Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

“AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 623
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA horor di desa identik sama pocong doyan salto, keranda terbang waktu maghrib, atau emak-emak misterius yang muncul di kebun pisang sambil bawa centong, maka “Agni: Village of Calamity” ini beda, serius!, bukan horor murahan yang modal kejut-kejutan dan lampu kedap-kedip kayak disco gagal, horor yang bisa bikin kamu mikir, merenung, terus nyesek… sambil ngupil karena saking emosionalnya.

Jadi begini ceritanya, suatu hari, Wamen Ekraf kita tercinta, Mbak Irene Umar, kedapetan main ke basecamp-nya developer lokal bernama Separuh Interactive yang mungkin dulunya mereka separuh jomblo, sekarang separuh harapan bangsa, mereka bikin gim horor yang judulnya sangat menarik, penasaran.. “Agni: Village of Calamity”. Keren, bukan?, kayak judul film festival yang siap ngalahin horor Netflix.

Tapi tunggu dulu, ini bukan sekadar game setan, tapi game berisi trauma, seni, dan hijab. Iya, bener…. Hijab. tapi bukan yang tiba-tiba terbang sendiri atau berubah jadi naga.

Di sini, hijab jadi simbol pengendalian diri dan kekuatan batin si karakter utama yang adalah seorang operator investigasi penculikan anak. Serius amat? Iya, et.. sabar dulu, mari kita bahas dari sisi yang santai.

Biasanya horor lokal cuma ngajak kita takut-takutan sambil teriak “Astaga ibu kost!”. Tapi Agni ini ngajak kita buat merenung soal trauma perempuan, disajikan lewat cerita non-linear yang sinematik banget. Kalau kamu pikir ini kayak Resident Evil versi betawi, salah, lebih mirip gabungan antara “Her Story” + “Silent Hill” + “Upin Ipin ketemu MUI”.

Wamen Ekraf sendiri bilang bukan cuma soal produknya,  juga tentang proses kreatifnya, keberanian bercerita, dan niat baik membangun IP (Intellectual Property) yang bisa panjang umurnya. Ibarat cinta sejati, bukan cinta satu malam kayak diskon e-commerce.

Hasilnya luar biasanya, game ini dibikin mandiri oleh anak-anak lokal, beneran lokal, bukan lokalan, dari seniman, animator, sampai programmernya, semua buatan asli negeri sendiri. Bahkan, soundtrack-nya digarap musisi lokal juga, bukan game, namun gerakan nasional!

Dalam pertemuan yang nggak kalah epic dari pertemuan Naruto dan Sasuke, Wamen Ekraf ngasih ide gokil, gim ini bisa jadi rumah hantu!. Bayangin, kamu masuk wahana horor, tapi ceritanya tentang trauma dan hijab.

Nggak cuma takut, tapi juga tercerahkan, habis nangis karena hantu, nangis lagi karena relate banget sama ceritanya.

Mbak Wamen juga bilang, IP kayak gini bisa dikembangin jadi film, komik, merchandise, bahkan pameran. Bayangin kaos Agni di distro, atau tote bag “Village of Calamity” dipake anak-anak senja di kafe, sambil minum kopi harga sepiring nasi padang.

Bahkan yang bikin terharu tim Separuh Interactive nggak jual mimpi kosong, mereka nggak mau cuma bikin game lalu menghilang seperti mantan. Mereka mau bangun ekosistem, buka jalan buat anak-anak kreatif dari berbagai daerah. Dari anak sound design di Palu, sampai desainer UI di Tasik, semua bisa nyambung.

Kalau biasanya anak muda daerah cuma dijadikan objek edukasi “jauhi narkoba”, sekarang saatnya kalian jadi pelaku ekonomi kreatif digital.

Nih buktinya, bikin game horror yang gak sekadar horor tapi juga mendidik, mendalam, dan mendunia, bukan cuma bikin konten joget TikTok 7 detik, tapi bikin narasi 7 lapis makna.

Jangan takut, Bro dan Sis, era  sekarang yang mahal bukan CPU, tapi empowerment, kata Mas Surgadeva, sang sutradara game Agni, “Yang mahal sekarang bukan teknologi, tapi empowerment”. Kalau punya ide, punya tim, punya tekad, gas aja bikin!, jangan nunggu funding turun dari langit.

Coba dulu dari kafe warkop sambil colok WiFi tetangga, semua bisa dimulai dari Separuh keyakinan, kayak nama studionya.

“Agni: Village of Calamity” bukan cuma gim, tapi testimoni bahwa mimpi bisa lahir dari layar monitor 14 inci di pojokan kos. Game ini ngajarin kita bahwa cerita lokal itu bisa jadi kekuatan global, bukan cuma karena visual atau gameplay-nya, tapi karena identitas dan nilai yang dibawa.

Yang  lebih penting lagi, gim ini bukti bahwa hijab, trauma, seni, dan rasa takut bisa nyatu dalam satu produk kreatif yang keren abis.

Kepada anak-anak muda di desa, kota, pinggiran, dan mana pun kalian berada, satu pesan dari Agni, kalau kamu punya cerita, jangan dipendem. Tuangkan, entah itu lewat game, komik, film, atau puisi, karena siapa tahu, kisahmu yang kamu anggap remeh, ternyata bisa menyelamatkan dunia.

Atau minimal… bisa viral dan dibeli Netflix.

Mau ikut bikin game? Ayo kita bikin studio Satu Seperempat Interactive. Separuh punya mimpi, seperempat punya laptop, sisanya nekat.

Kalau kamu suka tulisan ini, berarti kamu udah siap jadi bagian dari ekonomi kreatif.
Kalau kamu ngakak, berarti kamu sehat.
Kalau kamu pengen main “Agni”, sabar dulu… kuartal 3 2026, ya!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Teror Bom di Jakabaring Sport City, Tim Gabungan Sigap Amankan Lokasi

    Ada Teror Bom di Jakabaring Sport City, Tim Gabungan Sigap Amankan Lokasi

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    Hasil mitigasi pelatihan ini tentunya mampu mengetahui mana hal-hal yang harus dipenuhi

  • IKAPTK Peduli Bagikan 1.100 Paket Sembako Untuk Masyarakat Muba

    IKAPTK Peduli Bagikan 1.100 Paket Sembako Untuk Masyarakat Muba

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    IKATAN Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Muba membagikan 1.000 sembako bagi masyarakat terdampak langsung Virus Corona atau Covid-19 di Bumi Serasan Sekate. “Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang terdampak Civid-19. 1.000 paket sembako ini kita salurkan di empat kelurahan di Kecamatan Sekayu,” ujar Ketua IKAPTK Muba, Jhoni Martohonan, saat dibincangi usai pembagian sembako, […]

  • Aceh Tengah, Kab. Pidie Jaya Gempa M4,5

    Aceh Tengah, Kab. Pidie Jaya Gempa M4,5

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] melaporkan terjadi gempa bumi magnitudo 4,5 di  Barat Daya Kab. PidieJaya, Aceh Tengah pukul 22 :14 WIB, Jumat [9/4/2021]. Dalam situs resminya, BMKG melaporkan gempa tersebut terjadi di kedalaman 6 km, dengan lokasi 4.76 LU – 96.15 BT. Pusat gempa berada di darat 29 km Barat Daya Kab. PidieJaya. Dirasakan […]

  • Palembang Nyalakan Obor Budaya Lewat Putri Indonesia

    Palembang Nyalakan Obor Budaya Lewat Putri Indonesia

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau budaya itu ibarat api unggun di tengah hutan belantara zaman modern, maka butuh penjaga yang bukan cuma bisa meniup arang, tapi juga sanggup menari sambil memegang obor. Dan tampaknya Palembang tak kehabisan penjaga unggun itu. Lewat sosok Badia Inayah Sazrade, finalis Putri Indonesia 2025 dari Sumatera Selatan 2, kota pempek ini kembali […]

  • Bybit dan DMCC Crypto Center Umumkan Hackathon Sejuta Dolar untuk Dorong Inovasi Web3 di Dubai

    Bybit dan DMCC Crypto Center Umumkan Hackathon Sejuta Dolar untuk Dorong Inovasi Web3 di Dubai

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.690
    • 0Komentar

      Catatan Pitch: Pertukaran kripto global Bybit dan Dubai Multi Commodity Center (DMCC) mengumumkan hackathon “Web3 Unleashed: Crypto Innovation Challenge”, yang menawarkan kumpulan hadiah $100,000. Pendaftaran hackathon dimulai dari 26 September 2023 — 26 Oktober 2023 dan acara dijadwalkan pada 22 November. Semua proyek dipersilakan — Infrastruktur Blockchain, Kecerdasan Buatan (AI), DeFi, NFT, Metaverse, Crypto […]

  • “Robot Vacuum & Kulkas Samsung Aman Pintar Anti Hacker 2025”

    “Robot Vacuum & Kulkas Samsung Aman Pintar Anti Hacker 2025”

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.363
    • 0Komentar

    ROBOT vacuum kamu tiba-tiba ngomel sendiri sambil nyapu lantai, “bro, jangan khawatir, aku jagain rumahmu dari hacker juga, lho!” Dan kulkas Bespoke AI nggak kalah canggih, siap ngecek siapa yang nyomot es krim tengah malam. Samsung baru aja merilis kedua perangkat ini resmi anti-hacker, lengkap dengan sertifikasi IoT tertinggi. Jadi sambil mereka bersihin lantai dan […]

expand_less
WordPress Archive PDF Creator for NEX-Forms PDF Embed – WordPress PDF Viewer plugin PDF Password Protect PDF Product Catalog for WooCommerce PDF Viewer – Addon For Elementor PDFMentor Pro – WordPress PDF Generator for Elementor Peace – Insurance Agency WordPress Theme Peaker – Fitness & Gym WordPress Theme PeakShops – Modern & Multi-Concept WooCommerce Theme Pearl - Corporate Business WordPress Theme