Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

Desember yang Berat bagi Petani Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 851
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DESEMBER biasanya datang seperti tamu spesial, ada aroma libur akhir tahun, kalender penuh warna merah, dan harapan baru yang disimpan rapi untuk tahun depan. Namun untuk petani  di Sumatera Selatan, Desember 2025 itu, justru terasa seperti tamu yang datang tanpa senyum, pasalnya datang membawa angka, pulang meninggalkan beban.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumsel pada Desember 2025 tercatat turun 0,66 persen, dari 130,85 pada November menjadi 130,00. Angka ini mungkin terlihat sepele bagi yang hanya memandang tabel statistik, bahkan bagi petani, penurunan ini terasa seperti timbangan beras di dapur yang mendadak lebih berat, padahal isinya tidak bertambah.

Masalahnya bukan cuma soal NTP aja yang turun, di saat bersamaan, BPS Sumsel juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 1,18 persen, dari 127,80 menjadi 129,31. Artinya sederhana tapi menohok, karena biaya hidup naik, sementara daya tukar petani melemah.

Ibarat kata, petani Sumsel sedang mendayung perahu, tapi arus sungai malah ke hulu, dayungnya sudah capek, perahu tetap terasa berat. NTP adalah indikator kesejahteraan petani yang membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang harus mereka bayarkan. Ketika NTP turun sementara IKRT naik, ini menjadi sinyal  tekanan inflasi rumah tangga lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan dari sektor pertanian.

Dalam kajian ekonomi rumah tangga, kondisi seperti ini akan mempersempit ruang konsumsi, menekan tabungan, dan meningkatkan kerentanan sosial petani.

BPS Sumsel juga mencatat penurunan NTP terjadi pada sejumlah subsektor utama. Subsektor tanaman pangan turun 0,52 persen, perkebunan turun 0,89 persen, dan perikanan menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan kontraksi 1,14 persen. Perikanan tangkap turun 1,08 persen, sedangkan perikanan budidaya turun 1,19 persen.

Nelayan pun merasakan tekanan berlapis, sudah berjibaku dengan cuaca dan ombak di laut, di darat mereka masih harus berhadapan dengan harga solar, pakan, dan kebutuhan rumah tangga yang terus merangkak naik.

Meski demikian,  tidak semua subsektor muram,  ada subsektor hortikultura justru melonjak 5,47 persen, disusul subsektor peternakan yang naik 0,46 persen. Data ini menunjukkan  komoditas yang cepat panen dan memiliki permintaan harian relatif lebih tahan terhadap gejolak harga.

Secara teori pasar, subsektor dengan elastisitas permintaan rendah, seperti sayuran, cabai, telur, dan daging cenderung lebih stabil, dan orang bisa menunda beli gawai, tapi sulit menunda makan.

Naik tipis

BPS Sumsel juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Desember 2025 sebesar 134,42, atau naik tipis 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan usaha pertanian masih bertahan di tengah tekanan, meski belum cukup kuat untuk disebut pulih.

Dalam perspektif ekonomi pertanian, NTUP yang naik tipis menunjukkan biaya produksi relatif terkendali, tetapi margin keuntungan masih sempit. Petani masih bisa berdiri, tapi belum bisa melangkah lebih cepat.

Pepatah bilang “Air tenang menghanyutkan, harga pelan-pelan mencekik,” kenaikan harga kebutuhan memang tidak selalu melonjak drastis, namun bisa bergerak perlahan dan konsisten, menggerus kesejahteraan tanpa terasa.

Oleh karena itu, data statistik bukan  angka mati, sebab dibalik penurunan 0,66 persen itu, ada dapur yang harus diakali, ada uang sekolah anak yang tetap harus dibayar, dan ada petani yang memutar otak, agar tetap bertahan sampai musim berikutnya.

Jadi, setidaknya jangan biarkan petani jalan sendiri, ada beberapa langkah strategis yang bisa dipertimbangkan ke depan, misalnya memperkuat subsektor yang terbukti tahan tekanan terutama pada hortikultura dan peternakan.

Selain itu, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, agar kenaikan IKRT tidak semakin menekan rumah tangga petani. Mendorong diversifikasi usaha tani, supaya petani tidak bergantung pada satu komoditas saja, dan menekan biaya produksi, khususnya pupuk, pakan, dan energi yang sangat menentukan NTUP.

Dalam teori pembangunan pertanian, kesejahteraan petani hanya akan meningkat jika pendapatan naik lebih cepat dibandingkan biaya hidup.

Desember 2025 mungkin bukan bulan yang manis bagi petani Sumsel. Namun data BPS Sumsel memberi cermin yang jujur tentang kondisi di lapangan. Petani masih bertahan, masih berdiri. Tinggal satu pekerjaan rumah bersama, yaitu jangan biarkan mereka berdiri sendirian.

Akhir tahun lalu, boleh dirayakan dengan kembang api, tapi kesejahteraan petani harus dijaga dengan kebijakan yang berpijak di bumi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Mudahkan Warga Luar Palembang untuk Dapatkan Oksigen Gratis 

    Gubernur Mudahkan Warga Luar Palembang untuk Dapatkan Oksigen Gratis 

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    TINGGINYA permintaan oksigen gratis dari masyarakat kabupaten/kota se Sumsel terutama di luar Kota Palembang tak luput dari perhatian Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Demi memenuhi keinginan warganya di luar Kota Palembang tersebut, Iapun menghimbau agar seluruh Bupati dan Walikota di Sumsel  memfasilitasi warga untuk mendapatkan oksigen gratis yang saat ini masih dipusatkan di PT. Pusri […]

  • Demi Sumsel, MU Rela Lepas Delapan Pemain ke Porwil

    Demi Sumsel, MU Rela Lepas Delapan Pemain ke Porwil

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    DELAPAN pemain Muba United dipanggil untuk memperkuat tim sepak bola Sumsel di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumsel 2019. Mereka adalah Harlan Suardi, Rizky Bayu, M Lutfi Hermanwan, Habib Arif Fadillah, Nurrofik, Dody Alfayet, Adistya Wicaksana dan Nurdian M Chaniago. Ke delapan pemain andalan MU -singkatan Muba United- ini bakal mengarungi ajang Pra Pekan Olahraga […]

  • Lepas Jamaah Umroh

    Lepas Jamaah Umroh

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Palembang- Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Plt Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Muhammad Ali melepas 106 jamaah calon umrah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2023 yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah, Selasa (09/05/2023) di Asrama Haji Palembang.   Kali ini, jemaah umroh termuda merupakan orang tua dari Hafizah yang berprestasi di Muba Sania, Harun […]

  • Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    Kabut asap sangat rentan bagi anak- anak di bawah umur lima tahun sangat berbahaya, terutama anak-anak yang sebelumnya telah terjangkit penyakit sesak napas, ganguan paru-paru.

  • index-harga-saham-gabungan

    IHSG Ditutup Naik 0,5 Poin

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Penguatan pasar modal Indonesia mulai tertahan di akhir penutupan perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebesar 0,5 poin atau 0,01% ke 5.872.

  • Begini Cara Sumsel Dongkrak Harga Karet Untuk Selamatkan Petani

    Begini Cara Sumsel Dongkrak Harga Karet Untuk Selamatkan Petani

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sejak beberapa tahun belakangan harga karet yang berasal dari perkebunan petani sepertinya  menjadi dilemma. Pasalnya harga karet yang  dihasilkan oleh petani terus terjun bebas. Banyak petani yang lesu ketika harga karet sudah mampu menopang kehidupannya lagi. Bahkan ironisnya banyak petani karet di Sumsel menjual barang simpanan, bahkan kendaraan yang diperoleh dari hasil […]

expand_less
WordPress Archive Myour – CV Resume WordPress Theme Mystik Astrology & Esoteric Horoscope Elementor Template Kit Mystique: Blog Magazine WordPress Theme MyThemeShop Ad-Sense WordPress Theme MyThemeShop Adorable WordPress Theme MyThemeShop Authority WordPress Theme MyThemeShop Awake WordPress Theme MyThemeShop Beauty WordPress Theme MyThemeShop Best WordPress Theme MyThemeShop Blocks WordPress Theme