Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

“AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 611
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA horor di desa identik sama pocong doyan salto, keranda terbang waktu maghrib, atau emak-emak misterius yang muncul di kebun pisang sambil bawa centong, maka “Agni: Village of Calamity” ini beda, serius!, bukan horor murahan yang modal kejut-kejutan dan lampu kedap-kedip kayak disco gagal, horor yang bisa bikin kamu mikir, merenung, terus nyesek… sambil ngupil karena saking emosionalnya.

Jadi begini ceritanya, suatu hari, Wamen Ekraf kita tercinta, Mbak Irene Umar, kedapetan main ke basecamp-nya developer lokal bernama Separuh Interactive yang mungkin dulunya mereka separuh jomblo, sekarang separuh harapan bangsa, mereka bikin gim horor yang judulnya sangat menarik, penasaran.. “Agni: Village of Calamity”. Keren, bukan?, kayak judul film festival yang siap ngalahin horor Netflix.

Tapi tunggu dulu, ini bukan sekadar game setan, tapi game berisi trauma, seni, dan hijab. Iya, bener…. Hijab. tapi bukan yang tiba-tiba terbang sendiri atau berubah jadi naga.

Di sini, hijab jadi simbol pengendalian diri dan kekuatan batin si karakter utama yang adalah seorang operator investigasi penculikan anak. Serius amat? Iya, et.. sabar dulu, mari kita bahas dari sisi yang santai.

Biasanya horor lokal cuma ngajak kita takut-takutan sambil teriak “Astaga ibu kost!”. Tapi Agni ini ngajak kita buat merenung soal trauma perempuan, disajikan lewat cerita non-linear yang sinematik banget. Kalau kamu pikir ini kayak Resident Evil versi betawi, salah, lebih mirip gabungan antara “Her Story” + “Silent Hill” + “Upin Ipin ketemu MUI”.

Wamen Ekraf sendiri bilang bukan cuma soal produknya,  juga tentang proses kreatifnya, keberanian bercerita, dan niat baik membangun IP (Intellectual Property) yang bisa panjang umurnya. Ibarat cinta sejati, bukan cinta satu malam kayak diskon e-commerce.

Hasilnya luar biasanya, game ini dibikin mandiri oleh anak-anak lokal, beneran lokal, bukan lokalan, dari seniman, animator, sampai programmernya, semua buatan asli negeri sendiri. Bahkan, soundtrack-nya digarap musisi lokal juga, bukan game, namun gerakan nasional!

Dalam pertemuan yang nggak kalah epic dari pertemuan Naruto dan Sasuke, Wamen Ekraf ngasih ide gokil, gim ini bisa jadi rumah hantu!. Bayangin, kamu masuk wahana horor, tapi ceritanya tentang trauma dan hijab.

Nggak cuma takut, tapi juga tercerahkan, habis nangis karena hantu, nangis lagi karena relate banget sama ceritanya.

Mbak Wamen juga bilang, IP kayak gini bisa dikembangin jadi film, komik, merchandise, bahkan pameran. Bayangin kaos Agni di distro, atau tote bag “Village of Calamity” dipake anak-anak senja di kafe, sambil minum kopi harga sepiring nasi padang.

Bahkan yang bikin terharu tim Separuh Interactive nggak jual mimpi kosong, mereka nggak mau cuma bikin game lalu menghilang seperti mantan. Mereka mau bangun ekosistem, buka jalan buat anak-anak kreatif dari berbagai daerah. Dari anak sound design di Palu, sampai desainer UI di Tasik, semua bisa nyambung.

Kalau biasanya anak muda daerah cuma dijadikan objek edukasi “jauhi narkoba”, sekarang saatnya kalian jadi pelaku ekonomi kreatif digital.

Nih buktinya, bikin game horror yang gak sekadar horor tapi juga mendidik, mendalam, dan mendunia, bukan cuma bikin konten joget TikTok 7 detik, tapi bikin narasi 7 lapis makna.

Jangan takut, Bro dan Sis, era  sekarang yang mahal bukan CPU, tapi empowerment, kata Mas Surgadeva, sang sutradara game Agni, “Yang mahal sekarang bukan teknologi, tapi empowerment”. Kalau punya ide, punya tim, punya tekad, gas aja bikin!, jangan nunggu funding turun dari langit.

Coba dulu dari kafe warkop sambil colok WiFi tetangga, semua bisa dimulai dari Separuh keyakinan, kayak nama studionya.

“Agni: Village of Calamity” bukan cuma gim, tapi testimoni bahwa mimpi bisa lahir dari layar monitor 14 inci di pojokan kos. Game ini ngajarin kita bahwa cerita lokal itu bisa jadi kekuatan global, bukan cuma karena visual atau gameplay-nya, tapi karena identitas dan nilai yang dibawa.

Yang  lebih penting lagi, gim ini bukti bahwa hijab, trauma, seni, dan rasa takut bisa nyatu dalam satu produk kreatif yang keren abis.

Kepada anak-anak muda di desa, kota, pinggiran, dan mana pun kalian berada, satu pesan dari Agni, kalau kamu punya cerita, jangan dipendem. Tuangkan, entah itu lewat game, komik, film, atau puisi, karena siapa tahu, kisahmu yang kamu anggap remeh, ternyata bisa menyelamatkan dunia.

Atau minimal… bisa viral dan dibeli Netflix.

Mau ikut bikin game? Ayo kita bikin studio Satu Seperempat Interactive. Separuh punya mimpi, seperempat punya laptop, sisanya nekat.

Kalau kamu suka tulisan ini, berarti kamu udah siap jadi bagian dari ekonomi kreatif.
Kalau kamu ngakak, berarti kamu sehat.
Kalau kamu pengen main “Agni”, sabar dulu… kuartal 3 2026, ya!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersinergi Dengan Jurnalis, Kapolda Kunjungi Kantor PWI Bangka Belitung

    Bersinergi Dengan Jurnalis, Kapolda Kunjungi Kantor PWI Bangka Belitung

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.526
    • 0Komentar

    DALAM rangka menjalin sinergitas bersama awak Media, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Irjen. Pol. Drs. Yan Sultra Indrajaya, S.H. di dampingi Kabid Humas Polda Babel Kombes. Pol. Maladi bersilaturahim ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung, kemaren. Kedatangan Kapolda tersebut disambut langsung oleh Ketua PWI Bangka Belitung M Fathurakman dan pengurus lainnya. Kapolda […]

  • Update COVID-19 Muba: Penambahan 1 Kasus Konfirmasi

    Update COVID-19 Muba: Penambahan 1 Kasus Konfirmasi

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba, Senin (21/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus konfirmasi. “Ada 1 kasus penambahan konfirmasi, dan saat ini telah dirawat di RSUD Bayung Lencir,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Lanjutnya, penambahan 1 konfirmasi tersebut merupakan kasus 137 yakni perempuan berusia 44 tahun. “Saat ini total kasus […]

  • Kolaborasi Sumsel dan Lampung Ingin Bangun Ekonomi Regional

    Kolaborasi Sumsel dan Lampung Ingin Bangun Ekonomi Regional

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Sebagai daerah yang bertetangga dekat, Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung akan membangun satu kekuatan ekonomi regional melalui pembuatan terminal  hasil pertanian.  Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam lawatannya ke Provinsi Lampung, Sabtu (26/1/2019) di Bandar Lampung. Menurut Herman Deru, Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan tidak dapat […]

  • Program Vaksinasi COVID-19 Resmi Dimulai

    Program Vaksinasi COVID-19 Resmi Dimulai

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

      PELAKSANAAN vaksinasi COVID-19 dimulai pada 13 Januari 2021 dengan vaksinasi pertama dilakukan pada Presiden RI Joko Widodo, serta sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang seperti tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dan lain-lain. Program vaksinasi ini terlaksana setelah pada tanggal 11 Januari 2021, Badan POM mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin dan dikeluarkannya fatwa […]

  • Salah Memaknai ‘ Blusukan’ yang Sebenarnya ???

    Salah Memaknai ‘ Blusukan’ yang Sebenarnya ???

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.688
    • 0Komentar

    ERA kepemimpinan Jokowi seringkali memunculkan kinerja blusukan, akan tetapi sering kali makna blusukan selalu disalah artikan, popularitas kinerja pemerintah dianggap berhasil apabila kerjanya bisa terekpost di media massa, padalah ketika benar-benar kita turun kemasyarakat kenerja Jokowi tidak dirasakan oleh rakyat secara langsung dan semua program tidak bisa tersosialisasi secara keseluruhan. Ini yang seharusnya menjadi perhatian […]

  • BPS : triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi Sumsel 5,06 persen

    BPS : triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi Sumsel 5,06 persen

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan ekonomi di Provinsi Sumsel pada Triwulan I tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen (YoY). Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Provinsi Sumatera Selatan juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,02 persen (Q to Q). Hal itu berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga […]

expand_less
WordPress Archive PDF Creator for NEX-Forms PDF Embed – WordPress PDF Viewer plugin PDF Password Protect PDF Product Catalog for WooCommerce PDF Viewer – Addon For Elementor PDFMentor Pro – WordPress PDF Generator for Elementor Peace – Insurance Agency WordPress Theme Peaker – Fitness & Gym WordPress Theme PeakShops – Modern & Multi-Concept WooCommerce Theme Pearl - Corporate Business WordPress Theme