Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA boleh bernafas lebih lega, tapi belum bisa benar-benar tenang. Hingga tahun 2026, sekitar 80 persen wilayah kabupaten dan kota di Indonesia sudah dinyatakan bebas malaria. Dari 514 daerah, sebanyak 412 wilayah telah berhasil memutus penularan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini.

Namun di balik angka keberhasilan itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: malaria belum benar-benar hilang dari Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan pekerjaan singkat. Ia menjelaskan upaya ini membutuhkan konsistensi jangka panjang, kerja lintas sektor, dan kewaspadaan yang tidak boleh kendor.

“Setiap daerah harus menyusun strategi berkelanjutan sesuai kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Indonesia menargetkan bebas malaria sepenuhnya pada tahun 2030, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tapi jalan menuju target itu tidak rata.

Papua masih jadi titik kritis

Meski banyak daerah sudah bersih dari malaria, situasi berbeda terjadi di Indonesia bagian timur. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 95 persen kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua dan wilayah sekitarnya.

Pada tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 700 ribu kasus malaria di Indonesia. Angka ini bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tapi peningkatan itu tidak serta-merta berarti kondisi memburuk.

Kemenkes menjelaskan, lonjakan kasus justru terjadi karena sistem deteksi yang semakin aktif dan pelaporan yang lebih akurat melalui sistem digital surveilans kesehatan.

Artinya, lebih banyak kasus ditemukan bukan karena malaria menyebar lebih cepat, tapi karena sistem kesehatan bekerja lebih tajam dalam mencari kasus yang sebelumnya tidak terdata.

Ancaman tersembunyi, daerah yang sudah bebas bisa kembali tertular

Inilah bagian yang sering tidak disadari banyak orang, status bebas malaria bukan jaminan wilayah tersebut akan selamanya aman.

Beberapa daerah yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas, justru pernah mengalami lonjakan kasus kembali atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyebabnya beragam, mulai dari mobilitas penduduk hingga perubahan lingkungan.

Nyamuk Anopheles tidak mengenal batas administrasi, selama masih ada genangan air, rawa, tambak tidak terkelola, dan iklim tropis yang mendukung, risiko penularan tetap ada.

Apalagi Indonesia adalah negara dengan mobilitas tinggi. Pekerja proyek, pertambangan, aparat keamanan, hingga masyarakat adat di wilayah terpencil menjadi kelompok yang sering berpindah tempat dan berisiko membawa serta atau terpapar infeksi.

Strategi Kemenkes, temukan, obati, kendalikan

Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi yang dikenal dengan TOKEN: Temukan, Obati, dan Kendalikan vektor.

Langkah ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan di sumbernya. Nyamuk harus diputus siklus hidupnya, sementara manusia yang terinfeksi harus segera ditemukan dan diobati sebelum menularkan ke orang lain.

Kelompok berisiko tinggi seperti pekerja tambang, pekerja hutan, hingga aparat di wilayah endemis juga menjadi sasaran intervensi khusus. Mereka diberikan kelambu, perlindungan kesehatan, serta pengobatan pencegahan jika diperlukan.

Cara menjaga daerah tetap bebas malaria

Eliminasi malaria tidak berhenti pada pengumuman ‘bebas’, justru tantangan terbesar dimulai setelah status itu dicapai. Karena itu, masyarakat juga punya peran penting.

Berikut langkah sederhana yang menentukan apakah malaria bisa benar-benar hilang atau kembali muncul:

1. Hindari genangan air di sekitar rumah
Nyamuk berkembang biak di air tergenang. Ember, ban bekas, dan saluran air tersumbat harus rutin dibersihkan.

2. Gunakan kelambu saat tidur
Terutama di daerah rawan atau saat musim hujan. Ini perlindungan paling sederhana tapi efektif.

3. Segera periksa jika demam berkepanjangan
Jangan anggap sepele demam, apalagi di daerah endemis. Deteksi cepat menyelamatkan penularan lebih luas.

4. Waspadai pendatang dari daerah endemis
Mobilitas tinggi bisa menjadi jalur masuknya kembali malaria ke daerah bebas.

5. Dukung program pemberantasan nyamuk
Fogging dan pengelolaan lingkungan hanya efektif jika didukung warga.

Indonesia sudah melangkah jauh dalam perang melawan malaria, pasalnya delapan dari sepuluh wilayah kini bebas dari penularan, namun kemenangan ini masih bersifat rapuh sebab malaria tidak hilang hanya karena angka turun, malaria bisa hilang jika semua pihak terus waspada, bahkan saat situasi terlihat aman.

Target 2030 bukan hanya target pemerintah, target itu harus dijadikan tantangan dan ujian, apakah Indonesia bisa menjaga kemenangan kesehatan ini sampai benar-benar tuntas atau justru membiarkan penyakit lama kembali menyelinap lewat celah yang tidak dijaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buya Yani Bakal Jadi Tim Sukses Prabowo-Sandi

    Buya Yani Bakal Jadi Tim Sukses Prabowo-Sandi

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Perekrutan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga hingga kini belum selesai. Untuk melengkapinya,  Buni Yani bakal dimasuk ke anggota tim sukses tersebut. Ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengatakan pihaknya berniat mengajak Buni Yani masuk ke anggota tim sukses. Jika terealisasi, Buni Yani akan masuk ke bagian media sosial. “Insya Allah lah kita […]

  • Sumsel Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi dan Jalan Negara Rp3 Triliun

    Sumsel Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi dan Jalan Negara Rp3 Triliun

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Palembang – Provinsi Sumsel pada 2019 mengalokasikan dana sebear Rp3 triliun guna mem perbaiki ruas jalan  milik provinsi dan jalan negera yang rusak di Sumatera Selatan. Dana yang dialokasikan itu bersumber dari APBD Provinsi maupun dari APBN.Diharapkan dengan alokasi dana tersebut  ruas  jalan provinsi  termasuk ruas jalan negera yang rusak  akan  teratasi 100 %. Penegasan […]

  • 35 Lansia Dapat Bantuan, Kemensos Berikan Kebutuhan Lansia di Pondok Kopi melalui Program ATENSI

    35 Lansia Dapat Bantuan, Kemensos Berikan Kebutuhan Lansia di Pondok Kopi melalui Program ATENSI

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    PENYALURAN dukungan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berbasis komunitas oleh Balai “Budhi Dharma” Bekasi milik Kementerian Sosial RI senilai total Rp. 25.352.110,- disalurkan secara simbolis oleh Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini pada kegiatan peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) Mulya Jaya sekaligus penyerahan dukungan ATENSI kepada penerima manfaat di DKI Jakarta (9/10/2021). Total bantuan dukungan ATENSI berbasis […]

  • Zenbook 15 OLED (UM3504) 2023 Punya ASUS, Simak, Apa Kelebihannya..

    Zenbook 15 OLED (UM3504) 2023 Punya ASUS, Simak, Apa Kelebihannya..

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Laptop premium tipis dan ringan 15,6″ dengan layar 16:9 120 Hz 2.8K OLED NanoEdge, prosesor AMD Ryzen 7, grafis AMD Radeon, dan baterai tahan lama 67 Wh See the light: Desain all-metal setipis 14,9 mm yang tahan lama dan ringkas dengan berat hanya 1,4 kg untuk produktivitas dan kreativitas saat bepergian yang mudah Lihat lebih […]

  • Terkait Besi Pembangunan Rumah Tahfidz Qur’an ‘Gado-Gado’, Begini Komentar Anggota DPRD Banyuasin

    Terkait Besi Pembangunan Rumah Tahfidz Qur’an ‘Gado-Gado’, Begini Komentar Anggota DPRD Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.876
    • 0Komentar

    BERAGAM pertanyaan muncul setelah melihat pembangunan rumah Tahfidz Al-Qur’an Kabupaten Banyuasin terletak di Masjid Al-Amir, Kompleks Perkantoran Kelurahan Mulya Agung, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin. Bangunan yang menelan dana kurang lebih Rp980 juta ini tengah masuk dalam tahap pengecoran pondasi. Ironisnya saat ditinjau nampak jelas besi yang di gunakan ‘gado-gado’ untuk tiang ada yang menggunakan besi […]

  • Ketika Warga Perum Becak Muba Terharu Menerima Sertifikat Lahan Gratis, Penantian Panjang Akhirnya Terwujud

    Ketika Warga Perum Becak Muba Terharu Menerima Sertifikat Lahan Gratis, Penantian Panjang Akhirnya Terwujud

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Hartati,(54) tahun merasa terharu, pasalnya ia tidak menyangka sama sekali jika sertifikat lahan gratis yang dijanjikan pemerintah benar-benar terwujud. Warga Perumahan Serasan Sekate [Perum Becak] Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu itu merupakan salah satu dari 50 warga yang menerima sertifikat gratis yang diserahkan langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. Tampak […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme MyThemeShop Spike WordPress Theme MyThemeShop Split WordPress Theme MyThemeShop SteadyIncome WordPress Theme MyThemeShop Style WordPress Theme MyThemeShop Textured WordPress Theme