Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Inflasi 3,04% & Pasar Murah Sumsel yang Nyata

Inflasi 3,04% & Pasar Murah Sumsel yang Nyata

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI ATAS kertas, angka inflasi tahunan Sumatera Selatan per Agustus 2025 tercatat 3,04 persen (yoy), bagi sebagian orang, angka ini hanyalah statistik dingin dalam laporan resmi. Namun di balik deretan digit itu, ada senyum lega para ibu yang pulang dari pasar murah di Terminal Sako, Palembang, dengan tangan menenteng beras, minyak, dan telur dengan harga lebih ramah di kantong.

Pepatah lama mengatakan, “Hidup bukan sekadar angka, tapi rasa di meja makan”. Angka inflasi mungkin terasa abstrak, tetapi di pasar murah, ia berubah menjadi kenyataan. Beras SPHP lima kilogram seharga Rp57.000, minyak goreng Rp11.700 per liter, bawang putih Rp19.000 per kilo, harga-harga ini menjadi jembatan antara data makroekonomi dan realita dapur keluarga.

Pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Sumsel bersama BUMD dan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, sejatinya adalah sebuah terapi sosial.

Ia bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan vitamin ekonomi yang memperkuat daya tahan masyarakat, seperti kata pepatah Melayu, “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”. Dalam konteks inflasi, gotong royong antara pemerintah, lembaga keuangan, dan rakyat membuat beban terasa lebih enteng.

Kebijakan makro yang biasanya hanya berputar di ruang rapat, kini bisa dipegang langsung oleh ibu rumah tangga dalam bentuk sekarung beras atau sebotol minyak. Di sinilah letak pentingnya kebijakan populis yang tidak berhenti di kertas. Inflasi bukan hanya soal menjaga angka di bawah empat persen, tetapi juga tentang menjaga dapur tetap ngebul.

Analogi sederhana, inflasi ibarat suhu tubuh, sedikit panas bisa ditoleransi, tapi bila dibiarkan tinggi, tubuh akan lemah. Operasi pasar murah adalah obat penurun panas yang segera memberi efek menenangkan. Ia mungkin bukan penyembuh total, tapi cukup menjaga tubuh sosial-ekonomi agar tetap kuat melangkah.

Pesan moral dari pasar murah ini jelas, stabilitas ekonomi tidak boleh terpisah dari kesejahteraan rakyat kecil. Angka inflasi harus selalu punya “wajah kemanusiaan” agar tidak berhenti menjadi catatan statistik belaka.

Pada akhirnya, seperti pepatah Jawa, Urip iku urup, hidup itu menyala ketika memberi manfaat bagi sesama. Pasar murah di Sumsel bukan hanya strategi mengendalikan inflasi, tetapi juga bukti bahwa kebijakan yang menyentuh rakyat adalah api kecil yang mampu menghangatkan banyak dapur sekaligus.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TP PKK Sumsel Segera Realisasikan Pindang Patin Dalam Kaleng

    TP PKK Sumsel Segera Realisasikan Pindang Patin Dalam Kaleng

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru menekankan agar PKK Sumsel dan Forum Silahturahmi Istri Kepala Daerah (Forsikada) Sumsel turut membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam upaya kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah terobosan. Salah satunya yakni dengan mengembangkan masakan khas Sumsel sehingga bisa dinikmati seluruh daerah di nusantara. “Produk-produk yang ada di daerah kita […]

  • Hasil Sensus 2020, BPS Sumsel Catat 8.467.432, Rasio Jenis Kelamin 104 Lebih Banyak Laki-laki

    Hasil Sensus 2020, BPS Sumsel Catat 8.467.432, Rasio Jenis Kelamin 104 Lebih Banyak Laki-laki

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    KEPALA BPS Provinsi Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, bahwa hasil sensus penduduk 2020 di Provinsi Sumsel tercatat sebesar 8.467.432. Dengan rasio jenis kelamin 104 lebih banyak laki-laki. Artinya, terdapat 104 laki-laki per 100 perempuan di Sumsel pada  Tahun 2020.  Selain itu, dalam pertumbuhan penduduk di Sumsel rata-rata 1,25 persen. Angka ini menurutnya menurun dibanding dengan sensus penduduk […]

  • JSC Bakal Dipercantik dengan Lighting Philips, Mau Tahu ?

    JSC Bakal Dipercantik dengan Lighting Philips, Mau Tahu ?

    • calendar_month Senin, 11 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    Pencahayaan yang menggunakan LED yang memiliki kemampuan menerangi dengan penggunaan energi yang lebih hemat.

  • BI Mencabut dan Menarik 20 Jenis Pecahan Rupiah, Pecahan Berapa Saja ?

    BI Mencabut dan Menarik 20 Jenis Pecahan Rupiah, Pecahan Berapa Saja ?

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) mencabut dan menarik 20 jenis pecahan Uang Rupiah Khusus (URK) Tahun Emisi 1970 sampai dengan 1990 dari peredaran, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.23/12/PBI/2021, terhitung sejak 30 Agustus 2021. “Dengan demikian, terhitung tanggal dimaksud URK tersebut tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Direktur […]

  • Ini Bukti Komitmen Terhadap Perempuan, Pemprov Sumsel dan 11 Kabupaten dan Kota Raih Penghargaan Kesetaraan Gender  

    Ini Bukti Komitmen Terhadap Perempuan, Pemprov Sumsel dan 11 Kabupaten dan Kota Raih Penghargaan Kesetaraan Gender  

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) kembali  meraih prestasi ditingkat nasional, kali ini  karena Komitmen Terapkan Kesetaraan Gender.  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI  memberikan penghargaan berupa “Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020”. Didapatnya  penghargaan tersebut juga menjadi bukti  begitu komitmennya  Pemprov Sumsel dibawah kepemimpinan Gubernur   H Herman Deru   terhadap kesetaraan gender antara laki-laki dan […]

  • Belum Genap Setahun,  DKP Jadikan Pemantik Berkesenian (HUT ke-21)

    Belum Genap Setahun,  DKP Jadikan Pemantik Berkesenian (HUT ke-21)

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.337
    • 0Komentar

    Dewan Kesenian Palembang (DKP) merayakan Hari Ulang Tahun ke-21, di Guns Cafe Palembang, Rabu (9/9/2020). Menahkodai  DKP tahun pertama, Ms Iqbal Rudianto menegaskan akan jadikan masa awal ini pemantik berkesenian. “Kami berusaha membangun iklim berkesenian yang bergairah. Sehingga, tahun pertama kepenguursan ini, jadi pemantik. Untuk berikutnya  menjadi lebih brrgairah,” ujarnya di sela-sela peringatan HUT DKP […]

expand_less
WordPress Archive RT-Theme 18 Responsive WordPress Theme RT-Theme 19 | Multi-Purpose WordPress theme RT-Theme 20 | Health and Medical Product Catalog WordPress Theme Rubbez- WooCommerce & Corporate WordPress Theme Rubik – A Perfect Theme for Blog Magazine Website Rubik – Magazine and Blog WordPress Theme Ruby – IT Solutions Company Elementor Template Kit RubyBuild – Building & Construction WordPress Theme Rufers – Renovation Services WordPress Theme Ruffer – Roof Construction & Repair WordPress Theme