Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Modal Asing Masuk, Duit Lokal Malah Kabur ke Luar”

“Modal Asing Masuk, Duit Lokal Malah Kabur ke Luar”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 945
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah “air beriak tanda tak dalam”?, begitu pula kabar tentang arus modal asing ke Indonesia, ramai, heboh, penuh angka, tapi begitu dikupas, ceritanya kadang nggak semulus headline.

Bank Indonesia dalam Laporan Posisi Investasi Internasional (PII) Triwulan II 2025 dilaman resmi bi.go.id belum lama ini mencatat, kewajiban neto Indonesia naik jadi 244,3 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding triwulan I 2025 sebesar 226,3 miliar dolar AS. Aset finansial luar negeri (AFLN) juga naik tipis ke 536,8 miliar dolar AS, sementara kewajiban finansial luar negeri (KFLN) melonjak lebih besar ke 781,1 miliar dolar AS.

Sekilas kelihatan manis, modal asing deras masuk, aset kita di luar juga tumbuh, rasio terhadap PDB masih 17,2% (kata BI “aman”). Tapi kalau dibaca pakai kacamata kritis plus sedikit humor, ada paradoks lucu bin ironis uang asing betah masuk, duit lokal malah kabur ke luar. Mari kita bedah bareng, santai ala warung kopi.

Menurut BI, kenaikan KFLN banyak dipicu oleh penarikan pinjaman luar negeri sektor swasta, ibarat anak kos doyan ngutang ke warung, bilangnya buat “modal usaha kecil-kecilan”, padahal seringnya buat jajan mi instan ekstra topping. Kalau utangnya dipakai ekspansi bisnis produktif, mantap. Tapi kalau buat gaya hidup, hati-hati bisa jadi bom waktu.

Masih dari laporan BI, AFLN naik 0,7%, karena orang Indonesia tambah rajin investasi di luar negeri saham, obligasi, deposito. Analogi gampang rumah sendiri bocor tapi malah sibuk beli apartemen di Singapura.

Katanya sih buat diversifikasi, tapi ada yang nyeletuk “jangan-jangan ini versi halus capital flight”, ironisnya, ketika kita ajak tamu asing invest di Indonesia, warga kita sendiri justru sibuk nitip duit di luar negeri.

BI juga mencatat kenaikan nilai aset dan kewajiban dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS terhadap mata uang global, termasuk Rupiah. Efeknya? Nilai portofolio dalam dolar kelihatan naik.

Ini semacam ilusi optik ekonomi, ibarat gajian Rp 10 juta, lalu kurs dolar jeblok, pas dihitung dolar, seolah makin kaya. Padahal isi dompet nggak nambah sepeser pun.

Bank Indonesia bangga 92,2% kewajiban PII berjangka panjang, mayoritas investasi langsung, katanya bikin aman, karena investor asing nggak bisa cabut cepat.

Betul, tapi sisi lainnya, itu berarti nggak likuid, kalau ada krisis mendadak butuh dana segar, kita nggak bisa minta investor langsung cairkan modalnya. Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – kemakmuran ada biayanya. Nah, biaya dari “aman tapi tidak cair” ini bisa bikin repot kalau badai datang.

BI menyebut rasio PII terhadap PDB pada triwulan II 2025 tetap terjaga di 17,2%, angka ini dipamer seperti nilai raport bagus. Tapi angka cantik belum tentu sehat.

Analogi orang obesitas bilang, “Lemakku cuma 17% kok,” padahal bobotnya segede gajah, tanpa perbandingan ke negara lain, rasio ini bisa menipu, jadi jangan terlalu cepat puas.

Kalau modal asing masuk lewat investasi langsung, pertanyaan berikutnya masuk ke sektor apa? Tambang nikel? Pabrik baterai? Properti?

Kalau mayoritas ke sektor ekstraktif, jangan kaget kalau keuntungan lebih banyak lari ke luar negeri, kita hanya kebagian remahan. Investasi asing itu mirip mertua, kalau sudah masuk rumah tangga, pasti ikut ngatur. Pertanyaannya ngaturnya bikin tambah makmur, atau justru bikin pusing?

Dan inilah punchline yang paling kocak, di saat asing betah menanam modal, warga kita sendiri malah giat naruh aset di luar negeri.

BI mencatat AFLN naik, sementara KFLN juga melonjak, ibarat pesta di rumah penuh tamu bawa kue, tapi tuan rumah kabur nongkrong di rumah tetangga. Ironis banget, orang asing justru lebih percaya sama Indonesia ketimbang orang Indonesia sendiri.

Data BI soal PII Triwulan II 2025 memberi cermin, bukan cuma soal angka, tapi soal mentalitas seperti swasta jangan kebablasan ngutang ke luar negeri, warga jangan lebih betah simpan duit di luar, pemerintah jangan terlalu cepat puas dengan angka manis.

Pepatah bilang “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”, kita sibuk pamer modal asing masuk, tapi lupa uang kita sendiri kabur.

Secara kasat mata, laporan Bank Indonesia menegaskan PII Indonesia masih aman kewajiban jangka panjang dominan, rasio terhadap PDB terjaga, dan investor asing percaya. Tapi paradoksnya jelas orang luar lebih optimistis, orang dalam justru hati-hati.

Kalau tren ini berlanjut, kita bisa jadi bangsa yang pestanya ramai karena tamu, sementara tuan rumah sendiri malah sembunyi. Pertanyaan sederhana tapi menohok, kapan orang Indonesia lebih percaya menaruh uang di negeri sendiri daripada di luar negeri?

Kalau belum, kita akan terus hidup dengan pepatah baru “Tamu lebih betah daripada tuan rumah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Pede Suarakan Sumsel Daerah Zero Conflict di Negara ‘Seribu  Larangan’

    Alex Pede Suarakan Sumsel Daerah Zero Conflict di Negara ‘Seribu Larangan’

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Sangat baik jika Indonesia dan Singapura terus melakukan kerjasama dibidang financial maupun investasi dan pembangunan

  • Meriahkan HUT RI Ke-76, Binmas Noken Bersama Dinas Kominfo Gelar Berbagai Lomba Bagi Anak-anak Puncak Jaya

    Meriahkan HUT RI Ke-76, Binmas Noken Bersama Dinas Kominfo Gelar Berbagai Lomba Bagi Anak-anak Puncak Jaya

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    REPUBLIK Indonesia yang ke-76, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Binmas Noken Bersama Dinas Kominfo Kab. Puncak Jaya menggelar berbagai macam perlombaan bagi anak-anak Kampung Wanegobak, Kamis (12 Agustus 2021). Adapun perlombaan yang dilaksanakan guna memeriahkan HUT RI Ke-76 antara lain balap karung, lari membawa kelereng, makan kerupuk serta memasukkan paku kedalam botol, nampak […]

  • Aplikasi PeduliLindungi Mengalami Kendala, Ini Tipsnya

    Aplikasi PeduliLindungi Mengalami Kendala, Ini Tipsnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.868
    • 0Komentar

    APLIKASI PeduliLindungi saat ini menjadi satu-satunya platform yang digunakan masyarakat untuk melakukan sejumlah aktivitas sosial. Rekam jejak penggunanya akan termuat dalam aplikasi resmi yang dibuat pemerintah ini. Banyak manfaat yang didapatkan dalam menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. Pertama adalah untuk verifikasi pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, sertifikat vaksin akan tersimpan di dalam aplikasi ini baik dosis pertama maupun dosis […]

  • Fatimah Toha Bikin Chef Muba Naik Kelas, Bukan Cuma Masak Tapi Masakkin Nasib

    Fatimah Toha Bikin Chef Muba Naik Kelas, Bukan Cuma Masak Tapi Masakkin Nasib

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.947
    • 0Komentar

    AKHIR pekan biasanya orang sibuk nyari healing atau rebahan sambil ngemil keripik, beda dengan Hj. Fatimah Toha. Ketua TP PKK Muba ini malah sibuk ngaduk semangat warga biar SDM kuliner lokal nggak cuma jago di dapur, tapi juga jago bersertifikat Nasional. Sabtu (18/10/2025) pagi, aula SMK Negeri 1 Sekayu yang biasanya dipakai ujian anak-anak SMK, […]

  • Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang “rezeki itu kadang turun dari langit”, maka Lapter Pangeran Abdul Hamid Sekayu sepertinya mulai kebagian langit cerah. Hari itu, tamu jauh dari negeri “Dracula”, eh maksudnya dari Rumania, datang berkunjung, bukan untuk wisata horror, tapi meninjau lapter alias landasan pacu yang selama ini lebih banyak jadi tempat latihan burung […]

  • Angka Stunting Menurun, Pemkot Palembang Ajak Semua Bersinergi

    Angka Stunting Menurun, Pemkot Palembang Ajak Semua Bersinergi

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.500
    • 0Komentar

    ANGKA stunting atau kekerdilan di Kota Palembang terus menurun dan ini berkat kerjasama semua pihak yang telah dilaksanakan selama ini. “Terbukti, dari data tahun 2019 hingga 2021, angka stunting kita lebih kurang 6,4 persen,” ujar Wali Kota Palembang H Harnojoyo, saat memimpin rapat Rembuk Stunting Kota Palembang, di Hotel Beston, Selasa (32/5/2022). Ia berharap dari […]

expand_less
WordPress Archive Advanced Mailchimp integration with ARForms Advanced Masonry Portfolio Builder Advanced Product Features Showcase for Elementor Advanced Product Fields for WooCommerce Advanced Security – PHP Register/Login System Advanced Segments Jetpack CRX Addon Advanced Themer for Bricks Adventure Tours – WordPress Tour/Travel Theme Advertisement Banner Addon for WPBakery Page Builder Advertisement & Branding Custom Content for Flow-Flow