Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

Robot Jepang, Obeng Lokal & Startup Kita, Saatnya Transfer Teknologi Biar Nggak Cuma Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 839
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah lama “kalau bisa bikin sendiri, ngapain cuma nonton tetangga bikin?” Nah, pepatah itu kayaknya pas banget buat menggambarkan masa depan industri kita, khususnya soal transfer teknologi dan robotik.

Soalnya begini, di Jepang sana, robot sudah bisa bikin teh matcha sambil nunduk sopan, sementara di pabrik kecil kita, kadang baut saja masih dihitung pakai buku kas sobek yang disampul kalender bekas. Ibaratnya tetangga sudah main catur dengan komputer, kita masih sibuk main ular tangga pakai biji sawo.

Makanya, kolaborasi JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan Kemenperin dan startup teknologi Indonesia ini bukan cuma proyek biasa. Ini ibarat pernikahan antara ninja dan tukang sate Madura satu bawa jurus cepat, satunya bawa bumbu rahasia. Kalau benar-benar cocok, jadilah inovasi otomasi dan robotik buatan anak bangsa.

Misalnya saja, sebuah pabrik baut di Klaten, dulu, mandornya tiap pagi masih teriak, “Pak, stok baut tinggal berapa?” lalu dijawab dengan garukan kepala. Sekarang, berkat sentuhan startup lokal, data stok sudah nongol real time di dashboard digital. Baut yang keluar, baut yang cacat, sampai baut yang entah dibawa pulang buat gantungan kunci, semuanya terdeteksi.

Nah, bayangkan kalau kemampuan ini naik kelas dengan teknologi robotik hasil transfer dari Jepang. Bisa jadi nanti robot lokal kita nggak cuma bantu pasang baut, tapi juga bisa ngasih laporan sambil nyanyi dangdut koplo.

Startup Indonesia selama ini lebih sering dikenal bikin aplikasi pesan makanan, dompet digital, atau filter kamera biar wajah kita lebih tirus. Padahal, kalau diarahkan ke sektor industri, startup bisa jadi “otak” di balik mesin.

Seperti kata pepatah Jawa, “sopo sing nandur, bakal ngundhuh” siapa yang menanam, dia yang menuai. Kalau startup kita ditanam dengan ilmu otomasi dan robotik dari Jepang, nanti hasil panennya bukan cuma aplikasi viral, tapi mesin-mesin pintar buatan Indonesia.

Tapi ada catatan kritisnya juga nih. Jangan sampai transfer teknologi cuma jadi “transfer brosur”. Kadang kan kalau acara kerja sama Internasional, yang dipindahkan malah tumpukan laporan, bukan ilmunya. Jadi pemerintah harus serius startup jangan cuma dijadikan figuran untuk foto bareng di seminar, tapi benar-benar dikasih ruang eksperimen, pembiayaan riset, dan akses pasar.

Robotik memang keren, tapi robot secanggih apa pun nggak ada artinya kalau manusianya masih bingung cara colok kabel. Itu sebabnya, pembinaan SDM harus jalan bareng-bareng.

Kita butuh insinyur muda yang bukan cuma bisa main Mobile Legends semalaman, tapi juga bisa ngoprek sensor dan algoritma. Kita butuh pekerja IKM yang berani belajar, meski awalnya salah tekan tombol robot bikin mesin malah joget.

Seperti kata pepatah Sunda “lamun hayang ka hilir, kudu apal ka girang”, kalau mau ke hilir, harus kenal dulu hulunya. Kalau mau punya robotik canggih, ya hulunya harus pendidikan, pelatihan, dan keberanian mencoba.

Ada satu hal yang penting buat diingat, yakni  transfer teknologi bukan sekadar beli mesin dari luar, kalau itu doang, ya kita cuma jadi pasar. Robot datang, kita bayar, lalu kita sibuk jadi pengguna tanpa ngerti isi dalemannya.

Solusinya jelas setiap kali ada proyek transfer teknologi, wajib ada pembelajaran mendalam, alih ilmu, dan riset bersama. Jepang bisa kasih robot, tapi Indonesia harus bisa bikin robot versinya sendiri. Kalau tidak, ya kita cuma jadi “konsumen robot” seumur hidup.

JICA

Singkatnya, kolaborasi JICA dengan Kemenperin dan startup teknologi lokal ini ibarat menyambungkan kabel listrik. Ada arus pengalaman Jepang yang kuat, ada soket semangat startup Indonesia yang haus tantangan. Kalau nyambungnya benar, lampu industri kita bisa terang benderang.

Jangan biarkan peluang ini cuma jadi seremoni foto di hotel berbintang, mari pastikan transfer teknologi dan robotik benar-benar menghasilkan inovasi asli Indonesia, karena di era Industri 4.0 ini, pepatah baru sedang lahir “yang punya robot, yang punya masa depan”

Kalau Jepang bisa, kenapa kita tidak? Obeng sudah di tangan, algoritma sudah di kepala, tinggal berani atau tidak kita bikin robot yang bukan cuma pintar bikin baut, tapi juga bikin bangsa ini lebih mandiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kata-kata mutiara bisa jadi renungan ente di rabu sore menyambut magrib

    Kata-kata mutiara bisa jadi renungan ente di rabu sore menyambut magrib

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.187
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada kata-kata mutiara yang bisa jadi renungan ente di rabu sore menjelang magrib dan menyambut esok hari, semoga kata-kata mutiara ini bermanfaat, berikut : “Jadikanlah sore ini sebagai momen penuh syukur menyambut magrib. Bersyukur atas nikmat cahaya yang tak pernah pudar, menghampiri kita setiap hari.” “Di tengah kegiatan dan hiruk-pikuk, izinkanlah rabu sore […]

  • Parade budaya dan karnaval busana, harapan Pj Bupati OKI

    Parade budaya dan karnaval busana, harapan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Peserta parade budaya dan karnaval busana diikuti berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar TK hingga SMA, paguyuban, komunitas hingga instansi pemerintah Ogan Komering Ilir (OKI). Terlihat semarak serta antusias menyaksikan parade budaya dan karnaval busana dalam rangka memperingati HUT RI ke-79 di Kecamatan Kota Kayuagung,  Selasa (20/8/2024).   Peserta pawai menampilkan arak-arakan pakaian adat, […]

  • Muslimat NU Sumsel Harus Jadi Teladan

    Muslimat NU Sumsel Harus Jadi Teladan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan adalah provinsi yang zero conflict dan terjaga toleransinya dalam kehidupan beragama serta keberagaman, untuk itu peran serta dan kiprah Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) Sumsel pun dituntut melakukan hal yang sama. Seperti disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Najib saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Nahdhatul Ulama Sumsel, di Aula Asrama Haji, Sabtu […]

  • Di Masa Pandemi, 35 Personil Polres Muba Lakukan Aksi Ini

    Di Masa Pandemi, 35 Personil Polres Muba Lakukan Aksi Ini

    • calendar_month Minggu, 23 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    DITENGAH era pandemi, Polres Muba berpartisipasi dalam aksi donor darah dan meemberikan semangat kepada pasien operasi jantung di RSUD Sekayu. Kapolres Musi Banyuasin AKBP Erlin Tangjaya SH SIk bersama dan jajarannya datang memberikan sapaan dan semangat kepada pasien yang akan melakukan operasi jantung, serta ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah. “Jadi hari ini ada 35 […]

  • Presiden Serahkan Trofi, Tiga Pebalap MotoGP Mandalika Berada Pada Posisi Teratas

    Presiden Serahkan Trofi, Tiga Pebalap MotoGP Mandalika Berada Pada Posisi Teratas

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.546
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) serahkan trofi MotoGP Mandalika 2022 kepada tiga pebalap yang menempati posisi teratas dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (20/3/2022). Tiga pebalap yang berada pada posisi pertama, Miguel Olivera dari tim Red Bull KTM yang […]

  • SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang bilang, “Kalau mau lihat masa depan suatu bangsa, tengoklah bagaimana anak mudanya memperlakukan buku.” Tapi di negeri ini, buku sering diperlakukan kayak mantan gebetan cuma dibuka pas kangen, lalu ditinggalin pas udah nemu yang lebih viral. Padahal buku itu bukan sambal, yang cuma dicolek pas makan mie instan kehidupan. Buku itu […]

expand_less
WordPress Archive Speedy Car Game with AdMob and Leaderboard Spheral – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Spice – Beauty & Hair Salon WordPress Theme SpiceDine – WordPress Theme For Hotels & Restaurants Spider Spin2Win WooCommerce Coupon Code Spin Popup for WooCommerce – Spinio Spinzy - Laundry & Fresh Clothing Elementor Template Kit Spirits – Liquor Shop & Wine Store WordPress Theme Splash Sport – WordPress Sports Theme for Basketball, Football, Soccer and Baseball Clubs sPlayer – Sticky Audio Player With Playlist