Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Bukan Hanya Pupuk, Cara Pusri Bongkar Kebiasaan Lama yang Bikin Panen Stagnan

Bukan Hanya Pupuk, Cara Pusri Bongkar Kebiasaan Lama yang Bikin Panen Stagnan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERTANI  itu bukan sekadar tanam, tinggal dam panen, jika pola pikirnya masih begitu-gitu aja, ya jangan heran hasilnya kadang kayak sinetron, banyak drama, minim kepastian. Di sinilah gaya main baru diperkenalkan oleh PT Pusri Palembang bukan sekadar jual pupuk, tapi ngajarin “resep dapur” pertanian biar hasil panen gak lagi untung-untungan.

Bahasanya sederhana pemupukan berimbang. Tapi jangan salah, ini bukan istilah keren doang buat brosur. Hal ini semacam rumus wajib kalau mau hasil panen naik kelas. Kalau selama ini petani ibarat masak tanpa takaran, kadang kebanyakan garam, kadang lupa gula maka konsep ini datang sebagai “buku resep” yang lebih masuk akal.

Kuncinya ada di tiga huruf yang sering diremehkan antara lain N, P, dan K.

Nitrogen (N), ini ibarat nasi dalam sepiring makan. Dia yang bikin tanaman “kenyang”, tumbuh daun dan batangnya. Tanpa ini, tanaman bisa kerdil, pucat, dan gak bergairah—kayak orang kurang tidur.

Phospat (P), ini bagian yang sering dilupakan, padahal perannya krusial. Dia yang kerja di bawah tanah, memperkuat akar. Kalau akarnya kuat, tanaman gak gampang goyah, gak gampang stres. Ini fondasi dan kita tahu, yang kuat itu selalu yang dari bawah.

Lalu Kalium (K), ini semacam “bodyguard”-nya tanaman. Dia bikin tanaman tahan banting, gak gampang diserang hama dan penyakit. Plus, dia juga yang bikin hasil panen lebih berkualitas buah lebih padat, biji lebih bernas. Jadi bukan cuma banyak, tapi juga bagus.

Masalahnya, selama ini banyak yang main tebak-tebakan. Pupuk dipakai, tapi gak tahu kebutuhan tanah dan tanaman. Hasilnya? Kadang over, kadang kurang. Tanah lama-lama capek, hasil panen stagnan, petani yang pusing.

Di sinilah Pusri masuk, bukan cuma sebagai penjual, tapi jadi semacam “guru lapangan”. Edukasi terus digencarkan, dari cara pakai pupuk sampai pemahaman dasar soal kebutuhan tanaman.

Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, bilang jelas: ini bukan soal jualan semata.

“Pusri tidak hanya fokus menyediakan pupuk, tapi juga memastikan petani paham cara penggunaannya. Kalau dipakai benar, hasilnya pasti beda lebih optimal, lebih stabil,” ujarnya.

Kalimatnya sederhana, tapi pesannya dalam pupuk bagus tanpa cara pakai yang benar itu sama saja buang-buang uang.

Makanya, Pusri juga dorong penggunaan pupuk NPK yang sudah diracik dengan komposisi tertentu. Ada yang 15-15-15, ada juga 17-6-25, sampai yang lebih spesifik untuk komoditas seperti kopi dan kelapa sawit.

Ini bukan soal angka doang. Setiap komposisi itu dibuat menyesuaikan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Jadi petani gak lagi “nebak-nebak”, tapi tinggal menyesuaikan.

Keunggulannya? Praktis. Satu pupuk, tiga fungsi. Unsur haranya sudah seimbang, butirannya seragam, dan gampang diaplikasikan. Gak ribet, tapi dampaknya terasa.

Yang sering luput juga soal waktu pemupukan. Banyak yang asal tabur tanpa lihat fase tanaman. Padahal ini krusial.

Di fase awal, sekitar 7–14 hari setelah tanam, pupuk diberikan buat dorong pertumbuhan akar. Ini fase penting, karena kalau awalnya lemah, ke depannya bakal keteteran.

Masuk umur 25–30 hari, baru masuk fase berikutnya dorong pembungaan dan pembentukan buah. Di sini, kebutuhan tanaman berubah, dan pemupukan harus ikut menyesuaikan.

Jadi bukan cuma soal “apa” yang dipakai, tapi juga “kapan” dan “berapa”.

Di tengah tantangan pertanian yang makin kompleks, cuaca gak menentu, lahan makin terbatas, biaya produksi naik, cara lama jelas gak cukup. Harus ada pendekatan yang lebih cerdas.

Dan di sinilah edukasi jadi kunci.

Apa yang dilakukan Pusri ini sebenarnya sederhana, tapi dampaknya panjang. Petani jadi lebih paham, tanah lebih terjaga, dan hasil panen lebih bisa diprediksi.

Kalau diibaratkan, ini bukan lagi bertani pakai insting, tapi sudah naik level jadi bertani pakai ilmu.

Dan di dunia yang makin keras, satu hal yang pasti: yang pakai ilmu, biasanya lebih tahan lama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FGD Luas Baku Lahan Sawah Sumsel 

    FGD Luas Baku Lahan Sawah Sumsel 

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    LAHAN merupakan sumberdaya pokok dalam usaha apapun termasuk dalam bidang pertanian, Lahan baku sawah secara teknis yaitu lahan sawah exiting dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu daerah yang menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia. Dimana Pada tahun 2020 ini, Provinsi Sumsel […]

  • Siapkan 12 Venue, Kabupaten Mimika Siap Jadi Tuan Rumah PON XX Papua

    Siapkan 12 Venue, Kabupaten Mimika Siap Jadi Tuan Rumah PON XX Papua

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    PERSIAPAN 12 venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Kabupaten Mimika, Papua sudah mencapai 90 persen. Diprediksi, seluruh venue olahraga tersebut, pada akhir Agustus 2021 akan selesai dibangun oleh pemerintah daerah terkait. “Akhir bulan ini sudah selesai untuk mencapai 100 persen,” ujar Sekretaris Daaerah (Sekda) Kabupaten Mimika Michael Rooney Gommar dalam Diskusi Media Forum Merdeka […]

  • Haji Selesai, Kemabruran Tak Boleh Berhenti, Menhaj Ingatkan Jemaah soal Tanggung Jawab Setelah Pulang

    Haji Selesai, Kemabruran Tak Boleh Berhenti, Menhaj Ingatkan Jemaah soal Tanggung Jawab Setelah Pulang

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan haji tidak semestinya berakhir ketika jemaah kembali ke tanah air. Justru setelah meninggalkan Tanah Suci, perubahan sikap dan perilaku menjadi bagian penting untuk menunjukkan kemabruran yang diperoleh selama menjalankan ibadah. Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah agar pengalaman spiritual selama berhaji tidak berhenti sebagai kenangan. Nilai-nilai yang didapat selama berada […]

  • OJK Pacu Adopsi Keuangan Syariah Lewat Tiga Strategi

    OJK Pacu Adopsi Keuangan Syariah Lewat Tiga Strategi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Mengenal keuangan syariah belum tentu membuat masyarakat langsung menggunakannya. Kesenjangan antara tingkat pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah masih menjadi tantangan yang dihadapi industri. Melihat kondisi itu membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menggeser fokus kebijakannya dengan mendorong peningkatan adopsi layanan keuangan syariah melalui tiga strategi yang dirancang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Bahkan […]

  • Pesan Kapolres OKI Saat Hadiri Ujian Soal Ini

    Pesan Kapolres OKI Saat Hadiri Ujian Soal Ini

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Dalam rangka meningkatkan sinergitas kemitraan guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, Sat Binmas Polres Ogan Komering Ilir bersama Pokdar Kamtibmas Resor OKI memberikan himbauan kepada masyarakat di acara ujian kenaikan tingkat pra-polos ke polos dan polos ke jambon organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Kayu Agung cabang Ogan Komering Ilir di […]

  • Terangkan Masalah Kekayaan Intelektual, Puluhan Penyuluh Siap Edukasi Pelajar

    Terangkan Masalah Kekayaan Intelektual, Puluhan Penyuluh Siap Edukasi Pelajar

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 637
    • 0Komentar

    KANTOR Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkumham Sumsel) menyiapkan puluhan personel terbaik untuk menjadi guru pada program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP pada April 2022. “Tim guru Program DJKI Mengajar disiapkan untuk mengedukasi hukum terutama mengenai kekayaan intelektual bagi pelajar sejak dini,” ujar Kepala Kanwil […]

expand_less
WordPress Archive WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game Whistle – Sports Club WordPress White Hall – Municipal and Government WordPress Theme White Label Branding for WordPress White Label Branding for WordPress Multisite White Label – Business And Company Theme White Label WordPress Plugin | WpAlter White Rock – Restaurant & Winery Theme