Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Petani Mandiri, Negara Ikut Nyiram

Petani Mandiri, Negara Ikut Nyiram

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 1.162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah Jawa bilang, Sing rajin nyangkul bakal panen, sing rajin tidur bakal mimpi”,  pepatah ini kayaknya cocok banget buat menggambarkan semangat Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono waktu ketemu rombongan Tani Merdeka di kantor Kemensos, Senin kemarin.
Bukan rapat biasa, tapi obrolan penuh semangat tentang gimana caranya bikin petani Indonesia bukan cuma kuat nyangkul, tapi juga kuat di dompet.

Kata Pak Wamensos, program Kemensos ke depan bakal berubah haluan, kalau dulu fokusnya perlindungan sosial, sekarang arahnya pemberdayaan. Bahasa gampangnya adalah kalau dulu rakyat dikasih ikan, sekarang diajarin cara mancing bahkan lengkap sama pancingan dan umpannya.

Sebenarnya bukan berarti bantuan gak penting, tapi kan enak kalau bisa bantu diri sendiri, ibarat kata, kalau dulu nunggu nasi bungkus datang, sekarang bisa buka warung sendiri.
Presiden Prabowo, katanya, pengen rakyat Indonesia jadi bangsa yang mandiri, bukan bangsa yang nungguin bansos nyasar ke RT-nya.

Pak Wamensos juga nyebut, dari data Nasional, 52 persen masyarakat miskin itu buruh tani, ini dia jantungnya masalah sekaligus kuncinya solusi, karena kalau buruh tani sejahtera, maka angka kemiskinan bisa langsung nyungsep ke bawah.

Oleh karena itu, beliau ngajak Tani Merdeka buat bareng-bareng jalan di program pemberdayaan, biar para petani bukan cuma kerja keras di sawah, tapi juga punya kesempatan naik kelas lantaran buruh tani jadi pemilik lahan, dari penanam jadi pengusaha hasil bumi.

Kalau kata Pak Jabo, “Kita gak bisa kerja sendiri”, bener juga, ngangkat cangkul aja kadang perlu dua tangan, apalagi ngangkat ekonomi bangsa, dari sisi Tani Merdeka, Ketua Umum Don Muzakir juga punya seabrek ide. Mereka siap bantu petani dengan advokasi, pembinaan, sampai pendampingan, gak cuma nanem, tapi juga ngawasin, dari alat pertanian sampai pupuk.

Katanya, bantuan pemerintah kadang belum tepat sasaran. Nah, Tani Merdeka hadir biar gak ada lagi alat pertanian yang salah alamat, atau pupuk yang mendadak hilang pas dibutuhkan.
Selain itu, mereka juga mau perjuangkan standar upah buat buruh tani, biar hidupnya gak cuma bergantung pada cuaca dan takdir.

Di beberapa daerah, mereka udah mulai program kreatif,  kayak tumpang sari jagung dan cabe di desa-desa miskin, lumayan, cabe bisa buat sambal, jagung bisa buat bakwan. Dua-duanya bikin hidup lebih pedas tapi tetap lezat.

Kalau dilihat, kolaborasi antara Kemensos dan Tani Merdeka ini ibarat kerja bakti di sawah, yang satu bawa benih, yang satu bawa cangkul, kalau sama-sama niat dan kompak, tinggal tunggu waktu panen.

Kemandirian rakyat bukan berarti pemerintah lepas tangan, justru harus kayak hubungan petani dan air: gak bisa pisah, harus saling menghidupi. Negara hadir bukan buat ngasih terus, tapi buat nyiram, nyemai, dan jagain supaya tumbuh.

Kalau petani bisa berdiri di atas kaki sendiri, itu bukan karena ditinggal, tapi karena didorong buat maju, bansos boleh dikurangi, asal kesempatan ditambah, biar rakyat bukan cuma jadi penerima bantuan, tapi jadi pencipta keberkahan.

Jadi, program pemberdayaan ini ibarat menanam pohon, awalnya kecil, perlu dirawat tiap hari, tapi nanti buahnya bisa dinikmati banyak orang, dan kalau buahnya manis, ya itu hasil gotong royong, antara pemerintah yang nyiram, dan rakyat yang nyangkul dengan hati. Kalau nanti angka kemiskinan beneran turun di bawah 5 persen, jangan lupa, itu bukan keajaiban, tapi hasil kerja sama, karena seperti kata pepatah sawah ‘Panen besar lahir dari tangan-tangan kecil yang gak pernah lelah menanam”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKA UNPAD Laksanakan Vaksinasi Penyandang Disabilitas, Target 20.000 Dosis

    IKA UNPAD Laksanakan Vaksinasi Penyandang Disabilitas, Target 20.000 Dosis

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 572
    • 0Komentar

    IKA UNPAD kembali menggelar vaksinasi massal untuk penyandang disabilitas di Jawa Barat, kali ini bertempat di Kabupaten Bandung, Kota Bekasi dan Kabupaten Cimahi. Selama 3 hari pelaksanaan yaitu tanggal 5, 6 dan 7 September 2021, telah berhasil divaksinasi lebih dari 2000 sasaran penyangga disabilitas dan pendamping serta keluarga. Ketua IKA UNPAD Irawati Hermawan menjelaskan, di […]

  • Dihadapan Warga Binaan Lapas Kelas IIb Kayuagung, Pj Bupati OKI Bicara Nilai-nilai Pancasila

    Dihadapan Warga Binaan Lapas Kelas IIb Kayuagung, Pj Bupati OKI Bicara Nilai-nilai Pancasila

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 1Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI juga menguatkan nilai-nilai Pancasila hingga di Lapas. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk untuk menguatkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di Lapas Kelas IIb Kayuagung. Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya menyampaikan, ideologi Pancasila sebagai alat untuk memupuk integritas bangsa. “Pancasila sebagai rumah besar menjaga […]

  • Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

    Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Industri tanpa data emisi terancam tertinggal. PERUSAHAAN multinasional mulai menekan pemasok industri di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membuka data emisi gas rumah kaca (GRK) secara transparan. Tekanan itu mendorong pemerintah mempercepat penguatan sistem pelaporan karbon nasional agar industri dalam negeri tidak kehilangan daya saing di pasar global. Isu tersebut mencuat dalam 2nd Indonesia Japan […]

  • Kartu Prakerja 2021 Ditutup Jadi Contoh Presidensi Indonesia di G20

    Kartu Prakerja 2021 Ditutup Jadi Contoh Presidensi Indonesia di G20

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.560
    • 0Komentar

    PROGRAM Kartu Prakerja tahun 2021 resmi ditutup dengan total 5.931.574 penerima Kartu Prakerja dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota selama 2021, serta 11,4 juta orang menerima pelatihan dan insentif sejak 2020. Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan di tahun 2022 dengan pertimbangan di antaranya bahwa program ini disambut antusias dan memiliki dampak positif yang dirasakan langsung […]

  • Begini Kata Walikota Palembang Terkait Perda Kota Layak Anak

    Begini Kata Walikota Palembang Terkait Perda Kota Layak Anak

    • calendar_month Senin, 18 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Generasi muda,sebagai penerus pembangunan di Palembang, sehingga perlu memiliki mental, fisik dan ahlak yang baik

  • Sekda Edward Candra Dengarkan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel Terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun 2024

    Sekda Edward Candra Dengarkan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel Terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun 2024

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra, MH, menghadiri Rapat Paripurna LXXXVIII (88) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel dengan Agenda, Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD, terhadap Raperda Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin 26 Agustus 2024. Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD […]

expand_less
WordPress Archive Qudrat – Islamic Center & Mosque Elementor Template Kit Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor Quform – Responsive Ajax Contact Form Quform | WordPress Form Builder Quick Buy Now Button for WooCommerce Quick Call – Call Center Elementor Template Kit