PASAR Ikan Modern (PIM) di Palembang tengah menjalani transformasi besar. Tidak hanya menjadi tempat transaksi ikan segar, pasar ini dirancang sebagai pusat kuliner dan inovasi UMKM, di mana pedagang lokal bisa mengembangkan produk olahan kreatif dan memperkenalkan pengalaman kuliner laut kepada pengunjung.
Langkah transformasi ini muncul dari kebutuhan untuk mengoptimalkan aset pemerintah agar lebih produktif, sekaligus memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat. PIM bukan hanya soal menjual ikan, tetapi juga tentang membangun ekosistem usaha modern, kreatif, dan berkelanjutan.
Rapat lanjutan pengelolaan PIM digelar di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang kemarin, dengan membahas skema pengelolaan dan pengaturan tenant.
Pemerintah kota menekankan pentingnya manajemen profesional, termasuk sistem operasional yang tertata, penataan tenant yang jelas, serta promosi berkelanjutan agar pasar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Dalam konsep yang tengah dibahas, komposisi usaha menempatkan 60 persen produk berbasis ikan dan 40 persen produk non-ikan, menjaga identitas PIM sebagai pusat perikanan modern sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk berinovasi. Produk olahan meliputi makanan siap saji, produk beku, hingga kemasan modern yang memenuhi standar ritel.
Tidak hanya fokus pada ekonomi, PIM juga akan menjadi destinasi edukasi dan kuliner. Pengunjung bisa menyaksikan proses hilirisasi produk perikanan, mulai dari ikan segar hingga olahan bernilai tambah, sekaligus mencicipi kuliner laut unik. Pendekatan ini membuat PIM menjadi laboratorium UMKM sekaligus pengalaman kuliner modern.
Selain itu, Pemkot Palembang menyiapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga secara menguntungkan jangka panjang, selaras dengan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Tujuannya menciptakan ekosistem ekonomi produktif, di mana pedagang kecil bisa naik kelas, UMKM berkembang, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari pengelolaan aset pemerintah.
Transformasi PIM juga diharapkan mendorong hilirisasi produk perikanan, meningkatkan nilai jual hasil tangkapan lokal, dan membuka peluang inovasi makanan siap saji, frozen food, hingga kemasan premium. Dengan demikian, pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi pusat pengembangan ekonomi berbasis perikanan yang terintegrasi.
Dengan segala strategi itu, PIM berpotensi menjadi ikon kuliner laut dan pusat UMKM kreatif di Palembang, memperkuat struktur ekonomi daerah, menyerap tenaga kerja, dan mendorong inovasi produk lokal secara berkelanjutan.
“Aset pemerintah harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar bangunan yang diam menunggu waktu. Setiap langkah kita harus jelas, terukur, dan sesuai peraturan yang berlaku. Kami ingin PIM tidak hanya menjadi pasar, tetapi laboratorium UMKM sekaligus destinasi kuliner yang mendukung ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Isnaini Madani, Asisten II Setda Kota Palembang. (***)