HALAMAN parkir Pasar Bukit Kecil akhir pekan lalu ramai oleh pembeli yang mencari menu berbuka. Aroma kolak pisang, pempek, dan kue tradisional menyebar, tapi di tengah keramaian itu, perhatian tidak hanya tertuju pada pembeli atau pedagang. BPOM turun langsung ke tenda-tenda UMKM, memeriksa setiap produk dengan cermat.
17 sampel makanan diuji di lokasi dan hasilnya seluruhnya aman, bebas dari bahan berbahaya.
Petugas BPOM menegaskan, pemeriksaan mendadak akan terus dilakukan di pasar bedug lain untuk memastikan konsumen terlindungi.
Kehadiran BPOM menjadi sorotan sendiri. Aktivitas pengawasan pangan ini menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum konsumsi, tapi juga ujian bagi pedagang UMKM dalam menjaga standar keamanan. “Kami ingin memastikan seluruh produk aman untuk masyarakat,” kata salah satu petugas yang bertugas memeriksa tenda.
Di sisi lain, UMKM lokal memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan pendapatan. Hari pertama, 20 tenda kuliner ludes diserbu pembeli. Pedagang pempek, kolak, dan kue tradisional melaporkan omzet meningkat signifikan sejak pukul pertama.
Aktivitas ini sejalan dengan capaian ekonomi Palembang yang kini tumbuh 5,8 persen, melampaui rata-rata nasional.
Peresmian Pasar Bedug dilakukan Isnaini Madani, Asisten II Setda Kota Palembang, yang menegaskan bahwa pasar ini bukan hanya tempat jualan, tapi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal.
“Pasar Bedug membuktikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap positif. Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Bank Syariah Indonesia mendukung kelancaran transaksi, mempermudah pedagang fokus melayani pembeli. Sinergi ini membangun ekosistem ekonomi yang aman, sehat, dan kreatif. Pengawasan BPOM dan dukungan finansial dari BSI menciptakan kombinasi yang memastikan UMKM bisa beroperasi dengan standar tinggi tanpa mengurangi daya tarik kuliner.
Pembeli merasakan manfaat langsung. Seorang warga menyatakan, “Lebih nyaman membeli takjil di sini karena semua diperiksa BPOM. Kita tidak perlu khawatir soal keamanan pangan.”
Ramadan tahun ini menunjukkan transformasi, dari sekadar waktu berbuka menjadi pergerakan ekonomi dan keamanan pangan.
Setiap tenda, setiap kolak dan pempek, bukan hanya menu untuk pembeli, tapi bagian dari mekanisme pengawasan dan penguatan ekonomi lokal. Pasar Bedug Bukit Kecil membuktikan kegiatan sederhana bisa menjadi momentum signifikan bagi UMKM, masyarakat, dan kota secara keseluruhan. (***)