Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » BLUD Berbenah, Jangan Lupa yang Dilayani

BLUD Berbenah, Jangan Lupa yang Dilayani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang tengah berbenah terkait Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna meningkatkan kinerja dan tata kelola.

Pembenahan BLUD memang penting, tetapi hasilnya akan percuma, jika masyarakat masih merasa kesulitan mendapatkan pelayanan. Pasalnya, warga tidak terlalu peduli dengan seberapa rapi sebuah sistem disusun. Mereka lebih ingin tahu apakah ketika datang berobat, urusannya bisa menjadi lebih mudah.

Oleh sebab itu, pembenahan di tubuh BLUD bidang kesehatan seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi internal organisasi saja. Ada hal yang tak kalah penting, yakni bagaimana perubahan tersebut dirasakan masyarakat.

Jangan Berhenti di Tata Kelola

Dorongan itu juga disampaikan dalam Rapat Koordinasi BLUD Kota Palembang Tahun 2026 yang diikuti 44 BLUD, terdiri dari 42 Puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni RSUD Bari dan RSUD Gandus.

Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, kemarin. Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Palembang. Ia meminta jajaran BLUD memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal itu juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Palembang Sehat, yang merupakan salah satu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang.

Tata kelola yang baik tentu diperlukan, begitu pula dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), inovasi dan pengelolaan organisasi yang akuntabel.

Semua itu menjadi bagian penting, agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Namun, jangan sampai pembenahan tersebut hanya terlihat dari sisi administrasi, sementara persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari belum banyak berubah. Apalagi, ukuran pelayanan yang baik itu sebenarnya tidak rumit.

Warga Ingin yang Mudah

Masyarakat yang datang ke Puskesmas atau rumah sakit tentu ingin mendapatkan pelayanan tanpa harus dibuat bingung. Mereka ingin tahu harus ke mana, apa yang harus disiapkan dan bagaimana prosesnya. Informasi yang jelas tentu akan sangat membantu.

Begitu pula dengan waktu tunggu dan prosedur pelayanan. Jika memang ada tahapan yang harus dilalui, masyarakat setidaknya mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami.

Ketika muncul persoalan, warga juga berharap keluhannya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi mendapat respons.

Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari situlah masyarakat menilai apakah pelayanan publik sudah berjalan dengan baik atau belum. Intinya, inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar.

Memperjelas alur pelayanan, memperbaiki penyampaian informasi, mengurangi prosedur yang tidak perlu hingga mempercepat respons terhadap pengaduan juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki pelayanan.

Palembang sendiri sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah Puskesmas kini telah memiliki layanan rawat inap, sehingga masyarakat memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat ketika membutuhkan perawatan.

Selain itu, RSUD Palembang BARI juga sudah menyediakan layanan pendaftaran secara online melalui BARI Mobile, sekaligus membuka saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran maupun pertanyaan.

Langkah seperti ini tentu patut diapresiasi, pasalnya, pembenahan pelayanan kesehatan memang seharusnya tidak hanya berbicara soal tata kelola, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses pelayanan dengan lebih mudah.

Begitu pula dengan sikap petugas. Pelayanan yang ramah mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, cara petugas berkomunikasi bisa membuat perbedaan.

Warga tentu lebih nyaman ketika dilayani dengan baik dan mendapatkan kepastian, daripada harus mencari-cari informasi sendiri.

Bahkan, pelayanan yang baik bisa menjadi cerita yang dibawa pulang oleh masyarakat. Ketika seseorang datang berobat, dilayani dengan baik, urusannya mudah dan mendapat penjelasan yang jelas, bukan tidak mungkin pengalaman itu diceritakan kepada keluarga, tetangga atau orang lain di lingkungannya.

Sebaliknya, jika yang dibawa pulang justru rasa kecewa dan keluhan, cerita yang berkembang tentu akan berbeda.

Hal -hal seperti inilah yang mungkin tidak terlihat sebagai bagian dari program pelayanan. Namun tanpa disadari, pengalaman masyarakat bisa menjadi salah satu cara mengenalkan pelayanan kesehatan kepada orang lain. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik bukan hanya membuat warga merasa terbantu, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.

Ukuran Akhirnya Tetap Masyarakat

Dengan 44 BLUD bidang kesehatan, Pemkot Palembang memiliki ruang yang cukup besar untuk terus melakukan pembenahan.

Tentu, persoalan setiap Puskesmas dan rumah sakit tidak selalu sama. Oleh sebab itu, evaluasi juga perlu melihat kondisi masing-masing fasilitas kesehatan.

Apa yang paling sering menjadi keluhan masyarakat bisa menjadi bahan untuk menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki lebih dulu.

Jika informasi belum jelas, perjelas. Jika prosedur terlalu panjang, sederhanakan. Jika keluhan lambat ditangani, perbaiki mekanismenya. Jika kemampuan petugas masih perlu ditingkatkan, perkuat SDM-nya.

Tidak semua persoalan membutuhkan kebijakan besar. Kadang, perubahan kecil justru lebih cepat dirasakan masyarakat.

Rapat koordinasi tentu penting sebagai ruang untuk menyamakan langkah dan mengevaluasi kinerja. Tetapi setelah rapat selesai, yang lebih penting adalah apa yang berubah di lapangan.

Apakah pelayanan menjadi lebih mudah? Apakah masyarakat mendapatkan informasi dengan lebih jelas? Dan apakah keluhan lebih cepat ditangani? Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu layak terus diajukan dalam setiap evaluasi pelayanan kesehatan.

Sebab, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, urusannya tidak dibuat semakin sulit.

BLUD boleh terus berbenah. Tata kelola harus semakin baik, SDM diperkuat dan inovasi terus dilakukan. Namun di tengah semua pembenahan itu, jangan sampai tujuan utamanya terlupakan.

Ada masyarakat yang harus dilayani.

Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya terlihat dari seberapa rapi sistem yang dibangun, tetapi dari seberapa mudah masyarakat mendapatkan pelayanan.

Sehingga di situlah pembenahan BLUD benar-benar punya arti, bukan hanya bagus saja, tetapi terasa ketika masyarakat datang dan membutuhkan pelayanan.

Semoga perubahan ke depannya semakin baik dan apa yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ITS NU Sriwijaya Hadir di Sumsel 

    ITS NU Sriwijaya Hadir di Sumsel 

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    KEINGINAN Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel untuk mendirikan Institut Teknologi dan Sain Nahdlatul Ulama (ITS NU) Sriwijaya Sumsel mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sumsel H Herman Deru. Dimana sebelumnya proses yang  panjang untuk mewujudkan berdirikan ITS NU Sriwijaya Sumsel  tersebut akhirnya menemui titik terang. Hal itu terungkap dalam audensi H.M. Teguh Munir selaku Pjs. Rektor […]

  • Ratusan Instansi Pemerintah Buka Rekrutmen CASN, Ada 689.623 Formasi!, Instansi Apa Saja ?

    Ratusan Instansi Pemerintah Buka Rekrutmen CASN, Ada 689.623 Formasi!, Instansi Apa Saja ?

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    MULAI hari ini, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021 telah resmi dimulai. Sebanyak 570 instansi pemerintah turut berpartisipasi untuk merekrut talenta terbaik bangsa. “570 instansi pemerintah tersebut terdiri dari 53 kementerian dan lembaga, 33 pemerintah provinsi, serta 484 pemerintah kabupaten dan kota,” jelas Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan […]

  • New Normal Bukan Alasan Mengabaikan Protokol Kesehatan

    New Normal Bukan Alasan Mengabaikan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    MESKI Kabupaten Penukal Abab Lamatang Ilir (PALI) ditetapkan sebagai satu dari empat daerah di Sumsel yang siap menerapkan new normal, namun Gubernur Sumsel Sumsel H Herman Deru mengingatkan agar Pemkab PALI dan masyarakatnya tetap waspada terhadap ancaman Covid-19. Pernyataan itu diutarakannya dalam lawatannya ke Kabupaten PALI guna mengecek langsung rumah sehat dan memberikan arahan terkait […]

  • Bertemu Bupati Muba, Menko Perekonomian Airlangga Bahas Ini

    Bertemu Bupati Muba, Menko Perekonomian Airlangga Bahas Ini

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

      BUPATI Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Kamis (1/4/2021) melaksanakan Audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto di Kantor KementerianKoordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Pada audiensi tersebut juga dilaksanakan Rapat Pertemuan Perwakilan Ketua Kadin Se-Indonesia untuk membahas berbagai macam upaya pemulihan perekonomian ditengah Pandemi COVID-19. Menteri Koordinator […]

  • Songsong New Normal, 4 Saran Ini Yang Harus Dilakukan Sumsel

    Songsong New Normal, 4 Saran Ini Yang Harus Dilakukan Sumsel

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data di atas begitu para epidemoligi merekomendasikan 4 saran agar Sumsel dapat menyongsong New Normal antara lain, protokol kesehatan di berbagai sektor dijalankan secara maksimal dengan pengawasan yang ketat Kontak tracing yang agresif terus dilakukan. Peningkatan edukasi tentang Covid-19 secara aktif, Peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Menurut keterangan dari Kepala […]

  • Digitalisasi Industri Makanan dan Minuman, Timbulkan Dampak Positif

    Digitalisasi Industri Makanan dan Minuman, Timbulkan Dampak Positif

    • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.080
    • 0Komentar

    INDUSTRI makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan, antara lain dipacu untuk menerapkan teknologi industri 4.0. Transformasi digital ini dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan investasi dan produktivitas di sektor industri dan menciptakan tenaga kerja yang kompeten. “Artinya, industri 4.0 memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Apalagi, dapat juga mendukung dan […]

expand_less
WordPress Archive Childhood Kids – Child Care Center Elementor Template Kit ChildHope | Child Adoption Services & Nonprofit Theme Childit – Kindergarten Elementor WordPress Theme Children Charity – Nonprofit & NGO WordPress Theme Chinchilla – Pet WordPress Theme ChiroHeal – Chiropractor & Physiotherapy Wellness WordPress Theme Chirokind – Chiropractor And Physical Therapy WordPress Theme Chiropracto – Physical Therapy WordPress Theme Chit Club | Board Games Club & Anticafe WordPress Theme Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme