Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 848
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah lama “kalau bisa bikin sendiri, ngapain cuma nonton tetangga bikin?” Nah, pepatah itu kayaknya pas banget buat menggambarkan masa depan industri kita, khususnya soal transfer teknologi dan robotik.

Soalnya begini, di Jepang sana, robot sudah bisa bikin teh matcha sambil nunduk sopan, sementara di pabrik kecil kita, kadang baut saja masih dihitung pakai buku kas sobek yang disampul kalender bekas. Ibaratnya tetangga sudah main catur dengan komputer, kita masih sibuk main ular tangga pakai biji sawo.

Makanya, kolaborasi JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan Kemenperin dan startup teknologi Indonesia ini bukan cuma proyek biasa. Ini ibarat pernikahan antara ninja dan tukang sate Madura satu bawa jurus cepat, satunya bawa bumbu rahasia. Kalau benar-benar cocok, jadilah inovasi otomasi dan robotik buatan anak bangsa.

Misalnya saja, sebuah pabrik baut di Klaten, dulu, mandornya tiap pagi masih teriak, “Pak, stok baut tinggal berapa?” lalu dijawab dengan garukan kepala. Sekarang, berkat sentuhan startup lokal, data stok sudah nongol real time di dashboard digital. Baut yang keluar, baut yang cacat, sampai baut yang entah dibawa pulang buat gantungan kunci, semuanya terdeteksi.

Nah, bayangkan kalau kemampuan ini naik kelas dengan teknologi robotik hasil transfer dari Jepang. Bisa jadi nanti robot lokal kita nggak cuma bantu pasang baut, tapi juga bisa ngasih laporan sambil nyanyi dangdut koplo.

Startup Indonesia selama ini lebih sering dikenal bikin aplikasi pesan makanan, dompet digital, atau filter kamera biar wajah kita lebih tirus. Padahal, kalau diarahkan ke sektor industri, startup bisa jadi “otak” di balik mesin.

Seperti kata pepatah Jawa, “sopo sing nandur, bakal ngundhuh” siapa yang menanam, dia yang menuai. Kalau startup kita ditanam dengan ilmu otomasi dan robotik dari Jepang, nanti hasil panennya bukan cuma aplikasi viral, tapi mesin-mesin pintar buatan Indonesia.

Tapi ada catatan kritisnya juga nih. Jangan sampai transfer teknologi cuma jadi “transfer brosur”. Kadang kan kalau acara kerja sama Internasional, yang dipindahkan malah tumpukan laporan, bukan ilmunya. Jadi pemerintah harus serius startup jangan cuma dijadikan figuran untuk foto bareng di seminar, tapi benar-benar dikasih ruang eksperimen, pembiayaan riset, dan akses pasar.

Robotik memang keren, tapi robot secanggih apa pun nggak ada artinya kalau manusianya masih bingung cara colok kabel. Itu sebabnya, pembinaan SDM harus jalan bareng-bareng.

Kita butuh insinyur muda yang bukan cuma bisa main Mobile Legends semalaman, tapi juga bisa ngoprek sensor dan algoritma. Kita butuh pekerja IKM yang berani belajar, meski awalnya salah tekan tombol robot bikin mesin malah joget.

Seperti kata pepatah Sunda “lamun hayang ka hilir, kudu apal ka girang”, kalau mau ke hilir, harus kenal dulu hulunya. Kalau mau punya robotik canggih, ya hulunya harus pendidikan, pelatihan, dan keberanian mencoba.

Ada satu hal yang penting buat diingat, yakni  transfer teknologi bukan sekadar beli mesin dari luar, kalau itu doang, ya kita cuma jadi pasar. Robot datang, kita bayar, lalu kita sibuk jadi pengguna tanpa ngerti isi dalemannya.

Solusinya jelas setiap kali ada proyek transfer teknologi, wajib ada pembelajaran mendalam, alih ilmu, dan riset bersama. Jepang bisa kasih robot, tapi Indonesia harus bisa bikin robot versinya sendiri. Kalau tidak, ya kita cuma jadi “konsumen robot” seumur hidup.

JICA

Singkatnya, kolaborasi JICA dengan Kemenperin dan startup teknologi lokal ini ibarat menyambungkan kabel listrik. Ada arus pengalaman Jepang yang kuat, ada soket semangat startup Indonesia yang haus tantangan. Kalau nyambungnya benar, lampu industri kita bisa terang benderang.

Jangan biarkan peluang ini cuma jadi seremoni foto di hotel berbintang, mari pastikan transfer teknologi dan robotik benar-benar menghasilkan inovasi asli Indonesia, karena di era Industri 4.0 ini, pepatah baru sedang lahir “yang punya robot, yang punya masa depan”

Kalau Jepang bisa, kenapa kita tidak? Obeng sudah di tangan, algoritma sudah di kepala, tinggal berani atau tidak kita bikin robot yang bukan cuma pintar bikin baut, tapi juga bikin bangsa ini lebih mandiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapat Kiriman Paket? Ikuti Panduan Menerimanya Berikut…

    Dapat Kiriman Paket? Ikuti Panduan Menerimanya Berikut…

    • calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Tok, tok! Paket! Ah, siap! Jangan lupa selalu #PakaiMasker #JagaJarak  saat menerima kiriman paket dan #CuciTanganPakaiSabun setelah menerima dan membukanya. Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id/ #KPCPEN #SayangiIndonesia #JanganAbai | Lindungi Diri Lindungi Negeri  

  • Keren, Ternyata Produk Sabun Indonesia Diminati Pasar Mesir

    Keren, Ternyata Produk Sabun Indonesia Diminati Pasar Mesir

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.040
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Tanta, Mesir – Keren, ternyata produk sabun dan produk pembersih dari Indonesia tetap diminati di pasar Mesir, meski bea masuk tergolong masih tinggi, produk sabun  Indonesia tetap dapat menghiasi etalase toko-toko di Mesir.”Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir meski bea masuk termasuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari,” tutur Dubes Lutfi. […]

  • Geliat Pembangunan Kec. Air Sugihan, Dulu Gelap Gulita, Kini Terang Benderang

    Geliat Pembangunan Kec. Air Sugihan, Dulu Gelap Gulita, Kini Terang Benderang

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SIAPA pun yang datang di Kecamatan Air Sugihan, Kab. Ogan Komering Ilir [OKI] bakal kagum, lantaran pembangunan Kecamatan yang berjarak paling jauh dari Ibu Kota Kabupaten ini kian menggeliat. Kini kondisinya tak lagi tertinggal dari kecamatan di OKI. “Kami berterima kasih kepada Pemkab OKI yang telah menyalurkan alokasi anggaran baik itu dari pusat maupun dari […]

  • Timnas U-17 Indonesia Jumpa 3 Rival ASEAN di Grup A, Jalan ke Piala Asia 2027 Harus Lewat Juara Grup

    Timnas U-17 Indonesia Jumpa 3 Rival ASEAN di Grup A, Jalan ke Piala Asia 2027 Harus Lewat Juara Grup

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Timnas U-17 Indonesia mendapat tantangan yang cukup menarik di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Garuda Muda masuk Grup A bersama tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja. Hasil drawing tersebut menempatkan Indonesia dalam satu grup dengan tiga negara Asia Tenggara. Namun, persaingan tidak berhenti pada perebutan posisi teratas karena hanya juara grup yang […]

  • Pastikan Kebutuhan Cukup,  Gubernur Sidak Pasar Tradisional

    Pastikan Kebutuhan Cukup, Gubernur Sidak Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru bersama Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto dan unsur Forkopimda  lainnya, Selasa (29/3) pagi  melakukan pemantauan harga dan  ketersediaan   Sembilan Bahan Pokok (Sebako) disejumlah  pasar tradisional dalam Kota Palembang  menjelang tibanya bulan suci Ramadhan  Ramadhan 1443 Hijriah. Gubernur dan rombongan mengawali tinjauannya di Pasar Sekip Pangkal Palembang, di pasar tradisional ini  Herman […]

  • GIIAS 2018 Hadirkan 40 Kendaraan Baru

    GIIAS 2018 Hadirkan 40 Kendaraan Baru

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pada semester kedua ini, Gaikindo (Gabungan Indsutri Kendaraan Bermotor Indonesia) akan menggelar Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS) yang akan berlangsung pada 2-12 Agustus 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, mengatakan, GIIAS merupakan salah satu ajang yang dapat memberikan informasi terkini kepada masyarakat Indonesia mengenai […]

expand_less
WordPress Archive Speedy Car Game with AdMob and Leaderboard Spheral – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Spice – Beauty & Hair Salon WordPress Theme SpiceDine – WordPress Theme For Hotels & Restaurants Spider Spin2Win WooCommerce Coupon Code Spin Popup for WooCommerce – Spinio Spinzy - Laundry & Fresh Clothing Elementor Template Kit Spirits – Liquor Shop & Wine Store WordPress Theme Splash Sport – WordPress Sports Theme for Basketball, Football, Soccer and Baseball Clubs sPlayer – Sticky Audio Player With Playlist