Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Menteri Keuangan & Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 Kumpul Di Incheon Korsel, Ini yang Dibahas  

Menteri Keuangan & Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 Kumpul Di Incheon Korsel, Ini yang Dibahas  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • visibility 1.057
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Incheon, Korea Selatan,- Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk memperkuat dialog kebijakan mengenai perkembangan terkini dan prospek ekonomi global dan regional, serta respons kebijakan terhadap risiko dan tantangan ke depan.

Lebih lanjut, Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 tersebut sepakat untuk memperkuat kerja sama keuangan regional melalui inisiatif di bawah Regional Financing Arrangements (RFA) Future Direction, Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), AMRO, Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Disaster Risk Financing (DRF), dan ASEAN+3 Future Initiatives termasuk pembiayaan infrastruktur, kajian studi pada fasilitas nonpembiayaan, pembiayaan risiko bencana (DRF), serta kajian studi beberapa tema strategis atas Digitalisasi Keuangan, keuangan berkelanjutan, utang korporasi, utang rumah tangga, dan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT). Komitmen tersebut merupakan hasil kesepakatan dari Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 (the ASEAN+3 Finance Ministers’ and Central Bank Governors Meeting/AFMGM+3), yang diadakan pada 2 Mei 2023 di Incheon, Korea Selatan.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di bawah mitra keketuaan (co-chairmanship) dari Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, Shunichi Suzuki, Menteri Keuangan Jepang, dan Kazuo Ueda, Gubernur Bank of Japan. Presiden Asian Development Bank (ADB), Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) ASEAN+3, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN Secretariat, dan Deputi Managing Director of the International Monetary Fund (IMF) juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan pertumbuhan ekonomi ASEAN+3 yang kuat sebesar 3,2 persen pada tahun 2022, terlepas dari efek pandemi COVID-19 yang masih ada dan konflik Rusia-Ukraina yang meningkat menjadi krisis. Sementara itu, gejolak sektor perbankan baru-baru ini di AS dan Eropa memiliki dampak rambatan yang terbatas di kawasan ASEAN+3. Meskipun demikian, kita harus tetap waspada. Ke depan, kawasan ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,6 persen pada tahun 2023, dipacu oleh permintaan domestik yang kuat karena pemulihan ekonomi terus menunjukkan perbaikan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyoroti bahwa tantangan saat ini dan ketergantungan yang besar pada mata uang dominan tertentu untuk perdagangan internasional dan penyelesaian investasi dapat meningkatkan kerentanan dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan di ASEAN+3. Oleh karena itu, ASEAN+3 perlu berinovasi untuk dapat menjaga stabilitas, di tengah inflasi yang masih tinggi,  kondisi likuiditas yang lebih  ketat, ruang kebijakan yang lebih sempit, dan  pengaruh kuat dolar.

Dalam hal ini, Gubernur Perry menekankan pentingnya memperkuat dan meningkatkan kerja sama di antara negara-negara ASEAN+3 dalam konektivitas pembayaran dengan mempromosikan penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi. Berkaitan dengan hal tersebut, AFMGM+3 menyambut baik dan mengakui perkembangan kajian Sistem Pembayaran Lintas Batas di ASEAN+3, khususnya mengenai Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transactions – LCT) dalam pembahasan Isu Tematik ASEAN+3.

Mengingat situasi pandemi COVID-19 yang jauh lebih membaik, kawasan ASEAN menyadari perlunya pengurangan dukungan kebijakan terkait COVID-19 dengan tetap melaksanakan langkah-langkah kebijakan yang dikalibrasi secara hati-hati untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas moneter dan keuangan, memperkuat sektor-sektor utama, seperti ekonomi hijau dan ekonomi digital, memastikan keberlanjutan fiskal jangka panjang, dan mempromosikan pertumbuhan yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan.

Kawasan ASEAN juga mengakui bahwa prospek pertumbuhan jangka panjang untuk kawasan ini bergantung pada bagaimana kawasan ini mengelola risiko yang terkait dengan kemungkinan pandemi dan perubahan iklim di masa depan, termasuk bencana alam yang lebih sering dan parah. Dengan mempertimbangkan risiko-risiko ini, AFMGM+3 mengakui pentingnya kolaborasi menuju pemulihan yang kuat dan inklusif serta membuat kemajuan berkelanjutan dalam agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan, untuk mencapai pembangunan global yang lebih kuat, lebih hijau, lebih tangguh, dan seimbang.

Scarring effect dari pandemi COVID-19 dan meningkatnya risiko dan ketidakpastian prospek ekonomi regional dan global semakin menguatkan pentingnya penguatan RFA lebih lanjut termasuk CMIM. Dalam hal ini, negara-negara anggota ASEAN+3 akan terus mengeksplorasi fasilitas baru. Pertemuan AFMGM+3 menyambut baik hasil diskusi tentang inisiatif baru fasilitas pembiayaan cepat, yang  memungkinkan anggota untuk mengakses sumber pembiayaan untuk mengatasi masalah neraca pembayaran  yang  timbul dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba, seperti pandemi dan bencana alam.

Selanjutnya, Menteri dan Gubernur ASEAN+3 juga sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan penguatan struktur pembiayaan, termasuk melalui studi pro dan kontra struktur modal disetor (paid-in capital), untuk meningkatkan efektivitas keamanan kawasan. Pertemuan AFMGM+3 tersebut juga menugaskan para Deputi untuk mengembangkan Peta Jalan tentang Fasilitas Pembiayaan dan Struktur Pembiayaan pada akhir tahun 2023 dan terus mengevaluasi modalitas CMIM yang ada untuk memungkinkan negara-negara anggota memiliki alternatif fasilitas yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah.

Sebagai salah satu hasilnya, pertemuan AFMGM+3 menyambut baik adopsi Pedoman Operasional CMIM yang diperbarui yang memungkinkan anggota untuk memberikan dukungan likuiditas CMIM dalam mata uang domestiknya sendiri (Local Currency/LCY) dan mata uang lokal dari anggota lain (Local Currency/LCY pihak ketiga).

​Kerja sama intraregional yang lebih erat — di bidang perdagangan dan investasi, logistik dan ketahanan rantai pasokan, antarkonektivitas sistem kepabeanan, arus lintas batas, infrastruktur berkelanjutan dan hijau, serta integrasi digital — akan semakin meningkatkan kemampuan kawasan ini untuk mengamankan pertumbuhan pascapandemi, meminimalkan scarring effect, dan bersiap menghadapi guncangan di masa depan.

Dalam hal ini, kawasan menegaskan kembali komitmen kuat terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan yang terbuka, bebas, adil, inklusif, adil, transparan dan tidak diskriminatif dengan World Trade Organization (WTO) sebagai intinya dan menyatakan dukungan peningkatan integrasi ekonomi regional dan implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Agreement.

​Hasil diskusi AFMGM+3 akan dilanjutkan pada AFMGM+3 mendatang di Tbilisi, Georgia pada tahun 2024 dan berharap dapat bekerja sama dengan Republik Demokratik Rakyat Laos dan Republik Korea sebagai Ketua Bersama (Co-chairs) Proses Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 pada tahun 2024.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layani Mudik Lebaran, Pertamina Siap dengan Produk BBM Kemasan

    Layani Mudik Lebaran, Pertamina Siap dengan Produk BBM Kemasan

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pertamina akan menyiapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) kemasan dan motor untuk melayani mudik lebaran yang terjebak kemacetan di jalan. Sebanyak 30 unit motor kemasan di 20 titik wilayah MOR III diantaranya 8 titik di jalur reguler dan 12 titik di jalur tol akan disiapkan Pertamina. General Manager Pertamina MOR III, Erry Widiastono […]

  • ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – ProKlim menjadi salah satu pengalaman Indonesia yang dibawa ke forum lingkungan BRICS untuk menunjukkan bahwa menghadapi krisis iklim tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Lebih dari 12 ribu desa dan komunitas di berbagai wilayah Indonesia telah terlibat dalam upaya adaptasi dan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Program Kampung Iklim (ProKlim) menempatkan masyarakat di tingkat […]

  • PLN Rampungkan Infrastruktur Tegangan Tinggi KEK Likupang

    PLN Rampungkan Infrastruktur Tegangan Tinggi KEK Likupang

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.205
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Manado–  PT PLN (Persero) merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan (PIK) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 84 persen. Hal ini ditandai dengan dioperasikannya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Likupang-Paniki guna meningkatkan keandalan listrik di wilayah yang dicanangkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut. Gubernur […]

  • Wagub Sumsel : Jangan Daerah Dilalui Angkutan Kena Debunya

    Wagub Sumsel : Jangan Daerah Dilalui Angkutan Kena Debunya

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya meminta para pengusaha untuk dapat menamkan investasinya di Sumatera Selatan. Mengingat potensi usaha yang ada di Kabupaten/kota di Provinsi ini masih sangat terbuka secara luas untuk dikembangkan. Hal  tersebut diungkapkannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bimbingan Teknis dan Perizinan Penyelenggaraan Perkeretaapian PT Bukit Asam bekerjasama […]

  • Operasi Yustisi Selama Pemberlakuan PPKM Dimaksimalkan, Tekan Pandemi Covid

    Operasi Yustisi Selama Pemberlakuan PPKM Dimaksimalkan, Tekan Pandemi Covid

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan melalui Satpol PP Sumsel melakukan operasi yustisi. Hal ini dilakukan seiring dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang berlaku sejak 6 April dan akan berakhir 19 April 2021. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021, pembatasan berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan covid-19 di tingkat desa dan kelurahan […]

  • Ketek Angkutan Pupuk Ditabrak Speedboat, 2 Orang Meninggal Dunia

    Ketek Angkutan Pupuk Ditabrak Speedboat, 2 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.623
    • 0Komentar

    SPEEDboat yang  bermuatan 40 penumpang dengan tujuan Cengal ke Pulau Bangka, dikendarai Rahmat Kartolo, Warga Tulung Selapan OKI menabrak ketek pengangkut pupuk, hingga mengakibatkan dua orang penumpang ketek meninggal dunia, kemarin. Kejadian itu terjadi ditikungan H. Mat Yasim Sungai Ketupak Kecamatan Cengal. Dua penumpang ketek meninggal dunia karena tenggelam, sementara satu orang lainnya luka di […]

expand_less
WordPress Archive Pinterest for AMP Pinterest for WooCommerce Pinterestomatic Automatic Post Generator and Pinterest Auto Poster Plugin for WordPress PinWorks+ WordPress Pinterest Gallery Widget Piotnet Addons For Elementor Pro Pipirima — Pizza & Food Delivery Elementor Template Kit Pipo – Plumber Services Elementor Template Kit Piqes | Creative Startup & Agency WordPress Theme PIRUS – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Pirus – Dark Digital Agency FSE WordPress Theme