Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA boleh bernafas lebih lega, tapi belum bisa benar-benar tenang. Hingga tahun 2026, sekitar 80 persen wilayah kabupaten dan kota di Indonesia sudah dinyatakan bebas malaria. Dari 514 daerah, sebanyak 412 wilayah telah berhasil memutus penularan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini.

Namun di balik angka keberhasilan itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: malaria belum benar-benar hilang dari Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan pekerjaan singkat. Ia menjelaskan upaya ini membutuhkan konsistensi jangka panjang, kerja lintas sektor, dan kewaspadaan yang tidak boleh kendor.

“Setiap daerah harus menyusun strategi berkelanjutan sesuai kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Indonesia menargetkan bebas malaria sepenuhnya pada tahun 2030, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tapi jalan menuju target itu tidak rata.

Papua masih jadi titik kritis

Meski banyak daerah sudah bersih dari malaria, situasi berbeda terjadi di Indonesia bagian timur. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 95 persen kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua dan wilayah sekitarnya.

Pada tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 700 ribu kasus malaria di Indonesia. Angka ini bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tapi peningkatan itu tidak serta-merta berarti kondisi memburuk.

Kemenkes menjelaskan, lonjakan kasus justru terjadi karena sistem deteksi yang semakin aktif dan pelaporan yang lebih akurat melalui sistem digital surveilans kesehatan.

Artinya, lebih banyak kasus ditemukan bukan karena malaria menyebar lebih cepat, tapi karena sistem kesehatan bekerja lebih tajam dalam mencari kasus yang sebelumnya tidak terdata.

Ancaman tersembunyi, daerah yang sudah bebas bisa kembali tertular

Inilah bagian yang sering tidak disadari banyak orang, status bebas malaria bukan jaminan wilayah tersebut akan selamanya aman.

Beberapa daerah yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas, justru pernah mengalami lonjakan kasus kembali atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyebabnya beragam, mulai dari mobilitas penduduk hingga perubahan lingkungan.

Nyamuk Anopheles tidak mengenal batas administrasi, selama masih ada genangan air, rawa, tambak tidak terkelola, dan iklim tropis yang mendukung, risiko penularan tetap ada.

Apalagi Indonesia adalah negara dengan mobilitas tinggi. Pekerja proyek, pertambangan, aparat keamanan, hingga masyarakat adat di wilayah terpencil menjadi kelompok yang sering berpindah tempat dan berisiko membawa serta atau terpapar infeksi.

Strategi Kemenkes, temukan, obati, kendalikan

Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi yang dikenal dengan TOKEN: Temukan, Obati, dan Kendalikan vektor.

Langkah ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan di sumbernya. Nyamuk harus diputus siklus hidupnya, sementara manusia yang terinfeksi harus segera ditemukan dan diobati sebelum menularkan ke orang lain.

Kelompok berisiko tinggi seperti pekerja tambang, pekerja hutan, hingga aparat di wilayah endemis juga menjadi sasaran intervensi khusus. Mereka diberikan kelambu, perlindungan kesehatan, serta pengobatan pencegahan jika diperlukan.

Cara menjaga daerah tetap bebas malaria

Eliminasi malaria tidak berhenti pada pengumuman ‘bebas’, justru tantangan terbesar dimulai setelah status itu dicapai. Karena itu, masyarakat juga punya peran penting.

Berikut langkah sederhana yang menentukan apakah malaria bisa benar-benar hilang atau kembali muncul:

1. Hindari genangan air di sekitar rumah
Nyamuk berkembang biak di air tergenang. Ember, ban bekas, dan saluran air tersumbat harus rutin dibersihkan.

2. Gunakan kelambu saat tidur
Terutama di daerah rawan atau saat musim hujan. Ini perlindungan paling sederhana tapi efektif.

3. Segera periksa jika demam berkepanjangan
Jangan anggap sepele demam, apalagi di daerah endemis. Deteksi cepat menyelamatkan penularan lebih luas.

4. Waspadai pendatang dari daerah endemis
Mobilitas tinggi bisa menjadi jalur masuknya kembali malaria ke daerah bebas.

5. Dukung program pemberantasan nyamuk
Fogging dan pengelolaan lingkungan hanya efektif jika didukung warga.

Indonesia sudah melangkah jauh dalam perang melawan malaria, pasalnya delapan dari sepuluh wilayah kini bebas dari penularan, namun kemenangan ini masih bersifat rapuh sebab malaria tidak hilang hanya karena angka turun, malaria bisa hilang jika semua pihak terus waspada, bahkan saat situasi terlihat aman.

Target 2030 bukan hanya target pemerintah, target itu harus dijadikan tantangan dan ujian, apakah Indonesia bisa menjaga kemenangan kesehatan ini sampai benar-benar tuntas atau justru membiarkan penyakit lama kembali menyelinap lewat celah yang tidak dijaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendes Usulkan Pembangunan Kampung Dimasukkan Melalui Dana Otonomi Khusus, Karena Desa Sebagai Penyangga Ekonomi Nasional

    Mendes Usulkan Pembangunan Kampung Dimasukkan Melalui Dana Otonomi Khusus, Karena Desa Sebagai Penyangga Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengikuti rapat kerja Pansus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua di Gedung DPR RI pada Rabu (9/6). Dalam rapat kerja ini, Kemendes PDTT memfokuskan pada pengelolaan keuangan dana desa yang bersumber dari […]

  • Dodi dan Politik Anggaran

    Dodi dan Politik Anggaran

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.710
    • 0Komentar

    PEKAN lalu sebuah media online memberitakan tentang Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex. Berita tersebut berjudul, Provinsi Tidak Bantu Anggaran, Dodi: Kabupaten “Berdarah-Darah.” Berita tersebut bagian dari sebuah diskusi daring atau seperti webinar yang melibatkan Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Sriwijaya bertema “Politik Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19 Komitmen dan Kiat Daerah.” […]

  • Pekerja Rentan Harus Dilindungi, Itu Kewajiban Kepala Daerah

    Pekerja Rentan Harus Dilindungi, Itu Kewajiban Kepala Daerah

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.227
    • 0Komentar

    DISYAHKANNYA Inpres Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memastikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja di wilayahnya tanpa terkecuali pekerja rentan dan pegawai pemerintahan Non-ASN. Dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tersebut ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 Menteri, Jaksa Agung, 3 Kepala Badan […]

  • Pasti Keren, Danau di Sekayu Ini Bakal Di Sulap Jadi Kebun Raya Seluas 20 Hektare

    Pasti Keren, Danau di Sekayu Ini Bakal Di Sulap Jadi Kebun Raya Seluas 20 Hektare

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    Memiliki lokasi yang tidak dapat dialihfungsikan, dapat diakses oleh masyarakat, memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan koleksi tumbuhan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasinya.

  • Hadir di Pameran AKI 2021 Colomadu, Sandiaga Uno Semangati Pelaku UMKM, Hadapi Pandemi Salah Satunya Bangkit dengan Cara Kreatif, Gibran : Jangan Malu untuk Jual Produknya dengan Harga Tinggi

    Hadir di Pameran AKI 2021 Colomadu, Sandiaga Uno Semangati Pelaku UMKM, Hadapi Pandemi Salah Satunya Bangkit dengan Cara Kreatif, Gibran : Jangan Malu untuk Jual Produknya dengan Harga Tinggi

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.887
    • 0Komentar

    PAMERAN Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 dihadiri 65 peserta yang terseleksi dari 4.251 pendaftar pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan. Ada 40 jenama yang mendapatkan fasilitasi booth untuk memamerkan produknya, sisanya adalah kelompok musik dan film. “Selamat atas penyelenggaraan bootcamp dan pameran Apresiasi Kreasi Indonesia di Kota Surakarta dan Pekalongan,”tutur saat […]

  • IPDN Siapkan SDM Berkualitas Dalam Pemerintahan

    IPDN Siapkan SDM Berkualitas Dalam Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    TEKAD Gubernur Sumsel H Herman Deru menyajikan pembangunan yang merata di Sumsel terus mendapatkan dukungan, tak terkecuali dari Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Alumni (IKA Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Sumsel. Dukungan tersebut diungkapkan Ketua DPP IKAPTK Sumsel H. Achmad Rizwan, S.STP. MM saat acara silaturahmi antar Purna Praja APDN / STPDN / IPDN dengan Praja […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme MyThemeShop Spike WordPress Theme MyThemeShop Split WordPress Theme MyThemeShop SteadyIncome WordPress Theme MyThemeShop Style WordPress Theme MyThemeShop Textured WordPress Theme