Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Nganggur Turun, Kerjaan Naik [Muba Lagi Bagi-Bagi Lowongan]

Nganggur Turun, Kerjaan Naik [Muba Lagi Bagi-Bagi Lowongan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 1.465
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUNGAI Musi mengalir terus tanpa henti, sama kayak arus orang yang butuh kerjaan, namun bedanya, arus Sungai Musi  itu bisa tenang, sementara arus pencari kerja sering bikin gelombang pusing. Nah, Pemerintah Muba ngerti betul soal ini. Makanya, mereka lagi siapin dua agenda besar, yakni Job Fair 2025 di Sungai Lilin dan pengukuhan Forum HRD periode 2025–2028,  tujuannya sederhana agar arus dunia kerja di Muba lebih jernih dan lancar.

Angka pengangguran Muba saat ini memang  2,13 persen, tapi angka itu jangan dianggap kecil, karena misalnya, dua orang nganggur di satu RT aja sudah bikin rame obrolan pos ronda, apalagi kalau dikali sekabupaten. Itulah kenapa Pemkab Muba nggak mau santai-santai dengan masalah yang satu ini. Jalannya november nanti, Job Fair jadi panggung utama guna mempertemukan pencari kerja dan perusahaan. “Kami menargetkan partisipasi minimal 15–20 perusahaan,” jelas Sekretaris Disnakertrans, Juanda, kemarin.

Kebayang nggak hebohnya, kalau target itu tercapai, pasti Sungai Lilin bakal jadi kayak pusat keramaian, mirip pasar malam, karena isinya bukan odong-odong atau bakso bakar, melainkan stand perusahaan yang siap nampung lamaran.

Para pencari kerja datang pun  bawa map bening berisi CV, dan HRD menanti dengan meja dan senyum ramah. Mungkin ada pula yang deg-degan sambil ngelap keringat, tapi ya begitulah, namanya juga audisi masa depan, he..he.

Sebenarnya Job Fair itu bukan sekadar soal banyak-banyakan lowongan, Kepala Disnakertrans, Herryandi Sinulingga juga punya pandangan lebih dalam.

“Kami dorong perusahaan menyampaikan data kebutuhan tenaga kerja tahunan, ini akan membantu pemerintah merancang program pelatihan yang sesuai,” katanya.

Ibaratnya resep masakan, tanpa daftar bumbu yang jelas, bisa-bisa program pelatihan malah jadi gulai kebanyakan garam atau sayur asem tanpa asem.

Coba tengok dan belajar dari  Negara Jerman yang dinilai sukses, karena disana, industri rutin memberi laporan kebutuhan. Pemerintahnya juga bikin kursus vokasi sesuai permintaan.

Hasilnya, sukses sebab lulusan langsung nyambung dengan dunia kerja, bahkan teknisi mereka bukan cuma jago pasang baut, tapi juga paham robot industri.

Muba mungkin belum sampai segitu canggih, tapi langkah awalnya sudah mirip, bedanya, anak muda Jerman berangkat kursus naik sepeda listrik, sementara anak muda Muba masih setia sama Supra X, kadang dengan knalpot brong yang bikin kucing loncat, tikus jalan berlari lurus..

Selain Job Fair di Muba,  ada juga Forum HRD yang siap dikukuhkan, Ketua Forum, Apriyal, menegaskan, “Forum ini butuh legalitas. Dengan begitu, program kerja bisa berjalan optimal”. Selama ini HRD di Muba ibarat grup WhatsApp alumni, ramai kalau ada yang ulang tahun, selebihnya sepi. Dengan forum resmi, obrolan bisa lebih serius, kebutuhan tenaga kerja, standar gaji, sampai soal kontrak kerja bisa didiskusikan bareng.

Malaysia sudah lebih dulu punya forum serupa, hasilnya tenaga kerja mereka lebih siap, bahkan banyak yang bisa ekspor skill ke negara lain. Forum HRD Muba tentu nggak langsung jadi sehebat itu, tapi paling tidak jadi wadah koordinasi yang nyata. Jadi perusahaan dan pencari kerja nggak lagi kayak orang pacaran, sering salah paham gara-gara komunikasi putus-putus.

Muba juga nggak lupa disisi sosialnya,  karena ada program “Satu Perusahaan untuk 100 Pekerja Rentan”, konsepnya mirip gotong royong.

Dulu, warga kampung sama-sama bikin jembatan bambu, biar bisa nyeberang sungai, sekarang perusahaan sama-sama bikin jembatan sosial biar pekerja yang paling rapuh juga bisa selamat. Bedanya, dulu gotong royong dibayar pakai gorengan dan kopi, sekarang dibungkus program sosial yang rapi.

Selain itu, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga terus digenjot, bahkan ada penghargaan untuk perusahaan yang paling taat. Bayangin, nanti bisa ada kategori, seperti “HRD Terajin Bayar Iuran BPJS”.

Rasanya kayak lomba gaplek pas tujuhbelasan, tapi hadiahnya bukan panci atau kipas angin, melainkan reputasi baik dan perlindungan pekerja. Lucu, tapi serius nih!, karena tanpa jaminan sosial, kerja bisa jadi perjudian, hari ini sehat, besok bisa saja sakit, nah.. siapa yang tanggung?

Ngomongin tenaga kerja memang berat, tapi bukan berarti harus bikin dahi berkerut, justru kalau dibawa cair, pesannya lebih gampang nyangkut. Job Fair biasanya penuh suasana formal, kemeja rapi, CV rapi, wajah tegang, tapi siapa tahu nanti suasananya lebih santai, orang bisa senyum, ngobrol, dan percaya diri, karena kerja itu bukan cuma soal keterampilan, tapi juga mental.

Banyak manfaat

Lihatlah Amerika Serikat, di sana tren gig economy,  bikin banyak orang kerja serabutan via aplikasi, pagi ngojek, siang desain, malam antar pizza. Fleksibel sih, tapi nggak ada kepastian, pasalnya banyak pekerja nggak punya jaminan sosial, sementara Muba memilih jalannya sendiri, yakni nggak sekadar fleksibel, tapi stabil. Itu pilihan bijaknya, karena pekerja butuh kepastian, bukan sekadar rezeki yang datang kayak koin receh dari mesin arcade.

Pepatah bilang “Jangan berenang melawan arus, tapi belajarlah mengendalikan arus”, sebaliknya begitu pula dengan dunia kerja, jangan lihat angka pengangguran kecil lalu santai, justru di situ bahayanya.

Oleh sebab itu,  pemerintah Muba sudah kasih panggung, tinggal pencari kerja yang siap menari. Jangan datang ke Job Fair dengan wajah kusut kayak habis ditinggal mantan, harus bisa senyum, ada skill, dan persiapan adalah senjata utama.

Ibaratnya dengan sekali gebrakan, Job Fair dan Forum HRD, ada banyak manfaat, seperti lowongan terbuka, data tenaga kerja terkumpul, SDM makin terarah, dan pekerja rentan terlindungi.

Pandangan tokoh dunia, seperti Jack Ma, pendiri Alibaba – Group asal Tiongkok, bisa jadi cermin Kabupaten Muba, sebab dalam berbagai forum Internasional, Jack Ma sering menekankan bahwa saat masih muda, bekerja jangan hanya semata-mata  soal gaji. “When you are 20 to 30 years old, follow a good boss and join a good company to learn how to do things properly. Don’t just focus on salary” [“Kalau kamu berusia 20–30 tahun, carilah atasan yang baik dan bergabunglah dengan perusahaan yang tepat untuk belajar cara bekerja dengan benar, jangan hanya fokus pada gaji”].

Atau awal karier adalah waktu terbaik untuk belajar dari atasan dan lingkungan kerja, bukan cuma hitung slip gaji. Nah, pandangan ini sejalan dengan semangat Muba guna menciptakan ekosistem kerja yang membuat orang berkembang, bukan sekadar bertahan hidup.

Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan sekaligus ikon perjuangan anti-apartheid, berkata “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”, pesan Mandela ini relevan, yakni kesempatan kerja hanya bermanfaat bila dibarengi dengan semangat belajar terus-menerus.

Oleh karena itu, November nanti jadi ujian pertama, karean lampu panggung sudah siap, spanduk sudah terpasang, HRD siap menunggu, pemerintah siap menyapa. Yang paling ditunggu jelas, yakni para pencari kerja datang bukan cuma bawa CV, tapi juga bawa semangat.

Kalau semua berjalan mulus, pengangguran bisa turun, pekerja rentan dapat perlindungan, perusahaan gampang cari talenta, dan Muba bisa bilang dengan lantang “Kami maju lebih cepat”.

Karena ekonomi bukan sekadar angka di laporan, tapi cerita orang-orang yang bangun pagi, kerja keras, bercanda di sela-sela tugas, dan tetap punya harapan, dan ketika nganggur turun sementara kerjaan naik, bukankah itu kabar yang bikin tersenyum sepanjang Sungai Musi?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Angka Kemiskinan 1 Digit, Walikota Palembang  Ajak OPD Bangun Kampung KB Layang-Layang
    CSR

    Tekan Angka Kemiskinan 1 Digit, Walikota Palembang  Ajak OPD Bangun Kampung KB Layang-Layang

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.134
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang  – Walikota Palembang H. Harnojoyo mengajak organisasi perangkat daerah [OPD] dilingkungan Kota Palembang berkomitmen bersama-sama membangun Kampung KB Layang-layang guna menekan angka kemiskinan  menjadi 1 digit. Walikota berharap dengan dibangunnya Kampung Layang-layang tersebut nantinya bisa menjadi percontohan di Palembang. “Semua OPD laksanakan program untuk menjadikan Kampung KB sesuai dengan tujuannya,” ujarnya, saat menerima […]

  • Bertengger di 48 Besar KDI 2021, Kupek Asal Muba Ini Minta Didoai Agar Lolos di Panggung Besar

    Bertengger di 48 Besar KDI 2021, Kupek Asal Muba Ini Minta Didoai Agar Lolos di Panggung Besar

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

    PUTRI daerah asli Musi Banyuasin kembali meramaikan kancah hiburan di level nasional, kali ini Anjeli Aprilia binti Naziril (15) putri asli Kecamatan Plakat Tinggi, Musi Banyuasin sejak Jum’at, 24 September 2021 telah menjalani proses karantina di salah satu hotel di Jakarta Selatan dalam rangka seleksi 48 besar audisi Nasional Penyanyi KDI 2021. Putri bungsu dari […]

  • Asian Games, 22 Perusahaan BUMN-Swasta Ikut Jadi Sponsor

    Asian Games, 22 Perusahaan BUMN-Swasta Ikut Jadi Sponsor

    • calendar_month Jumat, 6 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Sebanyak 22 perusahaan badan usaha milik negara BUMN dan swasta ikut mensponsorin Asian Games, Agustus mendatang di Jakarta – Palembang sehingga Inasgoc sponsor Asian Games bertambah. Komitmen itu ditandatangani di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (6/7/2018), dengan disaksikan Wapres Jusuf Kalla. Ketua Inasgoc, Erick Thohir, menuturkan, sejak persiapan yang sudah kita lakukan selama […]

  • Ketika Porang Mulai di Budidayakan

    Ketika Porang Mulai di Budidayakan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.622
    • 0Komentar

    PERTANIAN merupakan salah satu sektor andalan Provinsi Sumsel. Sebab itu, mendorong bupati dan walikota untuk terus berinisiatif agar pertanian di Sumsel dapat terus meningkat, terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini. Salah satu inisiatif itu rupanya dilakukan Kabupaten Banyuasin. Dimana sebelumnya Kabupaten Banyuasin merupakan kawasan sentra pangan di Sumsel. Dan kedepan daerah ini akan menjadi […]

  • Vaksinasi Penting di Masa Pandemi, Dorong Terciptanya Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi Penting di Masa Pandemi, Dorong Terciptanya Kekebalan Kelompok

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.315
    • 0Komentar

    PRINSIP gotong- royong penting diterapkan dalam pelaksanaan vaksinasi, sehingga dapat tercipta kekebalan kelompok (herd immunity). Pada dasarnya, kekebalan kelompok dapat dicapai jika mayoritas dari suatu populasi sudah memiliki antibodi, salah satunya dengan cara melakukan vaksinasi. Kekebalan kelompok ini sekaligus dapat melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi karena kondisi khusus, misalnya memiliki sakit kronis atau alergi pada […]

  • Masyarakat diimbau jangan panik, pesan Pj Gub.Sumsel terkait soal perut

    Masyarakat diimbau jangan panik, pesan Pj Gub.Sumsel terkait soal perut

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan meminta masyarakat untuk tidak panik akan terjadinya kelangkaan beras di pasaran, kerena persediaan beras aman hingga Maret 2024. “Stok beras di Sumsel aman sampai dengan Maret 2024,” tegas Fatoni usai menerima audiensi dari Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel Babel Mohamad Alexander di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (18/10/2023). “Selain beras cukup, […]

expand_less
WordPress Archive Vayvo – Media Streaming & Membership WordPress Theme VC Icon Finder – WPBakery Page Builder Icon finder VC Particles 3D Background VC Particles Background vCity – Online Browser Game veApp – Mobile App & Startup Elementor Template Kit Veco – Creative Agency Elementor Template Kit VEDA | Multi-Purpose Theme VEDBO – Elementor WooCommerce Theme Vedio – Video Production WordPress Theme