Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tak Hanya Pengamanan, Pemkot Minta Kejari Kawal Administrasi Anggaran Rakyat

Tak Hanya Pengamanan, Pemkot Minta Kejari Kawal Administrasi Anggaran Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU di kampung, ada pepatah “Ngawal sapi jangan cuma waktu dilepas di padang rumput, tapi juga pas balik kandang, biar nggak nyolong singkong tetangga” Nah, pepatah itu cocok banget sama suasana Exit Meeting Pengamanan Program Strategis PUPR 2025 yang digelar di Hotel Luminor Palembang.

Di situ, Kejari Palembang yang diwakili sang kepala, Hutamrin, sudah dengan mantap bilang “Pak Wali, pengamanan proyek strategis nasional lewat jalur intelijen sudah kelar, semua dokumen sudah diserahkan”. Kalau ini ibarat main bola, Kejari sudah kasih assist, tinggal Pemkot yang harus bikin gol.

Tapi rupanya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa nggak mau berhenti di situ saja, beliau dengan enteng tapi serius bilang, “Lho, kalau bisa jangan cuma pengamanan proyek fisik kayak Ipal sama tujuh item itu, tapi juga kawal administrasi dan dokumen. Soalnya duit rakyat ini harus aman dari awal sampai akhir”.

Weleh-weleh, kalau ini ibarat pesta kawinan, jangan cuma jaga pintu masuk biar tamu nggak nyelundup, tapi juga jaga dapur biar ayam goreng nggak disikat panitia duluan.

Mungkin banyak yang belum ngeh, proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Palembang itu bukan proyek ecek-ecek. Kalau jadi, baunya sungai Musi bisa lebih harum daripada sate Padang di Simpang Patal. Nah, di sinilah peran Kejari Palembang yang kemarin pakai jalur intelijen buat ngawasin.

Intelijen ini biasanya identik sama James Bond atau agen rahasia, padahal di Palembang ya wujudnya pegawai kejaksaan yang nongkrong manis di lapangan proyek. Mereka nggak pakai tuxedo atau mobil Aston Martin, tapi tetap tajam mengendus, “Ada nggak nih paku yang dijual seribu tapi ditulis di kuitansi sepuluh ribu?”

Makanya, pas Exit Meeting, Hutamrin bilang pengamanan selesai. Bahasa alusnya “Kami sudah kawal sampai titik ini, Pak.” Bahasa rakyatnya “Urusan lumpur-lumpur proyek sudah aman, sekarang tinggal bapak-bapak Pemkot lanjut.”

Tapi Ratu Dewa kayaknya tahu betul, masalah pembangunan itu bukan cuma urusan semen dan pasir. Kadang yang bikin proyek macet justru kertas A4 yang salah tanda tangan.

Bayangin, kalau batu bata yang salah taruh bisa dirubuhin tukang, tapi kalau dokumen administrasi salah cap? Bisa-bisa proyek mangkrak kayak rumah kosong ditinggal mudik.

Ini yang beliau maksud jangan cuma ngawasin beton, tapi juga kawal birokrasi, jangan sampai duit rakyat yang sudah dikumpulin dari pajak parkir, retribusi pasar, sampai PBB, malah nyangkut di meja birokrat karena salah isi kolom.

Pepatah lama bilang “Air besar tampak, air kecil merembes diam-diam”. Artinya, proyek miliaran mungkin kelihatan gagah, tapi masalah kecil di administrasi bisa jadi lubang tikus yang bikin bangunan roboh.

Kalau kita bayangkan, Exit Meeting di Hotel Luminor itu mirip acara arisan RT. Bedanya, yang diundi bukan giliran dapat panci, tapi giliran siapa yang dapat titipan dokumen proyek strategis nasional. Kejari bilang, “Sudah selesai, ini dokumennya.” Wali kota jawab, “Oke, tapi jangan kabur dulu, kawal juga administrasi.”

Lucunya, di tengah suasana serius itu, kalau kita pakai kacamata rakyat kecil, sebenarnya ini kayak adegan bapak kos serahin kunci kamar ke anak kos baru “Ini kunci kamar, jaga baik-baik. Tapi jangan cuma kunci depan, pintu belakang juga dijaga. Kalau nggak, ayam kampung bisa raib”

Uang Rakyat Itu Sakral

Yang bikin suasana makin dalem adalah ucapan Ratu Dewa “Berapapun uang rakyat harus dikelola dengan baik, biar nggak timbul masalah di kemudian hari”.
Wah, ini kalimat emas, kalau diukir di dinding kantor kelurahan pun masih terasa auranya.

Uang rakyat itu ibarat nasi bungkus warung tepi jalan, harganya mungkin cuma belasan ribu, tapi nilainya sakral. Bayangkan kalau nasi bungkus itu ditilep orang sebelum sampai ke meja makan?, sakitnya nggak seberapa, tapi rasanya bisa bikin dendam turunan.

Dari kejadian ini, kita belajar pengawasan pembangunan itu kayak main musik dangdut, kalau cuma ada gendang, ya rame tapi nggak harmonis. Harus ada gitar, suling, sampai penyanyi koplo yang bikin lengkap. Pengamanan fisik proyek itu penting, tapi tanpa kawalan administrasi, hasilnya bisa fals.

Masyarakat Palembang tentu berharap, kolaborasi Kejari Palembang dan Pemkot Palembang ini bisa jadi contoh nasional, jangan sampai proyek strategis yang seharusnya bikin rakyat senyum malah jadi bahan sindiran di warung kopi.

Jadi, Exit Meeting PUPR 2025 ini bukan sekadar serah terima dokumen, tapi momentum penting, Pemkot berani bilang, “Ayo jangan berhenti di pengamanan, mari kawal juga administrasi”.
Kalau pepatah Jawa bilang “Ojo mung nggone mangan, nanging uga nggone nyimpen”. Jangan cuma jaga waktu makan, tapi juga jaga waktu nyimpen sisa makanan.

Semoga kolaborasi ini bikin proyek Ipal Palembang dan tujuh item strategis lain jalan mulus, administrasi beres, duit rakyat aman, dan Palembang makin harum namanya bukan cuma di Sungai Musi, tapi juga di hati rakyatnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kilang Plaju Raih 4 Penghargaan ISEA 2026, Apa yang Dinilai?

    Kilang Plaju Raih 4 Penghargaan ISEA 2026, Apa yang Dinilai?

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kilang Plaju meraih empat penghargaan dalam Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 di Bali. Pengakuan tersebut mencakup kepemimpinan keselamatan kerja, budaya keselamatan, keberlanjutan, hingga perlindungan pekerja dari risiko iklim. Empat penghargaan yang diraih yakni The Best Leadership on OSH Culture, The Best Safety Culture & Human Performance Award, The Best Sustainable Safety & ESG […]

  • Karhutla Riau 2025, Dunia Usaha Diminta Jadi Pemadam, Bukan Kompor!

    Karhutla Riau 2025, Dunia Usaha Diminta Jadi Pemadam, Bukan Kompor!

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    NEGERI ,ini hutan gambutnya lebih gampang terbakar daripada jemuran kering di tengah matahari Juli, tiap musim kemarau datang, kabar duka soal kebakaran hutan dan lahan alias karhutla selalu ikut nimbrung. Di Riau, api bukan lagi simbol semangat perjuangan, tapi sudah mirip tamu tak diundang yang tiap tahun datang, ngacak-ngacak rumah orang, makan-makan, lalu ninggalin asap […]

  • Awas Demam Berdarah, Di Blora Sudah Capai 107 Kasus

    Awas Demam Berdarah, Di Blora Sudah Capai 107 Kasus

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora menyatakan dalam 45 hari terakhir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Blora mencapai 107 kasus sehingga masyarakat harus waspada. Dinkes Blora minta warga waspada dan tetap melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Termasuk segera memeriksakan ke dokter jika mendapati anggota keluarga yang demam hingga tiga hari tidak turun. Kepala Dinkes Blora, […]

  • jokowi

    Jokowi Minta Seluruh Kementrian Tekan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.481
    • 0Komentar

    Presiden RI,  Joko Widodo (Jokowi) seluruh kementrian dapat menekan angka kemiskinan,  karena merupakan tanggung jawab bersama sehingga target tahun ini untuk menekan angka kemiskin 10,5 persen dapat terealisasi.

  • Belajar Pertenakan di Muba

    Belajar Pertenakan di Muba

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    MEMAJUKAN dunia pertanian dan peternakan di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Sejumlah anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bangka melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peteranakan Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/7). Pemilihan Bumi Serasan Sekate sebagai tempat belajar, khususnya di bidang peternakan lantaran dinilai sudah memiliki tata kelola peternakan yang baik. Bahkan Muba […]

  • Polda Sumsel Musnakan Sabu Dan Ekstasi Hasil Tangkapan Bulan April dan Mei

    Polda Sumsel Musnakan Sabu Dan Ekstasi Hasil Tangkapan Bulan April dan Mei

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sabu-sabu sebanyak 2.068,7 Gram dan pil ekstasi sebanyak 446 butir yang berhasil disita dari 13 orang tersangka. Pada Jum’at (5/6/2020) dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel. Sabu-sabu dimusnahkan dengan cara diblender yang layaknya seperti pembuatan jus. Bukan hanya narkoba sabu-sabu, narkoba jenis ekstasi ikut dimusnahkan yang juga dengan cara diblender. Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Progress GamiPress Progress Map GamiPress Purchases GamiPress Referrals GamiPress Reports GamiPress Rest API Extended GamiPress Restrict Content GamiPress Social Share GamiPress Submissions GamiPress Time-based Rewards