Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » “QRIS Makin Tap, Tapi Sapaan Makin Sepi!”

“QRIS Makin Tap, Tapi Sapaan Makin Sepi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 618
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sekarang beli cilok aja gak bisa pakai senyum, tapi harus pakai sinyal.”

BEGITULAH nasib kita di era QRIS. Sebuah zaman di mana barcode lebih penting dari basa-basi, dan HP lebih sering disentuh daripada tangan tetangga.

Bank Indonesia lagi getol-getolnya menggelar QRIS Jelajah Indonesia 2025,  program ciamik yang memadukan pembayaran digital dengan wisata dan budaya. Ada 57 juta pengguna, 39 juta merchant, dan transaksi triliunan rupiah.

Angka-angka ini bikin jurnalis ekonomi tepuk tangan, dan bikin rakyat kecil manggut-manggut… meski belum tentu ngerti cara pakainya.

Kini hadir QRIS TAP  teknologi NFC yang katanya cukup “nempel”, gak perlu scan lagi. Praktis, cepat, dan katanya lebih modern. Tapi di balik kecanggihan itu, ada keheningan baru yang diam-diam menyebar.

Dulu di angkringan, kita bisa ngobrol soal politik, bola, dan mantan. Sekarang?

Tap selesai, bahkan wajah penjualnya gak sempat kita lihat, karena barcode-nya nempel di tiang.

Pepatah lama bilang, “Di mana ada asap, di situ ada api.” Tapi di era QRIS, “Di mana ada sinyal, di situ orang lupa menyapa.”

Digitalisasi transaksi memang mempercepat segalanya, tapi kalau hati kita makin jauh, QRIS hanya akan jadi alat tanpa rasa.

Lihat negara lain. Jepang misalnya,  mereka udah lama pakai IC Card untuk transportasi dan transaksi kecil. Tapi petugas kereta masih membungkuk dan menyapa.

Di Korea Selatan, bayar pakai QR sudah jadi gaya hidup. Tapi masuk ke toko kecil, masih ada yang kasih teh hangat, nanya kabar nenek kita yang gak ikut, bahkan ngajak ngobrol soal cuaca hari ini.

Artinya? Teknologi itu sah-sah aja, asal jangan menggusur interaksi dasar menyapa, ngobrol, dan tertawa bareng.

Perumpamaannya begini QRIS itu kayak sepatu baru dari toko mahal. Licin, kinclong, dan bergaya. Tapi kalau kita cuma sibuk liatin sepatunya, kita bisa lupa ngajak teman buat jalan bareng.

Kita bisa lari cepat, tap sana tap sini, transaksi tanpa henti… tapi percuma kalau kita sendirian di garis finish.

Kita butuh kecepatan, tapi juga kebersamaan, karena hidup bukan cuma tentang bertransaksi, tapi juga tentang merasakan.

Bayangin QRIS diterapkan ke semua sektor tanpa pendampingan, Pak RT beli gorengan, HP-nya minta update dulu sebelum scan. Bu RW transfer arisan, malah nyasar ke akun olshop. Si Udin beli pulsa, salah ketik, pulsa nyasar ke mantan.

Lama-lama bukan “QRIS Jelajah Indonesia”, tapi “QRIS Menyesatkan Warga”.

Digitalisasi yang terlalu cepat tanpa edukasi itu ibarat ngasih motor Ninja ke anak TK  kenceng, tapi nabraknya pasti.

QRIS boleh cepat, tapi QRASA yang bikin kita tetap hangat. Boleh melaju, tapi jangan lupa menoleh ke samping, siapa tahu ada teman yang pengen diajak ngobrol.

QRIS adalah lompatan besar praktis, cepat, efisien. Tapi jangan sampai kemajuan ini mengikis hal-hal kecil yang justru besar artinya.

Senyum penjual di pagi hari, obrolan receh di balik etalase gorengan. Pertanyaan sederhana, “Mau dibungkus gak, Mas?” Itu bukan sekadar kebiasaan, tapi budaya. Bagian dari ekonomi kerakyatan yang hidup dan menghidupkan.

Ketika segalanya sudah bisa ditap dan diklik, yang perlu tetap kita rawat adalah rasa. Rasa percaya. Rasa peduli. Rasa terhubung sebagai sesama.

Karena bangsa ini bukan cuma dikenal karena kekayaan alam dan ragam budayanya, tapi juga karena keramahannya. Orang Indonesia itu hangat menyapa, ringan tangan, dan gampang tertawa.

Itu modal sosial yang gak bisa dibeli, apalagi di-scan. Maka jangan biarkan teknologi membuat kita lupa menatap mata. Jangan karena dompet digital makin sering dibuka, lalu mulut jarang mengucap “terima kasih” dengan tulus.

Bangsa besar tak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, tapi juga oleh hubungan antarmanusia yang penuh empati.

Warung kopi, tukang sayur, abang gorengan,  itu bukan sekadar tempat belanja. Tapi ruang berbagi cerita.

QRIS Jelajah Indonesia adalah langkah maju. Ia bukan sekadar alat bayar, tapi simbol bahwa kita sedang bergerak.

Namun di tengah gegasnya dunia digital, jangan sampai kita terlalu sibuk menatap layar… hingga lupa menyentuh hati.

Karena kalau semua serba otomatis, tapi rakyatnya makin kaku, sunyi, dan asing satu sama lain… apa bedanya kita dengan mesin ATM yang dingin dan gak bisa diajak curhat?

Maka ayo, tetap pelihara yang tak bisa diunduh QRASA yang bikin Indonesia tetap manusiawi.

QRIS bisa tap. Tapi kita tetap perlu tap hati. Supaya digitalisasi gak cuma mempercepat… tapi juga mendekatkan. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Minta Kemen PUPR dan BPN kebut Progres Trase Jalan Tol di Muba

    Pj Bupati Minta Kemen PUPR dan BPN kebut Progres Trase Jalan Tol di Muba

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Harus segara di selesaikan hingga di Bulan Mei 2024 mendatang, progres pelaksanaan kontruksi jalan tol dan langkah percepatan pengadaan tanah Trase Jalan Tol Betung (Sp.Sekayu) – Tempino -Jambi, terutama yang masuk di wilayah Kabupaten Muba menjadi perhatian serius Pj Bupati H Apriyadi Mahmud. Apriyadi mendesak serta menegaskan agar semua pihak yang terkait utamanya […]

  • Vivobook 15X/16X OLED & Vivobook 17X Terbaru yang Didukung Prosesor AMD Ryzen 7000-Series

    Vivobook 15X/16X OLED & Vivobook 17X Terbaru yang Didukung Prosesor AMD Ryzen 7000-Series

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 666
    • 0Komentar

      TAIPEI, Taiwan, -ASUS  mengumumkan Vivobook 15X OLED (M3504), Vivobook 16X OLED (M3604), dan Vivobook 17X (M3704), trio laptop sehari-hari penuh gaya yang ditenagai oleh Prosesor AMD Ryzen™ 7000-Series. Menampilkan hingga prosesor AMD Ryzen 7 7730U delapan inti 4,5 GHz hemat daya yang mampu menangani semua tugas sehari-hari, RAM 16 GB, dan SSD PCIe® 1 […]

  • Menang Lomba ‘Kampung Hias’, Kampung Cempaka Peroleh 3 Ekor Sapi

    Menang Lomba ‘Kampung Hias’, Kampung Cempaka Peroleh 3 Ekor Sapi

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin secara simbolis menyerahkan hadiah pemenang Lomba Kampung Hias Asian Games yang dilaksanakan bersamaan dengan acara sosialisasi Asian Games XVIII tahun 2018 kepada forum RT se-Kota Palembang di Griya Agung Palembang, Selasa (12/6/2018). Juara pertama Lomba Kampung Hias Asian Games diaraih oleh Kampung Jalan Cempaka Dalam, Gang Masjid RT. […]

  • Lepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka RAIDA Sumsel Ke-VIII

    Lepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka RAIDA Sumsel Ke-VIII

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Musni Wijaya SSos MSi, melakukan Pelepasan Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Musi Banyuasin Dalam Rangka Raimuna Daerah (RAIDA) Sumatera Selatan Ke-VIII, Selasa (16/5/2023) di Auditorium Pemkab Muba.   Dalam sambutannya Musni mengatakan, Raimuna merupakan kegiatan pramuka penegak dan pramuka pandega yang dikemas dalam bentuk perkemahan besar yang dilaksanakan […]

  • Kolaborasi BPBD & Polres Muba Sisir Jalan Protokol, Semprot Disinfektan

    Kolaborasi BPBD & Polres Muba Sisir Jalan Protokol, Semprot Disinfektan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PENCEGAHAN penyebaran wabah virus Corona, Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Muba bersama Polres Muba bersinergi melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di sepanjang ruas jalan protokol dan fasilitas umum di Kota Sekayu, Rabu (25/2/2020). Penyemprotan yang dilakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai pada Rabu (25/3/2020) itu bertujuan untuk memutus […]

  • Pemkot Palembang Daftarkan Cara Ngidang ‘Ngobeng’ di WBTB & ENESCO

    Pemkot Palembang Daftarkan Cara Ngidang ‘Ngobeng’ di WBTB & ENESCO

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang mendaftarkan tradisi Ngidang atau disebut juga [Ngobeng] di Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan UNESCO guna menjaga agar tradisi orang melayu khususnya ‘wong kito’ tak tergerus oleh zaman. Tradisi ini didaftarkan melalui Dinas Kebudayaan Pemkot Palembang, bersamaan dengan memperkenalkan kembali cara ngobeng kepada kaum milenial. Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota, Drs Ratu Dewa, M Si […]

expand_less
WordPress Archive Datera – Online Dating Mobile App Landing Elementor Template Kit Dating App – web version, iOS and Android apps Datix – AI Data Science & Analytics WordPress Theme Dayana – Resume Elementor Template Kit DC Agency : WordPress Theme For Creative Agency, Hosting, SEO Services D&C | Dermatology Clinic & Cosmetology Center WordPress Theme De Jure – Attorney and Lawyer WP Theme Deactivate Plugins Per Page – Improve WordPress Performance Deadlift – Fitnesss and Bodybuilding WordPress Theme Deasil – Travel and Tour WordPress Theme