Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 754
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JADI begini, om dan tante dan ente sekalian…….
Tanggal 10 Juli 2025 kemarin, Indonesia resmi “menarik pasukan putih” dari Tanah Suci. Kloter KJT 28 pulang ke tanah air dengan wajah bahagia, meski sebagian ada yang bawa batuk bonus, dan sebagian lagi cuma bawa air zamzam dan oleh-oleh buat mertua.

Dengan kepulangan kloter terakhir itu, maka berakhirlah juga tugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi. Iya, bro… kliniknya resmi tutup. Bukan karena bangkrut atau digusur, tapi karena jemaahnya udah pulang. Lagian, mau rawat siapa kalau pasiennya udah naik pesawat semua?

Dokter Imran, sang jenderal lapangan dengan stetoskop sakti, mengumumkan dengan elegan tapi tetap ada getar-getar kenangan “Hari ini KKHI Madinah tutup. Pelayanan kesehatan haji resmi selesai. Saatnya kami cuci tangan, bukan karena lepas tanggung jawab, tapi karena memang waktunya pulang”.

Sambil ngelap keringat yang aromanya udah campur aduk antara debu gurun dan aroma kebab, tenaga medis kita pamitan dengan hati lega. Kayak anak kost yang akhirnya bisa pulang kampung bawa nilai bagus dan laundry belum diambil.

Bayangin aja, 70 hari di tanah Arab, tim kesehatan ini udah ngurusin jemaah dari yang cuma flu ringan sampai yang paru-parunya minta dirayu. Penyakit yang paling sering mampir? Masih langganan pneumonia, hipertensi, dan diabetes. Tiga penyakit ini udah kayak trio cewek populer di sekolah nggak pernah absen, selalu tampil bareng, dan bikin repot semua orang.

Tapi yang keren…
Di tengah cuaca yang panasnya bisa bikin telur matang di aspal, tim KKHI tetap jalan terus. Meski izin operasional dari Kemenkes Arab Saudi kadang datangnya kayak utang nggak jelas kapan lunasnya, mereka tetap melayani dengan senyum. Kadang rawat jalan dibatasi, klinik sektor disidak, tapi petugas kita tetap tegar. Katanya “Kami ini bukan cuma pakai masker, tapi juga pakai iman”.

Program tanazul alias jemaah pulang lebih awal karena sakit pun berjalan mulus. Nggak ada yang berhenti di tengah jalan. Semua pasien sampai Indonesia dengan selamat, ada yang masih lanjut rawat inap, tapi yang penting nggak ada yang nyasar ke Bandara Bangladesh. Ini prestasi, bro!

Dan kabar baik lainnya angka kematian jemaah tahun ini turun!, dari 461 orang wafat tahun lalu jadi 446 tahun ini. Mungkin karena tim kesehatan kita udah kayak driver ojol veteran hafal medan, tahan macet, dan sabar ngadepin pelanggan yang bawel. Bahkan layanan kefarmasian menyentuh 12 ribuan, dengan obat paling laris tablet flu batuk kombinasi alias “obat andalan semua umat”.

Kalau ini sinetron, judulnya pasti “Cinta di Tengah Klinik Sektor”. Tapi ini bukan sinetron, bro. Ini kisah nyata. Kisah orang-orang yang rela ninggalin anak-istri, demi ngurusin jemaah yang manja tapi pengin sehat terus. Mereka nggak minta tepuk tangan. Mereka cuma pengin jemaah pulang sehat dan bisa cerita “Waktu saya sesak napas, ada dokter dari Palembang yang mijitin punggung sambil ngajakin ngaji. Saya jadi tenang, Mas”

Jadi begini, bro dan sis sekalian…
Tanggal 10 Juli 2025 kemarin, Indonesia resmi “menarik pasukan putih” dari Tanah Suci. Kloter KJT 28 pulang ke tanah air dengan wajah bahagia, meski sebagian ada yang bawa batuk bonus, dan sebagian lagi cuma bawa air zamzam dan oleh-oleh buat mertua.

Dengan kepulangan kloter terakhir itu, maka berakhirlah juga tugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi. Iya, bro… kliniknya resmi tutup. Bukan karena bangkrut atau digusur, tapi karena jemaahnya udah pulang. Lagian, mau rawat siapa kalau pasiennya udah naik pesawat semua?

Dokter Imran, sang jenderal lapangan dengan stetoskop sakti, mengumumkan dengan elegan tapi tetap ada getar-getar kenangan “Hari ini KKHI Madinah tutup. Pelayanan kesehatan haji resmi selesai. Saatnya kami cuci tangan, bukan karena lepas tanggung jawab, tapi karena memang waktunya pulang”.

Sambil ngelap keringat yang aromanya udah campur aduk antara debu gurun dan aroma kebab, tenaga medis kita pamitan dengan hati lega. Kayak anak kost yang akhirnya bisa pulang kampung bawa nilai bagus dan laundry belum diambil.

Bayangin aja, 70 hari di tanah Arab, tim kesehatan ini udah ngurusin jemaah dari yang cuma flu ringan sampai yang paru-parunya minta dirayu. Penyakit yang paling sering mampir? Masih langganan pneumonia, hipertensi, dan diabetes. Tiga penyakit ini udah kayak trio cewek populer di sekolah nggak pernah absen, selalu tampil bareng, dan bikin repot semua orang.

Tapi yang keren…
Di tengah cuaca yang panasnya bisa bikin telur matang di aspal, tim KKHI tetap jalan terus. Meski izin operasional dari Kemenkes Arab Saudi kadang datangnya kayak utang nggak jelas kapan lunasnya, mereka tetap melayani dengan senyum. Kadang rawat jalan dibatasi, klinik sektor disidak, tapi petugas kita tetap tegar. Katanya “Kami ini bukan cuma pakai masker, tapi juga pakai iman”.

Program tanazul alias jemaah pulang lebih awal karena sakit pun berjalan mulus. Nggak ada yang berhenti di tengah jalan. Semua pasien sampai Indonesia dengan selamat, ada yang masih lanjut rawat inap, tapi yang penting nggak ada yang nyasar ke Bandara Bangladesh, ini prestasi, bro!

Dan kabar baik lainnya angka kematian jemaah tahun ini turun! Dari 461 orang wafat tahun lalu jadi 446 tahun ini. Mungkin karena tim kesehatan kita udah kayak driver ojol veteran hafal medan, tahan macet, dan sabar ngadepin pelanggan yang bawel. Bahkan layanan kefarmasian menyentuh 12 ribuan, dengan obat paling laris tablet flu batuk kombinasi alias obat andalan semua umat.

Kalau ini sinetron, judulnya pasti Cinta di Tengah Klinik Sektor. Tapi ini bukan sinetron, bro. Ini kisah nyata. Kisah orang-orang yang rela ninggalin anak-istri, demi ngurusin jemaah yang manja tapi pengin sehat terus. Mereka nggak minta tepuk tangan. Mereka cuma pengin jemaah pulang sehat dan bisa cerita “Waktu saya sesak napas, ada dokter dari Palembang yang mijitin punggung sambil ngajakin ngaji. Saya jadi tenang, Mas.”

Motivasi ala kita“Kerja itu jangan cuma cari gaji, cari juga berkah, karena kalau cuma ngejar duit, nanti capekmu nggak dapat pahala. Tapi kalau niatnya ibadah, keringatmu bisa jadi tiket ke surga. He…he…”

Di Jepang, sistem kesehatan itu efisien, presisi, dan petugasnya bisa senyum walau digaji UMR. Di Turki, klinik haji mereka kerjasama langsung dengan rumah sakit nasional dan sudah disupport teknologi canggih. Tapi Indonesia punya yang lebih ampuh doa emak dan semangat gotong royong. Petugas kita walau kadang tidur numpang di kursi bandara, tapi kalau ada pasien sakit, tetap sigap kayak ninja dapet notifikasi.

Klinik boleh tutup.
Koper boleh dikunci.
Tapi semangat melayani jemaah dan cerita lucu selama di Tanah Suci…
nggak akan pernah selesai ditulis.

Buat semua petugas KKHI, TPK, PPIH, dan seluruh tenaga medis haji 2025, kalian bukan cuma penyembuh luka fisik, tapi juga penenang hati.
Dan itu nggak bisa dibayar pakai uang, cuma bisa dibayar pakai…
“Terima kasih” dari langit.

Di Jepang, sistem kesehatan itu efisien, presisi, dan petugasnya bisa senyum walau digaji UMR. Di Turki, klinik haji mereka kerjasama langsung dengan rumah sakit nasional dan sudah disupport teknologi canggih. Tapi Indonesia punya yang lebih ampuh doa emak dan semangat gotong royong. Petugas kita walau kadang tidur numpang di kursi bandara, tapi kalau ada pasien sakit, tetap sigap kayak ninja dapet notifikasi.

Klinik boleh tutup.
Koper boleh dikunci.
Tapi semangat melayani jemaah dan cerita lucu selama di Tanah Suci…
nggak akan pernah selesai ditulis.

“Terima kasih” dari langit.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangkas GRK, Uji Coba Perdagangan Karbon

    Pangkas GRK, Uji Coba Perdagangan Karbon

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.665
    • 0Komentar

    PEMERINTAH mulai melakukan uji coba jual beli karbon di subsektor ketenagalistrikan yang akan dimulai pada Maret sampai dengan Agustus 2021. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan langkah ini bertujuan untuk mendukung target pemangkasan emisi karbon atau gas rumah kaca (GRK) di sektor energi sebesar 314-398 juta ton pada 2030. “Pelaksanaan uji coba pasar […]

  • Suplay Hewan Ditambah,  Kemendag Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha Cukup

    Suplay Hewan Ditambah, Kemendag Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha Cukup

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan hewan kurban selama periode Iduladha 1443 Hijriah (H) mencukupi. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PDN Kemendag) Oke Nurwan mengatakan tahun ini akan terjadi penambahan suplai sapi sebanyak 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total stok hewan kurban saat ini mencapai 1,7 juta ekor. “Saat ini, pasokan hewan […]

  • 440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi

    440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah dalam menyiapkan vaksin COVID-19 terus dilakukan. Selain mempersiapkan penyediaan vaksin COVID-19 dengan melewati tahapan-tahapan pengujian klinik, hingga dikeluarkannya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) nanti, kesiapan tenaga kesehatan juga terus dilakukan. 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hingga ke seluruh daerah. Oscar Primadi […]

  • Emas Kerek Inflasi 4,37 Persen di Palembang

    Emas Kerek Inflasi 4,37 Persen di Palembang

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    INFLASI Palembang naik 4,37 persen secara tahunan pada Februari 2026. Angka ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kota Palembang dan langsung mengubah peta pembahasan ekonomi daerah. Biasanya inflasi kota ini identik dengan cabai atau ayam. Kali ini, emas perhiasan justru menjadi penyumbang terbesar tekanan harga. Inflasi bulanan tercatat 0,58 persen, sementara inflasi tahun kalender 0,63 […]

  • Polda Amankan Nelayan Tangkap Penyu

    Polda Amankan Nelayan Tangkap Penyu

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    SEORANG nelayan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), berinisial BDS (41), berhasil diamankan Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda NTT. BDS ditangkap karena diduga melakukan penangkapan terhadap Penyu di Pantai Oa. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari personel Siintelair Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT mendapatkan informasi dari masyarakat, adanya penangkapan […]

  • Ini Pesan Musni Terkait Pilkada Pagar Alam

    Ini Pesan Musni Terkait Pilkada Pagar Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Penjabat Wali Kota Pagaralam, Musni Wijaya mengatakan, dengan bertambah umur, ia berharap Kota Pagar Alam akan terus maju berkembang dan berkompetisi dengan daerah-daerah lain. Ia berharap dan menginginkan seluruh komponen SKPD maupun masyarakat dapat bersama berkaloborasi untuk membangun kota Pagaralam. “Semakin dikenal menjadi destinasi wisata Pagaralam dengan diiringi wisata baru akses transportasi […]

expand_less
WordPress Archive Xamin – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme Xara – Responsive WooCommerce Shop Theme Xarris – SaaS & Startup Elementor Template Kit Xatcro – Factory Industrial Elementor Template Kit Xavier – PHP Login Script & User Management Admin Panel Xcare – Medical and Health Care WordPress Theme Xenia – Refined WordPress Corporate Theme Xeon – Minimal Portfolio WordPress Theme Xerces – Creative & Digital Agency Elementor Template Kit XforWooCommerce