Ekonomi

Ada 60% Pekerja Informal Belum Tercover di Sumsel, BPJS Butuh Dukungan Gubernur

Optimis masih bisa menambah kepesertaan pada 2018.

foto : Humas Pemprov. Sumsel

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Lakoni Brama mengakui dalam melaksanakan regulasi perluasan kepesertaan pihaknya banyak tantangan sehingga butuh support pemerintah daerah terutama Gubernur Sumsel.

“Perluasan BPJS Ketenagakerjaan ini bukan 2017 saja, tapi kami melihat 2018 juga akan prospektif,”ungkapnya, dalam rangka Penyampaian Realisasi Rencana Kerja Anggaran Tahun 2017 dan Rencana Kerja Anggaran Tahun 2018 di Griya Agung, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya perjalanan rencana kerja 2017 BPJS sudah mengcover sejumlah tenaga kerja dan perusahaan di Sumsel. Ada 60% pekerja informal yang belum tercover di Sumsel dan ini menjadi target perluasan kepesertaan perseroan.

Lakoni mengatakan, saat ini Kanwil Sumbagsel membawahi beberapa daerah, yakni Bengkulu, Sumsel, Jambi dan Pangkal Pinang dan Lampung. Sedangkan untuk wilayah Sumsel saat ini membawahi 20 Kantor Unit dan 8 Kantor Cabang Induk.

Untuk kepersetaan sendiri lanjut Lakoni saat ini sudah ada 5.000 lebih perusahaan dengan jumlah tenaga kerja yang tercover sebanyak 39.000 tenaga kerja.

Jumlah ini menurutnya masih jauh dari harapan. Karena itu mereka optimis masih bisa menambah kepesertaan pada 2018.

” Kami perlu dukungan Pemda dan Gubernur Walikota dan Bupati, agar BPJS Ketenagakerjaan bisa diterima masyarakat tenaga kerja dan pemerintah. Terlebih saat ini sejak namanya jadi BPJS Ketenagakerjaan masyarakat harus disosialisasikan kembali dan berulang-ulang,”imbuhnya.

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com