Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » “QRIS Makin Tap, Tapi Sapaan Makin Sepi!”

“QRIS Makin Tap, Tapi Sapaan Makin Sepi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 603
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sekarang beli cilok aja gak bisa pakai senyum, tapi harus pakai sinyal.”

BEGITULAH nasib kita di era QRIS. Sebuah zaman di mana barcode lebih penting dari basa-basi, dan HP lebih sering disentuh daripada tangan tetangga.

Bank Indonesia lagi getol-getolnya menggelar QRIS Jelajah Indonesia 2025,  program ciamik yang memadukan pembayaran digital dengan wisata dan budaya. Ada 57 juta pengguna, 39 juta merchant, dan transaksi triliunan rupiah.

Angka-angka ini bikin jurnalis ekonomi tepuk tangan, dan bikin rakyat kecil manggut-manggut… meski belum tentu ngerti cara pakainya.

Kini hadir QRIS TAP  teknologi NFC yang katanya cukup “nempel”, gak perlu scan lagi. Praktis, cepat, dan katanya lebih modern. Tapi di balik kecanggihan itu, ada keheningan baru yang diam-diam menyebar.

Dulu di angkringan, kita bisa ngobrol soal politik, bola, dan mantan. Sekarang?

Tap selesai, bahkan wajah penjualnya gak sempat kita lihat, karena barcode-nya nempel di tiang.

Pepatah lama bilang, “Di mana ada asap, di situ ada api.” Tapi di era QRIS, “Di mana ada sinyal, di situ orang lupa menyapa.”

Digitalisasi transaksi memang mempercepat segalanya, tapi kalau hati kita makin jauh, QRIS hanya akan jadi alat tanpa rasa.

Lihat negara lain. Jepang misalnya,  mereka udah lama pakai IC Card untuk transportasi dan transaksi kecil. Tapi petugas kereta masih membungkuk dan menyapa.

Di Korea Selatan, bayar pakai QR sudah jadi gaya hidup. Tapi masuk ke toko kecil, masih ada yang kasih teh hangat, nanya kabar nenek kita yang gak ikut, bahkan ngajak ngobrol soal cuaca hari ini.

Artinya? Teknologi itu sah-sah aja, asal jangan menggusur interaksi dasar menyapa, ngobrol, dan tertawa bareng.

Perumpamaannya begini QRIS itu kayak sepatu baru dari toko mahal. Licin, kinclong, dan bergaya. Tapi kalau kita cuma sibuk liatin sepatunya, kita bisa lupa ngajak teman buat jalan bareng.

Kita bisa lari cepat, tap sana tap sini, transaksi tanpa henti… tapi percuma kalau kita sendirian di garis finish.

Kita butuh kecepatan, tapi juga kebersamaan, karena hidup bukan cuma tentang bertransaksi, tapi juga tentang merasakan.

Bayangin QRIS diterapkan ke semua sektor tanpa pendampingan, Pak RT beli gorengan, HP-nya minta update dulu sebelum scan. Bu RW transfer arisan, malah nyasar ke akun olshop. Si Udin beli pulsa, salah ketik, pulsa nyasar ke mantan.

Lama-lama bukan “QRIS Jelajah Indonesia”, tapi “QRIS Menyesatkan Warga”.

Digitalisasi yang terlalu cepat tanpa edukasi itu ibarat ngasih motor Ninja ke anak TK  kenceng, tapi nabraknya pasti.

QRIS boleh cepat, tapi QRASA yang bikin kita tetap hangat. Boleh melaju, tapi jangan lupa menoleh ke samping, siapa tahu ada teman yang pengen diajak ngobrol.

QRIS adalah lompatan besar praktis, cepat, efisien. Tapi jangan sampai kemajuan ini mengikis hal-hal kecil yang justru besar artinya.

Senyum penjual di pagi hari, obrolan receh di balik etalase gorengan. Pertanyaan sederhana, “Mau dibungkus gak, Mas?” Itu bukan sekadar kebiasaan, tapi budaya. Bagian dari ekonomi kerakyatan yang hidup dan menghidupkan.

Ketika segalanya sudah bisa ditap dan diklik, yang perlu tetap kita rawat adalah rasa. Rasa percaya. Rasa peduli. Rasa terhubung sebagai sesama.

Karena bangsa ini bukan cuma dikenal karena kekayaan alam dan ragam budayanya, tapi juga karena keramahannya. Orang Indonesia itu hangat menyapa, ringan tangan, dan gampang tertawa.

Itu modal sosial yang gak bisa dibeli, apalagi di-scan. Maka jangan biarkan teknologi membuat kita lupa menatap mata. Jangan karena dompet digital makin sering dibuka, lalu mulut jarang mengucap “terima kasih” dengan tulus.

Bangsa besar tak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, tapi juga oleh hubungan antarmanusia yang penuh empati.

Warung kopi, tukang sayur, abang gorengan,  itu bukan sekadar tempat belanja. Tapi ruang berbagi cerita.

QRIS Jelajah Indonesia adalah langkah maju. Ia bukan sekadar alat bayar, tapi simbol bahwa kita sedang bergerak.

Namun di tengah gegasnya dunia digital, jangan sampai kita terlalu sibuk menatap layar… hingga lupa menyentuh hati.

Karena kalau semua serba otomatis, tapi rakyatnya makin kaku, sunyi, dan asing satu sama lain… apa bedanya kita dengan mesin ATM yang dingin dan gak bisa diajak curhat?

Maka ayo, tetap pelihara yang tak bisa diunduh QRASA yang bikin Indonesia tetap manusiawi.

QRIS bisa tap. Tapi kita tetap perlu tap hati. Supaya digitalisasi gak cuma mempercepat… tapi juga mendekatkan. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur  : Alumni UIN Raden Fatah Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman

    Gubernur  : Alumni UIN Raden Fatah Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengucapkan selamat dan sukses atas digelarnya Dies Natalis ke-5 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Tahun 2019 yang disemarakan dengan kegiatan jalan. Ucapan tersebut disampaikannya saat melepas ribuan peserta jalan santai  yang melibatkan  keluarga besar UIN  Raden Fatah Palembang, mulai dari para dosen dan keluarga serta  ribuan mahasiawa […]

  • Fasilitasi Mudik Gratis Mahasiswa asal Muba di Yogyakarta

    Fasilitasi Mudik Gratis Mahasiswa asal Muba di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    MAHASISWA asal Muba yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di Yogyakarta yang tergabung Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (Ikpm Muba) patut bersenang hati. Pasalnya, mulai sejak 26 April kemarin Pemerintah Kabupaten Muba memfasilitasi armada bus untuk mudik gratis ke Kabupaten Muba. Ketua Ikpm Muba Yogyakarta, Nugroho menjelaskan, mudik gratis ini di laksanakan tanggal 26-27 April 2022 dan […]

  • Wujudkan Sumsel Lumbung Energi, DRA Yakini Potensi SDA dan Migas di Muba

    Wujudkan Sumsel Lumbung Energi, DRA Yakini Potensi SDA dan Migas di Muba

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menjadi keynote speaker pada webinar ‘Government Roundtable Series Covid-19 New, Next & Post’ dengan Tema “Sumatera Selatan : Pengembangan Lumbung Pangan dan Energi” yang diadakan oleh MarkPlus.inc secara virtual dari Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (30/7/2020). Dalam Video Conference menghadirkan Founder and […]

  • Perkuat Silaturahmi Pj Bupati Apriyadi “Merumput” Ikuti Muba Fourfeo Cup 2023

    Perkuat Silaturahmi Pj Bupati Apriyadi “Merumput” Ikuti Muba Fourfeo Cup 2023

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Menjalin silaturahmi lewat olahraga terus dilakukan oleh Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi Mahmud MSi. Kali ini, orang yang diberi amanah memimpin Bumi Serasan Sekate pada periode kedua ini mengikuti pertandingan sepakbola Muba Fourfeo Cup bergabung dalam Tim Muba Union melawan All Star Prima Prabumulih yang dipimpin langsung oleh Walikota Prabumulih Ir H […]

  • Ganti Rugi Disepakati, Pembangunan Jalan Tol Dikebut

    Ganti Rugi Disepakati, Pembangunan Jalan Tol Dikebut

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.407
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau bersama Badan Pertanahan Nasional/Agraria Tata Ruang (BPN/ATR) Riau dan Kejati Riau membahas percepatan pembebasan lahan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang, Senin (10/1/2022) di kantor BPN/ATR Riau untuk mempercepat pembangunan jalan bebas hambatan itu. Jalan bebas hambatan sepanjang 40 kilometer (Km) tersebut masih ada sekitar 700 meter lahan masyarakat yang belum diganti rugi, tepatnya […]

  • Imbau truk jangan keluar 5-16 April, Pj Gub Sumsel ungkap alasannya

    Imbau truk jangan keluar 5-16 April, Pj Gub Sumsel ungkap alasannya

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.458
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – sebagaimana diketahui, sudah terdapat Surat Edaran (SE) dari Gubernur Sumsel nomor 550 Tanggal 20 Maret 2024. Dalam SE tersebut disebutkan bahwa kendaraan truk tidak boleh melintas terhitung pukul 09.00 WIB pada tanggal 5 April 2024 hingga 16 April 2024 mendatang. “Makanya truk yang masih melintas di jalan kita pinggirkan bahkan ada yang diputar […]

expand_less
WordPress Archive Datera – Online Dating Mobile App Landing Elementor Template Kit Dating App – web version, iOS and Android apps Datix – AI Data Science & Analytics WordPress Theme Dayana – Resume Elementor Template Kit DC Agency : WordPress Theme For Creative Agency, Hosting, SEO Services D&C | Dermatology Clinic & Cosmetology Center WordPress Theme De Jure – Attorney and Lawyer WP Theme Deactivate Plugins Per Page – Improve WordPress Performance Deadlift – Fitnesss and Bodybuilding WordPress Theme Deasil – Travel and Tour WordPress Theme