Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » Peluang Pemasaran Cukup Besar, Kominfo Dorong Pelaku UMKM Menggunakan Digital Marketing

Peluang Pemasaran Cukup Besar, Kominfo Dorong Pelaku UMKM Menggunakan Digital Marketing

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
  • visibility 2.506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan digital marketing. Sehingga, peluang produknya dibeli oleh masyarakat dapat terbuka lebih lebih lebar di masa mendatang.

“Di sini UMKM bisa memanfaatkan era digital untuk memasarkan produk-produk mereka melalui digital marketing,” ujar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), R Niken Widiastuti, pada Diskusi Webinar “Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi pada UMKM Terdampak Pandemi” yang dilakukan secara virtual pada Selasa (19/10/2021).

Dilansir dari InfoPublik.id, Menurut dia, ketika menggunakan digital marketing peluang pelaku UMKM memasarkan produknya menjadi lebih luas. Sebab, dengan menggunakan metode pemasaran ini produk yang dijajakan dapat menembus lintas batas masyarakat yang berada di kota, provinsi, hingga luar negeri.

Kemudian, dengan menggunakan metode pemasaran secara digital ini juga akan memangkas distribusi barang langsung ke konsumen. Artinya, barang yang dibeli oleh konsumen itu langsung dari produsen yang menjual barang. Hal ini tentunya akan membuat efisiensi dalam segi pengeluaran barang.

“Tidak ada medioker atau tengkulak, karena bisa langsung kepada produsen,” tuturnya.

Dalam mendorong pelaku UMKM tersebut, Kominfo bersama dengan pemangku kepentingan yang lain membuat program UMKM Go Online. Melalui program ini, para UMKM diberikan sejumlah fasilitas yang diberikan kepada pelaku UMKM.

Secara detail, Program UMKM Go Online berupaya membantu masyarakat kecil terutama pengusaha mikro, kecil dan menengah untuk ikut berjualan daring dengan memanfaatkan marketplace yang tersedia, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, OLX dan lain-lain.

Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Grebeg Pasar. Dilakukan di 20 kota/kabupaten di Indonesia, kegiatan ini menargetkan terutama pengusaha mikro di pasar tradisional, dimana sebagian besar masih gagap atau belum tersentuh teknologi informasi untuk memasarkan produknya secara daring.

Ini penting dilakukan, dalam mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi ini, tercatat baru 13 persen pelaku UMKM yang memanfaatkan hal tersebut.

“Yang memanfaatkan teknologi ini hanya 13 persen. Padahal pelaku UMKM berjumlah sekitar 64,1 juta di Indonesia,” katanya.

Menurut dia, dalam menggunakan metode pemasaran digital, maka setiap produk harus dikemas dengan sangat baik. Sehingga, peluang barang dibeli oleh konsumen akan semakin meningkat secara signifikan ke depan.

Kemasan yang baik dalam bentuk foto maupun video sangat dianjurkan dalam menarik minat para konsumen untuk membeli produk ini. Mengingat, kekuatan dari metode pemasaran digital ini terletak dalam tampilan produk yang dijajakan melalui ruang digital.

Artinya, kemasan yang baik, akan menjadi faktor penunjang dari pemasaran secara digital. “kita membuat konten melalui foto dan judul dapat dibaca oleh masyarakat untuk meningkatkan awareness,” katanya.

Dalam pengelolaan digital marketing ini, kata dia, pelaku UMKM harus mampu mengidentifikasi empat hal ini, sehingga kekuatan pemasaram digital dapat dilakukan secara optimal dalam beberapa waktu ke depan.

Pertama, mengetahui target masyarakat yang menjadi objek dalam pemasaran digital ini sesuai dengan minatnya. Dengan begitu, masyarakat yang disasar dapat mengetahui produk-produk yang dimiliki oleh produsen.

Kedua, mengetahui konsep pemasaran digital. Artinya, konsep pemasaran digital yang digunakan dapat disesuai dengan berbagai target market. Dengan sesuainya konsep, maka peluang produk dibeli akan semakin besar.

Ketiga, penggunaan judul yang menarik perhatian dari para konsumen. Hal ini akan memancing perhatian dari para konsumen yang menyaksikan pesan-pesan dari pemasaran yang dibuat melalui digital marketing.

Terakhir, menggunakan Search Enggine Optimalization (SEO). Ini penting dalam membuat produk yang dimiliki oleh produsen tetap dikenal oleh pengguna ruang digital. Dengan diurusnya hal ini, produk senantiasa akan mendapatkan peluang untuk dilihat masyarakat lain.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Backbase kembali dinobatkan sebagai pemimpin dalam Omdia Digital Banking Platform Report

    Backbase kembali dinobatkan sebagai pemimpin dalam Omdia Digital Banking Platform Report

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.940
    • 0Komentar

    SINGAPURA – Media OutReach – 2 Maret 2023 – Backbase, pemimpin Engagement Banking, kembali mendapat peringkat sebagai pemimpin dalam Omdia Universe: Platform Perbankan Digital, 2023. Laporan tersebut merekomendasikan Backbase sebagai kandidat dalam semua daftar pendek vendor perbankan digital, terutama untuk keuangan institusi yang mencari platform luas yang dapat diinovasi bersama untuk tujuan bisnis tertentu. Backbase […]

  • MK Ubah Patokan Status Bencana Nasional, Minimal Tiga Indikator Harus Terpenuhi

    MK Ubah Patokan Status Bencana Nasional, Minimal Tiga Indikator Harus Terpenuhi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penetapan status bencana nasional kini memiliki patokan yang lebih jelas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah cara membaca indikator dalam menentukan skala bencana. Dalam Putusan MK Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, MK menyatakan lima indikator penetapan status bencana tidak harus seluruhnya terpenuhi. Untuk menetapkan bencana berskala nasional, sekurang-kurangnya tiga dari […]

  • forum indonesia untuk transparansi anggaran

    Masih Minim, Fitra Ingin Perempuan Dilibatkan dalam Susun Anggaran

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    Palembang – Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumsel mendorong pemerintah daerah agar melibatkan perempuan dalam proses perencanaan dan pengaanggaran.

  • 6 Cara Kita Berkontribusi untuk Percepatan Vaksinasi Nasional

    6 Cara Kita Berkontribusi untuk Percepatan Vaksinasi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.909
    • 0Komentar

    KITA juga bisa berkontribusi dalam penanganan pandemi COVID-19. Selain dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, mari bantu orang lain untuk bisa mendapatkan vaksin COVID-19. Caranya bisa dengan yang sederhana saja, misalnya dengan membagikan fakta tentang vaksin, mencari tahu siapa di sekitar kita yang belum vaksin dan termasuk dalam kelompok prioritas untuk divaksin. Atau dengan cara yang […]

  • Hadiri Paripurna HUT Kabupaten OKI ke 76, Gubernur Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    Hadiri Paripurna HUT Kabupaten OKI ke 76, Gubernur Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam penyusunan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 dan hal tersebut saat ini sudah disahkan oleh DPRD Kabupaten OKI. “Saya sangat tepukau dengan hal ini, karena Kabupaten OKI menjadi yang pertama ketok palu untuk Raperda APBD […]

  • Kesal, Asra Perkosa Susanti

    Kesal, Asra Perkosa Susanti

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Lantaran kesal dengan korban, Susanti (22), yang kerap mengganggu kehidupan rumah tangganya, membuat Asra Suparta (22), nekad memperkosa korban.

expand_less
WordPress Archive DEVA – Fashion Store WooCommerce Elementor Template Kit DevBox — Creative Digital Agency Elementor Template Kit DevFox – IT Solutions and Services WordPress Theme + RTL Devias – Blog & Magazine Elementor Template Kit Device Scroll Image For WPBakery Page Builder Device Slider For WPBakery Page Builder Devicer | Electronics, Mobile & Tech Store Devicer – Electronics, Mobile & Tech Store WordPress Theme Devita – Multipurpose Theme for WooCommerce DevKit – Flutter UI Kit