuk promosi budaya anime dan makanan khas, kenapa Aceh tidak bisa bikin Cool Dayah?. Di Korea Selatan ada program K-Startup Grand Challenge yang mengorbitkan wirausaha muda, kenapa di Indonesia tidak ada S-Startup alias Santri Startup Challenge?.

Kita juga harus membuang jauh-jauh prasangka bahwa dunia kreatif itu hanya milik mereka yang nyentrik atau “nyeleneh”. Dalam ekonomi kreatif, konten Islami, batik digital, kerajinan bordir Aceh, bahkan lagu-lagu sholawat dengan aransemen kekinian bisa menjadi produk yang cuanable.

Menteri Teuku Riefky benar, santri perlu modal, tapi bukan hanya modal dalil, mereka butuh pelatihan, alat produksi, koneksi pasar, bahkan mentor branding, jangan sampai santri hanya dilatih membuat kerajinan tasbih, tapi tidak diajari cara menjualnya di e-commerce, Itu sama saja kayak punya nasi goreng enak tapi tak tahu cara buka warung.

Apa yang disampaikan  Komisi VII DPRA dan Dinas Pendidikan Dayah sudah pas, tapi perlu diingat, kolaborasi tanpa eksekusi hanya akan jadi seremonial yang mirip pengajian buka bersama ramai di awal, kenyang di tengah, bubar setelah salam.

Harus ada anggaran yang pasti, jangan sampai ekonomi kreatif untuk santri hanya hidup dari spanduk dan proposal, kalau bisa, Aceh punya “Dana Santripreneur Nasional” yang bersumber dari APBN, khusus untuk pesantren yang punya unit ekonomi kreatif, bahkan lebih baik lagi kalau nanti lahir BUMDayah [Badan Usaha Milik Dayah].

Buka jendela dunia

Mari kita bantu para santri membuka jendela dunia, biarkan mereka menyebar nilai Islam bukan hanya lewat mimbar, tapi juga melalui platform digital, film, musik, dan produk kreatif yang merambah pasar global.

Dulu, para wali menyebarkan agama dengan seni, budaya, dan keteladanan. Kini, santri zaman now bisa menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui YouTube, TikTok halal, hingga NFT Islami, karena seperti kata pepatah Aceh “Ureueng leubeh, hana meutuwah nyang hana nyang that.” (Orang hebat adalah yang tak hanya pandai berkata, tapi juga bisa berbuat nyata).

Kalau santri Aceh diberi ruang dan dukungan, jangan kaget kalau suatu hari nanti ada nama Ustaz Farhan yang bukan cuma trending di TikTok, tapi juga masuk daftar 30 Under 30 Forbes Asia untuk kategori Faith-Based Digital Economy.

Dan kalau itu terjadi, ya, kita tinggal teriak “Alhamdulillah, ekonomi kreatif santri bukan sekadar wacana!”.

Sebab, sudah bukan zamannya santri hanya dilatih berdakwah pakai TOA masjid yang bunyinya kadang kalah sama suara blender emak-emak, sekarang santri bisa dakwah lewat podcast, dagang sarung lewat marketplace, bahkan bisa bikin game Islami bertema perjuangan Wali Songo lawan penjajah digital atau yang lainnya yang bernafaskan Islam sebagai edukasi masyarakat.

Kalau pemerintah pusat dan daerah bisa sepakat, anggaran bisa mengalir seperti air zamzam, berkah dan tak putus-putus, tapi kalau cuma jadi bahan diskusi, ya santri kita cuma bisa kreatif di atas kertas ulangan.

Pemerintah, pesantren, DPR Aceh, bahkan netizen budiman punya tugas mulia menciptakan jalan agar santri bisa jalan-jalan ke masa depan. Masa depan yang bukan hanya penuh hafalan, tapi juga penuh penghasilan. Bangsa ini takkan maju hanya dengan gedung pencakar langit, tapi juga dengan santri yang bisa mencakar potensi diri, menggali kearifan lokal, lalu menjualnya ke dunia pakai aplikasi buatan sendiri.

Jadi, mari  dukung para santri naik kelas, dari yang dulunya naik sepeda ontel ke madrasah, kini bisa naik motor listrik buatan pesantren ke pameran industri kreatif nasional. Jangan lupa, santri bukan sekadar pewaris agama, mereka juga pewaris masa depan,  masa depan itu… bisa dimulai dari laptop di pondok dan mimpi besar di kepala mereka. Santri kreatif? Kenapa tidak. Wong Steve Jobs saja dulu drop out, masa santri yang lulus kitab kuning enggak bisa jadi founder unicorn?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Jadikan Hobi Sebagai Pekerjaan yang Menghasilkan, Jadilah Pemuda Kreatif Demi Masa Depan

    Gubernur Minta Jadikan Hobi Sebagai Pekerjaan yang Menghasilkan, Jadilah Pemuda Kreatif Demi Masa Depan

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.362
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru harapkan Pemuda harus terus berkreasi dan sebagai inspirasi bagi teman lain utamanya mampu menciptakan lapangan kerja Hal tersebut diutarakan pada Penutupan Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilimah di Kalangan Pemuda Tahun 2021 (Ide Kreatif Bisnis Pemuda) bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Minggu (27/6/2021). “Saya harapkan dengan adanya lomba […]

  • Perjuangan Warga Batang Masih Butuh Dukunganmu

    Perjuangan Warga Batang Masih Butuh Dukunganmu

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.606
    • 0Komentar

    SEPULUH tahun sudah warga Kab. Batang, Jawa Tengah memperjuangkan hak hidup di tanah mereka. Di bawah bayang-bayang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), warga yang dulunya bisa hidup berkecukupan dengan melaut dan bertani kini harus menanggung pedih. Berdasarkan laporan Mongabay tahun 2016, diketahui proyek raksasa PLTU ini berada di atas 226 hektar lahan pertanian produktif, sawah beririgasi […]

  • Inilah Isi 5 Poin Surat Edaran Bupati OKI Terkait Penanganan Karhutlah

    Inilah Isi 5 Poin Surat Edaran Bupati OKI Terkait Penanganan Karhutlah

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    “Setiap waktu tertentu, patroli secara reguler  terutama di area rawan kebakaran, selain pemantauan tersebut, perusahaan harus memastikan alat pemadam kebakaran miliknya dalam kondisi baik dan siap pakai, serta menyiapkan pasukan pemadam siaga Masyarakat Peduli Api setempat,”

  • Tekan  Lonjakan Kasus Covid 19,  Pemprov Terapkan Kebijakan Ganjil Genap 

    Tekan  Lonjakan Kasus Covid 19,  Pemprov Terapkan Kebijakan Ganjil Genap 

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) segera menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang melintas disejumlah ruas jalan protokol dalam wilayah Kota Palembang. Kebijakan ini diambil guna  mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan, pihaknya  telah berkordinasi dengan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri. Dimana rencana ganjil genap  tersebut efektif   berlaku pada […]

  • 3 Menteri Madagaskar Kunjungi Booth Indonesia di FIM 2022, Begini Responnya

    3 Menteri Madagaskar Kunjungi Booth Indonesia di FIM 2022, Begini Responnya

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 602
    • 0Komentar

    ANTANANARIVO, Madagaskar – Dalam rangka menjalankan diplomasi ekonomi dan kebudayaan, KBRI Antananarivo kembali berpartisipasi dalam pameran terbesar di kawasan Samudera Hindia, yaitu Foire Internationale de Madagascar (FIM) 2022 pada 19 hingga 22 Mei 2022 di Forelo Tanjombato, setelah sukses menarik perhatian pada gelaran sebelumnya di tahun 2021. Pada saat pembukaan pameran FIM 2022, tiga Menteri Madagaskar mengunjungi Booth Indonesia yakni […]

  • Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    PANDEMI Covid-19 masih menyebabkan pembatasan-pembatasan di berbagai negara, tak terkecuali di Thailand. Menyiasati hal tersebut, KRI Songkhla merayakan Idulfitri 1442 H bersama para WNI di Thailand Selatan secara daring (15/05/2021). Acara berlangsung lancar penuh kekeluargaan dengan diikuti 47 peserta secara aktif. Silaturahmi virtual WNI ini adalah untuk pertama kali diadakan ditengah masa pandemi Covid-19 yang […]

expand_less
WordPress Archive Simpley – Isotope Gallery WordPress plugin Simplio – Creative Portfolio WordPress Theme Sinco – Data Science WordPress Theme Sinema – Film Maker & Movie Studio Elementor Template Kit Single Product Checkout For WooCommerce Sipu – Creative Portfolio Elementor Template Kit SiteCrest | Web Hosting WordPress & WHMCS Theme SiteWarden - Web Hosting Elementor Template Kit Sixten - Minimalist Portfolio WordPress Theme Sixx – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit