Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 761
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JADI begini, om dan tante dan ente sekalian…….
Tanggal 10 Juli 2025 kemarin, Indonesia resmi “menarik pasukan putih” dari Tanah Suci. Kloter KJT 28 pulang ke tanah air dengan wajah bahagia, meski sebagian ada yang bawa batuk bonus, dan sebagian lagi cuma bawa air zamzam dan oleh-oleh buat mertua.

Dengan kepulangan kloter terakhir itu, maka berakhirlah juga tugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi. Iya, bro… kliniknya resmi tutup. Bukan karena bangkrut atau digusur, tapi karena jemaahnya udah pulang. Lagian, mau rawat siapa kalau pasiennya udah naik pesawat semua?

Dokter Imran, sang jenderal lapangan dengan stetoskop sakti, mengumumkan dengan elegan tapi tetap ada getar-getar kenangan “Hari ini KKHI Madinah tutup. Pelayanan kesehatan haji resmi selesai. Saatnya kami cuci tangan, bukan karena lepas tanggung jawab, tapi karena memang waktunya pulang”.

Sambil ngelap keringat yang aromanya udah campur aduk antara debu gurun dan aroma kebab, tenaga medis kita pamitan dengan hati lega. Kayak anak kost yang akhirnya bisa pulang kampung bawa nilai bagus dan laundry belum diambil.

Bayangin aja, 70 hari di tanah Arab, tim kesehatan ini udah ngurusin jemaah dari yang cuma flu ringan sampai yang paru-parunya minta dirayu. Penyakit yang paling sering mampir? Masih langganan pneumonia, hipertensi, dan diabetes. Tiga penyakit ini udah kayak trio cewek populer di sekolah nggak pernah absen, selalu tampil bareng, dan bikin repot semua orang.

Tapi yang keren…
Di tengah cuaca yang panasnya bisa bikin telur matang di aspal, tim KKHI tetap jalan terus. Meski izin operasional dari Kemenkes Arab Saudi kadang datangnya kayak utang nggak jelas kapan lunasnya, mereka tetap melayani dengan senyum. Kadang rawat jalan dibatasi, klinik sektor disidak, tapi petugas kita tetap tegar. Katanya “Kami ini bukan cuma pakai masker, tapi juga pakai iman”.

Program tanazul alias jemaah pulang lebih awal karena sakit pun berjalan mulus. Nggak ada yang berhenti di tengah jalan. Semua pasien sampai Indonesia dengan selamat, ada yang masih lanjut rawat inap, tapi yang penting nggak ada yang nyasar ke Bandara Bangladesh. Ini prestasi, bro!

Dan kabar baik lainnya angka kematian jemaah tahun ini turun!, dari 461 orang wafat tahun lalu jadi 446 tahun ini. Mungkin karena tim kesehatan kita udah kayak driver ojol veteran hafal medan, tahan macet, dan sabar ngadepin pelanggan yang bawel. Bahkan layanan kefarmasian menyentuh 12 ribuan, dengan obat paling laris tablet flu batuk kombinasi alias “obat andalan semua umat”.

Kalau ini sinetron, judulnya pasti “Cinta di Tengah Klinik Sektor”. Tapi ini bukan sinetron, bro. Ini kisah nyata. Kisah orang-orang yang rela ninggalin anak-istri, demi ngurusin jemaah yang manja tapi pengin sehat terus. Mereka nggak minta tepuk tangan. Mereka cuma pengin jemaah pulang sehat dan bisa cerita “Waktu saya sesak napas, ada dokter dari Palembang yang mijitin punggung sambil ngajakin ngaji. Saya jadi tenang, Mas”

Jadi begini, bro dan sis sekalian…
Tanggal 10 Juli 2025 kemarin, Indonesia resmi “menarik pasukan putih” dari Tanah Suci. Kloter KJT 28 pulang ke tanah air dengan wajah bahagia, meski sebagian ada yang bawa batuk bonus, dan sebagian lagi cuma bawa air zamzam dan oleh-oleh buat mertua.

Dengan kepulangan kloter terakhir itu, maka berakhirlah juga tugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi. Iya, bro… kliniknya resmi tutup. Bukan karena bangkrut atau digusur, tapi karena jemaahnya udah pulang. Lagian, mau rawat siapa kalau pasiennya udah naik pesawat semua?

Dokter Imran, sang jenderal lapangan dengan stetoskop sakti, mengumumkan dengan elegan tapi tetap ada getar-getar kenangan “Hari ini KKHI Madinah tutup. Pelayanan kesehatan haji resmi selesai. Saatnya kami cuci tangan, bukan karena lepas tanggung jawab, tapi karena memang waktunya pulang”.

Sambil ngelap keringat yang aromanya udah campur aduk antara debu gurun dan aroma kebab, tenaga medis kita pamitan dengan hati lega. Kayak anak kost yang akhirnya bisa pulang kampung bawa nilai bagus dan laundry belum diambil.

Bayangin aja, 70 hari di tanah Arab, tim kesehatan ini udah ngurusin jemaah dari yang cuma flu ringan sampai yang paru-parunya minta dirayu. Penyakit yang paling sering mampir? Masih langganan pneumonia, hipertensi, dan diabetes. Tiga penyakit ini udah kayak trio cewek populer di sekolah nggak pernah absen, selalu tampil bareng, dan bikin repot semua orang.

Tapi yang keren…
Di tengah cuaca yang panasnya bisa bikin telur matang di aspal, tim KKHI tetap jalan terus. Meski izin operasional dari Kemenkes Arab Saudi kadang datangnya kayak utang nggak jelas kapan lunasnya, mereka tetap melayani dengan senyum. Kadang rawat jalan dibatasi, klinik sektor disidak, tapi petugas kita tetap tegar. Katanya “Kami ini bukan cuma pakai masker, tapi juga pakai iman”.

Program tanazul alias jemaah pulang lebih awal karena sakit pun berjalan mulus. Nggak ada yang berhenti di tengah jalan. Semua pasien sampai Indonesia dengan selamat, ada yang masih lanjut rawat inap, tapi yang penting nggak ada yang nyasar ke Bandara Bangladesh, ini prestasi, bro!

Dan kabar baik lainnya angka kematian jemaah tahun ini turun! Dari 461 orang wafat tahun lalu jadi 446 tahun ini. Mungkin karena tim kesehatan kita udah kayak driver ojol veteran hafal medan, tahan macet, dan sabar ngadepin pelanggan yang bawel. Bahkan layanan kefarmasian menyentuh 12 ribuan, dengan obat paling laris tablet flu batuk kombinasi alias obat andalan semua umat.

Kalau ini sinetron, judulnya pasti Cinta di Tengah Klinik Sektor. Tapi ini bukan sinetron, bro. Ini kisah nyata. Kisah orang-orang yang rela ninggalin anak-istri, demi ngurusin jemaah yang manja tapi pengin sehat terus. Mereka nggak minta tepuk tangan. Mereka cuma pengin jemaah pulang sehat dan bisa cerita “Waktu saya sesak napas, ada dokter dari Palembang yang mijitin punggung sambil ngajakin ngaji. Saya jadi tenang, Mas.”

Motivasi ala kita“Kerja itu jangan cuma cari gaji, cari juga berkah, karena kalau cuma ngejar duit, nanti capekmu nggak dapat pahala. Tapi kalau niatnya ibadah, keringatmu bisa jadi tiket ke surga. He…he…”

Di Jepang, sistem kesehatan itu efisien, presisi, dan petugasnya bisa senyum walau digaji UMR. Di Turki, klinik haji mereka kerjasama langsung dengan rumah sakit nasional dan sudah disupport teknologi canggih. Tapi Indonesia punya yang lebih ampuh doa emak dan semangat gotong royong. Petugas kita walau kadang tidur numpang di kursi bandara, tapi kalau ada pasien sakit, tetap sigap kayak ninja dapet notifikasi.

Klinik boleh tutup.
Koper boleh dikunci.
Tapi semangat melayani jemaah dan cerita lucu selama di Tanah Suci…
nggak akan pernah selesai ditulis.

Buat semua petugas KKHI, TPK, PPIH, dan seluruh tenaga medis haji 2025, kalian bukan cuma penyembuh luka fisik, tapi juga penenang hati.
Dan itu nggak bisa dibayar pakai uang, cuma bisa dibayar pakai…
“Terima kasih” dari langit.

Di Jepang, sistem kesehatan itu efisien, presisi, dan petugasnya bisa senyum walau digaji UMR. Di Turki, klinik haji mereka kerjasama langsung dengan rumah sakit nasional dan sudah disupport teknologi canggih. Tapi Indonesia punya yang lebih ampuh doa emak dan semangat gotong royong. Petugas kita walau kadang tidur numpang di kursi bandara, tapi kalau ada pasien sakit, tetap sigap kayak ninja dapet notifikasi.

Klinik boleh tutup.
Koper boleh dikunci.
Tapi semangat melayani jemaah dan cerita lucu selama di Tanah Suci…
nggak akan pernah selesai ditulis.

“Terima kasih” dari langit.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik 69 Pejabat, Bupati OKI Ingin Pembangunan Tetap Berakselerasi

    Lantik 69 Pejabat, Bupati OKI Ingin Pembangunan Tetap Berakselerasi

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE melantik 12 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 57 orang Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Bupati Iskandar mengatakan mutasi dan rotasi kali ini agar pembangunan tetap terakselerasi. “Karena pembangunan tidak boleh terhenti, tetap harus berkelanjutan,” Ujar Iskandar, di Kayuagung, Rabu, (4/10/23). Kepada pejabat […]

  • Tidak Ada Alasan, IKMK Wajib Dukung Akhor

    Tidak Ada Alasan, IKMK Wajib Dukung Akhor

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Dukungan demi dukungan terus diterima oleh Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Palembang nomor urut 3, Akbar – Hernoe  (Akhor). Tidak hanya warga Kota Palembang, kali ini dukungan tersebut hadir dari warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Masyarakat Kemang (IKMK) Kota Palembang. Ketua IKMK Kota Palembang, melalui Sekretaris IKMK Kota Palembang, Masrul, […]

  • Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Kesiapan perusahaan kehutanan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai diuji langsung di lapangan. Pemerintah tidak hanya melihat kelengkapan fasilitas, tetapi juga memastikan perangkat pencegahan kebakaran bisa bekerja ketika situasi darurat terjadi. Pemeriksaan dilakukan terhadap empat pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada 10–14 Agustus 2026. Lokasinya berada di Kabupaten […]

  • Ada “Kulkas Ungkep” Persembahan Samsung, Apa Kelebihannya !

    Ada “Kulkas Ungkep” Persembahan Samsung, Apa Kelebihannya !

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

      Mode Soft Freeze pada kompartemen Optimal Fresh+ tepat untuk menyimpan makanan ungkep khas Indonesia, siap masak kapan saja tanpa defrosting   Saat ini semakin marak tren paket makanan ready to cook, yang praktis bagi masyarakat modern yang ingin menyajikan makanan fresh dan sehat. Bagi yang menyukai cita rasa khas Indonesia, populer juga bahan makanan yang half-cooked atau diungkep, direbus […]

  • Tinjau Wisma Atlet, Ketua Satgas Pastikan Pelaksanaan Karantina Sesuai Prosedur

    Tinjau Wisma Atlet, Ketua Satgas Pastikan Pelaksanaan Karantina Sesuai Prosedur

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito melakukan peninjauan pelaksanaan karantina kesehatan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (4/7). Dalam peninjauan tersebut, Ganip ingin memastikan segala proses karantina repatriasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaku perjalanan internasional lainnya dapat berjalan sesuai standar prosedur operasional yang telah ditentukan. Selain itu, Ganip […]

  • Semua Jenis Judi Akan Diberantas, Kapolda Berkomitmen Tindak Seluruh Kasus Perjudian Togel di Kepulauan Babel

    Semua Jenis Judi Akan Diberantas, Kapolda Berkomitmen Tindak Seluruh Kasus Perjudian Togel di Kepulauan Babel

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    POLDA Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) terus berupaya melakukan pengungkapan tindak pidana kasus perjudian jenis Toto Gelap (Togel). Beberapa hari kebelakang Polda Babel beberapa kali berhasil mengungkap kasus judi togel di Bangka Belitung. Kapolda Kep. Babel, Irjen. Pol. Drs. Anang Syarif Hidayat mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menindak perkara judi togel yang secara langsung maupun online. […]

expand_less
WordPress Archive Xamin – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme Xara – Responsive WooCommerce Shop Theme Xarris – SaaS & Startup Elementor Template Kit Xatcro – Factory Industrial Elementor Template Kit Xavier – PHP Login Script & User Management Admin Panel Xcare – Medical and Health Care WordPress Theme Xenia – Refined WordPress Corporate Theme Xeon – Minimal Portfolio WordPress Theme Xerces – Creative & Digital Agency Elementor Template Kit XforWooCommerce