Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kegagalan Pengawasan Konsesi Munculkan Kekhawatiran Riau

Kegagalan Pengawasan Konsesi Munculkan Kekhawatiran Riau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEGAGALAN sistem pengawasan di konsesi hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau, menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas perlindungan satwa liar di area yang seharusnya dijaga ketat. Kejadian ini menunjukkan bahwa risiko terhadap ekosistem tetap tinggi meskipun berada di wilayah yang dikelola perusahaan besar.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) tengah melakukan penyelidikan menyeluruh, tidak hanya terhadap dugaan perburuan, tetapi juga terhadap sistem pengawasan di konsesi hutan.

Langkah ini termasuk memanggil jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) untuk dimintai keterangan. “Ini bukan soal siapa yang menembak, tetapi soal mengapa kematian satwa dilindungi bisa luput dari pengawasan di kawasan konsesi aktif,” kata Direktur Jenderal Dwi Januanto Nugroho belum lama ini dilansir laman kehutanan.

Ia menegaskan  setiap bentuk kelalaian pengelolaan kawasan dapat memiliki konsekuensi hukum serius. Bukti lapangan menunjukkan bahwa seekor gajah jantan berusia lebih dari 40 tahun ditemukan dalam kondisi mati di Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga.

Bangkai satwa itu diperkirakan sudah mati sekitar dua minggu sebelum ditemukan tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL). Hasil nekropsi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menunjukkan adanya cedera kepala berat, kemungkinan akibat trauma tembakan.

Pihak kepolisian, bersama tim Ditjen Gakkum Kehutanan, kembali ke lokasi untuk melengkapi bukti dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

Namun, fokus berita ini bukan semata-mata pada pelaku, melainkan pada kesenjangan sistem pengawasan yang memungkinkan insiden ini terjadi.

Pemanggilan direksi PT RAPP menjadi langkah penting untuk menilai efektivitas pengelolaan area High Conservation Value (HCV) dan keberadaan koridor satwa di dalam areal PBPH.

Fakta lokasi kematian berada dalam konsesi aktif menimbulkan pertanyaan apakah standar perlindungan satwa liar benar-benar diterapkan di lapangan atau hanya formalitas administratif.

“Kami sedang mendalami sejauh mana patroli, pengawasan, dan pemantauan satwa dijalankan secara nyata,” ujar Dwi. “Kematian gajah ini menjadi alarm bagi seluruh pemegang izin untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan perlindungan yang mereka terapkan.”

Kasus ini juga menyoroti ketegangan antara industri dan ekosistem. Gajah yang mati merupakan individu tua yang telah hidup puluhan tahun di kawasan tersebut.

Keberadaannya menjadi indikator ekosistem yang tersisa dan menunjukkan bagaimana aktivitas manusia dapat merusak habitat satwa meskipun secara administratif area tersebut dijaga.

Pemerintah menekankan  perlindungan satwa liar harus berjalan seiring dengan kepatuhan pengelolaan konsesi. Langkah-langkah pengawasan yang efektif, transparan, dan tegas diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Bagi para pengamat lingkungan, gajah tua itu kini menjadi simbol kerentanan ekosistem dan peringatan aturan di atas kertas tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Insiden ini menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas perlindungan hutan dan satwa liar di konsesi aktif. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laskar Ranggonang Minta Dukungan Masyarakat Sumsel di Batam

    Laskar Ranggonang Minta Dukungan Masyarakat Sumsel di Batam

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    BATAM – Muba United bakal hadapi leg kedua Putaran Regional Sumatera Liga 3 Indonesia 2019. Laskar Ranggonang -julukan Muba United- akan hadapi laga hidup mati versus 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (25/11/2019) sore. MU -singkatan Muba United- tetap akan all out. Meski hasil imbang saja sejatinya sudah bisa […]

  • Dua Notaris Diperiksa, Terkait Kasus Mafia Tanah

    Dua Notaris Diperiksa, Terkait Kasus Mafia Tanah

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    DUA notaris tersangka kasus penggelapan sertifikat rumah milik keluarga artis Nirina Zubir akan diperiksa pada hari ini. Kanit 2 Harda Polda Metro Jaya AKP Kemas Arifin mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan setelah sebelumnya tertunda karena kedua tersangka tidak memenuhi panggilan. “Rencana ada. Dari penundaan minggu lalu,” ujarnya. Dalam hal tersebut, ia belum menjelaskan lebih lanjut terkait rencana […]

  • KELADI Tak Bikin Warga Muba Elergi

    KELADI Tak Bikin Warga Muba Elergi

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    KENDATI  jumlah masyarakat Muba yang terpapar COVID-19 di Muba terus melandai, namun protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di lingkungan Pemkab Muba tetap berjalan ketat. Pantauan di sejumlah tempat pelayanan publik Kabupaten Muba, Senin (18/10/2021) tetap berjalan normal, sejumlah warga yang berkepentingan mengurus administrasi mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Seperti yang diungkapkan Perianto, warga Desa Gajah […]

  • Resep Coklat Bola Rasa Cinta, Sayang Anak, Boleh Coba..!

    Resep Coklat Bola Rasa Cinta, Sayang Anak, Boleh Coba..!

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.522
    • 0Komentar

    Meski bagus untuk kesehatan ada baiknya konsumsi coklat tidak berlebihan ya.

  • Gubernur Inginkan Setiap Pertemuan Nasional Perkenalkan Ornamen Khas Daerah

    Gubernur Inginkan Setiap Pertemuan Nasional Perkenalkan Ornamen Khas Daerah

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru minta setiap pertemuan Nasional seperti seminar tonjolkan ornamen khas daerah diantaranya pakaian Tanjak dan Selendang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sumpah Pemuda Palembang belum lama ini. Audinesi itu dalam rangka akan dilaksanakannya Seminar Nasional secara Online untuk mensinergikan […]

  • Penyelundupan 23.230 Benur dari Kep Riau ke Singapura  Digagalkan

    Penyelundupan 23.230 Benur dari Kep Riau ke Singapura  Digagalkan

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    PENYELUDUPAN 23.230 benih bening lobster (BBL) atau benur dari Kepulauan Riau menuju Singapura kembali digagalkan. Kali ini, petugas gabungan dari Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) mengamankan sebuah high speed craft atau kapal cepat di perairan Batu Cula. Saat […]

expand_less
WordPress Archive Zigaform – WordPress Form Builder ZikZag – Consulting & Agency WordPress Theme Zilom – Online Education Learning Elementor Template Kit Zilom – Online Education Learning WordPress Theme ZimmyPet – Pet Care & Store Elementor Template Kit Zinancial – Finance & Accounting Services Elementor Template Kit Zingbox – Wind & Solar Energy Elementor Template Kit Ziomm – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme ZiscoERP – Powerful HR, Accounting, CRM System Ziston – Directory Listing WordPress Theme