Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Cara Bertahan di Industri, Skill Apa yang Harus Dikejar

Cara Bertahan di Industri, Skill Apa yang Harus Dikejar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA industri sedang tidak baik-baik saja bagi mereka yang tidak siap berubah,  karena transformasi digital, otomatisasi, dan tuntutan efisiensi membuat banyak pekerjaan lama perlahan ditinggalkan.

Apalagi masalahnya, tidak semua pekerja bergerak cepat mengejar perubahan itu, sehingga setidaknya industri butuh skill baru, tapi sebagian tenaga kerja masih bertahan dengan kemampuan lama.

Sektor manufaktur memang terus tumbuh dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, kebutuhan industri hari ini berbeda dibanding lima atau sepuluh tahun lalu.  Perusahaan tidak lagi hanya untuk  mencari tenaga kerja yang rajin, tetapi yang mampu beradaptasi, memahami teknologi, dan bekerja dengan sistem yang semakin modern.

Jika tidak ingin tertinggal, ada beberapa skill yang kini menjadi kebutuhan utama dan tidak bisa lagi ditunda untuk dipelajari.

Pertama, kemampuan digital dasar, sebab hampir semua lini industri sudah bersentuhan dengan teknologi, mulai dari penggunaan software produksi hingga analisis data sederhana. Pekerja yang tidak memahami sistem digital akan kesulitan mengikuti ritme kerja yang semakin cepat dan terintegrasi.

Kedua, kemampuan problem solving. Industri modern tidak hanya membutuhkan pekerja yang menjalankan perintah, tetapi juga yang mampu berpikir kritis dan mencari solusi. Ketika mesin atau sistem mengalami kendala, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang bisa mengambil keputusan cepat, bukan sekadar menunggu instruksi.

Ketiga, kemampuan adaptasi. Perubahan di dunia industri berlangsung sangat cepat. Sistem kerja bisa berubah dalam hitungan bulan, bahkan minggu. Pekerja yang kaku dan sulit menyesuaikan diri akan mudah tergeser oleh mereka yang lebih fleksibel.

Keempat, keterampilan teknis yang relevan. Ini tidak selalu berarti harus belajar hal yang rumit. Namun, pekerja perlu memastikan  skill yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Di sinilah pentingnya mengikuti pelatihan, baik melalui jalur vokasi, balai latihan kerja, maupun program dari pemerintah.

Kelima, sertifikasi kompetensi. Pengalaman kerja saja tidak lagi cukup. Banyak perusahaan kini melihat sertifikat sebagai bukti konkret kemampuan seseorang. Sertifikasi juga membuka peluang lebih luas, termasuk untuk bekerja di perusahaan multinasional.

Keenam, kemampuan komunikasi dan kerja tim. Meskipun teknologi berkembang pesat, industri tetap dijalankan oleh manusia. Kemampuan berkomunikasi dengan baik dan bekerja dalam tim menjadi nilai penting, terutama dalam lingkungan kerja yang semakin kolaboratif.

Ketujuh, pola pikir untuk terus belajar. Ini yang sering diabaikan. Banyak pekerja merasa cukup dengan skill yang dimiliki saat ini. Padahal, tanpa kemauan untuk belajar hal baru, kemampuan akan cepat usang. Dunia industri tidak menunggu siapa pun.

Pemerintah sebenarnya sudah membuka banyak peluang untuk meningkatkan kompetensi. Program pendidikan vokasi, pelatihan di Balai Diklat Industri, hingga sertifikasi profesi terus diperluas. Bahkan, kerja sama dengan industri juga semakin diperkuat agar lulusan lebih siap kerja.

Tantangan

Namun, tantangan terbesarnya bukan pada ketersediaan program, melainkan pada kemauan individu untuk memanfaatkannya. Masih ada anggapan bahwa pelatihan hanya penting bagi pencari kerja baru, padahal pekerja lama justru lebih membutuhkan pembaruan skill agar tetap relevan.

Oleh karena itu industri juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan ketika memilih tenaga kerja yang lebih kompeten. Dalam persaingan global, perusahaan dituntut efisien dan produktif. Mereka akan memilih sumber daya manusia yang paling siap menghadapi perubahan.

Inilah realita yang tidak bisa dihindari. Dunia kerja kini lebih kompetitif dan selektif. Bertahan bukan lagi soal senioritas atau lamanya bekerja, tetapi tentang kemampuan mengikuti perkembangan.

Bagi pekerja, pilihan yang tersedia sebenarnya sederhana. Mengikuti perubahan dengan meningkatkan skill, atau bertahan dengan kemampuan lama dan menghadapi risiko tertinggal.

Momen Hari Buruh tahun ini seharusnya menjadi pengingat bahwa perlindungan tenaga kerja tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari kesiapan diri. Karena  yang paling menentukan posisi seseorang di dunia industri itu adalah kemampuannya untuk terus berkembang. Industri akan terus berubah, dan apakah kita cukup siap untuk mengikutinya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah Bukan Ujung Jalan, Bumi Butuh Tanggung Jawab

    Sampah Bukan Ujung Jalan, Bumi Butuh Tanggung Jawab

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dalam sejarah peradaban manusia, sampah bukan hanya sisa, tapi juga cermin, cermin dari perilaku, kesadaran, hingga pola pikir sebuah masyarakat. Bila cerminnya buram dan penuh lelehan minyak goreng, ya begitulah kira-kira kondisi mental kolektif kita, dalam kunjungan kerjanya ke Palembang kemarin sabtu siang Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyaksikan langsung TPA Sukawinatan […]

  • Benarkah ? Transaksi di Indonesia Bisa Pakai Mata Uang Cina

    Benarkah ? Transaksi di Indonesia Bisa Pakai Mata Uang Cina

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    BEREDAR unggahan di media sosial berisi gambar tangkapan layar dari sebuah artikel tentang mata uang Cina sebagai alat transaksi Indonesia dengan Cina. Pengunggah potongan judul berita itu menyebut penggunaan mata uang Yuan sudah resmi digunakan Indonesia. Dilansir dari merdeka.com, berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah salah. Merujuk pada artikel merdeka.com berjudul “Fakta tentang Renminbi atau […]

  • 137 ASN dan Non ASN PALI Terancam Sanksi

    137 ASN dan Non ASN PALI Terancam Sanksi

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    SEBANYAK 137 Aparatur Sipil Negara [ASN] dan Non ASN PALI terancam sanksi menyusul bolos tanpa keterangan paca Lebaran Idul Fitri 1440 H. “Kalau PNS ada 20 pegawai tanpa keterangan, sedangkan TKS ada 117 pegawai tanpa keterangan, total pegawai yang bolos atau tanpa keterangan ada 137 pegawai yang didata dari seluruh Dinas, OPD dan Kecamatan yang […]

  • Sekda, Penyaluran Bansos Awal Agustus Rampung

    Sekda, Penyaluran Bansos Awal Agustus Rampung

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 584
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera belum lama melaksanakan rapat koordinasi monitoring pelaksanaan penyaluran bantuan beras bagi Kader Pembangunan Manusia Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) secara virtual dari Sumsel Command Center, Kemaren. Rapat koordinasi dipimpin oleh Dirjen Bina Bangda Kemendagri RI, Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mengkomunikasikan permasalahan […]

  • Cegah Covid Varian Baru, Kemenhub Batasi Akses Masuk Internasional

    Cegah Covid Varian Baru, Kemenhub Batasi Akses Masuk Internasional

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) membatasi pintu masuk internasional baik melalui transportasi darat, laut, dan udara. Hal itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan antisipasi dan pencegahan penyebaran varian virus baru COVID-19 termasuk Varian Mu (B.1.621) masuk ke Indonesia, melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional. Pembatasan tersebut diatur dalam Surat Edaran […]

  • Buka Rakorda Regsosek, Wabup Shodiq: Terima Petugas, Berikan Data yang Benar

    Buka Rakorda Regsosek, Wabup Shodiq: Terima Petugas, Berikan Data yang Benar

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) melalui pendataan detail untuk menyatukan kembali satu data kependudukan, saat ini mulai disosialisasikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.Regsosek diterapkan agar data  kependudukan dan data sosial semakin padu. Pelaksanaan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) menurut Wabup Shodiq sebagai suatu solusi untuk mendapatkab basis data yang akurat dan terkini sehingga […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme