Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » MBKM & Realitas PT di Indonesia

MBKM & Realitas PT di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
  • visibility 1.712
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KURANG lebih sudah dua tahun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, meluncurkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Namun, agenda besar itu mengalami mati suri akibat adanya pandemi Covid-19. Lantas, seberapa efektifkah kebijakan tersebut apabila diimplementasikan di tengah kondisi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia hari ini?

Melalui berbagai kesempatan, Pak Menteri begitu optimis dengan gagasan MBKM yang diusung. Menurutnya, program ini akan dapat mewujudkan mahasiswa yang menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Sebab mahasiswa diberikan kebebasan menempuh pembelajaran atau magang di luar program studi yang sama di PT yang berbeda paling lama 2 semester atau setara dengan 40 sks, pembelajaran pada program studi yang berbeda di PT yang berbeda, dan/atau pembelajaran di luar PT (Baca: Buku saku MBKM).

Artinya, program ini akan mengkoneksikan antarperguruan tinggi di Indonesia untuk saling siap memberikan perkuliahan/magang terhadap mahasiswa dari PT mana pun. Jika ditilik, program MBKM dapat berjalan efektif apabila PT memenuhi standar-standar yakni kualitas dan reputasi PT, kualitas Dosen, dan Infrastruktur yang memadai.

Pertama, kualitas dan reputasi PT sangat menentukan keberhasilan dari program ini karena idealnya untuk mewujudkan mahasiswa atau lulusan yang unggul sangat ditunjang oleh PT yang berkualitas dan memenuhi standar internasional. Sedangkan data menunjukkan bahwa hanya 96 PT atau 2,04 % PT yang terakreditas Unggul atau A dari seluruh jumlah PT Negeri maupun Swasta di Indonesia (BAN-PT, 2021).

Belum lagi jika mengukur daya saing PT Indonesia di level internasional yang dinilai oleh berbagai pihak masih jauh di bawah rata-rata. PT Indonesia belum dapat berkompetensi dengan PT kelas dunia yang umumnya didominasi oleh Negara maju. Fakta ini harus menjadi pertimbangan yang serius bagi Mendikbud untuk memformulasi implementasi MBKM.

Ada kemungkinan besar akan terjadi PT yang berada di level standar ke bawah berbondong-bondong mengirim mahasiswanya untuk belajar/magang di PT yang terakreditasi A. Dampaknya, bukan justru memperbaiki sistem pendidikan di PT melainkan menghadirkan masalah baru. Pasalnya, perbandingan jumlah PT di level bawah dan standar sangat jauh dengan jumlah PT yang terakreditasi  Unggul atau A.

Kedua, kualitas Dosen yang kompeten dan professional menjadi garda terdepan untuk mewujudkan lulusan yang unggul dan kompetitif. Dosen berperan sebagai eksekutor utama dalam proses pendidikan di PT. Namun harus Kita akui, keadaan Dosen di Indonesia yang berkualitas masih jauh panggang dari api. Terlihat dari sepinya penemuan dan publikasi ilmiah yang dihasilkan di skala internasional.

Mengutip hasil penelitian terakhir SCImago (2021) yang hanya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-45 dari 240 Negara yang disurvei, bahkan masih kalah dibandingkan dengan Taiwan (19), Malaysia (32), Singapura  (34), dan Thailand (45) (https://www.scimagojr.com/countryrank.php). Selain itu, sebuah data penelitian menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu Negara terbesar yang menjadi konsumen jurnal-jurnal predator dengan label ‘Scopus Index’ (Baca:Vit Machacek dan Martin Srholec, 2021).

Banyak faktor yang menyebabkan yaitu diantaranya rekrutmen Dosen yang masih berdasar kuantitas bukan kualitas. Beban mengajar Dosen yang terlalu padat dengan seabrek urusan administratif. Tandusnya budaya ilmiah dan rendahnya kesejahteraan Dosen menjadi bagian masalah yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, transformasi manajemen Dosen di PT menjadi sebuah keniscayaan solusi yang perlu dilakukan.

Sistem rekrutmen Dosen mesti dilakukan melalui seleksi yang ketat (high level test) berbasis kompetensi dan karya (quality of competence). Beban sks dalam hal mengajar perlu diringankan. Dosen mesti diberikan ruang dan waktu yang cukup dalam kegiatan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan karya inovasi. Begitu juga Kesejahteraan Dosen harus ditingkatkan agar tidak nyambi di luar pekerjaan akademis.

Intensifitas pengembangan mutu Dosen juga perlu dilakukan melalui kegiatan workshop, lanjut studi, dan pembinaan riset dengan menghadirkan para Pakar yang diakui reputasinya di dunia Global. Hanya dengan cara-cara itu dapat melahirkan para Dosen yang unggul dan produktif menghasilkan karya akademik yang pada gilirannya meningkatkan kualitas PT sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi (Center of Science and Technology Dovelopment).

Ketiga, hal yang tak kalah pentingya ialah ketersediaan infrastruktur PT yang memadai. Ini juga menjadi instrument yang sangat menunjang keberhasilan program MBKM. Lembaga riset PT, Quacquerelli syomonds (QS), menjelaskan bahwa infrastruktur yang baik menjadi salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk mewujudkan World class university (Mayling Oey-Gardiner dkk., 2017).

Sedangkan keadaan infrastruktur PT Indonesia hari ini juga masuh jauh dari standar. Di era ini, infrstruktur seperti fasilitas gedung pelayanan, gedung perkuliahan, laboratorium, dan perpustakaan mesti terintegrasi dengan sistem teknologi dan internet agar segala layanan pendidikan bisa efektif dan efisien. Misalnya, perspustakaan online yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun akan memudahkan para Dosen dan Mahasiswa mencari referensi.

Begitu juga dengan alat-alat laboratorium yang canggih sangat diperlukan dalam proses eksperimen dan penelitian. Ini sangat relevan dengan kebutuhan program MBKM dalam mewujudkan kultur belajar yang inovatif dalam rangka mencetak lulusan sesuai perkembangan IPTEK dan tuntutan dunia usaha dan dunia industri.

Akhirnya, mewujudkan lulusan PT yang unggul, siap kerja, dan kompetetif di level internasional melalui program MBKM bukan pekerjaan yang enteng bagai membalikkan telapak tangan. Kita tentu berharap adanya transformasi besar-besaran di setiap unsur pendidikan tersebut. Sudah saatnya reformasi sistem pendidikan dan PT dilakukan. Kehadiran pemerintah melalui Mendikbud sangat menentukan, di samping peran PT, lembaga industri, dan masyarakat luas sebagai pendukungnya.[***]

 

Dian Andesta Bujuri

(Dosen UIN Raden Fatah Palembang)

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turut Majukan Palembang, Ini 3 Visi IMA

    Turut Majukan Palembang, Ini 3 Visi IMA

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.746
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Indonesia Marketing Asocciation (IMA) akan terus berkiprah dalam bidang marketing, guna membantu memajukan Kota Palembang. Presiden Indonesia Marketing Asocciation (IMA) Chapter Palembang Gunadi Wirawan mengatakan ada 3 visi IMA, yakni Go Profesional, Go Local dan Go International. Menurut dia, untuk memajukan Palembang bentuk dukungan dari IMA, diantaranya pertama, mengikuti kaidah marketing yang […]

  • Vaksin Datang, Protokol Kesehatan Jangan Hilang

    Vaksin Datang, Protokol Kesehatan Jangan Hilang

    • calendar_month Minggu, 13 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.031
    • 0Komentar

    PADA 6 Desember lalu, telah tiba di Indonesia 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac, sebuah kabar baik dalam upaya penanganan COVID-19 di negeri ini. Namun, perlu digarisbawahi kedatangan vaksin tersebut bukan berarti pelaksanaan vaksinasi dapat langsung dilakukan dan pandemi COVID-19 langsung usai. Masih ada tahapan-tahapan yang dilakukan sampai vaksin tersebut dapat didistribusikan secara meluas. […]

  • Gubernur Minta BPN Membantu, Pelabuhan Tanjung Carat Jadi  Proyek Strategis Sumsel

    Gubernur Minta BPN Membantu, Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Proyek Strategis Sumsel

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    MENGAWALI agenda kerjanya, Rabu (2/2) pagi Gubernur Sumsel H. Herman Deru menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel Drs. Pelopor M.Eng. Sc beserta rombongan di ruang tamu Gubernur. Adapun dalam kunjungan ini, Pelopor bersilaturahmi sekaligus pamit pindah tugas ke Direktorat Penataan dan Perencanaan BPN Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Pelopor juga memperkenalkan […]

  • Video Call, Kontingen Indonesia Ditunggu Di Istana, Kata Presiden

    Video Call, Kontingen Indonesia Ditunggu Di Istana, Kata Presiden

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    PRESIDEN Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada kontingen tim nasional Indonesia, khususnya kepada cabang olahraga Bulutangkis yang berhasil menyumbangkan dua medali emas pada Paralimpiade Tokyo 2020. Hal ini disampaikan secara langsung Presiden Jokowi saat melakukan video call dengan Ketua NPC Indonesia Senny Marbun yang didampingi atlet paragames peraih medali emas Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sadiyah […]

  • Musafir Ingin Shalat, Gubernur Minta Masjid Di Pinggir Jalan Raya Jangan Dikunci

    Musafir Ingin Shalat, Gubernur Minta Masjid Di Pinggir Jalan Raya Jangan Dikunci

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan agar Masjid yang berbeda di pinggir jalan raya jangan dikunci karena musafir yang sedang lewat ingin shalat. Masjid yang ada di pinggir jalan seperti ini jangan dikunci. Supaya dapat menjadi tempat musafir singgah untuk beribadah, kata gubernur saat Safari Jumat bersama masyarakat di Masjid Suhada, Desa Belatung, Kecamatan […]

  • Lantik Pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuasin, Bupati Sebut Bakal Ada Evaluasi Per Tiga Bulan   

    Lantik Pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuasin, Bupati Sebut Bakal Ada Evaluasi Per Tiga Bulan  

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.109
    • 0Komentar

    “Semuanya Ihklas dalam menerima jabatan ini, jika tidak Ihklas maka akan menderita dan kesusahan selama mengemban jabatan tersebut, karena jabatan itu merupakan amanah,”

expand_less
WordPress Archive Eleven – Music Concert Event WordPress Theme Eliah – Beauty Salon & Cosmetic Elementor Template Kit Elime – Multipurpose Cosmetics & Fashion WordPress Theme Elira – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Elision – Retina Multi-Purpose WordPress Theme Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Flutter Full App + Admin Panel Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Web Version Elite Video Player Elitehost – Webhosting & WHMCS WordPress Theme Elixir – Perfume Maker Elementor Template Kit