Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA boleh bernafas lebih lega, tapi belum bisa benar-benar tenang. Hingga tahun 2026, sekitar 80 persen wilayah kabupaten dan kota di Indonesia sudah dinyatakan bebas malaria. Dari 514 daerah, sebanyak 412 wilayah telah berhasil memutus penularan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini.

Namun di balik angka keberhasilan itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: malaria belum benar-benar hilang dari Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan pekerjaan singkat. Ia menjelaskan upaya ini membutuhkan konsistensi jangka panjang, kerja lintas sektor, dan kewaspadaan yang tidak boleh kendor.

“Setiap daerah harus menyusun strategi berkelanjutan sesuai kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Indonesia menargetkan bebas malaria sepenuhnya pada tahun 2030, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tapi jalan menuju target itu tidak rata.

Papua masih jadi titik kritis

Meski banyak daerah sudah bersih dari malaria, situasi berbeda terjadi di Indonesia bagian timur. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 95 persen kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua dan wilayah sekitarnya.

Pada tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 700 ribu kasus malaria di Indonesia. Angka ini bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tapi peningkatan itu tidak serta-merta berarti kondisi memburuk.

Kemenkes menjelaskan, lonjakan kasus justru terjadi karena sistem deteksi yang semakin aktif dan pelaporan yang lebih akurat melalui sistem digital surveilans kesehatan.

Artinya, lebih banyak kasus ditemukan bukan karena malaria menyebar lebih cepat, tapi karena sistem kesehatan bekerja lebih tajam dalam mencari kasus yang sebelumnya tidak terdata.

Ancaman tersembunyi, daerah yang sudah bebas bisa kembali tertular

Inilah bagian yang sering tidak disadari banyak orang, status bebas malaria bukan jaminan wilayah tersebut akan selamanya aman.

Beberapa daerah yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas, justru pernah mengalami lonjakan kasus kembali atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyebabnya beragam, mulai dari mobilitas penduduk hingga perubahan lingkungan.

Nyamuk Anopheles tidak mengenal batas administrasi, selama masih ada genangan air, rawa, tambak tidak terkelola, dan iklim tropis yang mendukung, risiko penularan tetap ada.

Apalagi Indonesia adalah negara dengan mobilitas tinggi. Pekerja proyek, pertambangan, aparat keamanan, hingga masyarakat adat di wilayah terpencil menjadi kelompok yang sering berpindah tempat dan berisiko membawa serta atau terpapar infeksi.

Strategi Kemenkes, temukan, obati, kendalikan

Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi yang dikenal dengan TOKEN: Temukan, Obati, dan Kendalikan vektor.

Langkah ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan di sumbernya. Nyamuk harus diputus siklus hidupnya, sementara manusia yang terinfeksi harus segera ditemukan dan diobati sebelum menularkan ke orang lain.

Kelompok berisiko tinggi seperti pekerja tambang, pekerja hutan, hingga aparat di wilayah endemis juga menjadi sasaran intervensi khusus. Mereka diberikan kelambu, perlindungan kesehatan, serta pengobatan pencegahan jika diperlukan.

Cara menjaga daerah tetap bebas malaria

Eliminasi malaria tidak berhenti pada pengumuman ‘bebas’, justru tantangan terbesar dimulai setelah status itu dicapai. Karena itu, masyarakat juga punya peran penting.

Berikut langkah sederhana yang menentukan apakah malaria bisa benar-benar hilang atau kembali muncul:

1. Hindari genangan air di sekitar rumah
Nyamuk berkembang biak di air tergenang. Ember, ban bekas, dan saluran air tersumbat harus rutin dibersihkan.

2. Gunakan kelambu saat tidur
Terutama di daerah rawan atau saat musim hujan. Ini perlindungan paling sederhana tapi efektif.

3. Segera periksa jika demam berkepanjangan
Jangan anggap sepele demam, apalagi di daerah endemis. Deteksi cepat menyelamatkan penularan lebih luas.

4. Waspadai pendatang dari daerah endemis
Mobilitas tinggi bisa menjadi jalur masuknya kembali malaria ke daerah bebas.

5. Dukung program pemberantasan nyamuk
Fogging dan pengelolaan lingkungan hanya efektif jika didukung warga.

Indonesia sudah melangkah jauh dalam perang melawan malaria, pasalnya delapan dari sepuluh wilayah kini bebas dari penularan, namun kemenangan ini masih bersifat rapuh sebab malaria tidak hilang hanya karena angka turun, malaria bisa hilang jika semua pihak terus waspada, bahkan saat situasi terlihat aman.

Target 2030 bukan hanya target pemerintah, target itu harus dijadikan tantangan dan ujian, apakah Indonesia bisa menjaga kemenangan kesehatan ini sampai benar-benar tuntas atau justru membiarkan penyakit lama kembali menyelinap lewat celah yang tidak dijaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FISIP UIN RF Luluskan 39 Mahasiswa di Yudisium ke-23

    FISIP UIN RF Luluskan 39 Mahasiswa di Yudisium ke-23

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah (FISIP UIN RF) menyelenggarakan Yudisium ke-23 di Auditorium Lantai 1 FISIP UIN RF, Kamis (27/06/2023). Pada Yudisium ke-23 FISIP meluluskan 39 mahasiswa, 27 Program Studi Ilmu Politik dan 12 Program Studi Ilmu Komunikasi. Dekan FISIP UIN RF, Izomiddin mengatakan lulusan FISIP hendaklah berfaedah […]

  • Kenapa Sumsel Bisa Juara Umum API 2018, Ini Tahapannya

    Kenapa Sumsel Bisa Juara Umum API 2018, Ini Tahapannya

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.471
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga menjelaskan Provinsi Sumsel Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2018 tingkat Nasional berkat perjuangan selama 6 bulan lalu bersama Forum Pesona Sriwijaya dan penggiat media sosial, dan akhirnya kerja keras itu menuai hasil untuk Sumsel  setelah menyisihkan 33 provinsi lainnya di Indonesia. Penyerahan anugerah […]

  • agung-laksono

    Agung Laksano Acungkan Jempol Program Gotong Royong Walikota Palembang

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Agung Laksono mengacungkan jempol dan memberi apresiasi kepada Walikota Palembang, Harnojoyo, pasalnya program tersebut ternyata diterima warga Palembang dengan positif.

  • Kembali Kumpulkan Donasi untuk Palestina

    Kembali Kumpulkan Donasi untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    DUKA mendalam serta serta rasa prihatin Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA beserta warga masyarakat Muba terhadap kondisi Palestina saat ini kembali digerakan dengan gerakan donasi Palestina Jilid dua. Setelah sebelumnya pada 2019 Walikota Al-Zawaida, Gaza, Palestina, Ayman Sulaiman Salam Abu Sweireh dan Ulama besar Palestina Syeikh Nashef Nashir Abdullah bertandang ke […]

  • Simak, Muba Terbitkan Surat Edaran Lalin Bawah Jembatan P.6 di Lalan

    Simak, Muba Terbitkan Surat Edaran Lalin Bawah Jembatan P.6 di Lalan

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya menjaga aset daerah, berupa Jembatan P.6 di Kecamatan Lalan yang di bangun diatas Sungai Lalan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menerbitkan surat edaran Nomor : B-550/133/DISHUB-III/2022 tentang pengaturan berlalulintas dibawah jembatan tersebut.   Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi dan sosialisasi surat edaran tersebut, yang dipimpin Bupati Muba Beni Hernedi SIP diwakili Sekretaris Daerah […]

  • Terus Dimaksimalkan Pengembangan Kendaraan Listrik, Kementerian Perhubungan Kerjasama Nottingham University

    Terus Dimaksimalkan Pengembangan Kendaraan Listrik, Kementerian Perhubungan Kerjasama Nottingham University

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 921
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan menggandeng perguruan tinggi negeri asal Inggris Nottingham University, dalam rangka percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Kerja sama tersebut sudah dimulai sejak 6 Mei 2021 oleh Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) yang merupakan salah satu perguruan tinggi di bawah pengelolaan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP). “Saya mendukung penuh kerja sama yang dilakukan dengan […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme MyThemeShop Spike WordPress Theme MyThemeShop Split WordPress Theme MyThemeShop SteadyIncome WordPress Theme MyThemeShop Style WordPress Theme MyThemeShop Textured WordPress Theme