Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Dari Tenda ke Jumrah, Jangan Jadi Jemaah Bandel! 9 Imbauan PPIH untuk Jemaah Haji Indonesia

Dari Tenda ke Jumrah, Jangan Jadi Jemaah Bandel! 9 Imbauan PPIH untuk Jemaah Haji Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 765
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau ada lomba jemaah haji paling disiplin sejagad raya, semoga Indonesia enggak cuma jadi unggulan di babak penyisihan. Tapi kalau masih ada yang bandel keluar tenda pas matahari nyolot kayak setrika kosan, ya wassalam. Bisa-bisa pulang bawa kenangan!

Iya, Saudara-saudaraku yang budiman dan bu haji yang senantiasa menggendong semangat ukhuwah,  Pemerintah Arab Saudi melalui Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, resmi ngumumin sembilan imbauan penting buat jemaah haji kita yang mau “naik level” dari Masjidil Haram ke trek Arafah-Muzdalifah-Mina (alias Armuzna).

Ini bukan sekadar imbauan, tapi semacam SOP dari langit level ‘jangan coba-coba dilanggar kalau enggak mau kena dam atau masuk IGD’.

Jadi, biar kita semua gak kayak ayam kampung lepas kandang pas lempar jumrah, mari kita bedah satu per satu imbauan ini agar bikin otak seger kayak minum es timun suri di bawah tenda Mina.

1. Jangan keluar tenda pas suhu nyolot
Kalau suhu udah nyentuh 50 derajat celsius, keluar tenda itu sama kayak ngajak duel oven pemanggang ayam. Ingat pepatah Arab yang belum ditemukan arkeolog.“Barangsiapa keluar tenda di saat panas memuncak, maka bersiaplah jadi martabak gosong.”

2. Gerak harus bareng, jangan sok mandiri
Jemaah Indonesia itu bukan tim ekspedisi gunung. Jadi jangan gaya sendiri jalan-jalan ke Muzdalifah pakai Google Maps. Kalau ketinggalan rombongan, nanti nyasarnya bisa sampai Riyadh. Ingat, ini ibadah, bukan Amazing Race Arabia Edition.

3. Dilarang sembelih kambing ala kadarnya
Penyembelihan harus lewat program Adahi, jangan percaya calo yang ngomong, “Pak, ini kambing asli Mekkah, dagingnya bisa buat nambah pahala.” Salah-salah malah jadi dosa berjamaah. Kaya beli sate di pinggir jalan yang katanya halal, tapi bumbunya curian.

4. Lempar jumrah pakai jadwal, bukan pakai insting
Nggak bisa main asal lempar, apalagi kalau melemparnya sambil nyanyi “Lemparkan saja aku ke lubuk hatimu “. Ini bukan sinetron. Kalau jadwalnya jam 2, jangan maksa jam 5 subuh. Nanti dilempar balik sama petugas.

5. Kartu Nusuk, lebih penting dari dompet mantan
Jangan sampe kartu Nusuk ilang. Di sini, kartu ini lebih berharga dari password WiFi. Tanpa ini, bisa-bisa enggak bisa masuk Masjidil Haram. Kayak mau masuk bioskop tapi tiketnya tinggal di kamar mandi.

6. Masker, payung, dan cairan: segitiga sakral anti tepar
Pakai masker, bawa payung, minum yang cukup, dan jangan ngunyah gorengan terus. Ini bukan bulan puasa, ini bulan ngumpulin energi. Kalau jatuh pingsan gara-gara dehidrasi, nanti masuk TV dengan judul “Jemaah Haji Viral Karena Ngeyel Minum”.

7. Ada keluhan? Jangan update status, hubungi 1966
Kalau AC rusak, listrik mati, air mampet, jangan ngetik status “Azab jemaah haji bagian tenda no.13”. Cukup telepon 1966, biar petugas datang. Mereka bukan jin, jadi harus dipanggil pakai angka, bukan doa.

8. Petugas itu bukan patung, tapi teman seperjalanan
Petugas kloter harus stand by kayak satpam pos ronda. Nomornya harus bisa dihubungi, bukan kayak mantan yang diblokir. Kalau ada darurat, mereka yang bisa nolong duluan. Minimal, bantuin ngademin kepala pakai kipas tangan.

9. Jemaah Indonesia, jangan cuma besar di kuantitas
Jumlah jemaah kita 25% dari total. Ini ibarat satu grup WA isi 100 orang, 25-nya dari Indonesia. Jadi tolong, jangan bikin malu negara. Taat aturan, jaga sopan santun. Jangan sampai ada berita, “Jemaah dari negeri Warkop DKI lempar jumrah sambil bawa bendera ormas.” Malu, lur!

Haji itu bukan liburan, tapi perjalanan spiritual yang penuh tantangan. Kalau diibaratkan, ini seperti naik roller coaster spiritual penuh liku, kadang panas, kadang sesak, tapi ujungnya Insya Allah bahagia dan penuh berkah. Tapi ya itu tadi, jangan jadi jemaah yang sok kuat, sok tahu, dan sok jago. Karena di tanah suci, yang dibutuhkan bukan kekuatan fisik semata, tapi ketaatan, kesabaran, dan ketawadhuan.

Jadi, mari kita jalani haji ini seperti orang tua bilang “Kalau tak bisa jadi garam yang memberi rasa, jangan jadi lalat yang mengganggu suasana”. Jadilah jemaah teladan, bukan jemaah tontonan. Biar pulang ke Tanah Air bukan cuma bawa kurma dan air zamzam, tapi juga bawa cerita haji yang keren dan penuh kenangan manis, bukan kisah ngelantur dan bandel tak karuan. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Jangan Sampai Mudik Pakai Fasilitas Negara, Menag: “Yang Kita Butuh Itu Berkah, Bukan Sekadar Harta”

    “Jangan Sampai Mudik Pakai Fasilitas Negara, Menag: “Yang Kita Butuh Itu Berkah, Bukan Sekadar Harta”

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Menjelang Lebaran, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kembali mengingatkan para pejabat negara untuk tidak menyalahgunakan fasilitas negara demi kepentingan pribadi. Dalam suasana yang penuh dengan semangat silaturahmi, Menag menegaskan bahwa pulang kampung alias mudik sebaiknya dilakukan dengan kendaraan pribadi, bukan dengan mobil dinas. “Kalau mau mudik, ya pakai kendaraan pribadi aja. Jangan sampai fasilitas […]

  • aplikasi pintar bank indonesia

    Tidak Kebagian Kuota Tukar Uang Lebaran? Ini Lokasi ATM Pecahan 10.000 dan 20.000 di Palembang

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Memasuki minggu kedua Ramadan 1447 H, antusiasme warga Palembang untuk mendapatkan uang baru atau “uang gading” semakin memuncak. Namun, banyak warga mengeluhkan sulitnya menembus kuota pendaftaran di aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia maupun antrean di bank konvensional yang ludes dalam hitungan menit. Bagi Anda yang belum beruntung mendapatkan kuota penukaran resmi, jangan berkecil hati. Masih […]

  • PON Papua Sukses, Wapres: Kesuksesan PON Papua Cermin Kuatnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    PON Papua Sukses, Wapres: Kesuksesan PON Papua Cermin Kuatnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden KH Ma’ruf Amin menilai, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 berjalan dengan sukses. Kesuksesan ini dikatakan Wapres mencerminkan kuatnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. “Di sini, di Tanah Papua, kita sekali lagi membuktikan bahwa Solidaritas, Sportivitas, Persatuan dan Kesatuan merupakan kunci kesuksesan bersama. Ini harus selalu kita jaga dan rawat bersama. […]

  • Peringati Hari Pahlawan dan Sumpah Pemuda SMAN 1 Sekayu Gelar Karnaval

    Peringati Hari Pahlawan dan Sumpah Pemuda SMAN 1 Sekayu Gelar Karnaval

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – SMAN 1 Sekayu, Muba menggelar acara karnaval guna memperingati Hari Pahlawan dan  Sumpah Pemuda. Puluhan siswa berpakaian adat mewarnai karnaval  tersebut. Berbagai macam seragam mulai dari seragam tentara, kamtibmas, kebaya dan ala-ala pejuang tempo dulu tampak semarak dikenakan siswa. Sontak para peserta menjadi pusat perhatian masyarakat saat rombongan karnaval ini berkeliling di […]

  • New Normal Bukan Alasan Mengabaikan Protokol Kesehatan

    New Normal Bukan Alasan Mengabaikan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    MESKI Kabupaten Penukal Abab Lamatang Ilir (PALI) ditetapkan sebagai satu dari empat daerah di Sumsel yang siap menerapkan new normal, namun Gubernur Sumsel Sumsel H Herman Deru mengingatkan agar Pemkab PALI dan masyarakatnya tetap waspada terhadap ancaman Covid-19. Pernyataan itu diutarakannya dalam lawatannya ke Kabupaten PALI guna mengecek langsung rumah sehat dan memberikan arahan terkait […]

  • Empat Pelajar, Satu Merah Putih, Kisah Paskibraka dalam Upacara Penurunan Bendera

    Empat Pelajar, Satu Merah Putih, Kisah Paskibraka dalam Upacara Penurunan Bendera

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Upacara penurunan bendera selalu menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di tengah barisan yang berdiri tegak dan suasana khidmat, ada anggota Paskibraka yang menjalankan tugas dengan ketelitian tinggi agar Sang Merah Putih turun dengan sempurna. Prosesi di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026 memperlihatkan cerita menarik tersebut. Empat […]

expand_less
WordPress Archive Bulk Variations Manager Bulter – Clean Construction Template Kit Bumbo – Business & Startup Portfolio Elementor Template Kit Bundle FlipBook WordPress Plugin Buny – Kids Store and Baby Shop WordPress Theme Burger Food Truck – Popup Restaurant Elementor Template Kit Burgos – Street Food Elementor Template Kit Burgos – Street Food WordPress Theme Burgry – Burger & Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Burido – Minimal Multipurpose WordPress Theme