Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Bukan Hanya Pupuk, Cara Pusri Bongkar Kebiasaan Lama yang Bikin Panen Stagnan

Bukan Hanya Pupuk, Cara Pusri Bongkar Kebiasaan Lama yang Bikin Panen Stagnan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERTANI  itu bukan sekadar tanam, tinggal dam panen, jika pola pikirnya masih begitu-gitu aja, ya jangan heran hasilnya kadang kayak sinetron, banyak drama, minim kepastian. Di sinilah gaya main baru diperkenalkan oleh PT Pusri Palembang bukan sekadar jual pupuk, tapi ngajarin “resep dapur” pertanian biar hasil panen gak lagi untung-untungan.

Bahasanya sederhana pemupukan berimbang. Tapi jangan salah, ini bukan istilah keren doang buat brosur. Hal ini semacam rumus wajib kalau mau hasil panen naik kelas. Kalau selama ini petani ibarat masak tanpa takaran, kadang kebanyakan garam, kadang lupa gula maka konsep ini datang sebagai “buku resep” yang lebih masuk akal.

Kuncinya ada di tiga huruf yang sering diremehkan antara lain N, P, dan K.

Nitrogen (N), ini ibarat nasi dalam sepiring makan. Dia yang bikin tanaman “kenyang”, tumbuh daun dan batangnya. Tanpa ini, tanaman bisa kerdil, pucat, dan gak bergairah—kayak orang kurang tidur.

Phospat (P), ini bagian yang sering dilupakan, padahal perannya krusial. Dia yang kerja di bawah tanah, memperkuat akar. Kalau akarnya kuat, tanaman gak gampang goyah, gak gampang stres. Ini fondasi dan kita tahu, yang kuat itu selalu yang dari bawah.

Lalu Kalium (K), ini semacam “bodyguard”-nya tanaman. Dia bikin tanaman tahan banting, gak gampang diserang hama dan penyakit. Plus, dia juga yang bikin hasil panen lebih berkualitas buah lebih padat, biji lebih bernas. Jadi bukan cuma banyak, tapi juga bagus.

Masalahnya, selama ini banyak yang main tebak-tebakan. Pupuk dipakai, tapi gak tahu kebutuhan tanah dan tanaman. Hasilnya? Kadang over, kadang kurang. Tanah lama-lama capek, hasil panen stagnan, petani yang pusing.

Di sinilah Pusri masuk, bukan cuma sebagai penjual, tapi jadi semacam “guru lapangan”. Edukasi terus digencarkan, dari cara pakai pupuk sampai pemahaman dasar soal kebutuhan tanaman.

Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, bilang jelas: ini bukan soal jualan semata.

“Pusri tidak hanya fokus menyediakan pupuk, tapi juga memastikan petani paham cara penggunaannya. Kalau dipakai benar, hasilnya pasti beda lebih optimal, lebih stabil,” ujarnya.

Kalimatnya sederhana, tapi pesannya dalam pupuk bagus tanpa cara pakai yang benar itu sama saja buang-buang uang.

Makanya, Pusri juga dorong penggunaan pupuk NPK yang sudah diracik dengan komposisi tertentu. Ada yang 15-15-15, ada juga 17-6-25, sampai yang lebih spesifik untuk komoditas seperti kopi dan kelapa sawit.

Ini bukan soal angka doang. Setiap komposisi itu dibuat menyesuaikan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Jadi petani gak lagi “nebak-nebak”, tapi tinggal menyesuaikan.

Keunggulannya? Praktis. Satu pupuk, tiga fungsi. Unsur haranya sudah seimbang, butirannya seragam, dan gampang diaplikasikan. Gak ribet, tapi dampaknya terasa.

Yang sering luput juga soal waktu pemupukan. Banyak yang asal tabur tanpa lihat fase tanaman. Padahal ini krusial.

Di fase awal, sekitar 7–14 hari setelah tanam, pupuk diberikan buat dorong pertumbuhan akar. Ini fase penting, karena kalau awalnya lemah, ke depannya bakal keteteran.

Masuk umur 25–30 hari, baru masuk fase berikutnya dorong pembungaan dan pembentukan buah. Di sini, kebutuhan tanaman berubah, dan pemupukan harus ikut menyesuaikan.

Jadi bukan cuma soal “apa” yang dipakai, tapi juga “kapan” dan “berapa”.

Di tengah tantangan pertanian yang makin kompleks, cuaca gak menentu, lahan makin terbatas, biaya produksi naik, cara lama jelas gak cukup. Harus ada pendekatan yang lebih cerdas.

Dan di sinilah edukasi jadi kunci.

Apa yang dilakukan Pusri ini sebenarnya sederhana, tapi dampaknya panjang. Petani jadi lebih paham, tanah lebih terjaga, dan hasil panen lebih bisa diprediksi.

Kalau diibaratkan, ini bukan lagi bertani pakai insting, tapi sudah naik level jadi bertani pakai ilmu.

Dan di dunia yang makin keras, satu hal yang pasti: yang pakai ilmu, biasanya lebih tahan lama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Tanggapan Wagub  Terkait Pandangan Fraksi DPRD Sumsel

    Begini Tanggapan Wagub Terkait Pandangan Fraksi DPRD Sumsel

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    Optimalisasi pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terukur baik di sektor pajak, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan alam.

  • Indonesia Perkuat Kerja Sama Manajemen Air di Asia

    Indonesia Perkuat Kerja Sama Manajemen Air di Asia

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    DI hari ketiga, Selasa pelaksanaan Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, hadir dalam sesi khusus Asia Water Council (AWC) Climate Change High-Level Roundtable. Di acara yang sama, demikian keterangan tertulis yang diterima redaksi InfoPublik, Kamis (4/11/2021), ikut tampil Menteri Lingkungan Korea Han Jeoung-ae, […]

  • Awas !! Wako Palembang Bakal Sanksi & Denda yang Langgar Protokes Covid-19, Ini Nilainya

    Awas !! Wako Palembang Bakal Sanksi & Denda yang Langgar Protokes Covid-19, Ini Nilainya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    PERATURAN Walikota (Perwali) Nomor 27 serta INPRES Nomor 6 yang isinya terkait pelanggaran terkait Protokol Kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 sudah ditandatangani Walikota Palembang Harnojoyo. Peraturan tersebut mulai disosialisasikan ke masyarakat dengan harapan masyarakat patuh dengan protokes. Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan siapa yang melanggar ada sanksi dan dendanya. Hal tersebut disampaikan Harnojoyo usai Rapat […]

  • Ketika Menteri Agama Ingatkan Jemaah Fokus Wukuf

    Ketika Menteri Agama Ingatkan Jemaah Fokus Wukuf

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Begitu mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis malam, Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung pasang wajah serius. Bukan karena pesawat sempit atau nasi kotak keasinan, tapi karena satu hal penting wukuf di Arafah bukan sekadar acara piknik berjamaah!. Disambut oleh rombongan tokoh penting mulai dari Dubes Abdulaziz sampai Konjen Yusron yang senyum-senyumnya setulus jemaah […]

  • PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali akan berlanjut dua minggu (21 September – 4 Oktober). Berdasarkan evaluasi, penanganan pandemi COVID-19 terus membaik. Terlihat dari seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali terbebas dari Level 4 dan untuk di luar Jawa/Bali cakupan wilayah di Level 4 turun dari 23 kab/kota menjadi 10 kab/kota. Demikianpun, jangan […]

  • Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    LUAPAN anak sungai Kalibener menyebabkan tanggul yang berbatasan dengan perumahan Karang Pucung Permai di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas jebol. Jebolnya tanggul disebabkan tingginya curah hujan selama lebih dari 3 jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan kemarin. Menurut laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, melansir situs resmi bnpn, minggu,  jebolnya tanggul menyebabkan sedikitnya 15 […]

expand_less
WordPress Archive WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game Whistle – Sports Club WordPress White Hall – Municipal and Government WordPress Theme White Label Branding for WordPress White Label Branding for WordPress Multisite White Label – Business And Company Theme White Label WordPress Plugin | WpAlter White Rock – Restaurant & Winery Theme