Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Haji Lancar Tak Cukup Tanpa Reformasi Sistem

Haji Lancar Tak Cukup Tanpa Reformasi Sistem

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KELANCARAN operasional haji 2026 patut diapresiasi seiring memasuki hari ke -11, tetapi hal itu tidak boleh menutupi satu fakta penting yaitu sistem penyelenggaraan haji Indonesia masih bekerja dengan tekanan struktural yang belum selesai.

Di permukaan, jutaan jemaah bergerak tertib, di bawahnya, beban tata kelola, pengawasan, dan disiplin regulasi masih menyisakan pekerjaan besar.

Data Kementerian Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kemenhaj) menunjukkan hingga 30 April 2026 sebanyak 62.193 jemaah telah diberangkatkan dalam 159 kloter. Sebanyak 57.955 jemaah telah tiba di Madinah dan ribuan lainnya mulai bergerak ke Makkah. Secara administratif,  hal ini tentunya capaian besar yang menunjukkan mesin operasional bekerja.

Namun kelancaran bukan satu-satunya indikator keberhasilan sebab Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan seluruh layanan berjalan baik dengan pengawasan petugas di lapangan. Ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pernyataan menegaskan  negara masih harus memperkuat kontrolnya terhadap ekosistem haji yang kompleks dan melibatkan banyak aktor, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Apalagi dalam pelaksanaannya KBIHU menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan dalam evaluasi sistem.

Lembaga ini berperan sangat penting dalam pembinaan jemaah, tetapi posisinya juga sering berada di area abu-abu antara fungsi sosial dan kepatuhan regulasi.

Di satu sisi membantu negara, di sisi lain menjadi bagian dari sistem yang harus diawasi ketat.

Memang tak terlihat nyata, tetapi hadir dalam praktik tata kelola, sejauh mana lembaga pendamping mengikuti standar negara, dan sejauh mana negara mampu memastikan keseragaman implementasi di lapangan.

Selain itu, isu pengawasan terhadap jalur keberangkatan nonprosedural menjelaskan bahwa sistem haji masih memiliki celah yang terus diantisipasi dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu Satgas pencegahan haji ilegal  bergerak lintas instansi menjadi bukti risiko penyimpangan tidak pernah benar-benar hilang, hanya berpindah bentuk.

Artinya, keberhasilan operasional tidak otomatis berarti sistem sudah kuat, malah justru menunjukkan sistem masih membutuhkan kontrol berlapis untuk menjaga stabilitas.

Disamping itu tekanan juga muncul dari aspek mobilitas jemaah.

Beban masif

Lebih dari 60 ribu orang bergerak dalam waktu hampir bersamaan, dengan kebutuhan layanan yang sangat kompleks. Pemerintah mengatur transportasi, konsumsi, dan akomodasi dalam skala besar, namun tantangan selalu sama, yaitu bagaimana menjaga kualitas layanan tetap konsisten di tengah beban masif.

Data kesehatan memperkuat gambaran tersebut, sebanyak 4.246 jemaah menjalani rawat jalan, puluhan dirujuk ke fasilitas kesehatan Arab Saudi, dan lima jemaah wafat hingga akhir April 2026. Ini bukan angka yang mengejutkan dalam konteks haji, tetapi tetap menjadi indikator bahwa risiko tidak pernah bisa dihilangkan dari sistem sebesar ini.

Fakta lain yang tidak kalah penting adalah faktor cuaca ekstrem. Suhu di Makkah dan Madinah yang mencapai hampir 39 derajat Celsius menambah tekanan fisik bagi jemaah, terutama lansia. Di sini, sistem layanan diuji bukan hanya dari sisi logistik, tetapi dari kemampuan respons terhadap kondisi nyata di lapangan.

Juru Bicara Kemenhaj sendiri mengingatkan jemaah untuk membatasi aktivitas siang hari dan menggunakan perlindungan sederhana seperti payung, masker, dan hidrasi cukup. Imbauan ini sederhana, tetapi mencerminkan realitas: beban utama ibadah haji tetap berada pada ketahanan fisik jemaah.

Bahkan lebih jauh lagi, haji 2026 bisa dikatakan konsisten dari tahun ke tahun apalagi sistem selalu mampu bergerak, tetapi tidak selalu sepenuhnya matang dalam pengendalian risiko dan harmonisasi aktor.

Kelancaran operasional adalah capaian penting. Namun ukuran keberhasilan haji tidak berhenti di situ, pasalnya mencakup sejauh mana negara mampu memastikan sistem tetap bersih dari celah, lembaga pendamping tetap berada dalam koridor, dan jemaah mendapatkan perlindungan yang setara.

Tanpa itu, kelancaran hanya menjadi permukaan dari sistem yang masih terus diuji di dalamnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

    “Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Belajar dari Udang Ekspor yang Lebih Lengkap Dokumennya dari Kita Sendiri DI NEGERI yang setiap musim liburan ramai antrean bikin paspor, ada ironi yang tak bisa disapu pel, seekor udang black tiger beku asal Sumatera Selatan bisa mendarat mulus di Tokyo, padahal dia nggak pernah ikut kursus IELTS, nggak pernah bikin janji temu di VFS, […]

  • Menkeu Bebaskan Bea Masuk Barang Yang Diimpor, Apa Manfaatnya ?

    Menkeu Bebaskan Bea Masuk Barang Yang Diimpor, Apa Manfaatnya ?

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 175/PMK.04/2021 tentang pembebasan bea masuk atas impor kembali barang yang telah diekspor. Peraturan tersebut mulai berlaku efektif pada 4 Februari 2022 dan untuk memudahkan perdagangan. “Melalui aturan ini DJBC berupaya untuk menyederhanakan prosedur, memodernisasi pelayanan, serta meningkatkan kepastian hukum dalam memberikan […]

  • Raker Forsesdasi Bahas Tiga Agenda Penting

    Raker Forsesdasi Bahas Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Sabtu, 28 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Sekretaris Daerah Nasrun Umar menggelar Rapat Kerja Dewan Pengurus Pusat Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) yang dipimpin langsung oleh Plh. Sekretaris Jenderal Kemendagri Hamdani di Hotel Aryaduta, Jumat (27/7/2018). Raker yang mengangkat tema “Bersatu Padu Menuju Aparatur Profesional dalam Rangka Mewujudkan Otonomi Daerah” berlangsung pada 27-28 Juli 2018 ini diselenggarakan bertujuan […]

  • Bareng Warga NU, Gencarkan Vaksin dan Prokes

    Bareng Warga NU, Gencarkan Vaksin dan Prokes

    • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengapresiasi atas semaraknya Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-99 Hijriah di Kabupaten Muba, mengingat hampir semua desa di kecamatan dalam Kabupaten Muba memperingati Harlah tersebut. Sebelumnya di lakukan kegiatan sama di Kecamatan Babat Toman, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, dan Kecamatan Lalan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar dalam […]

  • Covid Masih Mengintai,  Daerah Resiko Tinggi Harus Segera Berbenah

    Covid Masih Mengintai, Daerah Resiko Tinggi Harus Segera Berbenah

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kabupaten/kota yang masih berada dalam zona merah (risiko tinggi) diminta segera memperbaiki status zonasinya. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan karena paska lebaran, ada potensi lonjakan kasus yang disebabkan adanya momen libur panjang Idul Fitri 1442 H. Terdapat kekhawatiran, dari perkembangan per 16 Mei 2021. Karena ada 7 kabupaten/kota yang masih […]

  • Kominfo Tambahkan 3 BTS dan 78 Titik Akses Internet di NTB

    Kominfo Tambahkan 3 BTS dan 78 Titik Akses Internet di NTB

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.227
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memberikan dukungan penuh  untuk meningkatkan layanan di destinasi wisata serta pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Mandalika dan wilayah Nusa Tenggara Barat. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan dukungan dari Kementerian Kominfo dibuktikan melalui penyediaan infrastruktur digital seperti Base Transceiver Station (BTS) dan akses internet gratis. “Kominfo sendiri sudah bangun 3 BTS tambahan […]

expand_less
WordPress Archive Popup Plugin for WordPress - Green Popups (formerly Layered Popups) LayerSlider Responsive WordPress Slider Plugin Lazyline – Innovative Lazy-Load & LQIP WordPress Plugin Lead Manager Module for Perfex CRM LeadEngine – Multi-Purpose WordPress Theme with Page Builder LeadGen – Multipurpose Marketing Landing Page Pack with HTML Builder Leadinjection – Landing Page Theme League Table League Table – Table Plugin for WordPress Lean – One Page Portfolio WordPress Theme