Industri Kreatif & UKM

Dihadapan Pengurusan KUD Mukti Jaya, Ini Harapan Wabup Muba

SUMSELTERKINI.CO.ID, SUNGAI LILIN, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan terus mendukung setiap usaha yang mempunyai prospek demi mensejahterakan masyarakat, terutama dalam usaha percepatan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Visi kami Muba Maju Berjaya 2022 lebih menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan sebagai wujud untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, sehingga penurunan angka kemiskinan lebih cepat teratasi,” kata Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat Bersilaturahmi dengan Pengurus KUD Mukti Jaya Kecamatan Sungai Lilin, Senin (10/12/2018).

Beni mengatakan keberadaan koperasi sangat dibutuhkan sebagai salah satu pilar pelaku ekonomi. disamping bertujuan membantu mensejahterakan anggotanya, juga berperan mendidik anggotanya untuk mengenal koperasi secara mendalam.

“Kita menyadari bahwa ada manfaat ekonomis yang diberikan koperasi terhadap anggotanya. untuk itu hendaknya setiap anggota dapat memahami hak dan kewajibannya serta kepengurusan wajib mengembangkannya,” ungkapnya.

Beni juga mengapresiasi kepengurusan dan anggota KUD Mukti Jaya yang telah menunjukan kemajuannya dan kekompakan menjalan tupoksi dengan baik. “Penghargaan yang diterima selama ini hasil kerja keras saudara semua, jadi saya minta ini harus menjadi motivasi dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Ketua Pengurus KUD Mukti Kata Bambang Gianto mengatakan sejak berubah menjadi Koperasi Produsen kelapa Sawit, KUD Mukti Jaya tumbuh berkembang dengan baik. Ini tampak dari jumlah anggota yang terus bertambah, juga dari omzet koperasi.

“Tantangan kami petani KUD Mukti Jaya 2 tahun lalu me replanting pohon kelapa sawit telah dibantu Pemkab Muba sehingga mendapat bantuan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS),” ucapnya.

Lanjutnya program replanting sangat bermanfaat bagi petani sawit yang sangat mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.

“Saya membayangkan jika tanaman sawit warga tidak memperoleh program replanting dari pemerintah sementara produktivitas sudah menurun, karena usia dan pada akhirnya tidak akan produktif lagi, tentu petani sawit akan mengeluarkan biaya sendiri untuk penebangan, biaya pembelian bibit, biaya tanam. Ini sudah diberikan uang Rp 25 Juta dan juga pembinaan dari Dinas Perkebunan, Pemerintah sudah sangat membantu,” tegasnya.

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com