Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Kain yang Nyaris Punah, Kini Jadi Sumber Cuan”

“Kain yang Nyaris Punah, Kini Jadi Sumber Cuan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.673
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, yang viral itu outfit of the day ala Korea, sekarang Palembang punya versi lokalnya, yakni outfit of the heritage!, siapa sangka, kain yang dulu cuma bisa dilihat di museum, kondisinya berdebu, digantung manis di balik kaca, kini nongol lagi di fashion show, bahkan nongol juga di marketplace sebelah tas anyaman dan sambal tempoyak dalam kemasan kekinian.

Semua ini gara-gara tangan dingin (dan ide panas) para ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Kota Palembang dan Dekranasda Sumsel. Mereka nggak mau cuma jadi penonton ketika budaya mulai tergeser sama tren import. Katanya, “Kalau kain luar bisa dijual mahal, masa kain sendiri cuma jadi pajangan ruang tamu?”.

Jadilah mereka bersekutu, bukan buat demo diskon, tapi buat revitalisasi wastra. Istilah kerennya menenun lagi masa lalu jadi masa depan, kain-kain tradisional yang nyaris punah, seperti Prada Palembang, mulai dihidupkan kembali. Bukan sekadar nostalgia, tapi jadi peluang bisnis yang bisa bikin dompet ikut menebal.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, bilang kalau PKK sekarang bukan cuma urusan dasawisma, tapi juga dasa-‘wastra’. Mereka ingin memberdayakan UMKM supaya bisa produksi wastra lokal secara luas. Ibu-ibu PKK yang dulu sibuk ngatur jadwal arisan, kini sibuk ngatur stok kain dan pesanan pelanggan.

Sementara itu, Feby Deru, Ketua Dekranasda Sumsel, tampil seperti arkeolog budaya, bedanya, yang dia gali bukan fosil, tapi motif kain yang hampir punah, katanya, ada wastra kuno yang cuma bisa dilihat dari foto karena kain aslinya nyasar ke museum luar negeri. Nah, misi mereka sekarang menenun ulang sejarah.

Bayangkan, dari benang-benang yang hampir putus, lahir kembali kain yang dulu jadi kebanggaan kerajaan Sriwijaya, dan kalau dulu cuma bangsawan yang bisa pakai, sekarang siapa pun bisa  asal punya niat dan sedikit saldo.

Lucunya, banyak anak muda yang awalnya ogah pakai kain tradisional, sekarang malah rebutan. Soalnya, kalau dipadu-padankan dengan gaya modern, hasilnya bikin outfit jadi makin stand out. Dari yang tadinya cuma tahu streetwear, kini mulai belajar silhouette tenunware.

Jadi jangan heran, kalau nanti kamu buka toko online, di antara hoodie dan sneakers, muncul juga kain Prada dengan deskripsi “limited edition, handcrafted, lokal pride!”

Karena begitulah, budaya yang dirawat bisa berubah jadi ekonomi yang kuat, wastra bukan lagi cuma kain, tapi branding lokal yang membawa cerita, kerja keras, dan tentu saja, peluang cuan.

Pepatah bilang, yang lama jangan dilupa, karena kadang yang lama justru bisa bikin hidup lebih berwarna.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama BBPOM,Pj Sekda Pemko Palembang datangi dua pasar moderen, ini hasilnya !

    Bersama BBPOM,Pj Sekda Pemko Palembang datangi dua pasar moderen, ini hasilnya !

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Ir. H. Gunawan, M.TP bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) gelar sidak di sejumlah supermarket di kota Palembang, kemarin guna memantau ketersediaan stok pangan sekaligus keamanan pangan di bulan suci Ramadhan serta Jelang hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, “Ada dua pasar modern yang […]

  • Kampung Tangkal COVID-19 di Selibar Pagaralam Diresmikan

    Kampung Tangkal COVID-19 di Selibar Pagaralam Diresmikan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.487
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Pagaralam Sumatera Selatan meresmikan Kampung Tangkal guna mendukung ketahanan pangan secara mandiri dimasa pandemi COVID-19. “Saya berharap Kelurahan Selibar ini bisa dijadikan contoh bagi kelurahan lain, terkait  ketahanan pangan untuk kebutuhan sendiri,” Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara,SIK, Rabu [3/6/2020]. Menurutnya, kapan berakhirnya COVID-19 tidak, namun hal ini merupakan langkah yang sangat bijak dalam mempertahankan […]

  • CERITA SANG NANGKI Karya Darwin Effendi

    CERITA SANG NANGKI Karya Darwin Effendi

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 6.059
    • 0Komentar

    Wahai sang nangki Dirimu sangat menarik Apalagi kasusmu lebih menarik Berkali-kali membawa kesan argumentatif Dulu seringnya pergi ke butik Mencari barang-barang eksotik Tiap mata pasti melirik Gayamu yang sangat genit Penampilan tinggi selangit Hingga gajimu tak berkutik Akhirnya cari celah, tapi tercekik Ulah serakah demi barang konsumtif Namun, sang nangki bernasib baik Sesama profesi pasti […]

  • Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Karang Anyar Gandus, Ini Janji Walikota Palembang  

    Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Karang Anyar Gandus, Ini Janji Walikota Palembang  

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.325
    • 0Komentar

      Palembang H. Harnojoyo melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (20/10/2019). Walikota Palembang Harnojoyo menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran diantaranya beras, sembako serta perlengkapan sekolah. “Kami terut prihatin atas kejadian musibah ini, namun mari sama-sama kita ambil hikmahnya, jangan larut dalam kesedihan, kita bangkit kembali” Kata Harnojoyo. Harnojoyo […]

  • Ketua DMDI Indonesia Ajak Masyarakat Melayu Jadi Motor Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional

    Ketua DMDI Indonesia Ajak Masyarakat Melayu Jadi Motor Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.495
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru yang juga Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk dapat menjadi motor penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Masyarakat Melayu harus menjadi motor penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ucap Herman Deru […]

  • Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.716
    • 0Komentar

    PASCA merebaknya virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia, sejumlah pihak termasuk DPRD Sumsel sendiri, akan mengurangi aktifitas diluar pertemuan, hingga kunjungan kerja (Kunker) keluar provinsi. Dimana salah satunya menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, yaitu kunker ke Provinsi DKI Jakarta, yang dianggap jadi salah satu daerah sebaran virus corona paling tinggi di […]

expand_less
WordPress Archive Shout – Blogging WordPress Theme SHOUT – HTML5 Radio Player With Ads – ShoutCast and IceCast Support – WordPress Plugin Show WooCommerce Product Variations Dropdown on Shop Page Plugin Showmax — Personal Portfolio & Showcase WordPress Theme Shutter Slider Addon for WPBakery Page Builder Shyinn – One Page App WordPress Theme Siborg – Robotics & Technology Elementor Template Kit Side Tabs | Layered Popups Add-On Sidebar And Widget Manager for WordPress Sidebar & Widget Manager for WordPress