Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » BLUD Berbenah, Jangan Lupa yang Dilayani

BLUD Berbenah, Jangan Lupa yang Dilayani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang tengah berbenah terkait Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna meningkatkan kinerja dan tata kelola.

Pembenahan BLUD memang penting, tetapi hasilnya akan percuma, jika masyarakat masih merasa kesulitan mendapatkan pelayanan. Pasalnya, warga tidak terlalu peduli dengan seberapa rapi sebuah sistem disusun. Mereka lebih ingin tahu apakah ketika datang berobat, urusannya bisa menjadi lebih mudah.

Oleh sebab itu, pembenahan di tubuh BLUD bidang kesehatan seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi internal organisasi saja. Ada hal yang tak kalah penting, yakni bagaimana perubahan tersebut dirasakan masyarakat.

Jangan Berhenti di Tata Kelola

Dorongan itu juga disampaikan dalam Rapat Koordinasi BLUD Kota Palembang Tahun 2026 yang diikuti 44 BLUD, terdiri dari 42 Puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni RSUD Bari dan RSUD Gandus.

Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, kemarin. Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Palembang. Ia meminta jajaran BLUD memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal itu juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Palembang Sehat, yang merupakan salah satu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang.

Tata kelola yang baik tentu diperlukan, begitu pula dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), inovasi dan pengelolaan organisasi yang akuntabel.

Semua itu menjadi bagian penting, agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Namun, jangan sampai pembenahan tersebut hanya terlihat dari sisi administrasi, sementara persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari belum banyak berubah. Apalagi, ukuran pelayanan yang baik itu sebenarnya tidak rumit.

Warga Ingin yang Mudah

Masyarakat yang datang ke Puskesmas atau rumah sakit tentu ingin mendapatkan pelayanan tanpa harus dibuat bingung. Mereka ingin tahu harus ke mana, apa yang harus disiapkan dan bagaimana prosesnya. Informasi yang jelas tentu akan sangat membantu.

Begitu pula dengan waktu tunggu dan prosedur pelayanan. Jika memang ada tahapan yang harus dilalui, masyarakat setidaknya mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami.

Ketika muncul persoalan, warga juga berharap keluhannya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi mendapat respons.

Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari situlah masyarakat menilai apakah pelayanan publik sudah berjalan dengan baik atau belum. Intinya, inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar.

Memperjelas alur pelayanan, memperbaiki penyampaian informasi, mengurangi prosedur yang tidak perlu hingga mempercepat respons terhadap pengaduan juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki pelayanan.

Palembang sendiri sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah Puskesmas kini telah memiliki layanan rawat inap, sehingga masyarakat memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat ketika membutuhkan perawatan.

Selain itu, RSUD Palembang BARI juga sudah menyediakan layanan pendaftaran secara online melalui BARI Mobile, sekaligus membuka saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran maupun pertanyaan.

Langkah seperti ini tentu patut diapresiasi, pasalnya, pembenahan pelayanan kesehatan memang seharusnya tidak hanya berbicara soal tata kelola, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses pelayanan dengan lebih mudah.

Begitu pula dengan sikap petugas. Pelayanan yang ramah mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, cara petugas berkomunikasi bisa membuat perbedaan.

Warga tentu lebih nyaman ketika dilayani dengan baik dan mendapatkan kepastian, daripada harus mencari-cari informasi sendiri.

Bahkan, pelayanan yang baik bisa menjadi cerita yang dibawa pulang oleh masyarakat. Ketika seseorang datang berobat, dilayani dengan baik, urusannya mudah dan mendapat penjelasan yang jelas, bukan tidak mungkin pengalaman itu diceritakan kepada keluarga, tetangga atau orang lain di lingkungannya.

Sebaliknya, jika yang dibawa pulang justru rasa kecewa dan keluhan, cerita yang berkembang tentu akan berbeda.

Hal -hal seperti inilah yang mungkin tidak terlihat sebagai bagian dari program pelayanan. Namun tanpa disadari, pengalaman masyarakat bisa menjadi salah satu cara mengenalkan pelayanan kesehatan kepada orang lain. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik bukan hanya membuat warga merasa terbantu, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.

Ukuran Akhirnya Tetap Masyarakat

Dengan 44 BLUD bidang kesehatan, Pemkot Palembang memiliki ruang yang cukup besar untuk terus melakukan pembenahan.

Tentu, persoalan setiap Puskesmas dan rumah sakit tidak selalu sama. Oleh sebab itu, evaluasi juga perlu melihat kondisi masing-masing fasilitas kesehatan.

Apa yang paling sering menjadi keluhan masyarakat bisa menjadi bahan untuk menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki lebih dulu.

Jika informasi belum jelas, perjelas. Jika prosedur terlalu panjang, sederhanakan. Jika keluhan lambat ditangani, perbaiki mekanismenya. Jika kemampuan petugas masih perlu ditingkatkan, perkuat SDM-nya.

Tidak semua persoalan membutuhkan kebijakan besar. Kadang, perubahan kecil justru lebih cepat dirasakan masyarakat.

Rapat koordinasi tentu penting sebagai ruang untuk menyamakan langkah dan mengevaluasi kinerja. Tetapi setelah rapat selesai, yang lebih penting adalah apa yang berubah di lapangan.

Apakah pelayanan menjadi lebih mudah? Apakah masyarakat mendapatkan informasi dengan lebih jelas? Dan apakah keluhan lebih cepat ditangani? Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu layak terus diajukan dalam setiap evaluasi pelayanan kesehatan.

Sebab, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, urusannya tidak dibuat semakin sulit.

BLUD boleh terus berbenah. Tata kelola harus semakin baik, SDM diperkuat dan inovasi terus dilakukan. Namun di tengah semua pembenahan itu, jangan sampai tujuan utamanya terlupakan.

Ada masyarakat yang harus dilayani.

Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya terlihat dari seberapa rapi sistem yang dibangun, tetapi dari seberapa mudah masyarakat mendapatkan pelayanan.

Sehingga di situlah pembenahan BLUD benar-benar punya arti, bukan hanya bagus saja, tetapi terasa ketika masyarakat datang dan membutuhkan pelayanan.

Semoga perubahan ke depannya semakin baik dan apa yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panas Bumi Indonesia Baru 11,6% Tergarap, Bahlil Minta Konsesi Segera Direalisasikan

    Panas Bumi Indonesia Baru 11,6% Tergarap, Bahlil Minta Konsesi Segera Direalisasikan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID-Panas bumi Indonesia memiliki potensi 23.202,77 megawatt (MW), tetapi kapasitas terpasang baru mencapai 2.776,39 MW atau sekitar 11,6 persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pengembang yang sudah memperoleh konsesi panas bumi segera merealisasikan proyeknya. Ia mengingatkan agar konsesi yang telah diberikan tidak hanya ditahan. “Bagi teman-teman pengusaha yang sudah mendapatkan […]

  • Pandemi, UMKM Harus Ubah Model Bisnis dari Konvensional Jadi Adaptif

    Pandemi, UMKM Harus Ubah Model Bisnis dari Konvensional Jadi Adaptif

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.616
    • 0Komentar

    KETUA Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi  mendorong UMKM harus mampu berinovasi & Adaftif memanfaatkan Platform digital di masa pandemi sehingga pada akhirnya dapat melewati tantangan. “Gunakan platform digital dengan tujuan menjadi pemenang di masa pendemi Covid-19 karena UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian,” ungkapnya Melati Erzaldi saat menjadi narasumber pada kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh […]

  • Jalin Kekerabatan Umat Warga Gang Astra, Kapolres Pagaralam Ingatkan Warga Lebih Bijak Tanggapi isu Beredar di Medsos

    Jalin Kekerabatan Umat Warga Gang Astra, Kapolres Pagaralam Ingatkan Warga Lebih Bijak Tanggapi isu Beredar di Medsos

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    POLRES Pagaralam melakukan safari jumat guna menjalin kekerabatan umat di Gang Astra, Kelurahan Tumbal Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam. Safari Jumat Jalin Kekerabatan Umat ini biasa disebut Safaat Keramat. Kegiatan ini merupakan Program Polres Pagar Alam, dilaksanakan Jumat. Masjid Nur Amanah kali ini menjadi sasaran. Kegiatan diawali dengan Sholat Jumat yang dipimpin Khotibi Ust […]

  • Arungi Liga 3, Menurut Pembina MU, 1 Hal Ini Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajer

    Arungi Liga 3, Menurut Pembina MU, 1 Hal Ini Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajer

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    “Saya tidak biasa urusi Liga 2. Yang saya mau Liga 3 ini bisa manjadi langkah baik lokal maupun nasional, pemain lain melalui pembinaan. Di Liga 3 pemain, dibina, digenjot, tidak bisa langsung jadi,”

  • Rumuskan Program Kerja, Wujudkan IKU Dekan, Rektor UIN Raden Fatah Hadiri Rakor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Rumuskan Program Kerja, Wujudkan IKU Dekan, Rektor UIN Raden Fatah Hadiri Rakor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.510
    • 0Komentar

    BERTEMPAT di Hotel The Cube Yogyakarta, rapat kerja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah resmi dibuka (22/02/2022). Peserta dalam kegiatan ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yang berjumlah 32 orang.Seluruh peserta telah memenuhi standar kesehatan yaitu telah divaksin dan ditest swab antigen. Ketua pelaksana Ainur Ropik dalam laporannya menyampaikan kegiatan […]

  • Narkoba Cukup Berbahaya, Gubernur Minta Masyarakat Menghindari

    Narkoba Cukup Berbahaya, Gubernur Minta Masyarakat Menghindari

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkerjasama dengan Duta Anti Narkoba Provinsi Sumsel,  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Yayasan Masjid Agung Palembang, serta Klinik Rehabilitasi Al-Hayzza berupaya dalam pencegahan dan penanggulangan pengguna dan pengedar narkoba yang akhir ini trennya terus mengalami peningkatan. Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru menyampaikan,  narkoba adalah musuh terbesar bangsa bahkan […]

expand_less
WordPress Archive Childhood Kids – Child Care Center Elementor Template Kit ChildHope | Child Adoption Services & Nonprofit Theme Childit – Kindergarten Elementor WordPress Theme Children Charity – Nonprofit & NGO WordPress Theme Chinchilla – Pet WordPress Theme ChiroHeal – Chiropractor & Physiotherapy Wellness WordPress Theme Chirokind – Chiropractor And Physical Therapy WordPress Theme Chiropracto – Physical Therapy WordPress Theme Chit Club | Board Games Club & Anticafe WordPress Theme Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme