Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 859
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah lama “kalau bisa bikin sendiri, ngapain cuma nonton tetangga bikin?” Nah, pepatah itu kayaknya pas banget buat menggambarkan masa depan industri kita, khususnya soal transfer teknologi dan robotik.

Soalnya begini, di Jepang sana, robot sudah bisa bikin teh matcha sambil nunduk sopan, sementara di pabrik kecil kita, kadang baut saja masih dihitung pakai buku kas sobek yang disampul kalender bekas. Ibaratnya tetangga sudah main catur dengan komputer, kita masih sibuk main ular tangga pakai biji sawo.

Makanya, kolaborasi JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan Kemenperin dan startup teknologi Indonesia ini bukan cuma proyek biasa. Ini ibarat pernikahan antara ninja dan tukang sate Madura satu bawa jurus cepat, satunya bawa bumbu rahasia. Kalau benar-benar cocok, jadilah inovasi otomasi dan robotik buatan anak bangsa.

Misalnya saja, sebuah pabrik baut di Klaten, dulu, mandornya tiap pagi masih teriak, “Pak, stok baut tinggal berapa?” lalu dijawab dengan garukan kepala. Sekarang, berkat sentuhan startup lokal, data stok sudah nongol real time di dashboard digital. Baut yang keluar, baut yang cacat, sampai baut yang entah dibawa pulang buat gantungan kunci, semuanya terdeteksi.

Nah, bayangkan kalau kemampuan ini naik kelas dengan teknologi robotik hasil transfer dari Jepang. Bisa jadi nanti robot lokal kita nggak cuma bantu pasang baut, tapi juga bisa ngasih laporan sambil nyanyi dangdut koplo.

Startup Indonesia selama ini lebih sering dikenal bikin aplikasi pesan makanan, dompet digital, atau filter kamera biar wajah kita lebih tirus. Padahal, kalau diarahkan ke sektor industri, startup bisa jadi “otak” di balik mesin.

Seperti kata pepatah Jawa, “sopo sing nandur, bakal ngundhuh” siapa yang menanam, dia yang menuai. Kalau startup kita ditanam dengan ilmu otomasi dan robotik dari Jepang, nanti hasil panennya bukan cuma aplikasi viral, tapi mesin-mesin pintar buatan Indonesia.

Tapi ada catatan kritisnya juga nih. Jangan sampai transfer teknologi cuma jadi “transfer brosur”. Kadang kan kalau acara kerja sama Internasional, yang dipindahkan malah tumpukan laporan, bukan ilmunya. Jadi pemerintah harus serius startup jangan cuma dijadikan figuran untuk foto bareng di seminar, tapi benar-benar dikasih ruang eksperimen, pembiayaan riset, dan akses pasar.

Robotik memang keren, tapi robot secanggih apa pun nggak ada artinya kalau manusianya masih bingung cara colok kabel. Itu sebabnya, pembinaan SDM harus jalan bareng-bareng.

Kita butuh insinyur muda yang bukan cuma bisa main Mobile Legends semalaman, tapi juga bisa ngoprek sensor dan algoritma. Kita butuh pekerja IKM yang berani belajar, meski awalnya salah tekan tombol robot bikin mesin malah joget.

Seperti kata pepatah Sunda “lamun hayang ka hilir, kudu apal ka girang”, kalau mau ke hilir, harus kenal dulu hulunya. Kalau mau punya robotik canggih, ya hulunya harus pendidikan, pelatihan, dan keberanian mencoba.

Ada satu hal yang penting buat diingat, yakni  transfer teknologi bukan sekadar beli mesin dari luar, kalau itu doang, ya kita cuma jadi pasar. Robot datang, kita bayar, lalu kita sibuk jadi pengguna tanpa ngerti isi dalemannya.

Solusinya jelas setiap kali ada proyek transfer teknologi, wajib ada pembelajaran mendalam, alih ilmu, dan riset bersama. Jepang bisa kasih robot, tapi Indonesia harus bisa bikin robot versinya sendiri. Kalau tidak, ya kita cuma jadi “konsumen robot” seumur hidup.

JICA

Singkatnya, kolaborasi JICA dengan Kemenperin dan startup teknologi lokal ini ibarat menyambungkan kabel listrik. Ada arus pengalaman Jepang yang kuat, ada soket semangat startup Indonesia yang haus tantangan. Kalau nyambungnya benar, lampu industri kita bisa terang benderang.

Jangan biarkan peluang ini cuma jadi seremoni foto di hotel berbintang, mari pastikan transfer teknologi dan robotik benar-benar menghasilkan inovasi asli Indonesia, karena di era Industri 4.0 ini, pepatah baru sedang lahir “yang punya robot, yang punya masa depan”

Kalau Jepang bisa, kenapa kita tidak? Obeng sudah di tangan, algoritma sudah di kepala, tinggal berani atau tidak kita bikin robot yang bukan cuma pintar bikin baut, tapi juga bikin bangsa ini lebih mandiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    KEPALA Kanwil DJBC (Direktorat Jenderal Bea Cukai) Sumatra Bagian Timur [Sumbagtim],Dwijo Muryono menyebutkan Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Mencapai Rp12 Miliar. Kerugian itu salah satu penyumbang tidak tercapainya APBN 2019. “Kelalaian pola pengawasan barang ilegal, terutama penyelundupan jenis rokok tak berizin, salah satu dampaknya,” katanya dalam konferensi pers capaian […]

  • Cegah Gunakan Alat Tangkap Ikan yang Gak Ramah Lingkungan, KKP Tingkatkan Kemampuan Pengawasan

    Cegah Gunakan Alat Tangkap Ikan yang Gak Ramah Lingkungan, KKP Tingkatkan Kemampuan Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.441
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan kemampuan pengawasan kegiatan penangkapan ikan. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengawasan penggunaan alat tangkap yang menjadi salah satu prasyarat penting dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan. “Ini salah satu kunci, aparat harus memiliki kemampuan mendeteksi, mana alat tangkap yang dilarang, mana yang dimodifikasi agar terlihat legal. Ini penting sekali […]

  • Syukuri Kemerdekaan Pemkab OKI Gelar Resepsi Kenegaraan

    Syukuri Kemerdekaan Pemkab OKI Gelar Resepsi Kenegaraan

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar malam resepsi kenegaraan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan yang diraih. Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten, Rumah Dinas Bupati OKI, Kamis (17/8) malam itu diisi dengan ramah tamah bersama Perintis Pejuang Kemerdekaan, tokoh masyarakat serta pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq mengatakan kegiatan […]

  • Astra Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Palembang

    Astra Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Palembang

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    ASTRA menyalurkan bantuan sembako untuk warga Kota Palembang terdampak Covid-19. Bantuan itu diterima Walikota Palembang Harnojoyo secara sembolis. Isi Paket sembako  tersebut, antara 10 kilogram beras, sarden, indomie, minyak goreng serta gula disalurkan langsung Koordinator Wilayah Grub Astra Palembang. “Ini merupakan kegiatan dari Astra Pusat, karena kita punya program semangat saling bantu, dimana ini bentuk […]

  • KBTR – Bekang Bakal Terintegrasi Ke Sungai Musi

    KBTR – Bekang Bakal Terintegrasi Ke Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.413
    • 0Komentar

    KUTO Besak Theater Restoran (KBTR) dan Gedung Bekang yang terletak persis di belakang kantor Walikota Palembang, akan dikembangkan menjadi kawasan wisata yang terintegrasi langsung ke Sungai Musi. Hal ini disampaikan pengelolaa KBTR saat beraudiensi dengan Walikota Palembang Harnojoyo, di rumah dinas Walikota Palembang, Selasa (14/5/2019). “Keberadaan KBTR dan gedung Bekang sangat strategis untuk dikembangkan menjadi […]

  • Minat Pendaftaran Tinggi, Fisip UIN Raden Fatah Bakal Buka Prodi Administrasi Publik

    Minat Pendaftaran Tinggi, Fisip UIN Raden Fatah Bakal Buka Prodi Administrasi Publik

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.211
    • 0Komentar

    GUNA menambah daya tampung pendaftar mahasiswa baru,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah akan segera membuka program studi baru yaitu Administrasi Publik. “Tahun Ajaran baru 2021-2022 Fisip menerima 12 kelas untuk dua program studi yaitu Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, ini membuktikan tingginya minat pendaftar”, ungkap  Dekan  Fisip UIN Raden Fatah Palembang […]

expand_less
WordPress Archive Speedy Car Game with AdMob and Leaderboard Spheral – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Spice – Beauty & Hair Salon WordPress Theme SpiceDine – WordPress Theme For Hotels & Restaurants Spider Spin2Win WooCommerce Coupon Code Spin Popup for WooCommerce – Spinio Spinzy - Laundry & Fresh Clothing Elementor Template Kit Spirits – Liquor Shop & Wine Store WordPress Theme Splash Sport – WordPress Sports Theme for Basketball, Football, Soccer and Baseball Clubs sPlayer – Sticky Audio Player With Playlist