Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Asap Manis yang Bisa Bikin Hidup Berantakan

Asap Manis yang Bisa Bikin Hidup Berantakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 736
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ASAP manis itu kelihatannya tidak bersalah, malah wanginya bau buah stroberi, mangga, anggur yang bikin menggoda, pokoknya  bau-bau itu yang bikin orang mikir, “Ini anak hidupnya rapi” padahal belum tentu. Bisa jadi hidupnya rapi di luar, tapi di dalam sudah mulai berantakan kayak kabel  listrik dan tali layangan kusut.

Sekarang vape itu bukan cuma alat, tapi sudah kayak kartu identitas sosial. Nongkrong tanpa vape itu rasanya seperti datang ke kondangan tapi lupa selfie. Pegang vape, hisap pelan, buang asap ke langit sambil mikir, “Aku  keren, aku kekinian” masalahnya, yang kekinian dan keren  itu bukan cuma gayanya, tapi juga modus kejahatannya.

Di era digital serba update ini, narkoba juga ikut update. Bandar narkoba sekarang tidak mau kalah sama influencer. Mereka tahu genrasi sekarang  anti dipaksa, tapi gampang penasaran. Maka narkoba tidak lagi datang dengan wajah sangar, tapi menyamar jadi asap manis vape narkoba, wangi, kalem, dan kelihatannya sopan.

Modusnya licin kayak belut dikasih minyak kayu putih, cairan vape yang kelihatannya biasa saja, disisipi zat terlarang. Botolnya sama, baunya sama, rasanya pun kadang tidak beda. Awalnya gratis. Ya… iya-lah, siapa juga yang mau langsung beli masalah jutaan rupiah. Gratis itu seperti senyum mantan, bikin senang, tapi biasanya ada niat tersembunyi.

Bandar narkoba itu paham betul psikologi manusia. Kalau disuruh, orang ngelak. Kalau dikasih, orang nyoba. Kalau sudah nyoba, baru cerita bisa panjang. Gratis itu memang bikin iman goyah lebih cepat dari sinyal HP di parkiran basement mall.

BNNP Sumsel juga sudah kasih lampu merah sambil klakson panjang. Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan mengingatkan, cairan vape sekarang rawan disusupi narkoba.

Harganya tidak main-main, bisa jutaan rupiah, tapi justru sering dibagi gratis di awal sebagai jerat. Logikanya simpel, pancing dulu ikannya, urusan digoreng belakangan.

Tapi, Hisar juga menegaskan hal penting yang sering orang tidak tahu tentang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 menjamin pecandu yang melapor untuk rehabilitasi tidak diproses hukum dan bahkan dapat layanan gratis.

Negara ini, urusan narkoba, ternyata lebih penyayang daripada omongan tetangga. Ironisnya, meski Sumatera Selatan sudah darurat narkoba, yang datang rehab masih sepi.

Bukan karena pada sehat semua, tapi karena takut. Takut dicap, takut diomongkan, takut hidup makin ribet. Padahal hidup yang sekarang ini saja sudah ribet tanpa narkoba.

Di sinilah masalahnya. Banyak orang lebih takut omongan orang daripada omongan dokter. Lebih takut gosip daripada jarum suntik. Akhirnya masalah disimpan rapat-rapat, kayak utang yang pura-pura lupa.

Gerak cepat bukan gerak jalan

Wali Kota Ratu Dewa memilih gerak cepat, bukan gerak jalan..  sambil menunggu pembentukan BNN Kota yang jalurnya panjang dan berliku kayak jalan rusak habis hujan, Pemkot langsung bikin langkah darurat.

Dibentuklah Satgas Anti Narkoba, disiapkan kantor layanan di Mal Pelayanan Publik Jakabaring, dan sosialisasi digas ke sekolah, kampus, sampai lingkungan ASN.

Intinya jelas, jangan kebanyakan seminar, tapi minim hasil. Ini bukan soal wacana, tapi soal kerja nyata. Langkah ini penting, karena asap manis vape narkoba tidak pilih-pilih korban.

Narkoba tidak peduli kamu anak baik-baik, mahasiswa teladan, atau pegawai rajin absen. Targetnya justru orang yang merasa paling aman dan yakin bisa ngatur semuanya. Padahal dalam hidup, yang paling sering tumbang itu bukan yang ceroboh, tapi yang terlalu percaya diri.

Jadi sebenarnya simpel, cuma sering kalah sama gaya. Jangan sembarangan terima apa pun dari orang yang tidak dikenal, apalagi yang gratis sebab dalam hidup ini yang benar-benar gratis itu jarang bahkan biasanya ada harga yang ditagih belakangan. Dan untuk urusan narkoba, harganya bukan pakai cicilan.

Vape itu alat, nongkrong itu hak, yang bikin hidup berantakan adalah kebiasaan meremehkan. Meremehkan risiko, meremehkan peringatan, dan terlalu yakin dengan mantra sakti, “Tenang, aku bisa berhenti kapan saja.” Kalimat ini sudah menjatuhkan lebih banyak orang daripada kulit pisang.

Perlu dingat, asap manis vape narkoba adalah potret era yang lagi bingung. Kejahatan rajin update, sementara kewaspadaan kita sering malas upgrade. Asapnya memang wangi, tapi efeknya bisa panjang dan pahit.

Oleh sebab itu, gaya hidup boleh kekinian, tapi akal sehat jangan ketinggalan. Jangan sampai demi asap wangi beberapa detik, hidup berantakan bertahun-tahun, karena asap itu cepat hilang, tapi penyesalan itu bisa stay lama, bahkan lebih setia dari mantan mu.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMB II raih penghargaan ACI Airport Service Quality Awards 2023, asa Pj. Gubernur Sumsel

    SMB II raih penghargaan ACI Airport Service Quality Awards 2023, asa Pj. Gubernur Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.446
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengaku bangga atas capaian prestasi tersebut. Dia juga berharap Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh calon penumpang. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan meraih penghargaan ACI Airport Service Quality (ASQ) Awards 2023. Kategori yang berhasil […]

  • Carbon Offsetting Melalui Penanaman Mangrove, Alternatif Menekan Emisi Karbon yang Berdampak dan Berkelanjutan

    Carbon Offsetting Melalui Penanaman Mangrove, Alternatif Menekan Emisi Karbon yang Berdampak dan Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Semenjak revolusi industri, aktivitas manusia merupakan penyumbang paling besar emisi karbon dan puncaknya menjadikan bumi kini mengalami perubahan iklim. Berbagai upaya ditempuh demi menekan konsumsi emisi karbon yang punya dampak buruk mengekor baik untuk bumi maupun makhluk hidup di dalamnya. Bicara soal upaya, bicara pula soal komitmen. Sadar akan bahaya konsumsi emisi karbon yang […]

  • Potensi Cukup Besar, SumseI Seharusnya Diposisi Pertama Pangan Nasional, Bukan Urutan Lima

    Potensi Cukup Besar, SumseI Seharusnya Diposisi Pertama Pangan Nasional, Bukan Urutan Lima

    • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru terus berupaya memajukan sektor pertanian. Bahkan dia berkeyakinan jika sektor ini digarap dengan serius dengan keterlibatan semua elemen pemangku kebijakan  serta  dukungan  masyarakat maka Sumsel tidak hannya berada diperingkat lima  nasional seperti sekarang ini namun daerah ini  akan menjadi nomor satu penghasil secara nasional. “Seharusnya kita tidak berada […]

  • Boleh Mudik Asal Secara Virtual, Kata Satgas Covid

    Boleh Mudik Asal Secara Virtual, Kata Satgas Covid

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo mengajak masyarakat agar pelaksanaan mudik Idul Fitri tahun 2021 di tengah pandemi COVID-19 dapat dilakukan melalui jarak jauh secara virtual. Hal itu dikatakan Doni usai melakukan Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPC PEN) di […]

  • Gubernur Rangkul Insan Pers Gaungkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan hingga Pelosok Sumsel

    Gubernur Rangkul Insan Pers Gaungkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan hingga Pelosok Sumsel

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    GERAKAN Sumsel Mandiri Pangan (SMP) program yang diinisiasi oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru yang telah dilaunching beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari semua pihak tak terkecuali para insan pers di Sumsel. “Kali ini saya ingin mengajak seluruh insan pers di Sumsel untuk kita samakan persepsi dalam mengubah mindset atau pola pikir masyarakat dari konsumtif […]

  • Luncurkan Siaga 24 Jam, Muba Siap Layani Pasien Gawat Darurat

    Luncurkan Siaga 24 Jam, Muba Siap Layani Pasien Gawat Darurat

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.708
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan program siaga 24 jam menjemput pasien yang gawat darurat yaitu Public Safety Center (PSC) 119, diresmikan langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Stable Berkuda Sekayu, Selasa (27/11/2019). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan bahwa PSC 119 merupakan upaya […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Social Login Premium YITH WooCommerce Stripe Premium YITH WooCommerce Subscription Premium YITH WooCommerce Surveys Premium YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium